Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Kota Bambu


__ADS_3

Sebelas tahun kemudian. Di pedalaman hutan yang belum pernah terjamah oleh manusia. Seorang pemuda terlihat bermeditasi dibawah guyuran air terjun.


Pemuda itu tidak lain merupakan Arya yang sudah tumbuh dewasa.


Dalam sebelas tahun ini, Arya menghabiskan waktunya untuk memperkuat basis kultivasinya dan kualitas tulang Naga miliknya.


Untuk memenuhi sumber daya yang dibutuhkan. Arya menanam benih sumber daya sendiri yang ditinggalkan oleh mendiang gurunya, dan menggunakan teknik khusus untuk mempercepat pertumbuhan bibit yang sudah dia tanam.


Selain menanam benih. Arya juga mencari sumber daya yang tumbuh dihutan. Tak jarang Arya melawan Hewan Iblis mulai dari Ranah Penyempurnaan Roh sampai Ranah Kaisar. Arya menjadikan Hewan Iblis sebagai lawan sparing, dan memanfaatkan kristal serta daging mereka sebagai tambahan, untuk meningkatkan kualitas tulang dan ranah kultivasinya.


Arya membuka mata melepaskan sebagian kecil Aura Naga sampai membuat setiap hewan yang berada dalam radius 3 kilometer langsung menjauh ketakutan.


"Persiapanku sekarang sudah matang setelah sebelas tahun. Saatnya melakukan rencana selanjutnya." Ucap Arya sambil mengepalkan tangannya.


Arya cukup merasa puas setelah melatih dirinya sendiri selama sebelas tahun. Sekarang kultivasi Arya berada pada Ranah Bumi lapisan ke-7. Dia juga sekarang memiliki kualitas tulang Emas, dan sudah mendapatkan 40 sisik Naga.


Kitab beladiri yang sudah di berikan oleh ketiga gurunya, Arya sekarang sudah menghafal semua isinya. Hanya satu Kitab saja yang belum pernah Arya pelajari, yaitu Kitab beladiri Naga Perak.


Untuk saat ini Arya masih belum mau menyentuh Kitab bersampul putih itu, meski sosok Naga Perak didalam tubuhnya sudah menyuruh untuk segera mempelajari Kitab beladiri tersebut.


Setelah melewati hari bersama selama sebelas tahun, hubungan Arya dengan sosok Naga Perak sedikit membaik. Meskipun Arya sendiri belum bisa mempercayai sosok tersebut.


Arya bangkit dari atas batu besar yang biasa digunakan olehnya untuk duduk. Tato segel dan kristal didada Arya sekarang sudah tidak dapat dilihat lagi, usai dirinya menggunakan teknik ilusi untuk menyembunyikannya.


Setelah mengemasi barang-barangnya, Arya kemudian pergi meninggalkan tempat yang sudah menemaninya selama sebelas tahun lamanya.

__ADS_1


Arya sekarang berencana mengunjungi desa atau kota terdekat untuk mendapatkan informasi di Kerajaan Brawijaya selama dirinya mengasingkan diri.


Saat menggunakan teknik meringankan tubuh Arya dapat melesat jauh lebih cepat dari beberapa tahun yang lalu. Peningkatan kualitas tulang yang sudah Arya raih, menjadi faktor utama mengapa dia bisa menggerakkan tubuhnya lebih leluasa dadi sebelumnya.


Hanya dalam waktu setengah hari Arya bisa melihat sebuah kota padat penduduk. Papan bertuliskan Kota Bambu terpampang jelas diatas gerbang kota.


Melihat antrian para pedagang dan pendatang yang sangat panjang. Arya memutuskan untuk menyelinap masuk karena tak ingin menunggu berjam-jam dan berurusan dengan para prajurit.


Setelah berhasil menyelinap masuk, Arya keluar dari gang kecil dan menuju sebuah tempat makan yang sudah biasa ramai dengan para pendekar.


Kedatangan Arya ditempat makan tersebut membuat perhatian beberapa pendekar tertuju kearah pintu masuk. Melihat penampilan Arya yang mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa sebilah pedang dipunggung, membuat beberapa orang yang melihatnya berpikir Arya merupakan pendekar tanpa nama, yang biasa melakukan pekerjaan bebas dan tidak terikat oleh pihak manapun.


Samar-samar aura membunuh milik Arya membuat semua orang yang merasakannya, langsung mengerti kalau pria itu tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Arya kemudian duduk memesan minuman dan makanan terbaik yang ada disana, sambil mendengarkan obrolan dari setiap pendekar.


