
Dalam keheningan malam hari, Putri Amanda masih memegang pedang yang menembus tubuh Arya. Darah segar yang masih terasa hangat mengalir melalui bilah pedang melumuri tangan wanita tersebut.
"Sampai kapan kau ingin bertingkah seperti orang mati?" Putri Amanda mengetahui betul jika Arya saat ini belum mati hanya karena tusukan dibagian jantung.
Suasana yang semula sempat hening kembali pecah setelah Arya tertawa lirih dan membuka mata. Pria itu tampak baik-baik saja meski ada sebuah pedang yang menembus tubuhnya.
"Aku pikir kau akan pergi setelah mengira kalau aku sudah mati..." Arya tersenyum kecil sambil menyeka darah yang ada disekitar bibirnya.
Arya melihat sedikit ke bawah dan menemukan Putri Amanda yang sedang menatap dirinya. Dia terkejut saat melihat mata wanita tersebut berair padahal yang terluka disana adalah dirinya.
"Menurutmu setelah semua yang kau lakukan kepadaku, aku akan membiarkanmu mati begitu saja?" Putri Amanda tiba-tiba memeluk erat tubuh Arya untuk melepaskan beban di hatinya.
Rasa sakit, marah, dendam, kerinduan, dan kasih sayang sekarang berkecamuk di dalam hati Putri Amanda saat memikirkan pria tersebut.
Ingatan saat Arya membunuh dirinya masih teringat jelas di dalam pikiran Putri Amanda. Tentu saja dia merasa sangat marah mengingat betapa egoisnya pria tersebut mengambil berkah para Dewa miliknya hanya untuk mencapai ambisinya.
Tetapi ketika mengingat saat Arya menyelamatkan dirinya dengan mengabaikan bahaya di kehidupan ini, Putri Amanda merasakan kehangatan tersendiri.
Sebenarnya Putri Amanda merasa muak dengan semua perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya hanya karena seorang pria.
Padahal dia sendiri belum pernah merasakan rasa sesak semacam ini, yang membuat dirinya ingin memotong kecil-kecil tubuh Arya hidup-hidup dalam jutaan keping.
Tentu saja Putri Amanda mampu melakukannya saat ini juga, tetapi dia jiwanya menolak untuk melenyapkan Arya, dan hanya bisa melupakan segala perasaan yang berkecamuk ini dengan menangis sambil memukul dada bidang milik pria tersebut.
"Mengapa kau melakukan semua ini kepadaku. Seharusnya dulu aku tak turun dari bulan dan bertemu denganmu!" Putri Amanda terisak sambil terus memukul dada Arya.
__ADS_1
Melihat Putri Amanda terus menyalahkan dirinya, Arya hanya bisa terdiam dan tidak mencoba mengelak karena semua ini memang murni kesalahannya yang terlalu mengejar ambisi untuk memulai kembali kehidupan dari awal.
Arya dengan ragu-ragu menggerakkan salah satu tangan dan menepuk-nepuk pelan punggung Putri Amanda. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, karena merasa malu dengan semua tindakan yang sudah dia lakukan kepada wanita tersebut.
Wanita cantik yang dulu sering tersenyum dan ceria sekarang justru menangis karena ulahnya. Arya menyesal saat tidak mengusir Amanda yang dulu mengikutinya. Jika saja hal itu dulu dia lakukan, mungkin saja wanita tersebut tidak akan menjadi seperti ini dan menikmati hidup dengan bebas.
"Mengapa kau hanya diam saja. Cepat katakan sesuatu karena ini semua adalah salahmu!" Putri Amanda merasa kesal saat Arya hanya diam membisu.
Mendengar perkataan dari Putri Amanda dan melihat raut wajah sembab wanita tersebut. Arya langsung mendekapnya tanpa meminta persetujuan terlebih dulu.
"Ya ini semua memang salahku membuat wanita cantik sepertimu menderita karena ke egoisanku. Sekarang semua keputusan aku serahkan kepadamu."
"Jika dengan membunuhku bisa meringankan rasa sakit dan membuatmu tersenyum lagi maka lakukan saja. Aku hanya minta tolong kepadamu sebagai permintaan terakhir untuk setidaknya menebarkan perdamaian di dunia ini."
