Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Bisakah Hubungan Kita Sama Seperti Dulu?


__ADS_3

Keesokan harinya rombongan Pasukan Bendera Hitam melanjutkan kembali perjalanan mereka setelah beristirahat di malam hari dan mengisi kembali tenaga.


Ada hal aneh yang membuat semua orang penasaran dengan pemimpin mereka. Hal ini terjadi lantaran sikap Arya yang kembali berubah datar saat berhadapan dengan Putri Amanda.


Jika semalam Arya terkesan ingin lebih dekat dengan Putri Amanda, sekarang justru pria itu menghindari kontak mata langsung dengan wanita tersebut bahkan selalu mencoba untuk menghindar.


Arjuna, Wira, Bagaskara, Indera, Dierja, serta beberapa Pendekar kelas tinggi tentu juga penasaran dengan hubungan antara pria dan wanita tersebut. Tetapi mereka tidak ingin ikut campur dan memilih untuk menyaksikan drama yang sedang terjadi.


Disisi lain Gardapati yang sudah mengetahui alasan mengapa sikap Arya berubah kepada Putri Amanda hanya bisa menggelengkan kepala dan memaklumi keputusan tuannya itu.


Setelah Gardapati berbincang empat mata dengan Arya, dia sudah mendapatkan konfirmasi langsung jika ingatan pria itu sudah kembali.


Dengan begini artinya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Arya kepada Putri Amanda secara tiba-tiba dimana pria itu menjadi acuh, tidak lain karena Arya masih merasa tidak enak dengan perbuatannya dimasa lalu yang sudah membunuh Amanda.


Putri Amanda yang menunggangi seekor serigala berbulu hitam yang tidak lain merupakan Dharma, beberapa kali mencoba untuk mendekati Arya yang menunggangi Gardapati.


"Apa yang salah denganmu, mengapa kau selalu menghindar saat aku dekati?" Putri Amanda menyipitkan mata mencoba menyelidiki apa yang terjadi dengan Arya sampai bersikap dingin kepadanya.


Putri Amanda merasa jika dirinya tidak pernah menyinggung Arya. Bahkan semalam pria itu justru tampak sangat perhatian kepada dirinya. Entah apa yang terjadi dengan isi kepala pria itu sampai sikapnya berubah 180° pagi ini.


"Maaf aku tak mengerti apa yang sedang kau bicarakan, dan untuk tadi malam aku benar-benar minta maaf karena mabuk sampai lancang sudah memelukmu."


Arya sama sekali tidak melirik sedikitpun kearah Putri Amanda yang jalan beriringan dengannya. Dia saat ini sangat malu jika bertatapan langsung dengan Putri Amanda setelah semua yang dirinya lakukan kepada wanita itu dimasa lalu.


Mendengar perkataan Arya jelas Putri Amanda tidak sepenuhnya percaya. Dia masih ingat jelas tidak mencium aroma alkohol dari tubuh pria itu, dan merasa jika ada yang coba ditutupi oleh pria tersebut darinya.

__ADS_1


Putri Amanda berdecak kesal lalu memperlambat lajunya membiarkan Arya berada didepan bersama Gardapati, dan memutuskan untuk tidak berbicara dengannya sampai pria itu memberikan penjelasan atas perubahan sikapnya.


Gardapati menggelengkan kepala menyadari Arya sudah membuat keputusan untuk merenggangkan hubungan dengan Putri Amanda.


"Tuan... Sebaiknya jangan lakukan ini. Bukankah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempererat hubungan anda dengan nyonya? Tolong jangan mengambil keputusan yang bisa membuat anda akan menyesal seumur hidup."


Melalui telepati Gardapati mencoba membuat Arya memikirkan keputusannya kembali. Dia hanya tidak ingin hubungan mereka menjadi rumit dan berakhir seperti dulu.


"Aku tak memiliki pilihan lain, Gardapati. Kelak saat ingatannya kembali dia pasti akan sangat membenciku. Menjauh darinya sekarang lebih baik agar saat terburuk terjadi diantara kami, aku tak ingin menjadi penghambatnya dimasa depan."


Arya menundukkan kepala setelah menjelaskan kepada Gardapati tentang alasannya mulai meregangkan hubungan dengan Putri Amanda.


