
Kesadaran Arya ditarik kembali setelah melihat semua kejadian masa lalunya. Dia hanya bisa terdiam saat mengetahui perbuatannya di masa lalu yang sangat kelam.
Jalan yang salah sudah Arya ambil untuk menjadi makhluk terkuat di seluruh alam semesta. Arya juga sudah melihat kembali saat-saat pembantaian yang ia lakukan, tidak perduli muda atau tua dia tetap akan memburu mereka semua.
Hal yang paling membuat Arya terkejut adalah, saat dia sudah membunuh Dewi Bulan kekasihnya sendiri yang sekarang sudah bereinkarnasi di dunia ini dan tidak lain merupakan Putri Amanda.
Lima puluh ribu tahun yang lalu semasa Arya masih sangat haus darah, ia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita cantik saat sedang berjalan melewati puncak bukit.
Wanita cantik itu memiliki paras indah, kulit seputih porselen, rambut berwarna putih panjang yang dibiarkan tergerai, dan mengenakan gaun panjang berwarna hitam, yang membuat sosoknya tampak semakin anggun.
Dia tidak lain merupakan Amanda seorang Dewi yang selalu bersembunyi di bulan. Hari itu untuk pertama kalinya setelah ratusan ribu tahun Amanda memutuskan untuk turun dari bulan karena ingin melihat-lihat dunia tempat para pembudidaya energi spiritual.
Kesan pertama Amanda saat menginjakkan kaki di dunia Kultivator cukup baik. Dia sangat senang bermain dengan hewan-hewan yang ada di bukit tersebut terutama kelinci.
Arya yang saat itu mengira Amanda hanya manusia biasa dan merasa jika wanita secantik itu sudah tidak waras karena berbicara dengan hewan, memutuskan untuk membiarkannya dan tidak mengusiknya.
Melihat seorang pria berambut perak ada di tempat tersebut. Pada awalnya Amanda merasa takut, tetapi setelah pria itu pergi begitu saja tanpa menyapa membuatnya entah mengapa merasa kesal.
"Yang benar saja dia pergi begitu saja tanpa melirik sedikitpun kearahku. Bahkan semua pria yang ada di alam Dewa selalu mengirim proposal pernikahan untuk melamarku. Memangnya dia siapa?!"
Amanda mendengus kesal dan tidak percaya jika ada orang yang tak melirik dirinya sama sekali. Bahkan kecantikan yang dia miliki sampai membuat para Dewi iri. Hal ini yang sebenarnya membuat Amanda memutuskan untuk mengasingkan diri dan menetap di bulan, karena kehadirannya di alam Dewa hanya akan membuat keributan saja.
Diam-diam Amanda mulai membuntuti Arya dari belakang dan menghilangkan hawa keberadaannya agar tidak disadari oleh pria tersebut.
Selama seharian penuh Amanda terus mengikuti Arya dan menyaksikan pertarungan pria itu dengan puluhan Hewan Iblis yang berusia puluhan sampai 100.000 tahun.
__ADS_1
Amanda cukup dibuat kagum oleh kemampuan berpedang Arya yang tanpa menggunakan energi spiritual, dan murni kekuatan fisik bisa mengalahkan Hewan Iblis yang jauh lebih kuat darinya.
Hari perlahan berganti dengan malam. Arya memutuskan untuk beristirahat dan membakar seekor rusa sambil mengisi jurnal hariannya di dekat perapian.
Aroma rusa bakar sukses membuat perut Amanda berbunyi dan tentu cukup memalukan untuk seorang Dewi yang melambangkan kecantikan sejati sepertinya mengeluarkan bunyi aneh seperti itu.
Tetapi Amanda tidak bisa membantah jika dia sudah tergoda dengan rusa bakar milik Arya sebab sudah sangat lama sejak terakhir kali makanan masuk kedalam mulutnya.
Sebagai seorang Dewi tentunya Amanda memliki resistensi untuk tidak makan seumur hidup. Tetapi akan sangat disayangkan jika mulutnya tidak pernah merasakan enaknya sebuah makanan ataupun minuman.
Krakkk!!!
Tanpa sengaja Amanda menginjak ranting pohon dan membuat suara nyaring hingga dapat didengar dengan sangat jelas oleh Arya.
