Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Niat Untuk Membunuh Fajar


__ADS_3

Seluruh prajurit Keluarga Buana yang menyamar sebagai pembunuh bayaran harus menerima konsekuensi berat, karena sudah berani mengusik orang yang salah dengan nyawa mereka.


Beberapa dari mereka harus menjadi patung es, sementara sisanya menjadi abu setelah terkena Api Putih. Tidak ada waktu bagi mereka saat itu untuk menghindar, mengingat kejadian sebelumnya terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.


Mata Kepala Pengawal membelalak saat menyaksikan seluruh anak buahnya harus tewas mengenaskan menjadi patung es dan abu bakar.


Ada garis keterkejutan dimata Kepala Pengawal ketika melihat Arya ternyata memiliki sebuah Api Surgawi. Meski tidak mengetahui peringkat Api Surgawi yang dimiliki oleh Arya, tetapi dia yakin Api Surgawi pemuda itu berada dijajaran 10 Api Surgawi terkuat.


Namun bukan Api Putih milik Arya saja yang membuat Kepala Pengawal Keluarga Buana terkejut. Dia juga terkejut saat melihat kemampuan yang dimiliki oleh orang berpakaian tertutup di rombongan Arya.


"Hawa dingin ini terasa familiar..." Kepala Pengawal mulai mencurigai orang misterius yang berada disamping Arya. Dia kemudian menyipitkan mata untuk melihat secara jelas wajah orang itu.


Mata Kepala Pengawal langsung membelalak lebar. Tubuhnya seketika menggigil ketika samar-sama melihat wajah orang misterius itu yang sengaja disembunyikan.


Mata abu-abu seperti orang mengidap penyakit katarak. Rambut berwarna putih panjang yang dibiarkan terurai. Paras cantik yang sampai bisa membuat setiap ikan lupa cara untuk berenang. Tidak salah lagi, dia adalah Putri Amanda tawanan dari Kerajaan Angasari yang dikenal sebagai seorang penyihir berhati es.


Sekarang Kepala Pengawal sangat yakin dan percaya bahwa rumor tentang Putri Amanda yang membuat beberapa pelayan dan penjaga Istana menjadi patung es.


Tidak ada keraguan lagi dimata Kepala Pengawal tentang rumor tersebut, setelah dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Putri Amanda merubah beberapa anak buahnya, menjadi patung es dan menghancurkan tubuh mereka menjadi kepingan es.


Merasa nyawanya terancam karena berhadapan lebih dari satu monster beladiri. Kepala Pengawal merasa waspada, kemudian melihat sekeliling untuk mencari jalan kabur.


Namun sayang bagi Kepala Pengawal, saat ingin melarikan diri kakinya terjerat lapisan es yang sengaja dilakukan oleh Putri Amanda untuk mencegahnya kabur.


"Cih!!" Kepala Pengawal berdecak kesal kakinya diselimuti oleh es yang membuatnya tidak bisa bergerak. Pria itu kemudian berusaha memecah es di kakinya menggunakan pedang.


Berulang kali Kepala Pengawal mencoba menghancurkan es di kakinya, tetapi usahanya terlihat sia-sia karena es itu sangatlah keras, dan justru membuat pedangnya menjadi tumpul.

__ADS_1


"Dasar monster, menjauhlah dariku!" Raut wajah tambah panik ketika Putri Amanda berjalan mendekat kearahnya bersama Arya dan Fajar.


Meski Putri Amanda memiliki kecantikan seperti Dewi. Kepala Pengawal justru lebih menjauh darinya. Ada pepatah yang mengatakan wanita secantik Angsa, tidak pantas untuk seekor katak. Kepala Pengawal menyadari bahwa dirinya hanyalah seekor katak, dan mendapatkan Angsa hanya mimpi belaka.


Udara tiba-tiba terasa sangat dingin membuat semua orang menjadi menggigil kedinginan. Tanpa perlu waktu lama, mereka yang ada ditempat itu langsung mengetahui siapa orang yang sudah menyebabkan suhu langsung turun mencapai titik terendah.


Putri Amanda mengeratkan giginya merasa kesal dengan perkataan Kepala Pengawal yang menyebutnya sebagai seorang monster. Panggilan itu sangat memuakkan bagi Putri Amanda, dan setiap orang yang memanggilnya dengan sebutan monster akan dia jadikan patung es saat itu juga.


Tangan Putri Amanda yang dibalut sarung tangan hitam mengepal erat. Saat hendak merubah Kepala Pengawal menjadi patung es, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


Putri Amanda menoleh kesamping menemukan orang yang menepuk pundaknya ternyata adalah Arya. Raut wajahnya yang semula tampak kesal langsung berubah sedikit kemerahan melihat Arya tersenyum kepadanya.


"Perkataannya jangan dimasukkan ke dalam hati. Biar aku yang urus." Arya berkata dengan sopan untuk menghibur Putri Amanda yang sedang kesal setelah dihina.


