
Hari silih berganti dan tidak sudah terasa perjalanan rombongan Pasukan Bendera Hitam sudah setengah jalan dari Ibukota Wirabhumi. Hanya tersisa empat hari lagi sebelum mereka tiba untuk memenuhi panggilan Panglima Tertinggi.
Saat ini semua prajurit sedang beristirahat di malam. Beberapa dari mereka terlihat sedang bercanda gurau di dekat perapian dan tenda-tenda yang sudah dipersiapkan.
Arya berjalan menyusuri perkemahan untuk mencari para petinggi yang sejak sore hari tidak kelihatan. Entah mengapa dia merasa bersalah sudah mengabaikan mereka beberapa hari ini.
Pria itu sendiri selama perjalanan sering banyak merenung dan suka menghabiskan waktu sendirian. Bahkan saat Arjuna dan yang lain mencoba berbicara dengan Arya, pria itu selalu hanya menjawab singkat seperti iya dan tidak.
Setelah mencari kesana-kemari Arya tidak kunjung juga menemukan keberadaan mereka. Tetapi dia menemukan Dharma yang sedang mengobrol bersama beberapa prajurit di salah satu perapian.
"Dharma, apa kau melihat Arjuna dan yang lainnya? Aku sudah mencari mereka tapi tak juga mendapatkan petunjuk."
Arya tanpa ragu langsung bertanya kepada Dharma Serigala raksasa yang beberapa waktu lalu menantangnya untuk menguji apakah dirinya layak untuk dilayani atau tidak.
Melihat kedatangan Arya langsung membuat perkumpulan tersebut membenahi diri dan memberikan hormat. Dharma juga melakukan hal yang sama dengan prajurit lainnya.
"Maaf saya juga tidak melihat dan kurang mengetahui keberadaan mereka, Pak! Kalau boleh tau untuk apa Bos mencari mereka?"
Dharma menjawab dengan gugup sekaligus bertanya kembali kepada Arya. Sebenarnya dia mengetahui keberadaan Arjuna dan yang lain dimana sekarang sedang melakukan pertemuan rahasia. Tetapi Dharma sendiri sudah diperintahkan untuk tutup mulut saat ditanya oleh Arya.
Pertemuan rahasia tersebut tidak lain menyangkut sikap Arya yang akhir-akhir ini menjadi lebih pendiam, dan lebih suka menyendiri dari berbaur bersama dengan yang lain.
Mendengar perkataan Dharma barusan, Arya hanya bisa menghela nafas panjang. "Tidak... Aku hanya ingin menitipkan pasukan kepada mereka. Ada hal yang perlu aku di ibukota terlebih dulu, dan terpaksa meninggalkan kalian."
Arya kemudian menjelaskan alasannya ingin melanjutkan perjalanan terlebih dulu kepada Dharma, dimana dirinya ingin melaporkan kedatangan mereka kepada para penjaga.
Dengan pasukan berisi manusia, Siluman, dan Hewan Iblis tentu akan menimbulkan rasa curiga para penjaga gerbang ibukota. Khawatirnya jika kedatangan mereka akan membuat keributan di Ibukota yang saat ini statusnya sedang tidak stabil.
Dharma menganguk paham. Dengan enggan akhirnya dia mengiyakan permintaan dari Arya untuk melanjutkan lebih dulu dan akan menunggu mereka disana.
__ADS_1
Hanya dalam satu kali tarikan nafas sosok Arya langsung menghilang dari perkemahan Pasukan Bendera Hitam. Yang membuat Dharma serta beberapa prajurit terkesima karena tidak bisa mengikuti gerakan pemimpin mereka yang sangat cepat.
Hal ini sudah menunjukkan seberapa mahir Arya dalam menggunakan teknik meringankan tubuh, hingga bisa mencapai titik dimana pembudidaya energi spiritual Alam Menengah tidak mampu mengikuti gerakannya.
Ada hal lain sebenarnya yang ingin Arya lakukan sampai ingin segera sampai di Ibukota Wirabhumi. Hal ini menyangkut kesehatan Raden Wijaya, Raja Kerajaan Brawijaya yang kondisi kesehatan semakin lemah.
Untuk menjalankan rencana awal yang sudah dia buat. Arya masih membutuhkan peran Raden Wijaya untuk memperkuat posisinya serta menstabilkan kondisi Kerajaan Brawijaya yang mulai rapuh dari dalam.
...****************...
Sementara itu para petinggi Kota Madya seperti Arjuna, Wira, Bagaskara, Indera, Gardapati, Putri Amanda, sampai Dierja saat ini sedang berkumpul di dalam hutan yang tidak terlalu jauh dari perkemahan Pasukan Bendera Hitam.
Dierja sendiri saat ini tidak didampingi oleh para pengawalnya. Karena pertemuan kaki ini hanya boleh didengar oleh tertentu saja, bahkan sebenarnya sama sekali tidak ada yang boleh mendengar inti dari pembicaraan ini.
