Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Tubuh Dewi Bulan dan Phoenix


__ADS_3

Arya mengulurkan tangan berniat membantu gadis dihadapannya yang terjadi karena terkejut akan kehadirannya yang tiba-tiba muncul dibelakang.


Alih-alih menggapai tangan Arya. Putri Amanda merangkak mundur secara perlahan dengan raut wajah cemas sebab tak ingin menyakiti Arya.


"Menjauhlah dariku. Kumohon, aku tak ingin melukai siapapun." Pinta Putri Amanda agar tidak ada korban diantara mereka berdua.


Mendapat respon yang tidak menyenangkan dari gadis tersebut. Arya merasa heran untuk beberapa saat, sebelum akhirnya dia mengerti kenapa gadis itu berperilaku demikian.


Arya bisa merasakan aura dingin secara bertahap keluar dari dalam tubuh Putri Amanda. Bahkan lantai disekitarnya mulai membeku akibat aura dingin itu.


Kejadian ini mengingatkan Arya saat kejadian 1 tahun lalu. Merasa kasihan dengan gadis tersebut, Arya kembali mencoba mendekatinya.


Putri Amanda menjadi semakin cemas saat Arya mendekatinya, hingga secara tidak sengaja mengarahkan aura dingin miliknya kearah Arya.


Arya sedikit terdorong kebelakang dan merasa seluruh tubuhnya menjadi dingin. Arya kemudian melihat telapak tangannya perlahan membeku, dan mulai menjalar ke tubuhnya.


"Maaf aku tak sengaja..." Ucap Putri Amanda dengan panik dan hanya bisa melihat bagaimana tubuh Arya mulai membeku karena kesalahannya.


Tepat saat Arya melihat kearah gadis itu, seluruh tubuhnya benar-benar membeku dan dia menghembuskan nafas terakhir sebelum menjadi patung es.


Putri Amanda yang melihat anak laki-laki itu sudah menjadi boneka es, hanya bisa menangis ketakutan, karena seseorang yang sudah terkena aura dinginnya, akan menjadi boneka es dan tidak ada cara mengembalikannya lagi.


Tetapi tiba-tiba tubuh Arya mulai bergetar membuat Putri Amanda merasa heran dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Bongkahan es yang menyelimuti tubuh Arya hancur seketika, dan terlihat dia baik-baik saja. "Itu tadi hampir saja bisa membunuhku, kau harus berhati-hati menggunakan kemampuanmu."


Melihat anak laki-laki itu terlihat baik-baik saja, Putri Amanda dibuat terkejut pasalnya tak seorang pun bisa selamat setelah terkena aura dingin miliknya. Oleh sebab itu sejak Putri Amanda mendapatkan kemampuannya saat berusia 5 tahun, dia selalu dikurung dikamarnya dan tidak diijinkan untuk keluar.


Arya membersihkan sisa-sisa es pada pakaian yang dia kenakan, lalu menghampiri Putri Amanda yang masih tertegun seolah melihat kejadian menakjubkan.


"Ulurkan tanganmu, biar aku periksa apa yang terjadi denganmu." Ucap Arya sambil duduk dihadapan Putri Amanda.


Putri Amanda awalnya ragu, tetapi setelah Arya meyakinkannya bahwa tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Dia kemudian mengulurkan tangannya untuk diperiksa oleh Arya.


Saat menyentuh telapak tangan milik gadis dihadapannya yang terasa sangat dingin, Arya dibuat terkejut saat mengetahui gadis itu memiliki tipe tubuh Dewi Bulan.


Sama halnya dengan Raka yang memiliki tipe tubuh Dewa Matahari. Pemilik tubuh Dewi Bulan juga memiliki resiko kematian yang sangat tinggi. Dalam catatan kuno dijelaskan bahwa pemilik tubuh itu akan tewas saat berusia 18 tahun jika tidak menemukan pengobatan yang tepat.


Namun bukan hal itu yang membuat Arya terkejut, melainkan didalam tubuh gadis itu mengalir darah Phoenix, yang artinya gadis tersebut memiliki garis keturunan dari Hyman Nirwasita, gurunya sendiri.


