Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Iblis Hati


__ADS_3

"Bagaimana dengan orang-orang yang kemarin aku minta untuk datang. Apa Anda sudah memberi undangan terbuka untuk mereka, Tuan Deswara?"


Arya bertanya sambil menatap kearah seorang pria berusia awal 50-an.


Deswara menghela nafas pelan sambil menggelengkan kepala. Dari raut wajahnya sudah terlihat bahwa dia membawa berita buruk untuk Arya yang mengharapkan kehadiran para pemberontak tersebut.


"Saya sudah memberi undangan untuk mereka sesuai dengan apa yang Anda minta, Jenderal. Tetapi sayangnya mereka tidak mengindahkan sama sekali."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Deswara, tiba-tiba pena ditangan Arya patah. Suara patahan yang dihasilkan seketika membuat semua orang terkejut.


Putri Amanda yang berdiri disamping Arya kemudian memberikan baru kepada pria itu, saat melihat Arya menjulurkan tangan meminta pena baru untuk menggantikan yang sudah patah.


"Sebelumnya aku sudah berpikir untuk mencoba berbicara baik-baik dengan mereka, dan mendengarkan secara langsung keluhan mereka. Tetapi apa ini jawaban yang mereka berikan kepadaku?"


Arya tersenyum menulis dekrit perintah kepada pasukannya untuk mengurus beberapa orang yang sudah dicurigai ingin melakukan pemberontakan kepadanya.


Berapa dana yang sudah dia habiskan untuk membangun ulang Kota ini, dan berusaha membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Tetapi justru pemberontakan yang mereka berikan, tentu Arya tidak bisa menerimanya lagi.


Rencana untuk membuat pijakan pertama di Kerajaan Brawijaya tidak boleh gagal. Arya sudah melangkah sejauh ini dan memiliki pasukannya sendiri. Sekelompok tikus pengganggu tidak akan bisa menghalangi ambisinya.


Mendengar perkataan Arya semua orang langsung paham suasana hati Jenderal muda itu sedang tidak baik-baik saja. Mereka tentu saja paham mengapa Arya bersikap demikian.


Semua dana pembangunan murni berasal dari kantong milik Arya dan tidak sepeserpun dia menerimanya dari pihak Kerajaan. Tentu saja wajar jika Arya merasa kesal menghadapi beberapa orang yang tidak tau diri sudah dibantu olehnya.


Putri Amanda kemudian menerima gulungan dekrit yang diberikan oleh Arya. Setelah melihat sekilas isinya, Putri Amanda tak bisa menyembunyikan senyumannya.

__ADS_1


Dekrit tersebut kemudian Putri Amanda berikan kepada Arjuna yang bertanggung jawab atas kepemimpinan pasukan Bendera Hitam mewakili Arya.


Begitu membaca isi dekritnya, Arjuna langsung mengangguk paham dan terlihat percikan niat membunuh dimatanya. Sudah lama Arjuna mengharapkan Arya bertindak lebih tegas kepada orang yang tak sepaham dengannya, begitupun dengan yang diharapkan oleh semua orang.


Para petinggi sebenarnya menyukai bagaimana Arya melakukan semua orang dengan sangat baik. Tetapi tentu pria itu juga harus bersikap tegas dan tidak selamanya harus lunak.


Semua orang kemudian bubar meninggalkan ruangan untuk menyelesaikan tugas mereka, menyisakan Arya dan Putri Amanda saja diruangan tersebut.


"Bolehkah aku ikut dengan mereka?" Putri Amanda bertanya dengan sangat antusias, berharap dia diberi izin untuk ikut ambil andil dalam tugas yang diberikan oleh Arya kepada para pasukan Bendera Hitam.


Dalam dekrit perintah yang diberikan oleh Arya. Tertulis bahwa dia memerintahkan secara langsung pasukan Bendera Hitam untuk melakukan penangkapan terhadap kelompok pemberontak, dan mengadili mereka didepan umum.


Mendengar dekrit ini jelas membuat keinginan Putri Amanda untuk melakukan penyiksaan menggebu-gebu. Dia sangat menyukai saat melihat seseorang menjerit kesakitan dibawah penyiksaan yang dia berikan.


"Mana mungkin aku membiarkanmu ikut dalam acara ini. Biarkan Arjuna dan yang lain mengurusnya. Lagipula aku sudah tau apa yang kau inginkan."


