Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Pasangan Yang Bertengkar?


__ADS_3

Suara ledakan dan dentuman keras terdengar didalam Hutan Darah. Hewan Iblis yang menghuni kawasan tersebut mulai mencari tempat berlindung akibat kekacauan yang diperbuat oleh seorang pria dan wanita.


Pohon-pohon terbakar dan tumbang dimana-mana membuat salah satu kawasan Hutan Iblis menjadi lautan api. Tanah yang semua subur kini menjadi tandus akibat perbuatan dua orang tak bertanggung jawab.


Beberapa Hewan Iblis sudah membuat keluhan kepada sang Raja Hutan untuk mengatasi dua orang yang tampak seperti pasangan kekasih yang sedang berkelahi dengan liar.


Namun sayangnya Raja Hutan sekalipun tidak bisa melakukan apapun. Menghentikan perkelahian dua orang itu hanya akan membuat siapapun tewas dengan cara konyol.


Raja Hutan tentu tidak ingin mengalami kematian memalukan apa lagi ditangan Tuannya sendiri. Tidak ikut campur adalah cara yang paling tepat untuk dilakukan saat ini jika tidak ingin kehilangan nyawa dan kekuasaan di Hutan Darah.


Disisi lain Arya dan Putri Amanda bertarung sangat sengit. Jika orang awam melihatnya mungkin mereka akan mengira bahwa keduanya sedang bertarung untuk hidup dan mati.


Baik Arya maupun Putri Amanda mereka tidak mengendurkan intensitas pertarungan dan justru semakin lama tambah sengit, meski keduanya sudah mengalami luka dibeberapa bagian.


Orang yang paling banyak menerima luka adalah Arya. Meskipun begitu dia hanya menerima luka ringan, dan masih bisa meladeni serangan dari Putri Amanda yang semakin lama mengarah pertarungan hidup dan mati.


Arya sebenarnya bingung mengapa Putri Amanda mulai menyerangnya kebeberapa bagian tubuh yang sangat vital seperti leher dan jantung.


Semua serangan dari Putri Amanda sangat presisi dan terukur, membuat Arya beberapa kali terpaksa menjadikan tubuhnya sendiri sebagai perisai daging untuk melindungi organ vital miliknya.


Pada awalnya Putri Amanda memiliki gaya bertarung yang masih tidak teratur dan terkesan seperti pemula baru belajar teknik berpedang.


Tetapi semakin lama Arya merasa gaya bertarung Putri Amanda semakin lama menjadi berkembang dan menyentuh titik abnormal. Dia merasa wanita itu belajar terlalu cepat dan bisa menjaga vitalitasnya dengan sangat baik.


Meski Arya sudah berlatih selama lebih 10 tahun dan belajar langsung dibawah bimbingan 3 Makhluk Legendaris. Dia merasa perkembangannya masih terlalu lambat dibandingkan Putri Amanda yang belum lama ini terjun menuju jalan para Pendekar.

__ADS_1


Arya akhirnya kini paham bahwa bakat alami akan menang diatas segelanya. Meski dia sudah berlatih sangat keras tetap saja tidak bisa menandingi bakat yang diberikan oleh surga kepada Putri Amanda.


Putri Amanda terlihat sebagai sosok anak emas yang namanya akan disegani diseluruh daratan jika saja dirinya bisa melakukan perjalanannya sendiri di dunia luar.


Dihadapan Putri Amanda kini Arya benar-benar merasa seperti katak dalam tempurung yang mencoba menandingi keindahan seekor angsa.


Tetapi sebenarnya Arya tidak seburuk itu, dia sekarang masih berusaha menahan diri dan ingin melihat seberapa besar bakat Putri Amanda.


Di bawah tekanan serangan yang intens dari Putri Amanda. Arya merasa terus didesak untuk berada dalam posisi bertahan dan sama sekali tak diberi kesempatan menyerang balik.


Putri Amanda menyeringai ketika serangannya berhasil membuat luka ditubuh Arya. Sejujurnya dia sudah sejak awal berusaha melukai pria itu, tetapi hanya sedikit tebasan yang bisa menembus kulit tebal milik Arya.


