Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Pemimpin Yang Menjadi Gelandangan


__ADS_3

Halaman kedua kitab Arya buka untuk mengetahui dugaannya benar atau tidak, mengenai bahwa dirinya bisa menggunakan beberapa teknik yang ada didalam kitab tersebut padahal belum pernah membacanya.


Benar saja ketika Arya membuka halaman kedua dia menemukan teknik yang secara kebetulan pernah dia gunakan seolah sudah menghafalnya. Teknik tersebut dinamakan Pemakan Jiwa.


Teknik Pemakan Jiwa sendiri merupakan sebuah teknik yang hanya bisa digunakan dengan kombinasi Pedang Kematian milik Arya. Saat pedang menusuk tubuh target, baik jiwa dan energi kehidupan korban akan diserap oleh Arya melalui perantara Pedang Kematian.


"Bukannya dua teknik ini pernah aku gunakan? Hei, apa maksudnya ini? Aku bahkan belum pernah mempelajarinya, tetapi mengapa bisa menggunakan teknik yang ada didalam kitab ini?"


Arya menatap Naga Perak dengan penuh curiga dan penasaran. Arya ingin mengetahui kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya setelah bereinkarnasi.


"Bukankah aku sudah pernah memberitahumu, jika kita berdua ini merupakan makhluk hidup yang sama? Ah... Percuma saja memberitahumu sekarang kau tidak akan mengerti."


Naga Perak menghela nafas pelan menyadari jika dia memberitahu semua kebenaran kepada Arya, sudah dipastikan pemuda itu tidak akan mempercayai ceritanya. Membiarkan Arya mencari tau kebenaran sendiri merupakan pilihan yang tepat untuk saat ini.


Ketika Arya ingin bertanya lebih lanjut Naga Perak menyuruhnya untuk pergi. Sebelum Naga Perak menendang Arya keluar dari alam bawah sadar. Naga Perak berpesan jika Arya ingin memulihkan kembali energi kehidupan mereka, Arya hanya perlu menyerap jiwa dan energi kehidupan makhluk hidup lain.


Tentu untuk memulihkan energi kehidupan energi kehidupan milik mereka sepenuhnya, Arya memerlukan ratusan bahkan ribuan jiwa makhluk hidup. Secara tidak langsung Naga Perak telah meminta Arya melakukan sebuah pembantaian masal.


Saat Arya sudah pergi dalam bawah sadar. Tubuh Naga Perak ambruk dan terlihat reptil raksasa tersebut menjadi sangat lemah setelah kehilangan banyak energi spiritualnya.


"Dasar anak bodoh..." Naga Perak tersenyum kecil sebelum kembali tidur untuk memulihkan energi spiritual miliknya yang sudah berkurang drastis akibat membantu Arya secara diam-diam sebelumnya.


Tanpa bantuan Naga Perak di detik-detik terkahir, maka baik Naga Perak dan Arya akan benar-benar tewas karena energi kehidupan mereka di korbankan untuk menyelamatkan Putri Amanda.

__ADS_1


...****************...


Disebuah ruangan seorang pemuda terbaring lemah diatas kasur. Mata Arya mengernyit ketika sinar matahari menembus melalui jendela kaca dan mengenai wajahnya.


"Dimana aku?" Arya mengerang dan membuka matanya menemukan bahwa dirinya sekarang berada didalam sebuah kamar mewah mirip seperti milik kebanyakan bangsawan.


Arya menyadarkan bahunya duduk diatas kasur kemudian memeriksa tubuhnya. Mendapati bahwa dirinya baik-baik saja, Arya menghela nafas pelan melihat baik kondisi pakaian dan anggota tubuhnya masih sama seperti sebelum pingsan.


Tidak ada satupun yang berubah darinya, dan hanya posisinya saja yang berubah menjadi terbaring diatas kasur. Arya sudah bisa menebak kalau semua ini dilakukan oleh Putri Amanda.


"Aroma harum apa ini?" Tiba-tiba Arya menyadari ada aroma harum disekitar tempat tidurnya. Aroma itu sendiri cukup menenangkan dan seperti berasa dari tubuh seseorang.


Pemikiran tentang Putri Amanda yang tidur satu ranjang untuk menemaninya terlintas di kepala Arya. Tetapi Arya langsung menepis pemikiran tersebut karena merasa Putri Amanda tidak akan melakukan tindakan semacam itu.


