
Arjuna, Wira, Bagaskara, Indera, Dierja, dan Dharma memutuskan untuk kembali ke perkemahan. Meninggalkan Gardapati dan Putri Amanda yang ingin berbicara empat mata saja.
Mereka tentu masih penasaran dengan perubahan sikap Arya. Gardapati sendiri tidak memberitahu kepada mereka penyebab perubahan pria tersebut, dan hanya meminta semua orang untuk memberi ruang sementara kepada Arya.
Setelah semua orang sudah pergi Gardapati langsung memasang formasi kedap suara agar tidak ada orang lain yang menguping pembicaraannya dengan Putri Amanda.
Putri Amanda sendiri tampak murung, suasana hatinya sekarang terasa rumit. "Sepertinya memang benar jika semua ini ada sangkut pautnya denganku..."
Ucapan Putri Amanda dapat didengar jelas oleh Gardapati. Singa itu tidak tega saat melihat mata wanita tersebut mulai berkaca-kaca karena memikirkan sikap Arya belakangan ini kepada dirinya.
Meski Gardapati menghormati Arya, tetapi disisi lain dia juga mengutuk pria tersebut karena tidak memberikan penjelasan kepada Putri Amanda dan membiarkan wanita itu dengan kekhawatiran tidak berdasar.
"Ya, ini semua memang ada kaitannya denganmu. Aku akan menjelaskan kepadamu akar dari permasalahan ini, tapi bisakah setelah ini kau tidak marah kepada Tuan?"
Gardapati mencoba untuk memastikan apakah Putri Amanda akan menggila setelah dia memberitahu kebenaran tentang kejadian 50.000 tahun yang lalu.
Putri Amanda tentu ingin mendengar akar permasalahan yang membuat sikap Arya berubah drastis kepada dirinya. Tetapi dia juga merasa bingung saat melihat raut wajah Gardapati yang terlihat cemas.
"Untuk apa aku marah kepadanya? Katakan saja semua yang kau tau tentangnya, aku tak akan marah." Putri Amanda mencoba meyakinkan Gardapati agar membocorkan rahasia Arya kepada dirinya.
Gardapati menghela nafas panjang dan menceritakan kejadian 50.000 tahun lalu mulai dari pertemuan Putri Amanda dengan Arya dulu sampai perpisahan mereka yang sangat tragis.
Kerutan muncul di kening Putri Amanda. Cerita yang Gardapati sampaikan membuatnya merasa bingung apalagi saat mendengar jika dirinya dulu merupakan sosok Dewi.
Pada awalnya Putri Amanda sangat menikmati cerita Gardapati tentang bagaimana hubungan mereka bertiga di masa lalu, tetapi wajahnya langsung menjadi kusut saat mendengar Arya yang membunuh dirinya di masa lalu.
__ADS_1
Putri Amanda yang semula mempercayai cerita Gardapati mulai meragukannya dan menganggap jika Singa tersebut hanya mendongeng. Bagaimanapun dia sangat yakin Arya tidak mungkin membunuh orang yang sangat berarti untuk dirinya, hanya untuk mengejar kekuatan saja.
"Ceritamu cukup mengesankan untuk Hewan Iblis sepertimu Gardapati. Mana mungkin dia membunuhku..." Putri Amanda menertawakan Gardapati dan menolak mempercayai cerita Singa tersebut.
Meski cerita Gardapati terdengar sangat meyakinkan seolah memang benar terjadi. Tetapi Putri Amanda enggan untuk percaya dan tidak suka jika Singa tersebut menjelekkan Arya dengan mengatakan jika pria itu sudah pernah membunuhnya.
Gardapati kemudian mengeluarkan jurnal harian milik Arya yang tidak sengaja dia dapatkan sebelumnya dari dalam tenda pria tersebut. Lebih tepatnya dia mencuri jurnal milik Arya saat pria tersebut sedang pergi keluar untuk latihan.
"Kau mungkin bisa meragukan ceritaku, tetapi semua yang ada di dalam jurnal ini menunjukkan kebenaran." Ucap Gardapati sambil menunjukkan kitab dengan sampul putih polos dihadapan Putri Amanda.
Melihat kitab yang ditunjukkan oleh Gardapati tentu saja Putri Amanda mengenalinya. Kitab tersebut tidak lain merupakan jurnal harian milik Arya yang sangat dijaga oleh pria tersebut.
Putri Amanda yang penasaran dengan isi jurnal harian milik Arya kemudian ingin merebutnya dari Gardapati, tetapi dengan cepat Singa tersebut berhasil menghindarinya.
