
Hari mulai mendekati tengah malam. Arya yang masih berjalan-jalan diatap rumah warga kemudian memutuskan untuk kembali sebelum dicecar berbagai pertanyaan oleh Putri Amanda.
"Aku baru tau kalau bulan yang ada di dunia ini bisa berubah menjadi merah." Arya menatap kearah langit menyaksikan untuk pertama kalinya bulan purnama berwarna merah darah.
Berbeda dengan malam biasanya, entah mengapa Arya merasa malam ini suasananya terasa dingin. Bahkan samar-samar dia bisa merasakan aura mencekam menyelimuti seluruh Kota Madya.
Suasana di malam ini juga terasa lebih sunyi dari biasanya. Penerangan di rumah-rumah warga sudah di matikan lebih awal, dan hanya menyisakan penerangan dari beberapa kedai minuman yang masih beroperasi.
Merasa ada yang janggal, Arya memutuskan untuk berkeliling terlebih dulu. Jika dibilang takut tentu saja dia merasakannya. Tetapi berkat pengalamannya selama mengasingkan diri di dalam hutan, Arya masih bisa menekan rasa takutnya dengan makhluk tak kasat mata.
Saat sedang melewati jalan setapak, tidak sengaja Arya melihat siluet hitam berlari cepat melewati sebuah gang perumahan warga. Merasa penasaran, akhirnya dia memutuskan untuk membuntuti sosok itu secara diam-diam.
Arya terus menjaga langka kakinya agar tidak membuat sosok hitam setinggi 4 meter itu menyadari keberadaannya. Dan untuk lebih amannya lagi, Arya menekankan aura miliknya.
Beberapa saat kemudian Arya berhenti dan mengintip sosok hitam itu. Seketika itu juga dia terkejut melihat sudah banyak sosok yang berkumpul didekat tembok Kota Madya.
"Apa yang mereka lakukan disana?" Arya penasaran mendapati ratusan bahkan ribuan makhluk setengah manusia dan hewan berkumpul.
Mereka tidak lain merupakan para Siluman yang mengisi setengah populasi Kota Madya dan membaur dengan para manusia selama beberapa tahun ini tanpa ketahuan.
Arya memicingkan mata saat melihat empat sosok Siluman menyerupai Leak sedang bergotong royong memindahkan batu pondasi yang membentuk tembok Kota Madya.
Melihat bentuk para Siluman yang berkumpul tidak lazim seperti biasanya. Arya merasa cukup dibuat merinding karena para Siluman di Kota Madya terbilang memiliki wujud yang cukup menyeramkan.
"Aku kira siluman hanya manusia setengah hewan." Arya menggelengkan kepala melihat beberapa Siluman yang memiliki wujud tidak biasa.
__ADS_1
Arya berpikir jika seandainya beberapa Siluman itu benaran ada di Dunianya sebelumnya, mungkin akan langsung menjadi berita utama dan banyak orang yang mengabadikan sosok para Siluman tersebut.
Merasa tindakan yang dilakukan oleh para Siluman itu tidak benar, Arya kemudian memutuskan untuk menghentikan kegiatan mereka yang ingin membuat lubang pada tembok Kota Madya.
"Berhenti disana!" Arya keluar dari tempat persembunyiannya dan dengan tegas meminta kepada semua Siluman tersebut menghentikan aktivitas mereka saat ini.
Mendapati sosok Arya ditempat tersebut sontak membuat semua Siluman yang ada disana terkejut. Mereka tidak menduga kegiatan ini diketahui oleh pemimpin Kota Madya.
Para Siluman mulai menjadi panik pasalnya mereka sudah menyebarkan racun untuk membuat semua manusia di Kota Madya mengantuk lebih cepat malam ini.
Racun yang mereka gunakan sendiri menyerupai asap putih dan memiliki aroma khas bunga melati. Fungsi dari racun tersebut selain membuat manusia mengantuk, racun itu juga bisa membuat keberadaan para siluman tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
"Tenang tidak perlu panik. Sebaiknya kalian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini." Ucap Arya sambil memperlihatkan mata reptil miliknya kepada ribuan Siluman tersebut.
Mendapati sosok pemimpin Kota Madya yang baru ternyata juga merupakan bagian dari mereka. Para Siluman tersebut langsung terkejut dan hanya bisa terdiam.
"Kau yang ada disana, letakan batu bata itu dan jelaskan kepadaku." Arya menunjuk kearah salah satu Siluman menyerupai Leak Bali setinggi 4 meter.