Suhu dingin yang semula membuat semua orang menggigil mendadak hilang, dan berubah seperti semula seolah tidak pernah terjadi apapun.


Arya berjalan kearah Kepala Pengawal dan berhenti tepat dihadapan pria yang tampak berusia 40 tahunan itu. Api Putih muncul ditangan kanan Arya. Dia bermaksud untuk memberi sedikit ancaman kepada pria dihadapannya agar buka suara tentang siapa orang yang sudah mengirimnya.


Melihat Api Putih ditangan Arya tidak membuat Kepala Pengawal merasa takut. Dibandingkan harus menghadapi siksaan Putri Amanda, dia lebih memilih untuk langsung dirubah menjadi abu oleh Arya, berpikir penderitanya akan lebih cepat sebelum mati.


Kepala Pengawal menyadari bahwa ia tak mungkin bisa meloloskan diri saat ini. Tetap tutup mulut dan mati secara singkat ditangan Arya mungkin rasanya tidaklah buruk.


Tetapi sayangnya Kepala Pengawal belum mengetahui kalau Api Putih milik Naga Peran selain membunuhnya, Api Putih itu juga akan membakar jiwanya, dan membuatnya tidak bisa memasuki roda reinkarnasi.


"Sekarang katakan siapa orang yang sudah mengirimu kemari, atau kau mau berhadapan dengan Api kecil milikku ini?" Arya berkata dengan nada datar sambil menunjukkan Api Putih miliknya.


Kepala Pengawal tak mengindahkan ancaman Arya. Dia justru dengan berani meludah kearah Arya. "Jangan meremahkan ku, keparat! Meski kau menyiksaku dan membunuhku, aku tak akan buka suara!"

__ADS_1


Arya tersenyum dan tertawa kecil saat Kepala Pengawal mengotori wajahnya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, baru kali ini ada seseorang yang berani memprovokasinya sejauh ini.


"Jadi apa ini keputusanmu? Kalau begitu jangan salahkan aku." Ucap Arya sambil meletakkan tangan kanannya yang dilapisi Api Putih keatas kepala pria dihadapannya.


Kepala Pengawal tersenyum mengejek, tetapi sedikit kemudian dia langsung menyesali tindakannya. Tubuhnya langsung tiba-tiba langsung terbakar menjadi abu, dan jiwanya juga ikut terbakar.


Setelah membunuh Kepala Pengawal, Arya menyimpan kembali Api Putih miliknya, kemudian berjalan menghampiri Fajar dan Putri Amanda.


"Arya, kenapa kau membunuhnya? Kita masih belum mengorek informasi dari pria itu. Sekarang bagaimana caranya kita mengetahui orang yang sedang mengejarmu?"


Fajar memiliki raut wajah yang buruk saat ini. Meski Arya cukup kuat, tetapi mereka belum mengetahui orang yang mengirim orang-orang itu. Fajar juga mulai khawatir dengan keselamatannya dan juga kakaknya karena terlibat dalam kekacauan ini.


"Diamlah. Kau tidak berhak mempertanyakan setiap tindakan yang dibuat oleh Arya." Putri Amanda berdecak kesal dengan sikap Fajar yang selalu mengeluh kepada Arya.


Fajar mengerutkan alisnya dan melihat kearah wanita misterius itu. "Apa kau tidak lihat sekarang kita kehilangan jejak orang yang sudah mengirim para pembunuh bayaran itu? Memangnya kau ini siapa bertingkah seolah memiliki kedudukan tinggi disini, huh?!"


Percikan api kebencian muncul dimata Putri Amanda terhadap Fajar. Dia sudah cukup muak mendengar perkataan dengan semua perkataan pria itu disepanjang jalan.


Setelah mendengar nada bicara Fajar yang tinggi kepadanya. Putri Amanda merasa kehormatannya sudah direndahkan. Kini Fajar sudah masuk kedalam daftar hitamnya dan siap melenyapkan pria itu kapan saja.


Merasakan niat membunuh Putri Amanda kepada Fajar, dengan sigap Arya melerai mereka berdua. Arya tidak yakin Putri Amanda mau mendengarkannya dan menghentikan niat membunuh kepada Fajar.


"Cih! Kau selamat kali ini." Putri Amanda berdecak kesal dan menarik kembali niat membunuhnya. Dia mendengarkan perkataan Arya dan menurut. Bagaimanapun dia tidak bisa menolak permintaan dari orang yang sudah menolongnya sejak masih berusia 10 tahun.


Sudut bibir Fajar berkedut melihat perubahan sikap wanita itu yang langsung menurut kepada Arya, seolah setiap perkataan pria itu merupakan sebuah wahyu ilahi dari langit.


Tetapi dia juga bersyukur dan berterimakasih dalam lubuk hatinya kepada Arya. Dia hampir lupa kalau wanita itu bisa membekukan orang dengan sangat mudah.

__ADS_1


__ADS_2