Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Kucing Penurut


__ADS_3

Dibawah tekanan aura Naga milik Arya. Raja Hutan yang memiliki sifat arogan dan keras kepala sekarang dipaksa berlutut tanpa perlawanan. Bagaimana cara dia memberontak?


Meski Singa memiliki mental sekuat baja membuatnya tidak akan gentar melawan sosok yang lebih besar atau kuat. Tetapi sekarang situasinya berbeda.


Raja Hutan tidak akan takut melawan seekor Naga sekalipun, namun sosok manusia yang sebenarnya adalah Naga itu sangat melekat didalam benaknya.


Usianya saat ini adalah 100.000 tahun, kembali jauh dimasa usianya menginjak 50.000 tahun. Raja Hutan secara langsung menyaksikan pembantaian besar-besaran yang dilakukan oleh orang misterius, kepada bangsa Iblis yang saat itu menginvasi Benua Nusantara.


Hanya seorang diri sosok tersebut melawan jutaan bahkan ratusan juta Iblis kala itu, dan mengusir mereka dari tanah yang seharusnya menjadi rumah bagi bangsa manusia.


Masih teringat jelas dibenak Raja Hutan siapa yang sudah membuat sebelah matanya buta dan menghancurkan kehormatan serta rasa arogansinya.


50.000 tahun yang lalu Raja Hutan sedang berkeliling didalam hutan untuk berburu. Saat sedang melakukan perburuan sama-sama Raja Hutan mencium aroma harum rusa bakar.


Raja Hutan yang belum menemukan makan siang, kemudian menghampiri sumber aroma sedap yang memenuhi indera penciumannya dengan rasa lapar.


Begitu sampai, dari balik pepohonan Raja Hutan mendapati seorang manusia sedang duduk dipinggir perapian menunggu rusa bakar itu matang sambil menulis catatan pada sebuah buku berwarna putih.


Melihat ada seorang manusia dan seekor rusa bakar. Raja Hutan berpikir saat ini merupakan hari keberuntungannya, mendapat dua menu makanan yang berbeda.


Perlahan Raja Hutan mendekat berniat menerkam pria itu dari belakang. Tetapi dia dibuat terkejut saat pria itu berbalik tersenyum tipis kearahnya.


Wajah pria itu seolah tidak asing baginya seperti dia pernah melihatnya disuatu tempat. Hingga pada akhirnya Raja Hutan ingat bahwa pria itu merupakan orang yang sedang melakukan perburuan Iblis secara besar-besaran di Benua Nusantara.


Terlambat bagi Raja Hutan untuk mundur kebelakang. Pria itu tiba-tiba mengibaskan tangan menciptakan tebasan angin yang sangat tajam dan mengenai dirinya.

__ADS_1


Raja Hutan terlempar sangat jauh hingga sampai dibagian terdalam hutan. Tubuhnya mendapat luka cukup parah dan ia mengerang kesakitan setelah mata kirinya menjadi buta.


Kembali kemasa sekarang mendapati bahwa pria yang dia temui 50.000 tahun lalu mengacungkan ujung pedang kearah mata kanannya. Tubuh Raja Hutan bergetar dan mengingat kejadian yang membuatnya mengalami trauma.


Mengetahui sosok yang dulu menjadi momok menakutkan bagi bangsa Iblis dan secara misterius menghilang setelah melakukan pembunuhan masal tersebut. Raja Hutan yang tidak ingin nyawa dengan cara konyol langsung berlutut dihadapan Arya.


"Gardapati bersedia menjadi pengikut setia, Yang Mulia!" Gardapati memberi hormat kepada Arya tanpa menaruh rasa permusuhan dihatinya.


Gardapati tidak bodoh dia sudah melihat jelas kemampuan Arya dimasa lalu, dan sekarang setelah melihat wujud Naga pria itu kemudian dikalahkan telak dua kali, Gardapati tidak ingin lagi membuat kesalahan untuk kesekian kalinya.


Mendapati Singa setinggi 20 meter itu bertekuk lutut memberinya hormat membuat Arya sedikit heran. Bukankah seharusnya Singa itu melakukan perlawanan. Kenapa dia justru langsung menyetujui untuk menjadi bawahnya tanpa persyaratan sedikitpun, dan memanggilnya Yang Mulia?


Arya tidak ingat pernah bertemu dengan Singa itu sebelumnya. Berbeda halnya dengan Naga Perak yang kini memiliki kerutan diwajahnya saat melihat kucing raksasa itu lagi.


