Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Arya dan Putri Amanda mulai menjaga jarak satu sama lain. Masing-masing dari mereka mengambil 20 langkah ke belakang untuk memastikan bahwa keduanya bisa mempersiapkan diri sebelum bertanding.


Fulkutasi energi spiritual mulai terkumpul membentuk sebuah pedang es ditangan kanan Putri Amanda. Pancaran hawa dingin mulai keluar dari tubuh wanita itu membuat rumput disekitarnya langsung mengkristal.


Disisi lain Arya mengeluarkan sebilah pedang dari cincin dimensi dan bukan menggunakan Pedang Kematian yang menggantung di pinggangnya.


Melihat Arya menggunakan pedang lain dan tampak biasa saja. Hal ini tentu membuat Putri Amanda merasa heran. "Mengapa kau tak menggunakan pedang yang ada dipinggangmu itu, dan justru memilih pedang lain?"


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Putri Amanda langsung membuat Arya tertawa kecil. "Aku tak mungkin menggunakan pedang yang ada dipinggangku untuk melawanmu. Itu terlalu berbahaya. Lagipula pedang yang ada di tanganku sudah cukup untuk mengatasimu."


Arya mengayunkan pedang di tangannya untuk menunjukkan kepada Putri Amanda, bahwa pedang itu cukup kuat dan bisa bersaing dengan pedang es milik wanita tersebut.


"Apa kau meremehkanku?" Putri Amanda berdecak kesal melihat bahwa Arya tidak akan melawannya dengan serius. Tentu hal ini membuatnya secara tidak langsung merasa terhina dan direndahkan.


Mendengar pertanyaan tajam dari Putri Amanda seketika membuat Arya mengerutkan alisnya. Wajahnya terlihat menunjukkan kebingungan saat harus menanggapi wanita itu.


"Tidak, aku bukannya ingin meremehkanmu. Hanya saja pedang yang ada dipinggangku tidak sesederhana itu." Arya berusaha memberi penjelasan agar Putri Amanda tidak salah paham kepadanya.


Putri Amanda berdecak kesal. Alasan yang diberikan oleh Arya sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Matanya kini terkunci kearah sosok pria itu dan sekarang dia ingin memberikannya sedikit pelajaran, agar tidak meremehkan seorang wanita sepertinya.


Aura dingin semakin intens keluar dari tubuh Putri Amanda. Mata abu-abu dan simbol bulan sabit pada keningnya mulai mengeluarkan sinar berwarna putih, menunjukkan bahwa kini dirinya benar-benar serius melawan Arya.


Ini bukan soal latih tanding lagi melainkan ajang meluapkan rasa kecewa dan kekesalan Putri Amanda kepada sosok pria yang ada dihadapannya.


"Langkah angin. Tarian daun persik." Dalam satu kali tarikan nafas Putri Amanda muncul di hadapan Arya dan melakukan putaran pedang keara pria tersebut.

__ADS_1


Melihat Putri Amanda muncul dihadapannya dan mengarahkan tebasan. Arya kemudian melapisi pedangnya menggunakan Qi lalu memblokir serangan dari wanita itu.


Trang!!!


Denting besi terdengar ketika sebuah pedang es yang sangat keras dan tajam membentur sebuah pedang biasa. Angin langsung menyapu debu disekitar area bentrokan kemudian menimbulkan efek kejut hingga membuat pepohonan yang ada melambai-lambai.


Putri Amanda berdecak kesal saat Arya memblokir serangannya. Tak kehabisan akal, saat masih berada di udara Putri Amanda kemudian memutar tubuhnya dan mengarahkan tendangan menuju bagian samping wajah pria itu.


Akibat tidak sempat menggunakan teknik Pengelihatan Dewa. Arya kesulitan mengikuti gerakan kaki Putri Amanda yang secara tiba-tiba.


Dengan susah payah Arya berusaha menahan tendangan Putri Amanda menggunakan pergelangan tangan, namun sayangnya posisi saat ingin memblokir serangan belum cukup kuat hingga membuatnya terhempas.


Boommm!!!


Tubuh Arya dengan sangat keras membentur tanah beberapa kali sebelum menabrak sebuah pohon besar hingga rubuh, menciptakan suara dentuman gempa yang membuat burung-burung langsung berterbangan ke langit.


