Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Kekasih? Jangan Bercanda...


__ADS_3

Belasan Hewan Iblis dari spesies Hyena mulai menerkam tubuh Arya dengan ganas. Tidak hanya Hyena beberapa jenis pengerat seperti tikus seukuran kucing dewasa, mulai mengerumuni tubuh Arya dan mencari celah untuk melukai pria tersebut.


Dikerumuni belasan hewan pengerat membuat Arya kesulitan bergerak dan pandangannya berkurang akibat para tikus, yang memasukkan tangan kecil mereka kedalam lubang mata pada pelindung kepalanya.


Arya sebisa mungkin menyingkirkan kawanan tikus ditubuhnya kemudian melemparkan mereka ke sembarang arah. Saat kawanan tikus berhasil disingkirkan, Arya mengalirkan energi spiritual kedalam pedangnya.


Tulisan aksara berbahasa sansekerta pada bilah pedang menyala berwarna putih. Asap hitam kemudian muncul disekitarnya yang merupakan perwujudan dari aura kematian sangat pekat.


Boomm!!!


Dengan kuat Arya menancapkan pedang membuat retakan pada permukaan tanah. Suara dentuman keras terdengar sangat nyaring. Cincin semburan Api Putih muncul tepat saat Arya menancapkan pedangnya.


Puluhan Hewan Iblis yang berada dalam jangkauan semburan Api Putih harus menerima akhir dari perjalanan hidup mereka. Begitu terkena sambaran Api Putih semua Hewan Iblis itu langsung lenyap menjadi butiran debu.


Arya mengatur nafasnya yang memburu. Meski sudah memiliki kualitas dan tubuh yang kuat, tetap saja Arya masih bisa merasakan lelah apalagi saat ini energi kehidupannya belum sepenuhnya pulih.


Pandangan Arya kemudian tertuju kearah ratusan Hewan Iblis yang berlari menuju tempatnya. Arya tersenyum kecil saat melihat ekspresi kawanan Hewan Iblis sangat marah kepadanya, setelah membunuh teman-teman mereka.


Saat Arya sudah bersiap menyambut gelombang serangan kedua yang berjarak kurang dari 100 meter dari tempatnya. Tiba-tiba sebuah bola api jatuh dari langit menghantam beberapa Hewan Iblis.


Arya mendongak keatas dan menemukan belasan bahkan puluhan bola api jatuh dari atas langit seperti sebuah meteor, kemudian menghantam gelombang serangan Hewan Iblis dengan brutal dan menghasilkan dentuman kerasa berulang-kali.


Dari arah belakang tiba-tiba Arya dikejutkan dengan pasukan berkuda yang melewatinya menerjang kearah kawanan Hewan Iblis. Saat menoleh kebelakang, Arya bisa melihat pasukan dari Kota Madya mulai berdatangan untuk membantunya.


"Hancurkan mereka semua jangan biarkan satupun lolos dan memasuki kota!" Suara Bagaskara terdengar lantang saat memimpin pasukan digaris terdepan.

__ADS_1


Mendengar perkataan Bagaskara semua prajurit berseru lantang dan menguatkan mental mereka untuk menghadapi ribuan Hewan Iblis. Tentu mereka menyadari para Hewan Iblis itu lebih kuat baik secara fisik maupun ranah Kultivasi.


Meski mengetahui bahwa mereka kalah dari segi jumlah dan kekuatan. Para prajurit yang berasal dari kalangan petani dan baru dilatih selama tiga bulan, mereka tidak memiliki pilihan lain. Kini hanya ada hidup atau mati, mereka tentu tidak perduli jika mati, sebab siapa lagi kalau bukan mereka yang melindungi orang-orang didalam kota.


Pasukan kavaleri yang dipimpin oleh Bagaskara kemudian menerjang langsung gelombang serangan Hewan Iblis menggunakan tombak-tombak ditangan mereka.


Dentuman keras terdengar ketika kubu pasukan Kota Madya bertemu dengan kubu Hewan Iblis. Dentingan pedang dan suara teriakan terdengar dari berbagai arah ditengah pertempuran.


Fajar disisi lain tidak turun langsung ke medan pertempuran. Dia tetap berada di tembok kota memimpin pasukannya yang bertugas melemparkan bola api.


Didalam tembok kota terlihat banyak prajurit mulai mempersiapkan amunisi. Bola berduri besi dilumuri minyak dan dibakar kemudian ditempatkan pada sebuah alat berupa ketapel khusus, lalu dilempar kearah medan pertempuran sesuai instruktur yang diberikan oleh Fajar.