Naga Perak masih ingat setelah mengusir Gardapati yang mengganggu waktu santainya. Tahun-tahun berikutnya kucing raksasa itu selalu mengikuti kemana saja dia pergi dan meminta agar dijadikan bawahan.


"Biarkan saja kucing itu mengikutimu. Dia bukan ancaman sama sekali dan akan menjadi hewan peliharaan yang penurut." Tanpa menunggu balasan dari Arya, sesudah mengatakan hal itu Naga Perak langsung kembali tidur.


Mendengar suara Naga Perak didalam pikirannya. Arya yang memiliki pemikiran serupa dan sudah berencana untuk menjadikan Gardapati sebagai bawahannya, kemudian membiarkan Gardapati menjadi pengikutnya.


Bagaimanapun melihat kemampuan Gardapati mengendalikan puluhan ribu Hewan Iblis, Arya merasa Gardapati bisa mengendalikan lebih banyak Hewan Iblis, dan saat itu kekuatan pasukan Bendera Hitam akan benar-benar berada di puncak dalam waktu singkat.


"Tentu saja kau bisa menjadi bawahanku, kenapa tidak? Tetapi sebelum itu, bisakah kau tarik kembali pasukan Hewan Iblis itu?"


Arya memicingkan mata memberikan sedikit ancaman kepada Gardapati. Tidak mau membuat kesan buruk untuk majikannya, Gardapati kemudian mengaum keras dan meminta seluruh Hewan Iblis kembali kedalam Hutan Darah.

__ADS_1


...****************...


Dimedan pertempuran semua prajurit dibuat terkejut saat para Hewan Iblis tiba-tiba menghentikan serangan dan masuk ke dalam hutan, membuat setiap pasang mata yang melihatnya merasa heran.


Padahal gelombang Hewan Iblis bisa saja memenangkan pertempuran jika diberi sedikit waktu lagi. Tetapi mereka tiba-tiba saja pergi meninggalkan medan pertempuran seolah tidak ada yang terjadi.


Melihat hal ini seluruh prajurit yang tersisa merasa lega dan berteriak menyerukan keberhasilan mereka mencegah puluhan ribu Hewan Iblis memasuki Kota Madya.


Semua orang saling bersukacita larut dalam kebahagiaan. Begitu juga dengan Arjuna, Wira, dan Bagaskara yang merasa lega melihat serangan Hewan Iblis sudah berakhir.


Tetapi diantara mereka ada sepasang mata yang terlihat sedang mencari seseorang. Raut wajah Putri Amanda memancarkan kegelisahan karena tidak melihat kehadiran Arya disana.


Namun tidak berselang lama pandangan mata Putri Amanda melebar saat melihat sosok Arya berjalan keluar dari kerumunan prajurit yang sedang bersukacita.


Putri Amanda langsung melesat dan memeluk Arya. Dia tidak memperdulikan tatapan mata semua orang yang sekarang tertuju kepadanya.


Dibalik pelindung kepala Arya tertegun mendapati Putri Amanda tanpa rasa malu memeluk dirinya. Arya menepuk-nepuk pelan punggung Putri Amanda membiarkan wanita cantik itu melakukan apa yang dia suka.


"Wah-wah... Adegan ini membuatku terharu saat melihatnya." Celetuk Arjuna tersenyum sambil dibantu berjalan oleh Wira dan Bagaskara.


Putri Amanda melonggarkan pelukannya melihat kearah Arjuna dibelakang dengan kesal sambil mendengus pelan. Ini sudah kedua kalinya Arjuna mengganggu reuninya bersama Arya, jelas dia merasa kesal dan setitik niat membunuh muncul didalam benaknya.


Menyadari hawa dingin keluar dari tubuh Putri Amanda. Arya menepuk kepala wanita cantik itu dan membelainya dengan lembut.


Dibalik cadar berwarna hitam tipis raut wajah Putri Amanda memerah saat Arya mengusap kepalanya. Dia tidak menolaknya dan justru menikmatinya seperti seekor kucing penurut.

__ADS_1


"Kondisimu terlihat sangat buruk, Arjuna." Arya mengalihkan pandangan kearah Arjuna dan tertawa pelan.


Tetapi entah mengapa Arjuna nada tertawa Arya sedikit aneh seolah memberinya gertakan karena sudah menggoda kedekatan Arya dan Putri Amanda.


__ADS_2