Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Titik Terendah Arya


__ADS_3

Selepas meninggalkan kediaman Walikota. Dierja bersama beberapa Pendekar kelas Tinggi yang mengawalnya menyusuri Kota Madya, untuk melihat-lihat perubahan Kota di bawah kepemimpinan Arya yang dijuluki sebagai Kota Kematian sebelumnya.


Beberapa Pendekar merasa heran saat melihat raut wajah Dierja yang terlihat sangat pucat setelah berkunjung ke kediaman Walikota Madya.


Mereka sendiri sebelumnya tidak ikut masuk kedalam kediaman dan hanya berjaga diluar sambil mengobrol dengan beberapa penjaga. Jadi mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam.


"Tuan... Apa Anda baik-baik saja?" Seorang Pendekar bertanya untuk memastikan apakah kondisi Dierja baik-baik saja atau tidak.


Para Pendekar khawatir jika Dierja telah diracun oleh orang-orang dari Kota Madya saat berada di dalam kediaman Walikota Madya sebelumnya.


Mendengar pertanyaan dari seorang pengawalnya, Dierja yang sedang melamun langsung tersadar dan sedikit tersentak. "Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lapar saja, jangan khawatir..."


Dierja tersenyum kecil untuk menghilangkan kekhawatiran para pengawalnya agar tidak membuat masalah yang seharusnya tak diperlukan.


Para pengawal hanya mengangguk pelan dan tidak melanjutkan pertanyaan, meski sebenarnya mereka curiga jika sebenarnya Dierja sudah diperlakukan dengan buruk oleh orang-orang dari Kota Madya.


Dierja mengusap lehernya dan terlihat ada sebuah simbol kutukan. Benar, pria itu sekarang sudah dikutuk dan orang yang melakukannya adalah Putri Amanda.


Sebelumnya saat hanya berdua dengan Putri Amanda di ruang kerja milik Arya. Dierja dan wanita cantik itu memulai pembicaraan serius, hal ini menyangkut informasi mengenai keadaan Kerajaan Brawijaya yang sedang tidak stabil.


Dierja pada awalnya bersikeras menolak untuk memberikan semua informasi yang dia simpan rapat-rapat selama ini kepada Putri Amanda.


Mendapat penolakan dari Dierja, sebagai orang yang tidak suka permintaannya ditolak Putri Amanda tentu merasa geram dan langsung memberikan kutukan kepada Dierja.


Jarum es Putri Amanda tanamkan di leher Dierja dan akan membuat pria itu tewas jika sampai menolak segala permintaan yang dia inginkan.

__ADS_1


Hal ini membuat Dierja secara langsung menjadi bawahan Putri Amanda. Dia yang tidak ingin mati terlalu cepat, akhirnya menurut untuk memberikan semua informasi kepada wanita cantik itu.


Alasan Dierja saat ini menyusuri Kota Madya tidak lain karena ingin mencari Arya yang sebelumnya pergi terlebih dulu. Dia ingin meminta bantuan kepada pria itu untuk melepaskan jarum es yang saat ini bersarang di dalam lehernya.


Dierja tentu tidak mungkin meminta kepada Arya untuk membujuk Putri Amanda agar melepaskan kutukannya. Takutnya bukan melepaskan kutukan, wanita cantik itu justru mengaktifkan kutukannya.


"Tuan Arya... Dimana kau berada?" Dierja menyebar pengelihatan nya untuk menemukan sosok Arya di tengah keramaian para pejalan kaki.


...****************...


Sementara itu Arya sendiri berada di luar Kota Madya lebih tepatnya berada di sebuah gua kecil di bawah air terjun yang letaknya berada di dalam Hutan Terlarang untuk melakukan Kultivasi.


Arya sengaja melakukan Kultivasi di dalam Hutan Terlarang agar tidak membuat kerusakan di Kota Madya karena gelombang kejut energi Spiritual yang akan keluar dari tubuhnya saat menembus lapisan selanjutnya.


Jauh di dalam lubuk hatinya Arya sebenarnya iri dengan bakat yang dimiliki oleh Putri Amanda. Bakat wanita cantik itu sangat mengerikan dimana sekarang sudah berada di Ranah Bumi Puncak, hanya dalam kurun waktu yang terbilang sangat singkat.