Saat Arya menyaksikan pertempuran tiba-tiba dia terkejut saat seorang wanita cantik menerjang dan memeluk tubuhnya dari belakang hingga membuatnya kehilangan keseimbangan lalu terjatuh.


"Dasar bodoh kenapa kau melakukan semua itu kepadaku, aku pikir kau tidak akan pernah bangun lagi..." Putri Amanda menangis tersedu-sedu sambil memukul dada Arya berulangkali.


Perasaan Putri Amanda campur aduk ketika melihat Arya sudah sadarkan diri. Dia merasa marah, putus asa, dan bahagia memeluk tubuh Arya. Meski zirah milik Arya kotor terdapat noda darah, Putri Amanda tidak perduli dan hanya ingin meluapkan semua beban yang dia tanggung kepada Arya.


Arya tertegun melihat Putri Amanda menangis dan mengeluh kepadanya. Dia tidak mampu berkata-kata dan hanya bisa menepuk punggung wanita cantik itu untuk memberikan ketenangan.


"Lihat siapa yang baru muncul setelah menghilang selama tiga bulan." Arjuna tertawa ringan menghampiri Arya sambil membawa sebuah busur ditangannya.


Wira yang membawa pedang menganggukkan kepala dan senyuman tulus terukir diwajahnya. Sangat jarang melihat Wira tersenyum dan biasanya hanya memasang ekspresi dingin diwajahnya, karena masih terbayang dengan kematian putri dan istrinya 15 tahun lalu.


"Kita sedang bertempur disini. Lebih baik kalian melakukan reuni sebagai sepasang kekasih setelah kembali nanti." Ucap Wira sambil berjalan kearah medan pertempuran.

__ADS_1


Putri Amanda sebenarnya ingin marah kepada Arjuna dan Wira yang mengganggu waktunya bersama Arya. Tetapi saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Wira diam-diam wajah Putri Amanda menjadi memerah dibalik cadar transparannya.


Disisi lain Arya merasa heran saat Arjuna mengatakan jika dirinya sudah menghilang selama tiga bulan, padahal dirinya jelas hanya sebentar mengunjungi Naga Perak di alam bawah sadar selama.


"Kau berhutang penjelasan kepadaku." Suara Arya terdengar penuh rasa penasaran, sambil menatap Putri Amanda yang menganggukkan kepala.


"Baik aku mengerti, tetapi kau juga berhutang penjelasan kepadaku." Balas Putri Amanda dengan suara pelan dan terdengar lembut.


Putri Amanda kemudian menyingkir dari atas tubuh Arya dan membantu pria itu bangkit. Setelah memberikan senyuman kecil, Putri Amanda kemudian berjalan melewati Arya menuju medan pertempuran.


Tatapan lembut dan senyuman hangat penuh kasih sayang langsung menghilang dari wajah Putri Amanda, dan berubah menjadi sedingin es.


Putri Amanda saat ini memiliki satu tujuan yaitu menghabisi gelombang serangan Hewan Iblis dengan cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama Arya.


Disisi lain Arya memandangi siluet Putri Amanda yang perlahan menjauh. Benar, sama seperti Putri Amanda, Arya juga memikirkan kalimat terakhir yang diucapkan oleh Wira.


"Ada-ada saja.." Arya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala menyadari Wira dan yang lain salah paham tentang hubungannya dengan Putri Amanda.


Siapa laki-laki yang tidak menyukai keindahan. Arya masih normal dan menyukai hal semacam itu. Putri Amanda memiliki kecantikan Surgawi, tentu Arya tempat khusus untuk wanita itu didalam dirinya.


Tanpa kebanyakan orang menyadari begitu juga Putri Amanda. Sejak pertamakali mereka bertemu dan melakukan kontak mata, diam-diam Arya selama memikirkan kejadian itu.


Namun kini dirinya hanya seorang pengawal dan di tambah beban berat untuk menyatukan Kerajaan-kerajaan di Benua Nusantara. Arya merasa menjalin hubungan dengan lawan jenis saat ini bukan waktu yang tepat, apalagi dia tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Putri Amanda tentangnya.


Putri Amanda sudah dibawa menuju Kerajaan Brawijaya sejak usia sangat muda dan tentu menyimpan dendam besar untuk Kerajaan ini serta masyarakatnya. Jika sampai Putri Amanda mengetahui bahwa Arya merupakan pangeran Kerajaan Brawijaya, entah apa konflik yang akan terjadi saat itu.

__ADS_1


__ADS_2