"Rasakan itu, sudah aku bilang jangan pernah meremehkanku!" Putri Amanda tersenyum kecil sambil memandang kearah Arya dengan tatapan hina.


Pembalasan Putri Amanda baru saja dimulai. Masih ada beberapa hal lain yang ingin dia lakukan kepada Arya supaya pikiran pria itu bisa mencari, dan membuatnya lebih peka terhadap perasaan orang yang ada disekitarnya.


Arya bangkit dari dalam celah besar pohon besar yang tumbang. Dia kemudian membunyikan tulang leher dan tangannya yang kaku. Tubuhnya yang sudah dilatih lebih dari 10 tahun dan memiliki kualitas Tulang Naga Berlian, membuat Arya memiliki ketahanan fisik diatas Pendekar pada umumnya.


Jika saja Arya tidak mulai berlatih bersama mendiang ketiga gurunya, mungkin saat ini tubuhnya sudah mengalami cidera parah dan hanya bisa bertahan hidup beberapa jam setelah menerima tendangan dari Putri Amanda.


"Kualitas tulang Naga Angin... Seperti yang sudah aku duga, keturunan yang memiliki garis darah murni Guru Hyman perkembangannya langsung meningkat tajam hanya dalam waktu tiga bulan."

__ADS_1


Arya merasa kagum melihat kemajuan pesat dari Putri Amanda setelah garis keturunannya dimurnikan tiga bulan lalu. Sekarang dia tidak akan menyesal setelah membantu wanita tersebut waktu itu, meski nyawanya sendiri hampir saja hilang jika bukan karena mendapat bantuan dari Naga Perak.


Sebuah Api berwarna hijau mulai menyelimuti pedang ditangan Arya. Benar, itu bukan nyala api spiritual biasa melainkan Api Surgawi yang menduduki peringkat ketiga.


Pemilik asli dan pertama Api Surgawi berwarna hijau itu tidak lain merupakan Baduga Maharaja. Salah satu Binatang Surgawi yang memiliki wujud kura-kura hitam, dan merupakan Guru pertama sekaligus penyelamat Arya setelah reinkarnasinya.


Arya sengaja memilih Api Surgawi milik Baduga Maharaja untuk melawan Putri Amanda, karena hanya Api itu saja yang terlemah dari Api Surgawi miliknya yang lain.


Tentu Arya tidak ingin menggunakan Api Surgawi Emas milik Arga Mahesa atau Api Hitam milik Hyman Nirwasita untuk melawan Putri Amanda dalam latih tanding mereka.


Arya juga tidak mungkin menggunakan Api Putih milik Naga Perak yang memiliki sifat korosif, karena akan sangat berbahaya untuk Phoenix muda seperti Putri Amanda.


Merasakan tekanan dari Api berwarna hijau yang menyelimuti pedang milik Arya. Putri Amanda mengerutkan alisnya dan merasa waspada.


"Dia tidak mungkin benar-benar memiliki niat untuk membunuhku bukan?" Putri Amanda dalam sekejap merasa Api hijau yang menyelimuti pedang milik Arya merupakan sebuah Api Surgawi.


Melihat jalannya pertarungan mengarah kepada Api Surgawi. Putri Amanda mengeluarkan Api Surgawi miliknya pemberian Arya yang berwarna biru laut.


...****************...


Sementara itu jauh di Ibukota Kerajaan Brawijaya. Seorang wanita cantik yang tengah berbincang dengan dua orang temannya di sebuah ruangan mewah. Tiba-tiba merasakan sebuah perasaan yang menurutnya sangat familiar.


Arista menatap langit dari lubang jendela dengan tatapan serius. Maharani dan Anjani yang melihat ekspresi wajah serius wanita itu jelas merasa heran.


"Ada apa denganmu, Arista? Mengapa tiba-tiba wajahmu terlihat serius seperti itu?" Anjani bertanya dengan heran sambil meminum teh dan perkataannya diangguki oleh Maharani.

__ADS_1


"Tidak salah lagi... Seseorang pasti sudah membunuh kakakku 10 tahun lalu dan mengambil Api Surgawinya secara paksa." Arista mengabaikan pertanyaan dari temannya dan fokus merasakan fulkutasi energi spiritual dari Api Surgawi milik mendiang Baduga Maharaja.


__ADS_2