Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Cemburu


__ADS_3

Pandangan semua orang kini tertuju pada satu arah, yaitu seorang pria dengan zirah perak yang terlihat sangat mencolok tidak seperti zirah pada umumnya.


Namun ketertarikan semoa orang bukan hanya zirah perak yang dikenakan oleh pria itu. Melainkan pemandangan dimana Walikota mereka yang terkenal sebagai kecantikan tidak dapat diraih dan bertangan dingin, sekarang memeluk seorang pria bahkan terlihat manja seperti gadis yang sedang mengalami musim semi.


"Mengapa Walikota bersikap manis dan lembut kepada seorang pria asing. Apa mereka sudah mengenal satu sama sampai terlihat cukup dekat?"


"Hubungan mereka sepertinya tidak biasa. Aku belum pernah melihat Walikota terlihat begitu hangat kepada seseorang. Bahkan kepada para petinggi yang lain. Dia sangat kejam!"


"Tunggu! Bukankah Walikota memiliki hubungan dengan Komandan Arjuna?Rumor mengatakan mereka terlihat sangat dekat, seperti pasangan!"


Beberapa prajurit mulai berkomentar mengenai hubungan Putri Amanda dan seorang pria yang seluruh tubuhnya tertutup oleh zirah berwarna perak.


Yang diketahui oleh semua orang Putri Amanda seharusnya menjalin hubungan rahasia dengan Komandan Arjuna. Mata mereka kini benar-benar terbuka. Sepertinya rumor yang tersebar hanya kabar angin saja.


Sayangnya karena terlalu sibuk mengurus tumpukan dokumen di ruangannya, membuat Putri Amanda tidak mendengar kabar angin itu. Jika dia mengetahuinya mungkin semua orang dikota akan diselidiki satu-persatu untuk mengetahui siapa orang yang menyebarkan berita palsu itu.


Semua prajurit yang selamat, sebagian dari mereka yang terluka kemudian segera kembali untuk menjalani perawatan. Sementara sisanya yang hanya mengalami cidera ringan segera membersihkan kekacauan disana, sesuai dengan apa yang diminta oleh Bagaskara.


Disisi lain Arya, Putri Amanda, Arjuna, Wira, dan Bagaskara memutuskan untuk kembali ke kota. Tentu mereka harus mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai hal bersama, terutama mengenai masalah penyerangan yang dilakukan oleh Hewan Iblis hari ini.


"Syukurlah kalian baik-baik saja." Fajar menyambut kedatangan Arya dan yang lain didepan gerbang utama dengan wajah cerah seperti mendapatkan cahaya ilahi.


Melihat teman-temannya dalam kondisi baik Fajar tidak bisa menutupi kebahagiaannya. Namun begitu mengedarkan pandangan, Fajar melihat kakaknya yang sedang dipapah oleh Wira dan Bagaskara.


Khawatir Arjuna sedang dalam masalah besar. Fajar kemudian mengantarkan kakaknya menuju balai perawatan menggunakan seekor kuda, meninggalkan Arya dan yang lain.


"Anak itu..." Putri Amanda terlihat geram saat melihat Fajar pergi begitu saja membawa Arjuna. Entah mengapa setiap kali Putri Amanda bertemu Fajar, dia akan merasa sangat kesal tanpa sebab.

__ADS_1


Sementara Arya, Wira, dan Bagaskara menggelengkan kepala melihat Fajar pergi begitu saja tanpa menjelaskan keadaan kota saat ini. Mereka sedikit khawatir jika sampai ada Hewan Iblis yang berhasil menyelinap dan membuat kerusakan.


Mereka kemudian melanjutkan langkah menuju kediaman utama dan disambut secara antusias oleh masyarakat seperti para prajurit lain yang baru saja kembali untuk menjalani perawatan.


Tetapi tidak sedikit juga yang menyambut kedatangan mereka dengan cemohan. Sebagian orang tentu masih menyimpan rasa dendam setelah apa yang mereka alami selama ini, kepada orang luar seperti Arya dan yang lain.


Meski belakang ini masyarakat sudah hidup lebih baik dan sangat terbantu dari segi ekonomi sejak kedatangan Arya serta kawan-kawannya. Tetapi tidak sedikit dari mereka yang masih memandang orang dari luar kota dengan penuh kekesalan.


Beberapa dari masyarakat yang merupakan pendengki kemudian melempari Arya dengan batu dan sayuran busuk. Mereka tentu tidak akan berurusan dengan Putri Amanda, Wira, dan Bagaskara karena mengetahui kemampuan ketiga orang tersebut.


Tetapi berbeda dengan Arya. Masyarakat belum mengetahui siapa orang dengan zirah perak menutup seluruh tubuhnya itu. Melihat Arya berjalan bersama dengan para petinggi kota yang baru, beberapa masyarakat mengira pria itu juga berasal dari luar kota dan merupakan seorang bawahan.


