Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Memahami Satu Sama Lain


__ADS_3

Putri Amanda menggelengkan kepala merasa tidak percaya bahwa Arya tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka bicarakan saat ini. Merasa waktu ini adalah saat yang tepat untuk mengutarakan segala pertanyaan di benaknya, Putri Amanda memutuskan untuk menyampaikannya langsung kepada Arya.


"Kau sudah menyelamatkanku lebih dari tiga kali dan yang terakhir sampai membuatmu hampir kehilangan nyawamu sendiri. Sekarang kau memberikan dua benda pusaka peninggalan leluhurku kepada diriku."


"Aku tidak mengerti, Arya. Mengapa kau melakukan semua ini untukku? Tidak ada yang bisa kau dapatkan dari wanita buangan sepertiku. Lalu kenapa kau masih tetap membantuku sejauh ini?"


Kondisi Putri Amanda saat ini benar-benar sangat terguncang. Air matanya menetes saat dirinya mengutarakan isi pikiran, yang selalu membuatnya berdebat dengan dirinya sendiri selama ini.


"Aku melakukan semua ini karena mengharapkan sesuatu kepadamu, Amanda. Setelah kejadian yang membuat leluhurmu tiada. Aku merasa bertanggung jawab dan ingin membalas budi kepada keturunannya."


"Disaat itulah aku secara tidak menemukanmu ketika berkunjung ke istana. Saat itu aku berpikir mungkin gadis kecil ini bisa menjadi alasanku untuk membalas budi jasa Guru Hyman."


"Tanpa kau sadari sebenarnya selama 10 tahun terakhir aku sudah mengamatimu untuk menyelidiki penyakit yang kau derita. Maaf aku sudah menguntitmu selama beberapa tahun terakhir ini, Amanda."


Arya perlahan menjelaskan alasannya membantu Putri Amanda selama ini, sambil menyeka air mata yang keluar dari pelupuk mata wanita cantik itu.


Putri Amanda tiba-tiba membenamkan wajahnya kedalam pelukan Arya dan menggelengkan kepala didada pria itu. "Jangan meminta maaf, aku justru merasa senang karena kau sudah mengawasiku selama ini. Aku juga minta maaf sudah bersikap kasar kepadamu sebelumnya, Arya."


Arya hanya tersenyum kecil menanggapi permintaan maaf dari Putri Amanda. Dia kemudian menepuk-nepuk pelan punggung wanita cantik itu untuk menenangkannya.


Putri Amanda mendongakkan wajah ke atas kemudian menatap mata Arya dari bawah. "Apa tidak ada alasan lain ketika kau membantuku Arya? Maksudku selain kau ingin membalas budi kepada leluhurku."


Arya berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan dari Putri Amanda. Meski pertanyaan yang diberikan terdengar sangat mudah, tetapi pada kasus ini benar-benar terdengar sangat rumit.

__ADS_1


"Sebenarnya aku memiliki alasan saat memutuskan untuk membantumu saat itu. Tetapi aku tidak mengerti perasaan yang muncul ketika itu terjadi." Arya benar-benar memiliki ekspresi rumit diwajahnya. Dia sendiri tidak mengerti perasaan yang sampai sekarang muncul untuk Putri Amanda. Ini seperti dirinya ingin menjaga wanita cantik itu.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Arya, senyuman indah muncul diwajah Putri Amanda. Dia sekarang benar-benar merasa puas dan akhirnya mengerti jika pria itu masih belum bisa mengenali perasaan asing tersebut.


"Kenapa kau tiba-tiba tersenyum seperti itu. Apa ada hal yang salah di wajahku?" Arya dengan gugup menyentuh wajahnya sendiri berpikir ada noda yang membuatnya terlihat seperti badut.


Putri Amanda tertawa lirih saat melihat Arya salah mengartikan senyuman bahagia diwajahnya. Nada yang terdengar indah ketika dia tertawa justru semakin membuat Arya menjadi gugup.


"Kau lucu Arya, tentu saja tidak ada noda diwajahmu. Ada-ada saja..." Putri Amanda tertawa sambil menyeka air matanya yang keluar.


Arya sekarang benar-benar salah tingkah dan merasa sangat malu ketika Putri Amanda menertawakannya. Meskipun begitu Arya merasa lega wanita itu tidak lagi marah kepadanya seperti tadi.