"Hanya ini yang dapat aku berikan sekarang. Setidaknya kalung ini bisa membuat aura dingin yang didalam tubuhmu menjadi lebih tenang." Ucap Arya sambil memakaikan kalung dileher gadis tersebut.


Putri Amanda hanya bisa mengangguk pelan tanpa mengucapkan sepatah katapun dari mulutnya. Dia merasa bingung mengapa anak laki-laki yang tidak dikenalnya mau menolongnya. Putri Amanda juga merasa heran kenapa aura dingin miliknya tak berefek kepada anak laki-laki itu.


Topeng Perak yang dulu diberikan kepada Arya sendiri, sebenarnya memiliki efek untuk menekan kekuatan yang ada pada Dantian miliknya. Jadi bukan tanpa alasan Hyman Nirwasita sebelum menghilang menitipkan topeng itu kepada Baduga Maharaja untuk Arya.


Suara langkah beberapa orang prajurit dan pelayan yang mulai berdatangan terdengar, setelah mereka mendengar suara dari Putri Amanda sebelumnya.

__ADS_1


Arya yang menyadari akan ada banyak orang yang datang kesana, tentu tidak mau dituduh menjadi penyusup. Arya kemudian menggunakan teknik langkah bayangan melesat cepat keluar dari jendela, sama seperti saat dia masuk kedalam kamar Putri Amanda di awal.


Ketika para prajurit dan pelayan membuka pintu mereka hanya melihat Putri Amanda yang sedang duduk di lantai sambil memegangi sebuah kalung.


"Apa Tuan Putri baik-baik saja?" Tanya seorang pelayan dengan ragu dan tidak berani mendekat kearah Putri Amanda.


Putri Amanda mengangguk pelan. "Ya, aku baik-baik saja, kalian bisa keluar sekarang." Balas Putri Amanda dingin sambil memandangi para pelayan dan prajurit dengan tatapan tidak senang.


Para prajurit dan pelayan yang tidak mau dibuat menjadi es batu, langsung keluar dari kamar Putri Amanda dan kembali mengunci rapat-rapat pintunya.


Setelah semua orang pergi dari kamarnya. Putri Amanda terus memandangi liontin bulan sabit yang diberikan oleh Arya kepadanya.


Secara tidak langsung Putri Amanda berterimakasih kepada anak laki-laki itu, karena membuat keadaan tubuhnya menjadi lebih baik.


Putri Amanda merasa aura dingin miliknya menjadi lebih tenang. Bahkan aliran darah yang sebelumnya mengkristal dan membuatnya selalu merasa kesakitan, sekarang sudah kembali normal dan lancar. Hal yang paling disayangkan, Putri Amanda belum sempat menanyai siapa nama anak laki-laki yang sudah menolongnya tadi.


Disisi lain Arya yang berhasil kabur tidak menyadari bahwa dia sudah menarik perhatian seorang gadis yang kelak dimasa depan menjadi wanita tercantik satu Benua.


Secara Arya tidak sadari kelak dimasa depan dia akan mengalami hal yang sama dengan gurunya, yaitu trauma saat berhadapan dengan makhluk bernama wanita


Arya yang sudah berhasil kabur dan menjauh dari kamar milik Putri Amanda, sekarang melanjutkan perjalanan mengelilingi komplek kediaman keluarga Wijaya.


"Setidaknya gadis tadi bisa hidup 10 tahun lebih lama. Bagaimanapun dia adalah keturunan guru Hyman. Aku harus menolongnya kelak dimasa depan setelah menemukan obat yang tepat."

__ADS_1


Karena merasa memiliki hutang budi kepada gurunya, Arya tentu akan menolong gadis itu meski urusannya sekarang bertambah satu lagi.


Bagaimanapun Arya cukup terkesan dengan gadis tersebut yang masih bisa bertahan menghadapi rasa sakitnya. Orang biasa mungkin hanya 2 hari dapat menahan rasa sakit yang diderita gadis itu, apalagi saat malam hari dimana rasa sakitnya bertambah 10 kali lipat, bisa membuat orang biasa menjadi gila jika harus bertukar tempat dengannya.


__ADS_2