Hal ini membuat beberapa masyarakat yang tidak senang dengan kehadiran orang luar memutuskan untuk melupakan kekesalan mereka kepada Arya dengan cara melempar dan mencemohnya menggunakan kata-kata kasar.


Tak jarang dari beberapa masyarakat memanggil Arya sebagai Iblis dan menyalahkannya, karena sudah membuat saudara mereka terluka bahkan tewas dimedan pertempuran.


Melihat Putri Amanda bereaksi dan terlihat sangat marah membuat nyali sekelompok orang itu menciut bahkan tanpa sadar celana mereka mulai menjadi basah.


"Jangan hiraukan mereka. Aku baik-baik saja." Nada bicara Arya terdengar santai tanpa beban. Dia kemudian membersihkan zirah nya dari sayuran busuk yang menempel.


Bagaimanapun untuk menjaga citranya dihadapan masyarakat. Arya sebisa mungkin tidak menggunakan kekerasan. Mendapatkan hati masyarakat lebih baik daripada memberi rasa takut kepada mereka.


"Tapi..." Putri Amanda merasa tidak puas saat Arya memilih untuk diam. Dia tentu tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja dan ingin memberi pelajaran kepada orang-orang yang sudah menghina pria itu.


Tetapi Putri Amanda pada akhirnya hanya bisa berdecak kesal tanpa melakukan apapun kepada orang-orang itu, setelah Arya menepuk kepalanya pelan.


Seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang berdiri dipinggir jalan bersama kedua orang tuanya, tiba-tiba berjalan menghampiri Arya sambil menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya.

__ADS_1


"Ada yang bisa aku bantu gadis kecil?" Arya cukup terkejut melihat seorang anak kecil tiba-tiba menghampirinya sambil membawa seikat bunga dibalik punggung.


Gadis kecil itu menundukkan kepala terlihat malu-malu mengeluarkan seikat bunga yang dia sembunyikan dibalik badannya. "Kakak...Ini untukmu..."


Arya bertekuk lutut mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecil itu. Pelindung kepala kemudian Arya lepas membuat semua orang tercengang.


Rambut hitam pendek, mata semerah darah, paras tampan melebihi seorang Dewa, dan ditambah senyuman diwajahnya membuat baik wanita maupun beberapa pria yang melihatnya tertegun.


Jika para pria merasa iri saat melihat paras wajah Arya yang mereka sangat buruk hingga ditutup rapat. Para wanita justru merasa kagum dan menginginkan sesuatu dari pria itu didalam mereka.


"Terimakasih, kau sangat baik..." Arya tersenyum hangat menerima seikat bunga dari gadis kecil dihadapannya.


Melihat paras dan senyuman hangat dari Arya membuat gadis kecil itu tertegun. Wajahnya memerah semerah tomat. Dia membeku dan seolah merasakan tubuhnya tidak bisa digerakkan.


Tiba-tiba gadis kecil itu tersadar dari lamunannya saat sepasang suami-istri menariknya sedikit menjauh dari Arya. "Saya minta maaf atas kelancangan gadis kecil kami!"


Seorang pria berusia sekitar 35 tahun kini memiliki ekspresi pucat diwajahnya setelah putrinya tiba-tiba menghampiri Arya untuk memberikan seikat bunga.


Pria itu tidak mengetahui siapa Arya sebenarnya. Tetapi saat melihat Putri Amanda memberi respon negatif kepada orang-orang pengganggu sebelumnya, yang sudah mencela Arya. Membuat dirinya sedikit menyadari jika Putri Amanda sangat memperdulikan pria itu.


"Tidak perlu meminta maaf, Tuan. Saya justru harus berterimakasih kepada putri kecil Anda." Arya tersenyum kecil membuat suasana menjadi lebih santai.


Arya kemudian melanjutkan perjalanan bersama dengan yang lain sambil membawa seikat bunga ditangannya. Membuat masyarakat yang melihat kejadian sebelumnya, merasa nyaman terutama untuk para wanita mereka mendapat kehangatan tersendiri.


Disisi lain Putri Amanda menyilangkan kedua tangan didada dan menggembungkan pipinya, melihat Arya yang dari tadi memperhatikan seikat bunga pemberian seorang gadis kecil.


Wira dan Bagaskara yang tak sengaja melihat ekspresi Putri Amanda saat ini, tidak menyangka jika wanita cantik itu cemburu melihat seorang gadis kecil memberikan bunga kepada Arya.

__ADS_1


"Apa yang kalian tertawakan?!" Putri Amanda mendengus kesal melihat Wira dan Bagaskara menahan tawa seolah mengejeknya.


__ADS_2