Disisi lain Gardapati dan beberapa Hewan Iblis yang melihat kedekatan antara Arya dengan Putri Amanda merasa bingung. Semula dua orang itu saling bertarung mati-matian, tetapi sekarang kenapa menjadi terlihat mesra seperti pasangan baru.


Gardapati dan Hewan Iblis lain yang menyaksikan kelakuan dua orang itu hanya bisa mengumpat. Setelah membuat kerusakan parah di Hutan Darah, kedua orang itu masih bisa tersenyum bahkan tertawa seolah menghancurkan rumah para Hewan Iblis bukanlah masalah besar.


Mendengar umpatan dari Badak itu, Gardapati dan Hewan Iblis yang lain hanya bisa menggelengkan kepala. Tetapi yang pasti keturunan dua orang itu akan lebih brutal dari orang tuanya.


Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Arya dan Putri Amanda memasuki fase hubungan yang lebih serius bukan hanya sekedar Putri dengan penjaganya saja.


Setelah menyelesaikan urusan mereka dibagian lain Hutan Darah. Arya dan Putri Amanda kemudian memutuskan untuk kembali setelah dirasa perdebatan diantara mereka benar-benar sudah berakhir.


Disisi lain Arjuna beserta para petinggi Kota Madya yang sudah selesai melakukan eksekusi terhadap setiap anggota terduga organisasi pemberontakan. Mereka berjalan menuju kediaman Walikota untuk membuat laporan.

__ADS_1


Setibanya dikediaman Walikota, Arjuna dan yang lain langsung disambut oleh Arya yang sudah menunggu kedatangan mereka diruang kerjanya.


Arya menyangga dagunya menggunakan dua tangan sambil menatap lurus kearah beberapa orang pria yang berdiri didepan pintu masuk.


"Kenapa diam saja disana, cepatlah masuk kedalam. Bukankah ada hal yang ingin kalian sampaikan kepadaku?" Tanya Arya yang sudah bisa menebak kedatangan Arjuna dan lainnya.


Arjuna, Fajar, Deswara, Wira, Bagaskara, Rajendra, dan Indera mengangguk kemudian masuk kedalam lalu duduk ditempat yang sudah disediakan.


Entah mengapa suasana menjadi tegang setelah pintu masuk ditutup oleh prajurit yang berjaga di depan. Namun semua orang sudah bisa langsung menebak siapa pemicu suasana tegang ini.


"Mau sampai kapan kau terus memberikan tatapan kesal seperti itu?" Arya menengok kearah Putri Amanda yang berdiri di sampingnya seperti seorang penjaga.


Putri Amanda memberikan tatapan tidak senang kepada Arya. "Aku lelah terus berdiri seperti ini. Lututku akan terasa sakit jika terus berdiri."


Untuk pertamakalinya semua orang bahkan Arya melihat wanita sedingin es itu merajuk. Sedikit perubahan karakter Putri Amanda tentu membuat semua orang terheran dibuatnya.


"Masih ada satu kursi kosong didekat Arjuna dan yang lain, kenapa kau tidak duduk saja disana? Lagipula tidak ada yang menyuruhmu untuk berdiri di sampingku seperti patung." Arya bertanya sambil menatap Putri Amanda dengan heran.


Perkataan Arya seketika langsung membuat Fajar yang mendengar berusaha menahan diri agar tidak tertawa, merasa jika Putri Amanda bersikap terlalu profesional sebagai seorang sekertaris.


Sayangnya suara tawa Fajar bocor dan terdengar oleh Putri Amanda yang langsung saja sebilah pisau es terbang kemudian menancap tepat diantara kakinya.


Ekspresi Fajar seketika langsung menjadi pucat karena hampir saja kebanggaannya sebagai seorang pria dibuat hilang oleh sebilah pisau es milik Putri Amanda.

__ADS_1


Disisi lain Arjuna dan yang lain ketika melihat pisau es hampir mengenai barang berharga milik Fajar, mereka sama-sama menelan saliva dan merasa jika Fajar terlalu ceroboh menyinggung orang yang salah.


Putri Amanda disisi lain berdecak kesal dan secara sepihak kemudian duduk dipangkuan Arya tanpa meminta pendapat terlebih dulu kepada pria itu.


__ADS_2