Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Rencana Pemberontakan


__ADS_3

Sore itu, kediaman utama Walikota Madya disebuah ruangan dengan meja bundar besar. Beberapa pria dan wanita terlihat sedang duduk melingkar untuk melakukan rapat membahas kejadian hari ini.


Beberapa peserta rapat kini memandang satu orang yang sama. Seseorang yang tiba-tiba saja menghilang dan membebani mereka dengan berbagai macam tugas, sampai membuat kepala mereka terasa pusing setiap hari.


Menyadari tatapan beberapa orang tertuju kearahnya. Arya mengangkat wajahnya dan benar mendapati semua orang sedang memandangi dirinya dengan tatapan penuh pertanyaan dibaliknya.


Arya menghela nafas ringan menatak lembaran dokumen lalu meletakkannya diatas meja. "Sebelum kita mulai membahas kejadian yang belakangan ini terjadi. Kalian sepertinya punya pertanyaan yang ingin ditanyakan kepadaku. Silahkan..."


Melihat Arya cukup peka dengan situasi disekitarnya. Salah satu dari mereka kemudian mengangkat tangan kanan untuk mengajukan pertanyaan yang selama ini sudah membayanginya, dan juga membayang-bayangi rekannya yang lain.


"Mengapa selama tiga bulan terakhir kau selalu mengunci diri di dalam kamar dan tidak pernah sekalipun muncul. Apa benar kau sedang sibuk melakukan budidaya Qi sampai tidak bisa diganggu?"


Deswara mengungkapkan pertanyaan yang selama ini dia simpan. Sejak Arya tiba-tiba tidak pernah menampakkan diri selama tiga bulan. Deswara berpikir Arya sudah diam-diam kembali menuju Ibukota.


Dia tentu tidak bisa mempercayai perkataan Putri Amanda yang selalu melarang semua orang untuk menemui Arya dengan dalih jika pria itu sedang sibuk.


Ketika mengutarakan pertanyaannya. Deswara bisa melihat Putri Amanda memberinya tatapan tajam memusuhi, seakan dirinya tidak memiliki hak untuk mempertanyakan segala ucapan wanita cantik itu.


Deswara tentu menyadari apa yang akan Putri Amanda lakukan kepadanya. Dibalik kecantikan surgawi Putri Amanda, wanita cantik itu memiliki sifat kejam dan pendendam layaknya seorang diktator bertangan dingin.


Terjebak dalam situasi tegang ini Deswara hanya bisa menyalahkan rekan-rekannya yang lain, karena sudah dikambing hitamkan untuk mengajukan pertanyaan sederhana namun sangat berbahaya.


Arya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Deswara. Lagi-lagi Arya merasa bingung mendengar waktu sudah berlalu selamat tiga bulan. Jelas dia hanya mengunjungi Naga Perak selama kurang dari 3 jam. Apa mungkin ada perbedaan waktu? Tetapi biasanya ketika dia mengunjungi Naga Perak, waktu di dunia asli hanya akan berhenti dan bukan berjalan lebih cepat.

__ADS_1


Pandangan Arya kemudian tertuju kearah Putri Amanda yang duduk tepat bersebelahan dengannya. Tetapi ketika mata mereka bertemu, Putri Amanda langsung membuang wajah tidak mau memberikan penjelasan.


Bagaimana cara Putri Amanda menjelaskan semuanya kepada Arya. Tentu saja dia hanya mengarang cerita dan menyembunyikan Arya yang tidak sadarkan diri selama tiga bulan didalam kamar terkunci rapat.


Hanya Putri Amanda saja yang bisa masuk kedalam. Tentu ada beberapa hal yang dia sembunyikan baik dari Arya maupun para petinggi lain.


Memikirkan apa yang sudah dia lakukan selama tiga bulan ini membuat Putri Amanda berkeringat dingin, dan merasa malu seperti seorang penjahat yang berusaha menyembunyikan fakta kejahatannya.


Putri Amanda terlalu malu jika harus menjelaskannya didepan umum, khawatir jika citranya sebagai seorang bangsawan kelas tinggi hancur begitu saja, dan membuat semua orang memandang rendah dirinya lagi.