Meski sudah sadar dengan perasaannya sendiri kepada Putri Amanda. Arya tidak ingin merasakan sakit yang lebih parah karena menyadari pertarungan antara dirinya dengan wanita itu kelak tidak bisa dihindari lagi.


Raja hutan itu tidak ingin jika kedua tuannya bertarung satu sama lain. Dia hanya ingin mereka bertiga bisa sama seperti dulu berbagi suka dan duka bersama-sama.


Meski Arya sudah membuat keputusan untuk menjauh dari Putri Amanda, Gardapati memiliki rencana lain agar hubungan mereka bisa aku kembali dan menjelaskan kepada wanita itu apa yang sebenarnya terjadi.


Tidak bisa membendung rasa penasaran mereka saat melihat dua orang terkuat di Kota Madya mulai saling menjauh. Para petinggi kemudian menunjuk Arjuna untuk bertanya kepada Arya.


Selain penasaran dengan hubungan kedua orang itu, mereka juga khawatir jika Arya dan Putri Amanda mulai bermusuhan. Pasalnya wanita itu sendiri merupakan musuh Kerajaan Brawijaya, dan ditakutkan semua informasi yang sudah dia dengar bisa disebarkan ke Kerajaan Angasari.


Hal ini tidak menutup kemungkinan mengingat alasan Putri Amanda masih di Kerajaan Brawijaya adalah karena Arya, jika hubungan mereka retak maka wanita itu bisa sewaktu-waktu berkhianat.


Arjuna tidak bertanya kepada Putri Amanda mengingat kepribadian wanita itu yang sangat menyeramkan meski dibungkus kecantikan surgawi.

__ADS_1


Bertanya kepada Arya merupakan pilihan yang tepat. Selain tempramen pria itu cukup stabil, Arjuna sendiri cukup dekat dengan Arya mengingat mereka sering berdiskusi bersama.


"Apa semuanya baik-baik saja?" Arjuna mendekat kearah Arya dengan menunggangi kuda yang tentu saja bukan kuda biasa melain kuda darah.


Kuda darah sendiri berbeda dengan kuda pada umumnya. Makanan kuda darah sendiri merupakan daging mentah dan darah segar mengingat mereka adalah Hewan Iblis.


Untuk ketangkasan kuda darah sendiri tidak perlu lagi diragukan. Mereka sanggup menempuh perjalanan jauh tanpa istirahat selama satu minggu dengan membawa beban sampai 1 ton.


"Ya, semuanya baik-baik saja seperti yang kau lihat. Tuan Arjuna..." Arya tersenyum kecil kearah Arjuna sebelum mengalihkan pandangan lagi kedepan.


Mendengar perkataan Arya tentu saja Arjuna tidak percaya. Bahkan Putri Amanda yang sengaja menguping pembicaraan mereka juga tidak percaya dengan perkataan pria tersebut.


Nada bicara pria itu terdengar berbeda seolah getaran yang menyiratkan sebuah ketakutan. Hal ini membuat semua orang kecuali Gardapati mengira Arya mendapatkan sebuah ancaman saat keluar di malam itu.


Arjuna disisi lain semakin curiga jika ada yang Arya sembunyikan sampai-sampai harus menjaga jarak dengan Putri Amanda.


Hal ini diperkuat dengan gerak-gerik Arya yang menunjukkan perasaan cemas dan pandangan mata menyiratkan sebuah ketakutan akan suatu hal.


Pandangan Arjuna kemudian tak sengaja bertemu dengan Gardapati. Singa tersebut seolah memberinya kode melalui kedipan mata untuk tidak mencecar pertanyaan kepada Arya.


Arjuna mengangguk paham dan tidak bertanya lagi kepada Arya, tetapi dia masih berjalan berdampingan dengan pria itu saat menyadari emosi pemimpinnya sekarang sedang tidak stabil seperti biasanya.


Semua orang sebenarnya khawatir melihat ujung rambut Arya menjadi keperakan seakan pria tersebut mengalami banyak tekanan.


Kasus seperti ini sendiri sudah banyak terjadi sebenarnya kepada orang-orang yang mengalami tekanan batin secara berlebihan. Bedanya rambut orang lain akan cepat memutih, sementara Arya justru menjadi keperakan.

__ADS_1


__ADS_2