Semua orang yang ada disana saat ini menatap kearah Gardapati. Singa tersebut adalah pencetus ide untuk melakukan pertemuan rahasia tanpa sepengetahuan dari Arya.
Mereka sekarang mulai mencurigai Gardapati yang tampaknya memiliki rahasia besar menyangkut perubahan sikap Arya kepada mereka semua.
Arjuna menatap kearah Gardapati dengan tatapan menyelidik. Singa itu sudah membuat mereka sekarang melakukan pertemuan rahasia dibelakang Arya.
Tentu saja hal ini bisa membuat mereka semua merencanakan pembelotan kepada Arya jika pertemuan rahasia tersebut bocor.
Semua orang memiliki pemikiran yang sama seperti Arjuna. Mereka tidak ingin dianggap sebagai pembelot hanya karena Gardapati mengajak mereka semua untuk berbicara omong kosong.
"Kalian semua sudah sadar bukan jika ada yang salah dengan pemimpin akhir-akhir ini?" Gardapati menghela nafas panjang memikirkan sikap Arya belakang ini.
Tidak perlu dijelaskan lagi, semua orang disana paham dengan maksud perkataan Gardapati. Mereka sendiri khawatir jika sekarang kondisi mental Arya sedikit terganggu akibat menanggung beban sebagai seorang pemimpin di usianya yang masih terbilang sangat muda yaitu 20 tahun.
Dari sekian orang disana, yang paling khawatir dengan perubahan sikap Arya akhir-akhir ini adalah Dierja dan Putri Amanda. Mereka berdua menyadari pola yang ditunjukkan oleh Arya sama seperti 10 tahun lalu.
__ADS_1
"Suasana hati Tuan Arya saat ini tidak stabil dan sepertinya kita sudah melakukan kesalahan." Dierja menyampaikan pendapat.
Mendengar perkataan dari Dierja tentu membuat semua orang kecuali Putri Amanda heran. Sejauh ini mereka sudah melaksanakan tugas sebaik mungkin dan tidak pernah mendengar keluhan dari Arya.
Lantas alasan apa yang membuat pria itu kecewa dengan mereka. Semua orang kemudian mengalihkan pandangan kearah Putri Amanda. Entah mengapa mereka merasa jika wanita itu yang tampaknya menjadi sumber perubahan sikap Arya.
Kecurigaan mereka terhadap Putri Amanda tentu bukan tanpa alasan. Hal ini didasari pada saat Arya selalu menghindari kontak mata dengan wanita itu bahkan menghindarinya secara terang-terangan.
Mendapat tatapan dari semua orang membuat Putri Amanda sedikit tertekan. Bukan karena dia takut kepada mereka, tetapi dia sadar jika memang masalah ini berkaitan dengannya.
Tentu Putri Amanda merasa sesak dan sakit saat belakang ini Arya mengindari dirinya. Padahal malam saat pria itu tiba-tiba memeluk dirinya, dia sudah berpikir hubungan mereka akan menjadi semakin dekat.
Siapa yang menyangka jika kesenangan Putri Amanda hanya bertahan sesaat, dan jarak dan antara dirinya dengan Arya bukannya semakin dekat justru mulai menjadi renggang.
Gardapati yang menyadari jika Putri Amanda sendiri merasa bingung memutuskan untuk membela wanita tersebut agar tidak terus dicurigai oleh semua orang.
Tetapi belum sempat Gardapati melakukan pembelaan untuk Putri Amanda, tiba-tiba Dharma datang ke tempat mereka dengan tergesa-gesa.
"Ada denganmu? Kau terlihat seperti predator yang balik dikejar-kejar oleh mangsanya sendiri." Wira menatap Dharma dengan penuh curiga, sebab tak biasanya teman barunya itu tampak cemas.
Dharma mengatur nafasnya sebelum menjawab. "Bos memutuskan untuk melanjutkan perjalanan seorang diri ke Ibukota, dan meminta kepada kita untuk menggantikannya memimpin Pasukan."
Mendengar perkataan Dharma tentu membuat semua orang terkejut, terutama Dierja dan Putri Amanda yang khawatir jika Arya berbohong dan akan menghilang sama seperti kejadian 10 tahun lalu setelah dibuat kecewa oleh tiga orang, yaitu Nyonya Maharani, Raka, dan ayahnya sendiri.
Gardapati yang paling mengenal sifat Arya diantara semua orang, kemudian mencoba menenangkan rekan-rekannya yang mulai khawatir jika Arya ingin mengasingkan diri dan membuat mereka kehilangan arah.
"Kalian semua tenanglah. Tuan tidak mungkin meninggalkan kita tanpa alasan. Sepertinya ada yang harus segera dia lakukan di Ibukota. Benar begitu Dharma?"
Gardapati menatap Dharma yang membuat saudaranya itu mengangguk dan menjelaskan alasan Arya memutuskan pergi terlebih dulu.
__ADS_1
Penjelasan Dharma langsung membuat semua orang kembali tenang, tetapi mereka menjadi kesal dan menganiaya Serigala berbulu hitam tersebut karena tidak menjelaskannya di awal.