
Tiga hari kemudian suasana Hutan Terlarang mulai ramai dengan suara pertarungan diantara para peserta dan Hewan Iblis yang banyak mendiami tempat tersebut.
Pembunuhan sekarang merupakan hal normal di tempat yang banyak ditinggali oleh para Hewan Iblis. Selain memburu Hewan Iblis, para peserta saling membunuh satu sama lain untuk mendapatkan Kristal Iblis dari peserta lain.
Kelompok milik Raka, Bayu, Angga, dan Satria merupakan pengumpul Kristal Iblis paling banyak. Bahkan kualitas Kristal Iblis yang mereka dapatkan, beberapa berasal dari Hewan Iblis Ranah Raja.
Formasi mereka juga lebih stabil dari para peserta yang membentuk kelompok masing-masing. Raka memiliki kemampuan tipe Api dan menggunakan senjata cakram, Bayu merupakan ahli strategi dan formasi, Angga memiliki tipe angin menggunakan senjata berupa busur panah, dan Satria memiliki tipe elemen listrik menggunakan tombak sebagai senjata.
Sementara para peserta memburu para Hewan Iblis dan membunuh satu sama lain setiap waktu, Arya seorang diri justru dengan santainya memancing di sebuah danau yang letaknya juga berada di kawasan Hutan Terlarang.
Arya menggigit setangkai rumput dan memancing di tengah danau menggunakan perahu kecil buatannya sendiri. Alasan Arya dapat santai tanpa berniat untuk melakukan perburuan seperti para peserta lain, dikarenakan Arya sudah memiliki banyak sekali Kristal Iblis didalam cincin dimensi, setelah selama sebelas tahun sering menghadapi Hewan Iblis saat dalam pengasingan.
"Keadaan orang-orang itu sangat memprihatinkan. Mereka bahkan rela mengorbankan nyawa sendiri hanya agar bisa lolos ke babak selanjutnya."
"Ada yang salah sepertinya dengan pikiran mereka. Sampai rela mati hanya karena promosi jabatan." Arya tertawa kecil sambil menggelengkan kepala, berpikir para peserta lain benar-benar tak memiliki akal.
Sejujurnya mereka bisa saja membeli Kristal Iblis dari para pengepul dipasar tanpa harus membahayakan nyawa bertarung dengan para Hewan Iblis dan sesama peserta.
Tetapi kelihatan para peserta tak memikirkan sejauh itu padahal tidak aturan yang melarang mereka membeli Kristal Iblis dari para pengepul.
Hanya Arya saja yang sudah memikirkan sejauh itu tetapi dia memilih untuk diam, bahkan menjadikan teriakan dari para peserta, sebagai latar belakang saat dirinya sedang memancing.
Saat Arya bersantai menunggu umpannya dimakan ikan, tiba-tiba sesuatu membuat jorannya hampir jatuh. Merasa mendapat tangkapan besar, Arya bersemangat meladeni ikan yang ingin bertarung dengannya.
Kapal Arya mulai bergoyang membuat keseimbangannya menjadi hilang. Arya kemudian tercebur ke danau setelah ditarik oleh suatu makhluk yang belum dia ketahui.
Didalam air Arya membuka mata dan menemukan penunggang danau yang merupakan seekor katak raksasa. Hewan Iblis tipe katak itu setengah bentuk tubuhnya hampir mengerupai seorang manusia.
Katak raksasa membuka mulut menunjukkan gigi tajamnya kepada Arya dan hendak menangkap pria itu menggunakan lidah super panjang miliknya.
__ADS_1
Arya tersenyum kecil dan dapat dengan mudah menangkap lidah milik Katak raksasa. Pria itu kemudian menarik lidah Katak raksasa, hingga membuat Hewan Iblis tersebut keluar dari dalam air dan terdampar ditepian danau.
Melapisi kakinya dengan Qi membuat Arya bisa berjalan diatas air. Dia berjalan menghampiri Katak raksasa yang meringkuk kesakitan setelah menabrak pohon besar.
"Kau rupanya punya nyali juga sampai berani membuat pakaianku jadi basah kuyup?" Arya berdecak kesal saat mencium bau tubuhnya akibat tercebur kedalam danau yang sudah terkontaminasi oleh Katak raksasa tersebut.
Katak raksasa menjadi geram saat melihat Arya. Makhluk itu kemudian melilit tubuh Arya menggunakan lidahnya, sampai membuat pria itu mual karena mencium bau menyengat dari Katak raksasa.
Tubuh Arya kemudian ditarik sebelum akhirnya ditelan hidup-hidup oleh Katak raksasa. Setelah menelan Arya, Hewan Iblis itu hendak kembali ke danau.