"Kenapa tidak bisa dibuka?" Arya terkejut mendapati pintu terkunci dari luar dan samar-samar merasakan sebuah formasi yang sengaja dipasang agar seseorang tidak bisa masuk kedalam.


Tidak kehabisan akal agar bisa keluar dari kamar. Arya kemudian berusaha memecahkan formasi tingkat 7 yang melapisi seluruh area kamar.


Namun usaha Arya gagal. Meski dia sudah ahli menggunakan formasi, tetapi kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih membuat dirinya tidak memiliki cukup energi spiritual untuk melepas formasi.


Arya kemudian memutar otaknya berusaha mencari celah formasi yang melapisi seluruh area kamar. Arya tidak mengharapkan menjadi seperti tahanan rumah, dan ingin keluar untuk mencari makan karena merasa sangat lapar seolah belum makan selama berbulan-bulan.


Pandangan Arya lalu tertuju kearah pintu yang terbuat dari kaca. Menggunakan teknik Pengelihatan Dewa, Arya menemukan lapisan formasi lebih tipis dibagian sana.

__ADS_1


Tanpa menunda lagi dengan energi spiritual yang tersisa Arya merobek formasi. Setelah berhasil merobek formasi, tubuh Arya menjadi lebih lemas karena benar-benar sudah kehabisan energi spiritual, bahkan untuk membuka cincin dimensi Arya sudah tidak mampu lagi melakukannya.


Arya mengerang kesakitan merasa kepalanya sangat pusing seperti ditusuk ribuan jarum. Tubuh Arya terhuyung menabrak pintu kaca sampai membuatnya pecah dan terus berjalan menuju balkon.


Tubuh Arya kemudian terjatuh ke tanah dari lantai tiga bangunan setelah melewati pembatas tepian balkon. Arya cukup beruntung memiliki tubuh yang sangat kuat hingga tidak langsung mati ditempat ketika jatuh.


"Arghh! Sialan..." Arya merasa seluruh tubuhnya terasa sakit dan nafasnya menjadi sesak.


Arya kemudian berusaha bangkit dan dengan langkah tertatih-tatih dia melewati tembok taman kediaman utama yang terbuat dari tanaman hias berdaun lebat, yaitu teh-tehan.


Beberapa pelayan dan penjaga yang mendengar suara kaca pecah serta benda jatuh kemudian segera menuju taman. Ketika mendongak keatas para pelayan dan penjaga melihat sebuah kamar yang dilarang oleh Putri Amanda untuk dimasuki, mereka menemukan salah satu pintu kaca sudah pecah.


Melihat ada jejak manusia yang jatuh ke tanah, mereka menduga sudah ada pencuri yang berhasil melakukan penjarahan di kediaman utama.


Baik pelayan dan penjaga merasa heran bagaimana pencuri itu bisa menyelinap masuk padahal penjagaan rumah sangat ketat. Apalagi kediaman ini ditinggali oleh sosok monster yaitu Putri Amanda. Hanya orang tidak waras saja yang berani melakukan pencurian, apalagi sampai membobol kamar yang sangat dilarang untuk dimasuki.


Sementara itu Arya yang berhasil keluar saat ini berjalan di jalanan umum. Orang-orang yang melihat Arya merasa heran karena mengenakan pakaian compang-camping dan tubuhnya terlihat kumal seperti seorang gelandangan.


Masyarakat Kota Madya kini sudah memiliki pekerjaan dan kehidupan terjamin akibat kebijakan para petinggi. Melihat seorang gelandangan tentu membuat para pejalan kaki heran, sebab para petinggi sudah memastikan bahwa seluruh masyarakat Kota Madya akan memiliki pekerjaan yang layak.


Arya yang mendapat tatapan aneh dari para pejalan kaki tak menghiraukan mereka. Fokus utamanya saat ini hanya untuk mencari makanan dan mengisi kembali tenaganya.


"Aku sudah tidak kuat lagi..." Kaki Arya bergetar hebat dan keringat dingin mulai membasahi keningnya.

__ADS_1


Sudah kehabisan sisa tenaga terakhir, Arya kemudian duduk dipinggir jalan dan bersandar di tembok sebuah bangunan. Arya sudah benar-benar tidak kuat lagi dan terlihat benar-benar seperti seorang gelandangan.


__ADS_2