Dalam segala aspek mulai dari Ranah, Kualitas Tulang, Seni Beladiri, sampai Kemampuan Intelektual. Putri Amanda sudah melampaui Arya yang sudah berlatih selama belasan tahun.


Akibat konsetrasi yang terbagi menjadi dua membuat proses Kultivasi Arya gagal, dan membuat energi Spiritual yang sebelumnya sudah berkumpul di atas kepalanya terpecah.


"Uhukk!" Seteguk darah segar keluar dari mulut Arya. Tidak hanya sekali pria itu batuk darah, melainkan beberapa kali hingga membuat tangan yang menutupi mulutnya berlumuran darah.


Raut wajah Arya sedikit menjadi pucat dan nafasnya mulai menjadi tidak teratur. Pria itu kemudian berbaring untuk mengatur kembali nafasnya yang tersengal.


"Mengapa mereka memilih orang tidak berbakat sepertiku untuk memimpin perang dengan Bangsa Iblis kelak, dan bukannya wanita yang memiliki bakat emas itu saja?"

__ADS_1


Arya memukul permukaan tanah di sampingnya dengan kesal. Setelah bertransmigrasi kedua lain pada awalnya dia mengira bisa menjalani kehidupan normal.


Pria itu sebenernya tidak masalah jika harus hidup tanpa orang tua, dan menjadi manusia biasa yang tidak bisa berkultivasi seperti kebanyakan orang di Dunia ini.


Tetapi ekspetasinya untuk hidup normal langsung hancur setelah diselamatkan oleh Gurunya yaitu Baduga Maharaja. Hal ini tentu membuat Arya merasa hutang budi dan untuk membalas kebaikan Baduga Maharaja, dia akhirnya mengambil jalan yang membuat rencana hidup tenang sebagai manusia normal hancur.


Batin Arya sebenarnya sudah lama terganggu. Dia merasa dua kehidupannya tidak adil. Kehidupan pertama menjadi seorang pembunuh bayaran, dan kehidupan kedua justru memikul beban semua orang.


Arya merasa dirinya dilahirkan hanya untuk menjadi alat perang. Dia tidak pernah merasa bahagia dan selalu sendiri. Dibalik dirinya yang selalu tegar dan seolah bisa menangani semua masalah, Arya sebenarnya memiliki ketakutan besar jika mengecewakan orang-orang yang sudah percaya kepadanya.


Hari demi hari Arya habiskan hanya untuk memperkuat diri dan tidak sekalipun dia merasakan nikmatnya menjadi makhluk hidup. Dari kecil dia hanya hidup dibawah tekanan yang membuatnya sangat lelah baik secara mental sampai batin.


"Bisakah aku lenyap saja dari muka Bumi? Aku sudah dengan semua ini... Lagipula sekarang ada sosok yang bisa menggantikan ku..." Arya menutup mata menggunakan lengan. Pria yang selalu tenang dan tegar itu sekarang menitikan air mata.


Dia sudah benar-benar lelah dan tidak ingin lagi terlibat dengan urusan duniawi atau masalah yang dihadapi orang lain. Arya merasa kebahagiaannya sudah direnggut hanya untuk melayani kebahagiaan orang lain.


Tanpa Arya sadari sebenarnya ada satu sosok yang saat ini memperhatikannya. Sosok itu tidak lain merupakan Naga Perak yang sudah lama bersemayam di dalam tubuhnya.


Naga Perak menghela nafas panjang, dia tentu sangat mengerti apa yang saat ini dirasakan oleh Arya, mengingat mereka sendiri merupakan bagian makhluk hidup yang sama.


"Apa kau ingin mengetahui alasan di balik semua permasalahan ini?" Naga Perak merasa saat ini merupakan waktu yang pas untuk memberitahu kebenaran kepada dirinya yang lain.


Kebenaran yang membuat mereka berdua selalu memikul beban hidup semua orang, dan merenggut kebebasan mereka sendiri sebagai makhluk hidup.


Mendengar suara Naga Perak di dalam kepalanya, Arya menjawabnya dengan sedikit anggukan karena saat ini sudah tidak lagi memiliki tenaga hanya untuk sekedar mengeluarkan suara.

__ADS_1


__ADS_2