Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Kakak Laki-laki


__ADS_3

Kesadaran Arya perlahan mulai hilang dan dia dibawa menuju sebuah tempat yang sangat indah. Tempat itu seperti duplikat surga yang selama ini di impi-impikan oleh semua makhluk hidup.


"Dimana ini?" Arya merasa heran melihat tubuhnya yang tembus pandang dan melayang-layang seperti layaknya seorang arwah tanpa tubuh.


Pandangan Arya kemudian tertuju kearah seorang anak laki-laki berambut Perak yang tampak berusia 5 tahun sedang berlarian di taman sambil tertawa bahagia layaknya anak kecil pada umumnya.


"Kau tak bisa menakapku Kakak!" Seru anak laki-laki itu yang sedang di kejar oleh seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berambut hitam dari belakang.


"Jangan lari-lari atau kau akan jatuh nanti! Ayah sudah meminta kita untuk segera kembali!" Ucap anak berambut hitam yang merupakan kakak dari anak laki-laki berusia 5 tahun itu.


Benar saja tak berselang lama anak berambut Perak itu terjatuh setelah tergelincir dahan pohon. Mata anak itu menjadi sembab kemudian langsung menangis.


Melihat adiknya yang menangis anak laki-laki berambut hitam kemudian segera membantu dan memeriksa keadaan anak berambut perak itu.


"Dimana yang sakit?" Tanya anak berambut hitam yang langsung dibalas oleh adiknya dengan menunjukkan luka berdarah pada bagian lutut.


Asap hitam muncul dari telapak tangan anak berambut hitam dan membalut luka adiknya. Hanya dalam kurun waktu 5 detik luka tersebut langsung sepenuhnya hilang tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


"Lainkali jangan berlarian seperti itu lagi. Apa kau mengerti?" Anak berambut hitam tampak sangat khawatir dengan adiknya meski lukanya sudah sembuh.


"Aku mengerti... Maaf sudah membuatmu khawatir, Kak..." Balas anak berambut perak sambil menundukkan kepala.


Anak berambut hitam tersenyum kecil dan mengacak-acak rambut adiknya. Dia kemudian menggendong adiknya dibelakang punggung untuk menghiburnya agar tidak terus menerus murung.


Disisi lain Arya yang sedari awal menyaksikan adegan tersebut entah mengapa merasa sangat familiar seolah dia pernah mengalaminya. Dia juga merasa penasaran dengan asap hitam yang dikeluarkan oleh anak tertua sebelumnya.


"Asap hitam apa itu tadi. Mengapa bisa menyembuhkan luka dengan sangat cepat?" Arya bertanya-tanya sambil memperhatikan dua anak kecil itu yang berjalan menuju suatu tempat.


Anak kecil berambut perak tampak sangat senang saat digendong oleh kakaknya. Sementara sang kakak juga merasa senang saat melihat adiknya tertawa lepas.


"Asap tadi merupakan kemampuan bawaan anak itu. Efek asap itu bisa menyembuhkan segala luka serius entah itu fisik maupun jiwa makhluk hidup."

__ADS_1


"Tetapi asap hitam itu juga bisa membuat makhluk hidup yang tak sengaja menyentuhnya. Sekali lagi efeknya tergantung keinginan anak itu sendiri."


Naga Perak menjawab rasa penasaran Arya saat melihat kemampuan spesial milik anak kecil berambut hitam tadi. Bisa dibilang kemampuan itu ada sisi baik dan buruknya.


Mendengar penjelasan dari Naga Perak, Arya hanya mengangguk pelan. Tetapi dia penasaran mengapa Naga Perak bisa mengetahui kemampuan anak kecil itu secara detail.


"Bagaimana kau bisa mengetahui kemampuan anak itu. Aku lihat kau cukup familiar dengan anak itu seolah memiliki hubungan dekat?"


Arya mengangkat sebelah alisnya mencurigai jika Naga Perak memiliki hubungan khusus dengan kedua anak itu sampai bisa mengetahui kemampuan mereka secara detail.


Naga Perak tertawa membenarkan kecurigaan Arya jika dia mengenal kedua anak itu. "Tentu saja aku mengenal anak itu, karena dia sendiri merupakan kakakku atau lebih tepatnya kakak kita berdua."


Mendengar perkataan Naga Perak sontak saja membuat Arya terkejut bukan main. Dia sendiri tidak begitu mempercayai Naga Perak yang selalu mengatakan bahwa mereka merupakan satu bagian.


Tetapi Arya sedikit tertarik jika memang anak berambut hitam itu adalah kakaknya, maka anak berambut perak tidak lain merupakan dirinya sendiri. Dia juga merasa memiliki kemiripan dengan anak berambut perak, yang mengingatkan dengan dirinya saat berusia 5 tahun.


Arya kemudian mengikuti kedua anak kecil itu dan terkejut saat melihat seorang pria yang tampak berusia 70 tahun yang pernah dia temui dua kali.


Arya bertanya kepada Naga Perak tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Tetapi makhluk tersebut tidak memberi jawaban dan hanya memintanya untuk terus menyaksikan setiap kejadian yang sedang dia lihat.


