Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Rencana Rahasia Putri Amanda


__ADS_3

Setelah menyapa Dierja dan berbincang sejenak dengan pria tersebut. Pandangan Arya kemudian teralihkan kepada Deswara dan Indera yang diam saja sejak awal kedatangan mereka.


"Mengapa kalian diam saja?" Arya bertanya sambil memperhatikan Deswara dan Indera yang duduk bersebrangan dengan dirinya.


Mendengar pertanyaan dari Arya sontak membuat baik Deswara maupun Indera menjadi gugup. Mereka sekarang telah mengetahui identitas sebenarnya pria tersebut yang merupakan calon pewaris Tahta, dan merasa canggung karena-nya.


"Kami baik-baik saja, hanya sedikit lelah setelah menempuh perjalanan dari Ibukota Wirabhumi." Balas Deswara mewakili Indera sambil tertawa canggung, mengingat pria yang ada di hadapannya merupakan penguasa monarki masa depan.


Mendengar jawaban yang di berikan oleh Deswara tentu saja Arya percaya, tetapi saat melihat tawa canggung dan keringat dingin di wajah pria itu. Arya langsung menaruh rasa curiga.


"Pasti ada hal yang kalian berdua sembunyikan dariku, bukan? Aku bisa mengetahui ada banyak pertanyaan yang ingin kalian tanyakan."


Arya mengerutkan keningnya saat memberikan pertanyaan cukup tajam kepada Deswara dan Indera, yang membuat kedua pria tersebut semakin gugup dan tanpa sadar tubuh mereka mulai gemetaran.


Meski telah di curiga oleh Arya tidak membuat Deswara dan Indera mau mengakui jika memang ada banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepada tersebut.


Melihat Deswara dan Indera yang enggan memberikan jawaban. Arya mengalihkan pandangan ke arah Dierja yang terlihat sama gugupnya dengan pria tersebut.


"Jadi apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Sekarang Arya bertanya kepada Dierja yang sepertinya telah melakukan kesalahan. Kecurigaan Arya di perkuat saat Dierja mulai tertawa canggung saat dia tanyai.


Dierja menggaruk lehernya sambil memalingkan wajah dari Arya. Entah mengapa dirinya merasa sudah membuat kesalahan dengan membocorkan identitas pria tersebut.


"Begini, sebelumnya aku pikir kau tak mempermasalahkan jika aku memberitahu mereka identitas mu. Aku minta maaf..."


Dierja membalas pertanyaan Arya dengan jujur karena menyadari pria tersebut memiliki presepsi yang bagus untuk mengetahui apa perkataan lawan bicaranya benar atau tidak.

__ADS_1


Selama Arya tinggal di kediaman keluarganya dulu, Dierja sudah mencatat kebiasaan pria itu karena selain penasaran dia sebenarnya juga di perintahkan oleh Nyonya Maharani untuk melakukan pekerjaan tambahan ini.


Mendengar penjelasan yang di berikan oleh Dierja langsung membuat Arya mengusap wajahnya sendiri. Dia tidak menyangka jika pria itu akan benar-benar membocorkan identitasnya tanpa menanyakannya dulu kepada dirinya.


"Apa boleh buat semuanya sudah terjadi. Bisakah seseorang memanggil semua petinggi kesini?" Arya menghela nafas panjang dan melihat kearah Deswara serta Indera.


Tanpa banyak bicara Indera langsung beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan ruangan untuk mencari para petinggi sesuai keinginan Arya.


Dierja dan Deswara yang saat ini menghadap Arya hanya bisa menundukkan kepala sambil sesekali menyibukkan diri untuk menghindari kontak mata dengan pria tersebut.


Putri Amanda disisi lain hanya memperhatikan obrolan mereka tanpa berkomentar. Dia sendiri sudah bisa menangkap apa yang di bicarakan oleh ke-empat pria tersebut, dan memilih untuk melanjutkan pekerjaannya membiarkan Arya menangani masalahnya seorang diri.


Tetapi diam-diam Putri Amanda tersenyum tipis setelah mendapat ide untuk mengikat Arya ke dalam hubungan serius dimasa depan.


Selain memiliki tujuan mendamaikan dua Kerajaan yang berperang. Rencana Putri Amanda untuk mengklaim Arya seutuhnya tidak akan mendapat halangan yang berarti.