"Berikan kepadaku, aku hanya ingin melihatnya sebentar!" Seru Putri Amanda yang ingin mengetahui jurnal berisi keluh kesah pribadi Arya.
"Aku akan memberikannya dengan satu syarat jangan membunuh Arya dan berdamailah dengannya." Gardapati menyipitkan mata untuk memastikan keputusan Putri Amanda.
Meski bingung dengan apa yang dikatakan oleh Gardapati, Putri Amanda langsung mengangguk setuju dan tidak akan membuat masalah dengan Arya setelah membaca jurnal hariannya.
Dengan berat hati dan penuh perhitungan Gardapati menyerahkan jurnal harian milik Arya kepada Putri Amanda yang langsung disambar oleh wanita tersebut dengan antusias.
Putri Amanda tersenyum bahagia dan mulai membaca jurnal harian milik Arya halaman demi halaman. Pada awalnya dia merasa bingung saat membaca judul pada halaman pertama yang berbunyi 'Menjalankan Perintah'.
Saat membaca jurnal harian itu Putri Amanda seolah dibawa masuk ke dalam dan menjalani kehidupan seperti dirinya merupakan Arya sendiri.
__ADS_1
Putri Amanda terkejut saat mengetahui Arya ternyata memiliki seorang kakak, tetapi diceritakan jika kakaknya Arya sudah mengambil jalan yang salah dan sekarang menjadi pemimpin Bangsa Iblis.
Halaman demi halaman mulai Putri Amanda lahap dengan sangat cepat. Ada kalanya dia merasa sedih dan merasa senang apalagi saat membaca pertemuan mereka.
Putri Amanda tersenyum kecil saat membaca catatan Arya dimana pria tersebut selalu ribut dengan dirinya karena memiliki perbedaan pandangan.
Saat mengetahui perasaan Arya kepada dirinya, tentu Putri Amanda merasa sangat senang. Tetapi dia kembali merasa bingung mengapa pria itu justru menjauhi dirinya.
Hingga sampai Putri Amanda mengetahui kebenaran cerita Gardapati dimana Arya merencanakan pembunuhan kepada dirinya, setelah mengetahui jika dia merupakan seorang Dewi.
Ada perasaan sesak saat ketika Putri Amanda membaca jika Arya memang benar membunuh dirinya. Entah mengapa dirinya merasa sangat marah dan tanpa sadar mengeluarkan niat membunuh.
Gardapati yang merasakan niat membunuh Putri Amanda bocor keluar, hanya bisa menelan saliva dan mulai khawatir jika wanita tersebut akan mencari Arya untuk membalas dendam setelah ini.
Putri Amanda terus membaca jurnal harian milik Arya meski sekarang diliputi kemarahan yang sudah hampir tidak bisa dibendung lagi.
Saat membaca jika Arya merasa bersalah setelah membunuh dirinya. Kemarahan Putri Amanda sedikit mengendur dan dia mengetahui jika pria tersebut tidak menggunakan kekuatan yang dirinya tinggalkan.
Pada halaman terakhir jurnal harian, Putri Amanda menemukan simbol salju yang ada di dalam cerita. Merasa sangat familiar dengan simbol tersebut, Putri Amanda kemudian mengambilnya dan terlihat seperti sebuah pin berbentuk salju.
Tiba-tiba simbol salju mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan saat disentuh oleh Putri Amanda. Simbol tersebut kemudian langsung melesat masuk kedalam tanda bulan sabit yang ada di kening Putri Amanda dan menyatu dengannya.
Tubuh Putri Amanda mengerjap dan perlahan ingatan masa lalunya mulai kembali. Tak hanya itu saja, setengah kekuatannya dulu juga kembali dan membuatnya mengalami kemajuan besar.
Setelah cahaya yang menyilaukan hilang, terlihat Putri Amanda yang terlihat lebih anggun dan cantik dari sebelumnya. Bahkan aura wibawa muncul disekelilingnya yang seolah menunjukkan jika dia berasa dari alam lain.
__ADS_1
"Kau sudah bermain-main dengan orang yang salah, Arya." Putri Amanda yang sudah mendapatkan setengah kekuatannya, kemudian langsung menghilang dari hadapan Gardapati untuk memburu Arya.
Gardapati yang menyadari jika Arya sekarang sedang dalam masalah tidak bisa berbuat apa-apa, dan dengan putus asa mencoba menyusul sebelum kejadian 50.000 tahun lalu terulang kembali.