Jujur saja wujud Siluman itu cukup menyeramkan dengan mata merah, taring mencuat, lidah panjang menjulur keluar, dan kuku panjang. Arya sebelumnya tidak pernah menyangka akan bertemu sosok tersebut secara langsung.
Siluman itu kemudian meletakkan batu bata yang ada di tangannya, kemudian menghampiri sosok Arya yang tingginya hanya setengah dari ukurannya saat ini.
Arya diam-diam mengencangkan kepalan tangannya sambil menelan saliva. Dia jujur sedikit takut dengan sosok berambut panjang dan lebat yang kini berdiri tepat di hadapannya.
Disisi lain sosok Siluman yang menyerupai Leak Bali itu, dibalik perangainya yang menyeramkan sebenarnya dia sekarang merasa sangat gugup berhadapan dengan Arya.
__ADS_1
Dengan suara berat Siluman tersebut kemudian mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Arya. Malam ini bulan purnama darah yang hanya muncul setiap 20 tahun sekali, terlihat jelas dilangit.
Pada masa saat bulan purnama darah muncul, semua Siluman yang ada di Dunia ini akan mulai menjadi liar. Oleh sebab itu sebelum mereka kehilangan kendali dan menjadi liar, para Siluman yang tinggal di Kota Madya memutuskan untuk meninggalkan Kota selama tiga hari.
"Apa kalian melakukan hal semacam ini setiap 20 tahun sekali juga?" Tanya Arya yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Siluman dihadapannya.
Melihat kegelisahan dimata semua Siluman itu Arya hanya bisa menggelengkan kepala. Dia masih tidak menyangka jika para Siluman tersebut yang jauh lebih kuat dari manusia, justru memilih menghindar dan mengalah dari makhluk yang lebih rendah dari mereka.
"Kalian semua kembalilah ke rumah masing-masing. Mulai saat ini tidak perlu khawatir jika kalian menjadi liar, karena hal semacam ini tidak akan terjadi lagi."
Perkataan yang diucapkan oleh Arya tentu saja langsung membuat semua Siluman disana terkejut. Mereka tidak percaya dengan perintah yang baru saja dikatakan pria tersebut.
Awalnya semua Siluman tidak mau mendengarkan Arya dan bersikukuh tetap ingin meninggal Kota Madya selama tiga hari. Mereka hanya tidak ingin melukai manusia di Kota Madya yang sudah dianggap layaknya keluarga sendiri.
Tetapi setelah Arya mengeluarkan aura Naga miliknya, semua Siluman yang ada disana langsung dipaksa berlutut di tanah seakan menerima beban puluhan ton dipundak mereka.
"Tiga bulan lalu kalian sudah menerima air khusus yang dibagikan oleh Deswara, bukan?" Tanya Arya yang ingin memastikan sambil menyapu pandangan kearah semua Siluman yang saat ini bertekuk lutut kepadanya.
Mendengar pertanyaan dari Arya semua Siluman langsung mengangguk pelan. Beberapa dari mereka kemudian memberanikan diri untuk menjelaskan jika air khusus itu sudah mereka minum.
Arya mengangguk pelan dan menarik kembali aura Naga miliknya yang membuat semua Siluman itu bisa bernafas lega kembali. Dia kemudian sekali lagi memerintahkan kepada para Siluman itu untuk kembali ke rumah dan bersikap biasa seolah tidak ada yang pernah terjadi.
Para Siluman yang sudah merasakan tekanan dari Arya kemudian hanya bisa mengangguk patuh. Mereka kemudian merubah wujud kembali seperti manusia dan kembali menuju rumah masing-masing dengan hati-hati.
Tanpa disadari beberapa pemuda manusia yang tidak terpengaruh racun, menyaksikan semua kejadian ini dan terkejut. Mereka kemudian segera kembali dan berencana menyebarkan informasi ini kepada semua orang keesokan harinya.
__ADS_1
Disisi lain Arya yang menyadari kehadiran sekelompok pemuda itu hanya tersenyum tipis. Dia sama sekali tidak menghentikan mereka dan membiarkan rencana para pemuda tersebut.
"Dengan begini semuanya akan berjalan sesuai rencana." Arya tersenyum tipis dan sebelum pergi, dia membenarkan kembali bata pondasi tembok Kota yang sempat ingin dilubangi oleh para Siluman.