Wanita cantik itu sendiri tidak perduli jika harus mengambil langkah dengan pernikahan politik, asalkan bisa mendapatkan pria tersebut. Lagi pula Putri Amanda sendiri memang mencintai Arya, jadi tidak masalah jika harus menggunakan pernikahan politik.


"Untuk kali ini saja aku akan mengakui kalian sebagai keluarga, dan terimakasih sudah melahirkanku sebagai bagian dari keluarga Kerajaan." Putri Amanda tersenyum dan sudah tidak sabar jika dirinya serta Arya mengunjungi Kerajaan Angasari.


Begitu mengunjungi Kerajaannya kelak, Putri Amanda akan langsung meminta imbalan kepada keluarganya dan kompensasi karena sudah membuatnya harus menjadi tawanan perang selama 15 tahun.


Putri Amanda melirik kearah Arya yang sudah membuat perasaannya berkecamuk selama bertahun-tahun. Untuk saat ini dia hanya bisa menahan diri, tetapi tidak di masa depan.


Tak berselang lama Indera kembali namun kali ini tidak sendirian melainkan bersama Arjuna, Fajar, Wira, Bagaskara, Rajendra, dan satu sosok yang mencolok kehadirannya yaitu Gardapati.

__ADS_1


Enam pria itu kemudian duduk di kursi sementara Gardapati duduk di pangkuan Arya setelah merubah ukuran tubuhnya menjadi seukuran kucing.


"Ada masalah apa sampai kau memanggil kami kesini? Kau tau bukan kami sangat sibuk di luar sana?" Fajar bertanya tanpa bersikap formal kepada Arya, karena memang diminta sendiri oleh pria tersebut.


Berbeda dengan para petinggi lain yang selalu bersikap formal kepada Arya. Fajar sendiri justru bersikap layaknya seorang teman dari pada atasan dan bawahan kepada pria tersebut, mengingat usia mereka juga tidak berbeda terlalu jauh.


"Kau sibuk bekerja atau menggoda para gadis? Aku dengar kau sering merayu mereka di jam kerja." Sindir Arya sambil tertawa kecil yang membuat Fajar langsung merasa malu.


Kabar mengenai Fajar yang sering menggoda para gadis tentu sudah menjadi buah bibir di masyarakat. Oleh sebab itu pria tersebut kini mendapat julukan sebagai Serigala Kesepian, mengingat tidak ada satupun gadis yang berhasil dia taklukkan selama ini.


Arjuna sebenarnya merasa malu dengan kelakuan adiknya yang berubah menjadi narsistik seperti ini, sedangkan untuk para petinggi lain hanya bisa tertawa lirih saat Fajar di permalukan oleh Arya.


Disisi lain Deswara dan Indera justru berkeringat dingin melihat sikap yang di tunjukkan para petinggi lain kepada Arya. Sebagai orang yang sudah mengetahui identitas pria tersebut, keduanya merasa khawatir jika sikap yang ditujukan petinggi lain terutama Fajar bisa menyinggung Arya.


Deswara dan Indera khawatir jika seandainya Arya tersinggung, bisa saja para petinggi bahkan masyarakat Kota Madya di eksekusi secara masal oleh pihak Istana. Mengingat Arya sendiri merupakan keturunan yang keberadaannya menjadi prioritas utama Raja Kerajaan Brawijaya saat ini.


Dierja sendiri memiliki pemikiran yang sama dengan kedua pria tersebut saat memperhatikan sikap para petinggi Kota Madya, khususnya Fajar yang sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada Arya.


Arjuna yang melihat sosok Dierja tentu saja mengenalinya mengingat dia dulu pernah beberapa kali meminta bantuan kepada pria tersebut saat masih menjabat menjadi salah satu Jenderal Bendera Warna.


"Tuan Dierja, sudah lama kita tidak bertemu." Sapa Arjuna dengan antusias yang hanya di balas anggukan saja oleh Dierja.


Dierja sendiri sebenarnya terkejut melihat tiga mantan Jenderal Bendera Warna yaitu Arjuna, Wira, dan Bagaskara bekerja untuk Arya.


Menyadari ada hal yang tidak beres saat melihat sikap Dierja, Deswara, dan Indera yang banyak diam. Membuat Arjuna merasa ada hal yang tidak beres, apa lagi saat melihat Deswara memberinya sebuah kode dengan menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2