Teman dari pendekar itu mengangguk pelan sambil mengunyah makanannya. "Wajar saja, setelah para pembunuh bayaran mereka berhasil menyingkirkan Putra Mahkota. Membuat nama mereka melambung tinggi."


Kedua pendekar itu tiba-tiba terkejut saat mendengar suara sumpit patah dari seorang pemuda yang duduk berdekatan dengan mereka.


Raut wajah Arya menjadi sedikit kesal usai mendengar percakapan dua pendekar disebelahnya. Meski dia belum pernah bertemu dengan Pangeran Mahkota yang merupakan kakeknya, entah mengapa saat Arya mendengar berita pembunuh kakeknya membuat dirinya merasa kesal.


"Permisi, apa Tuan-tuan bisa menceritakan kejadian pembunuh Putra Mahkota kepadaku?" Tanya Arya sambil meletakkan sejumlah uang diatas meja kedua pendekar tersebut.


Melihat jumlah uang yang diberikan oleh Arya terbilang cukup banyak. Kedua pendekar tersebut dengan senang hati menceritakan kejadian yang sudah didengar oleh banyak orang kepada Arya.

__ADS_1


3 tahun lalu saat Pangeran Mahkota sedang melakukan perjalanan menuju kota lain. Informasi perjalanan Pangeran Mahkota diketahui oleh pihak Rumah Mawar Hitam yang sudah menempatkan beberapa anggota mereka sebagai mata-mata.


Mengetahui pengamanan Pangeran Mahkota yang saat itu lemah, pihak Rumah Mawar Hitam langsung memerintah anggota mereka untuk melakukan penyergapan dan berhasil membunuh Pangeran Mahkota Kerajaan Brawijaya.


Hal itu sengaja dilakukan oleh pihak Rumah Mawar Hitam untuk meningkatkan pamer mereka yang perlahan mulai turun, dan menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kekuatan, meski beberapa anggota mereka dulu sudah dibantai habis saat ingin melenyapkan Dierja berserta seluruh keluarganya.


Setelah mendengar cerita tersebut Arya berterimakasih kepada kedua pendekar tersebut. Arya kemudian meletakkan sejumlah uang diatas meja untuk membayar pesanannya, sebelum pergi meninggalkan tempat makan tersebut.


"Rumah Mawar Hitam..." Arya tersenyum kecil dan memasukan Asosiasi pembunuh bayaran tersebut kedalam daftar hitamnya.


Arya tak ingin buru-buru untuk menghapus nama Rumah Mawar Hitam dari catatan sejarah. Dia masih harus menjalankan rencana awalnya untuk mendapatkan dukungan semua orang dimasa depan.


****


Sementara itu di Ibukota Kerajaan Brawijaya. Didalam sebuah ruangan yang terdapat di Asosiasi Perak seorang wanita cantik membuka matanya.


Nyonya Maharani tersenyum kecil saat dapat merasakan kehadiran Arya setelah sebelas tahun menghilang. Penasaran dengan penampilan Arya saat ini, Nyonya Maharani kemudian mencari keberadaan pria itu menggunakan teknik pengelihatannya.


Setelah menemukan keberadaan pria yang telah lama dia cari. Nyonya Maharani tertegun saat melihat penampilan Arya yang sudah berubah menjadi seorang pemuda gagah dan tampan.


Nyonya Maharani tiba-tiba terkejut saat Arya menyadari teknik pengelihatannya yang memanfaatkan pengelihatan seekor laba-laba.


Meski lewat perantara seekor laba-laba, Nyonya Maharani menelan ludahnya saat tatapannya bertemu dengan mata merah darah milik Arya yang menatapnya dalam-dalam.


Dengan liar mata Nyonya Maharani mulai menyusuri rahang, leher, dan lekukan otot tubuh Arya yang membuatnya semakin kagum akan pertumbuhan pria tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba Arya kembali membuat teknik pengelihatan dan presepsi milik Nyonya Maharani tak bisa melacak keberadaan lagi. Hal itu jelas membuat Nyonya Maharani terkejut, namun bukannya kesal Nyonya Maharani justru diam-diam merasa senang karena dapat melihat Arya yang masih hidup.


"Kota Bambu... Baiklah, lakukan saja apa yang kau mau disana. Aku akan menunggumu disini..." Nyonya Maharani tersenyum kecil membuat pelayanannya menjadi heran.


__ADS_2