"Hahaha... Ada apa denganmu, Arya? Bukankah kau sangat percaya diri saat diawal tadi? Sekarang dimana kepercayaan dirimu itu?" Putri Amanda terus menyerang Arya dengan membabi-buta.


Merasa perkataan Putri Amanda sedikit berlebihan, Arya kini memiliki niat untuk balik memberikan pelajaran kepada kelinci kecil dihadapannya yang sudah mulai mengeluarkan kata-kata pedas.


Fulkutasi energi spiritual mulai bertambah pada bilah pedang milik Arya. Pria itu kemudian menggunakan teknik Pengelihatan Dewa membuat warna matanya menjadi berwarna keemasan.


Dalam gerakan cepat Arya mengibaskan pedangnya membuat Putri Amanda terpaksa menghentikan serangan untuk menangkis serangan yang dilancarkan oleh pria itu secara tiba-tiba.


Krakkk!!!


Putri Amanda terhempas kebelakang setelah tidak kuat menahan tekanan yang diberikan oleh Arya melalui pedangnya. Tetapi dia dengan indah mendarat dan menjaga jarak dari pria itu.


Bilah pedang es milik Putri Amanda yang sangat keras mulai retak dan tak berselang lama akhirnya hancur menjadi serpihan es.

__ADS_1


"Apa kau masih seorang pria setelah menyerang seorang wanita dengan sungguh-sungguh, Arya?" Putri Amanda berdecak kesal dan melontarkan pertanyaan pedas kepada Arya. Kemudian kembali membuat sebuah pedang es yang baru.


Sudut bibir Arya berkedut setelah mendengar kata-kata pedas yang dilontarkan oleh Putri Amanda kepada dirinya. Kejadian ini tentu bukan yang pertma, melainkan sudah kesekian kalinya.


Setiap kali Arya membuat Putri Amanda menjaga jarak dan menghancurkan pedang es miliknya. Wanita cantik itu akan mengatakan hal yang sama, yaitu mempertanyakan apakah Arya masih seorang pria atau tidak karena menyerang seorang wanita.


"Bukankah ini hanya latihan tanding. Mengapa kau selalu menyalahkan ku, dan seolah memintaku menjadi samsak untuk menerima seranganmu tanpa boleh menyerang balik?"


Mendengar pertanyaan dari Arya langsung saja membuat Putri Amanda merasa kesal. Dia masih marah setelah pria itu sebelumnya memberikan harapan palsu kepadanya. Tentu saja dia ingin memberi pelajaran kepada Arya sepuas yang dia inginkan.


"Diamlah jangan banyak bicara. Apa kau seorang wanita?!" Putri Amanda berdecak kesal sambil mengacungkan pedang es kearah Arya.


Arya memiringkan kepalanya sedikit kesamping dan merasa bingung dengan cara berpikir Putri Amanda. Dia masih ingat perkataan wanita itu untuk tidak menahan diri saat melawannya. Tetapi sekarang setelah dia ingin serius, wanita itu justru menyalahkannya.


"Ada yang salah sepertinya dengan isi kepalamu, Amanda. Emosimu sekarang tidak stabil, lebih baik kita hentikan latihan ini sekarang. Sepertinya kau sedang bulan."


Arya menurunkan pedangnya sambil memperhatikan Putri Amanda yang masih melihatnya dengan tatapan penuh kebencian. Dia pernah mendengar jika seorang wanita memiliki emosi yang tidak stabil, mungkin saja mereka sedang dalam periode datang bulan.


"Pikiranku yang salah katamu? Tentu saja tidak! Pikiranmu itu justru yang salah! Lagi pula siapa yang kau datang bulan?! Seorang pembudidaya Qi tentu saja tidak akan mengalami periode ini!"


Putri Amanda mendengus kesal dan benar-benar ingin ******* isi kepala pria yang memiliki pemikiran kaku dihadapannya itu.


Melihat wajahnya yang seolah polos dan tidak mengerti letak kesalahannya dimana, membuat rasa kesal Putri Amanda terhadap Arya semakin bertambah.


Ingin rasanya Putri Amanda mengikat tubuh Arya dimeja operasi dan membedah isi kepala pria itu. Sebagai seorang wanita dia merasa bingung apakah semua pria peka atau tidak terhadap perasaan pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2