Mendengar penolakan Arya seketika senyuman jahat diwajah Putri Amanda menghilang. Wanita cantik itu kemudian berdecak kesal dan memalingkan wajah dari Arya.


Arya meregangkan tubuhnya setelah mengerjakan beberapa dokumen. Melihat Putri Amanda yang kesal membuatnya merasa sedikit terhibur.


"Aku ingin berterimakasih kepadamu sudah menggantikan posisiku selama tiga bulan terakhir." Arya tersenyum kecil dan mengatakan rasa terimakasih secara tulus.


Melihat Arya berterimakasih atas pekerjaan yang sudah dia lakukan. Putri Amanda tersenyum penuh percaya diri dan jelas mengharapkan sesuatu untuk imbalannya.


"Tentu, tidak masalah. Jadi apa yang ingin kau berikan kepadaku?" Meski Putri Amanda tulus mengerjakan tugas milik Arya, tetapi dia masih seorang wanita yang mengharapkan imbalan spesial dari pria itu.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Arya memikirkan imbalan apa yang harus dia berikan kepada Putri Amanda. Ini pertamakalinya untuk Arya harus memberi hadiah untuk seorang wanita, dan dia sama sekali belum pernah memikirkan hal semacam ini sepanjang hidupnya.


"Entahlah aku tidak bisa memutuskannya. Bagaimana jika kau sendiri yang memintanya secara spesifik kepadaku. Tentu aku akan mengabulkannya jika masih dalam jangkauanku."


Arya benar-benar sudah kehabisan akal dan tidak tau harus memberi hadiah apa untuk Putri Amanda. Jadi dia berpikir agar wanita itu saja yang memintanya secara langsung.


Mendengar perkataan Arya, secara tiba-tiba Putri Amanda berjalan mendekat dan duduk dipangkuan pria itu. Hal ini jelas membuat Arya terkejut dan merasa gugup.


"Kalau begitu sebagai hadiahnya. Bagaimana kalau kau mengatakan alasanmu nekat menolongku sejauh itu sampai membahayakan nyawamu sendiri?"


Putri Amanda menatap mata Arya secara langsung. Wajah mereka kini benar-benar hanya terpaut dua jengkal saja, membuat keduanya bisa merasakan hembusan nafas, aroma tubuh, dan kehangatan satu sama lain.


"Baik aku akan menjelaskannya kepadamu. Tetapi sebelum itu, apa kau bisa menyingkir terlebih dulu dariku. Bagaimana jika ada orang yang melihat posisi kita saat ini?"


Arya menjadi sangat gugup dan memalingkan wajahnya yang sedikit memerah dari Putri Amanda. Sensasi kedekatan ini sudah membuat darah Arya mendidih, dan dia berusaha menahan sesuatu yang tidak sepatutnya bangkit saat ini.


Melihat raut wajah tersipu Arya, Putri Amanda tersenyum kecil dan berusaha menahan diri agar tidak terbawa suasan. Sekarang dia ingin membalas perlakuan pria yang selama ini jarang memberinya perhatian.


"Aku tidak masalah jika seseorang melihat posisi kita saat ini dan salah paham. Sekarang aku ingin mendengar jawaban darimu. Kau tidak akan lari seperti pengecut setelah mengatakannya, bukan?"


Putri Amanda tersenyum kecil dan menyandarkan kepalanya didada Arya sambil sesekali menghembuskan nafas kearah leher pria itu. Melihat seberapa kuat Arya tetap bersikap acuh seolah tidak perduli dengan keindahan dihadapannya.


Arya menggigit bibirnya sampai berdarah mencoba mengalihkan keinginan terliarnya sebagai seorang pria sejati. Dia seorang pria beradap dan tidak mungkin menyerang seorang Putri dari Kerajaan lain yang seharusnya dia jaga.


"Lepaskan saja keinginanmu. Tunjukkan siapa pemimpin yang sebenarnya dihadapan wanita itu. Jangan mau diintimidasi dan jadilah pria sejati..." Bisik Gardapati yang berusaha memerankan sosok Iblis hati.

__ADS_1


Melihat Arya yang masih berusaha menahan diri dihadapan keindahan sejati. Gardapati merasa tuannya terlalu kaku. Padahal dilihat dari manapun Putri Amanda sudah memberi kode keras kepada Arya untuk mengklaim dirinya.


__ADS_2