Tetapi saat mendengar kalimat terakhir langsung membuat Putri Amanda kembali merasa kesal. "Ya aku pasti akan membunuhmu suatu saat dan meminta Yama untuk menyiksa jiwamu di neraka. Camkan itu!"
Perkataan Putri Amanda setengah benar dan salah. Saat ini dia tidak mungkin membunuh Arya meski mampu melakukannya.
Setelah puluhan ribuan tahun mereka berpisah tentu saja Putri Amanda sekarang ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Arya terlepas kejadian pahit dimasa lalu.
Tetapi Putri Amanda tentu saja akan benar-benar membunuh Arya dan meminta teman lamanya yaitu Dewa Yama untuk menyiksa pria itu, jika melakukan kesalahan lagi khususnya jika menyangkut wanita.
Kali ini Putri Amanda ingin egois sebagai ganti perbuatan Arya dimasa lalu yang juga egois. Kesempatan ini akan dia manfaatkan untuk benar-benar mendapatkan pria tersebut.
Mendengar nada perkataan Putri Amanda dan tingkah wanita tersebut yang menjadi lunak. Arya segera menyadari jika wanita tersebut sudah memafkan kesalahannya.
__ADS_1
Arya tentu merasa senang dan lega karena jika saja Putri Amanda benar-benar marah, tidak hanya dirinya saja yang akan dilenyapkan melainkan Dunia Kultivator ini juga.
Dengan anugrah sebagai seorang Dewi cukup mudah bagi Putri Amanda membinasakan kehidupan di dunia ini. Bahkan wanita tersebut bisa meminta tolong kepada Dewa dan Dewi lain, mengingat dia sangat populer di alam para Dewa.
Mengetahui jika Amanda bukan Dewi sembarangan, Arya merasa khawatir dan entah mengapa disisi lain cukup beruntung karena bisa memikat wanita incaran para Dewa padahal sebelumnya tidak pernah dia rencanakan sama sekali.
Arya mendongak melihat langit malam berbintang dan menyadari jika perjalanannya masih panjang selain di dunia ini mengingat ada sosok Amanda disisnya, yang membuatnya pasti tidak lama akan berhadapan dengan beberapa Dewa yang tidak suka kepada dirinya.
Sementara itu dari balik pepohonan seekor Singa terlihat sedang mengawasi Arya dan Putri Amanda yang masih berpelukan dibawah langit malam.
Gardapati sudah berada disana sejak pertarungan Arya dan Putri Amanda dimulai. Tentu saja dia harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk sampai ketempat tersebut mengingat jaraknya cukup jauh dari perkemahan Pasukan Bendera Hitam.
"Mereka benar-benar sakit. Masih bisa bermesraan setelah hampir membunuh satu sama lain." Gardapati berdecak sambil menggelengkan kepala.
Melihat bagaimana Arya yang masih bermesraan dengan masih ada pedang yang bersarang ditubuh, membuat Gardapati merasa mereka adalah pasangan gila apalagi saat melihat Putri Amanda masih bisa tersenyum manis dengan tangan dan sebagian wajah yang berlumuran darah.
Malam itu kemudian Arya dan Putri Amanda habiskan untuk bertukar pikiran dan mengenang kembali petualangan mereka di masa lalu.
Mereka sekarang juga sudah mengetahui perasaan satu sama lain meski harus mengaku secara bersamaan mengingat ego mereka yang sangat tinggi.
Tidak ada kejadian menarik yang terjadi di malam itu. Meskipun begitu mereka berdua akhirnya bisa memahami satu sama lain lebih dekat.
Keesokan harinya terlihat seorang pria dan wanita masih terlelap dibawah pohon rindang. Sedangkan disisi lain seekor Singa setinggi 3 meter masih terjaga sambil memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Sial, bukankah mereka sadar jika aku disini. Mengapa malah mengabaikanku dan menjadikan ku penjaga mereka?!" Gardapati berdecak kesal mengingat kejadian semalam dimana dia tidak diajak saat mengenang petualangan mereka bertiga dimasa lalu, seolah dirinya sudah dilupakan.
__ADS_1