"Keluarlah, aku sudah mengetahui kau mengikuti sejak tadi pagi." Ucap Arya dengan santai tanpa melihat kearah Amanda dan memilih fokus mengisi jurnal hariannya.
Amanda yang sudah tertangkap basah akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya lalu menghampiri Arya, sambil membawa sebilah pisau yang dilemparkan pria itu sebelumnya kearahnya.
"Mengapa kau melempar pisau kearah seorang wanita? Apa kau masih bisa menyebut dirimu sendiri sebagai seorang pria?!" Amanda menunjukkan kekesalannya dengan sikap Arya yang sama sekali tidak menganggapnya ada.
"Aku tak pernah memintamu untuk mengikutiku, dan jika kau tidak suka silahkan pergi dari sini." Arya masih tidak melirik kearah Amanda meski wanita itu sangatlah cantik.
Amanda tertawa tidak percaya melihat sikap congkak makhluk yang lebih rendah darinya. "Hei! Yang benar saja, apa kau tega membiarkan seorang wanita berkeliaran di dalam hutan sendirian di malam hari? Asal kau tau saja, aku bisa melenyapkan makhluk rendahan apa lagi yang sikapnya lancang sepertimu!"
Urat pelipis Arya seketika muncul. Dia tidak merasa cukup kesal dengan wanita dihadapannya. Pertama wanita itu sudah diam-diam membuntutinya, dan sekarang justru mencecar dirinya padahal mereka saja tidak saling kenal.
__ADS_1
"Kau benar, aku memang makhluk rendahan seperti yang kau katakan. Karena kau cukup kuat sampai bisa melenyapkan ku dalam sekejap, sepertinya kau menjaga diri sendiri."
Arya mengulurkan tangannya kearah hutan memberi Amanda kode untuk segera pergi. Dia tidak memiliki waktu mengurus wanita gila yang entah dari mana asal-usulnya itu.
Amanda yang sudah terbakar rasa emosi langsung membuat sebilah pedang es kemudian mengacungkan tepat kearah leher Arya sampai menyisakan jarak beberapa senti saja.
"Apa kau pikir aku sedang bercanda?!" Amanda mengeratkan gigi sambil menatap tajam kearah Arya dengan penuh rasa kebencian.
Amanda sama sekali tidak menyangka akan bertemu spesis pria yang begitu menyebalkan. Dia yang biasanya dipuja-puja sekarang justru diperlakukan seperti hama oleh pria aneh dengan rambut perak yang tumbuh diatas kepala.
"Ya aku percaya... Lebih baik mengalah jika berhadapan dengan orang tidak waras..." Balas Arya sambil bergumam diakhir kalimat pertamanya.
Mendengar kalimat terakhir yang Arya ucapkan. Emosi Amanda langsung memuncak dan ingin menebak leher pria itu. Tetapi di detik terakhir sebelum bilah tajam pedang es menyentuh leher Arya, Amanda langsung mengurungkan niat dan duduk tak jauh dari pria itu.
Arya mengintip Amanda sedikit dari balik buku jurnal hariannya, kemudian menggelengkan kepala melihat sikap wanita cantik itu yang seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk karena tidak dibelikan kembang gula.
Setelah menutup jurnal hariannya Arya lalu memotong daging rusa bakar yang sudah matang untuk dirinya sendiri, dan mulai makan tanpa memperdulikan Amanda yang sudah kelaparan.
Menyadari tatapan Amanda, Arya kemudian balik melihat kearahnya tetapi saat pandangan mereka bertemu wanita itu justru mengalihkan pandangan kearah lain.
"Kau bisa membuangnya jika tidak enak." Arya memotongkan daging rusa bakar miliknya dan memberikannya kepada Amanda.
Dengan kesal Amanda meraih potongan daging rusa yang cukup besar dan mulai mencicipinya. Seketika matanya membelalak lebar karena tidak menyangka jika masakan pria brengsek itu ternyata enak juga.
Tetapi Amanda dengan cepat merubah ekspresi terkejutnya menjadi kesal kembali agar tidak membuat Arya terlalu percaya diri. Namun tanpa dia sadari sebenarnya Arya sempat melihat ekspresi terkejutnya meski hanya sekilas, yang membuat pria itu tersenyum tipis.
__ADS_1