Arya yang masih hidup memberontak didalam tubuh Katak raksasa. Dia lalu merobek perut Hewan Iblis itu dari dalam dan membuat makhluk tersebut mengerang kesakitan sebelum tewas.
Arya kemudian mencium bau busuk dari yang menyelimuti seluruh tubuhnya. "Katak sialan. Sekarang aku harus mandi tiga kali untuk membersihkan bau busuk ini."
Dengan tubuh yang mengeluarkan bau busuk, Arya berjalan menyusuri hutan untuk mencari sungai terdekat. Dia tak mungkin membersihkan tubuhnya di danau yang sudah terkontaminasi Katak raksasa sebelumnya.
Tak hanya para peserta saja yang menghindari Arya karena bau busuknya, bahkan Hewan yang dia temui juga menghindarinya.
Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Arya semakin tak nyaman. Setelah menemukan sungai Arya langsung menceburkan diri dan membersihkan tubuhnya, sampai bau busuk ditubuhnya benar-benar hilang.
Saat Arya selesai membersihkan tubuhnya, tak sengaja dia berpapasan dengan Raka dan teman-temannya yang sedang beristirahat ditepian sungai.
Raka yang melihat kehadiran Arya lalu meletakkan ayam bakar ditangannya, kemudian segera menghampiri Arya yang sedang merapihkan pakaian.
"Kakak..." Dengan ragu-ragu Raka memanggil Arya sambil berusaha mendekati pria tersebut.
Mendengar suara seseorang Arya menoleh dan menemukan kehadiran seorang pemuda tampan yang tidak lain merupakan Raka.
Dari pakaian militer yang dikenakan oleh Raka. Sudah bisa menunjukkan bahwa pemuda itu memiliki jabatan sebagai seorang Komandan pasukan.
__ADS_1
"Kakak? Tuan sepertinya salah orang." Ucap Arya sambil tertawa canggung. Dia mencoba menyangkal dan menghindari Raka.
Mendengar sanggahan Arya membuat Raka tentu tak percaya. Dia yakin prajurit dihadapannya merupakan Arya, apalagi saat dirinya melihat pedang di pinggang prajurit itu yang sangat mirip dengan milik Arya.
"Aku tak mungkin salah. Pedang yang ada di pinggangmu menjelaskan semuanya, Kak." Ucap Raka yang sangat yakin prajurit dihadapannya merupakan Arya.
Senyuman diwajah Arya seketika menghilang setelah dirinya tak bisa berkelit lagi. Arya seketika membisu sambil memandangi Raka yang sudah tumbuh dewasa.
"Mengapa Kakak pergi malam itu dan menghilang? Semua orang terus mencarimu selama ini, apa kau tau itu?" Tanya Raka yang terlihat cemas.
Mendengar pertanyaan dari Raka membuat senyuman kecil tercetak diwajah Arya. "Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk pergi saat itu?" Balas Arya sambil menatap mata Raka dalam-dalam.
"Maafkan aku..." Ucap Raka sambil menundukkan kepala.
Disisi lain Bayu, Angga, dan Satria yang melihat Raka menunduk wajah dihadapan seorang prajurit biasa, merasa penasaran. Ketiganya kemudian menghampiri Raka.
Melihat ketiga rekan Raka datang menghampiri mereka. Arya memutuskan untuk pergi, merasa bahwa dirinya hanya akan dicecar berbagai pertanyaan nantinya.
"Tidak perlu minta maaf. Semua yang kau katakan saat itu memang benar. Aku memang hanya orang pinggiran yang tak pantas bersama orang-orang seperti kalian."
Setelah mengatakan hal tersebut Arya langsung pergi dan Raka hanya bisa diam tanpa berani untuk mencegahnya.
Raka kini benar-benar menyesal dengan ucapannya dulu. Kenapa saat masih kecil dirinya mengatakan hal bodoh seperti itu, pikir Raka.
Perkataan Arya yang menyebut bahwa dia merupakan orang pinggiran. Membuat Raka mengepalkan tangannya, pasalnya dia sekarang tau bahwa Arya merupakan keluarga Kerajaan.
"Hei Raka. Apa yang kau bicarakan dengan pria itu. Kau mengenalinya?" Tanya Bayu penasaran sambil menepuk pundak Raka.
Raka segera menepis tangan Bayu dari pundaknya. "Urus saja masalahmu sendiri..." Balas Raka yang tak mau seseorang ikut campur masalahnya. Dia kemudian berjalan pergi membuat ketiga temannya merasa heran dengan sikap Raka yang tiba-tiba berubah, setelah menemui seorang prajurit yang pangkatnya berada jauh dibawah mereka.
__ADS_1