Arya menyipitkan mata ketika melihat gerak-gerik Putri Amanda. Dia sedikit menyadari jika ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh wanita cantik tersebut.


Untuk saat ini Arya tidak akan menanyakan apa yang terjadi selama dia tidak sadarkan diri kepada Putri Amanda, dan akan menanyakan saat hanya tersisa mereka berdua saja.


Mendapat jawaban langsung dari Arya membuat semua orang mengangguk pelan dan merasa bersalah sudah meragukan penjelasan dari Putri Amanda.


Beda dengan para petinggi lain yang merasa lega. Deswara kini berkeringat dingin dan siap memesan batu nisan untuk dirinya sendiri karena sudah secara terang-terangan meragukan ucapan Putri Amanda.


"Baik karena sepertinya tidak ada yang ingin kalian tanyakan lagi. Mari kita mulai saja pertemuan kali ini." Arya menepuk tangan memecah suasana canggung.


Mereka kemudian mulai mengeluarkan dokumen laporan masing-masing untuk dibahas dalam pertemuan kali ini. Jika dari rapat sebelum-sebelumnya mereka jarang mengajukan pendapat mengingat Putri Amanda sebagai ketua pertemuan.


Kali ini semua orang tidak lagi perlu merasa ragu seperti saat diktator Putri Amanda memimpin. Sekarang kepimpinan sudah diambil alih lagi oleh Arya yang mereka kenal suka mendengar pendapat orang lain.

__ADS_1


Deswara menjadi orang pertama yang menjelaskan laporan mengenai pendapat dan kesejahteraan masyarakat selama tiga bulan terakhir kepada Arya.


Sebagai perwakilan masyarakat Kota Madya tentu Deswara memiliki peran sangat penting untuk mengetahui seberapa puas mereka kepada kepemimpinan saat ini.


"Dalam tiga bulan terakhir dari segala bidang kesejahteraan masyarakat sudah cukup baik. Mereka sudah mulai menyukai situasi Kota saat ini. Tetapi masih ada sebagian dari mereka yang tidak suka"


Deswara memiliki raut wajah bersalah ketika menjelaskan sikap beberapa masyarakat yang masih belum bisa menerima kehadiran Arya dan lainnya.


Bagaimanapun Deswara kini merasa setelah kehadiran Arya dan yang lain, kehidupan masyarakat Kota Madya mengalami kemajuan cukup pesat. Dia masih merasa tidak nyaman ketika beberapa masyarakat tetap memusuhi Arya dan teman-temannya, padahal sudah banyak dibantu.


"Tidak masalah. Mengalami penderitaan selama bertahun-tahun tentu membuat mereka masih trauma dengan orang luar terutama pihak militer Kerajaan."


Arya tersenyum kecil mencoba membuat Deswara tidak terlalu memikirkan sebagian masyarakat yang masih belum bisa menerima kehadiran orang luar.


Tetapi bukannya merasa beban dipundaknya terangkat saat melihat ketulusan diwajah Arya. Deswara semakin merasa tidak enak dan mulai berkeringat dingin.


Ada sesuatu yang perlu dia sampaikan kepada Arya. Tetapi Deswara merasa ragu untuk mengatakan hal itu, karena kabar ini sangat buruk jika didengar oleh Arya apalagi Putri Amanda.


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Beberapa informanku mengatakan ada sekelompok orang yang ingin mengambil alih kekuasaan Kota Madya."


Tiba-tiba Indera menyela pembicaraan mengatakan kebenaran kepada Arya, Putri Amanda, Fajar, Arjuna, Wira, dan Bagaskara yang tidak mengetahui rencana pemberontakan ini.


Indera sendiri merupakan pemimpin intelijen Kota Madya. Jika waktu kembali ketiga bulan yang lalu, Indera sendiri merupakan anggota Organisasi Pembebasan yang dulu melihat bagaimana Putri Amanda menyiksa tahanan didalam penjara bawah tanah.

__ADS_1


Mendengar perkataan mengejutkan dari Indera. Baik Putri Amanda, Fajar, Arjuna, Wira, dan Bagaskara mengerutkan alis. Mereka tidak pernah mendengar rencana pemberontakan ini dan merasa kesal terhadap orang-orang yang merencanakan hal itu.


__ADS_2