Kejadian demi kejadian kemudian Arya saksikan dimana kedua anak kecil itu mulai menjadi dewasa sepanjang waktu. Dia juga menyaksikan latihan dan kemampuan mereka yang berada diluar akal sehat.


Contoh kemampuan yang membuat Arya menganga adalah saat kedua anak tersebut bisa menghancurkan sebuah planet hanya dengan sekali pukul saja.


Planet-planet yang mereka hancurkan tentu saja memiliki kehidupan di dalamnya. Artinya secara tidak langsung kedua anak itu sudah melakukan genosida yang menewaskan miliaran makhluk hidup.


"Sial! Apa memang benar ada makhluk hidup seperti mereka?!" Arya tidak ingin percaya tetapi semua kejadian yang dia terasa sangat nyata dan mustahil jika semua ini hanyalah tipuan semata.


Kejadian mulai berlanjut dimana Arya melihat hubungan antara kakak-beradik itu perlahan mulai menjadi renggang dari yang sebelumnya sangat akur dan terbuka satu sama lain.


Arya sendiri menyadari sumber perselisihan diantara kedua anak itu yang dipicu oleh sang kakak yang merasa cemburu dengan sikap ayah mereka yang selalu memberikan perhatian lebih ke sang adik.

__ADS_1


Puncaknya sang kakak kemudian mulai sering melakukan pembantaian di setiap planet dan perlahan jiwanya mulai terjerumus kedalam lubang kejahatan.


Setelah ribuan tahun menebar ketakutan di penjuru alam semesta, sang kakak kemudian menemukan planet yang menjadi targetnya yaitu Dunia Kultivator.


Melihat ada makhluk bernama Iblis yang selalu ditindas oleh makhluk lainnya sampai membuat mereka di asingkan ke sebuah Benua dengan sumber daya minim. Sang kakak atau Naga Hitam kemudian memutuskan untuk menjadikan bangsa Iblis sebagai kelinci percobaan.


Naga Hitam mulai mendekatkan diri dengan Bangsa Iblis dan mengajarkan mereka cara untuk menjadi kuat agar tidak ditindas lagi oleh makhluk hidup kain di Dunia Kultivator.


Setelah puluhan ribu tahun Bangsa Iblis mulai bisa membangun kekuatan mereka dari awal dan balik menyerang makhluk hidup lain untuk membalas dendam sekaligus mengambil alih Benua Nusantara yang kaya dengan sumber daya alam.


Melihat kelakuan salah satu putranya yang dirasa sudah bertindak terlalu jauh. Pria tua kemudian mengirim Naga Perak untuk memberi peringatan kepada Naga Hitam agar tidak menimbulkan kerusakan lagi.


Naga Perak tentu setuju karena sebenarnya merasa tindakan yang dilakukan oleh Kakaknya sudah melenceng terlalu jauh.


Dia kemudian turun ke Dunia Kultivator dan mulai membantu makhluk hidup yang meninggali Benua Nusantara sebelumnya, lalu memukul mundur Bangsa Iblis kembali ke Benua nya sendiri.


Selama melakukan pekerjaannya Naga Perak tanpa sadar mulai masuk ke dalam lubang hitam yang sama seperti Naga Hitam. Dia kemudian mulai melakukan genosida ke semua makhluk hidup yang ada di Dunia Kultivator hanya untuk memuaskan hasratnya saja.


Naga Perak juga sempat melawan Naga Hitam dan tentu dengan segala keistimewaan yang diberikan oleh ayah mereka. Naga Perak jauh unggul dibandingkan kakaknya.


Sampai pada akhirnya Naga Perak berhasil membuat cidera serius kepada Naga Hitam disalah satu pertarungan mereka, hingga membuat Kakaknya harus bersembunyi untuk memulihkan diri.


Melihat satu anaknya lagi justru menjadi lebih gila. Pria tua pada akhirnya memutuskan untuk turun tangan langsung, dan menyegel Naga Perak memisahkan jiwa putranya tersebut ke Dunia lain.


Mengetahui jika sang adik sudah disegel oleh ayah mereka. Naga Hitam tentu merasa senang dan memerintahkan semua anak buahnya yaitu Bangsa Iblis untuk kembali menginvasi Benua Nusantara.


Pria tua tentu tidak tinggal diam dan kali ini menciptakan Hewan Surgawi seperti Baduga Maharaja serta saudara-saudaranya yang lain untuk menggagalkan rencana Naga Hitam.


Dalam menciptakan Baduga Maharaja dan Hewan Surgawi lainnya. Pria tua hanya memberikan sedikit kekuatan saja kepada mereka, karena khawatir jika mereka akan jatuh kedalam jurang yang sama seperti Naga Hitam dan Naga Perak.


Pria tua juga merasa khawatir kepada dua putranya yang memiliki kemampuan diluar akal sehat makhluk hidup lainnya, terutama Naga Perak yang saat itu memiliki kekuatan yang hampir mengimbangi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2