Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Pandangan beberapa pejalan kaki sekarang banyak terfokus kearah seorang pria dan wanita yang jalan berdampingan layaknya pasangan normal pada umumnya.


Tetapi hal yang membuat mata beberapa pejalan kaki terkunci kearah dua sejoli itu, karena wanita yang ada disana merupakan Walikota mereka sendiri dan terlihat seolah sedang berkencan dengan seorang pria di sampingnya.


Melihat Walikota yang jarang keluar dan selalu memberikan tatapan dingin. Bahkan wanita itu tidak pernah menyentuh orang secara langsung, kini justru melekat seperti perangko kepada seorang pria tentu membuat semua orang dibuat terheran-heran.


Beberapa pejalan kaki bahkan sampai tersandung karena tidak memperhatikan jalan dan fokus melihat pemandangan yang sangat langka ini.


Mereka heran bagaimana pria itu bisa mendekati Walikota, padahal sebelumnya jika ada yang berani menggoda wanita itu akan langsung menghilang dan keesokan harinya sudah ditemukan tewas.


Disisi lain Arya yang terus mendapat tatapan dari semua orang mulai merasa tidak nyaman. Jujur dia ingin menjaga jarak dengan Putri Amanda yang merangkul lengannya, karena dirinya sadar jika wanita itu merupakan sumber semua perhatian ini.


Sebenarnya Arya sudah beberapa kali mencoba secara halus ingin melepaskan lengannya dari rangkulan Putri Amanda. Tetapi setiap kali dia melakukannya, wanita itu justru semakin mengencangkan rangkulannya seolah tidak ingin membiarkan dirinya pergi.


Putri Amanda sendiri menyadari bahwa Arya mulai merasa tidak nyaman dengan semua perhatian yang mereka terima. Namun dia tidak memiliki pilihan lain karena beberapa wanita terus memperhatikan pria itu.


Tidak ingin semua wanita itu mendekati Arya, Putri Amanda dengan sengaja menunjukkan kedekatan mereka untuk membuat para wanita itu sadar jika pria tersebut adalah miliknya.


Salah satu sifat wanita pada umumnya yang tidak ingin pasangan dilirik oleh wanita lain, sekarang ditunjukkan Putri Amanda kepada semua orang. Ego seorang wanita yang sedang mengalami musim seminya juga ditunjukkan oleh Putri Amanda, dimana dia akan mulai sangat protektif kepada setiap wanita yang menatap Arya lebih dari 10 detik.


Pemandangan ini terus berlanjut sampai mereka sampai ke sebuah tempat makan. Setibanya disana mereka juga mendapat perhatian dari para pengunjung yang sama terkejutnya dengan beberapa pejalan kaki diluar.


Arya dan Putri Amanda kemudian duduk ditempat yang masih kosong lalu memanggil pelayan. Tak butuh waktu lama seorang pelayan wanita datang ke meja mereka untuk mencatat pesanan.

__ADS_1


Beberapa hidangan mulai Arya pesan dan kemudian dicatat oleh pelayan rumah makan. Tetapi bukannya mencatat pesanan Arya, pelayan itu justru terus memandangi wajah pria tersebut dan tidak memperhatikan sekitarnya.


Menyadari pelayan itu sedang melamun, Arya kemudian melambaikan tangan untuk menyadarkan nya. "Maaf apa kau sudah mencatat pesananku?"


Pelayan itu terus saja memandangi wajah Arya seolah terhipnotis olehnya. Dia sama sekali tidak mendengar suara pria itu dan hanya fokus pada imajinasinya.


Brakk!!!


"Hei! Kau masih hidup atau tidak?!" Tiba-tiba Putri Amanda menggebrak meja hingga membuat pelayan itu terkejut. Bahkan semua pengunjung ikut dibuat terkejut saat melihatnya.


Pelayan menundukkan kepala dan meminta maaf. Karena terlalu fokus pada imajinasinya, dia tidak menyadari jika wanita yang bersama pria itu ternyata merupakan Walikotanya sendiri.


Arya tidak mempermasalahkan jika sebelumnya pelayan itu melamun, kemudian mengulangi pesanannya lagi. Dia hanya mengira jika pelayan tersebut pasti kelelahan setelah melayani pengunjung seharian, dan memilih untuk tidak menegurnya.


Setelah Arya membuat pesanan untuk dirinya dan juga Putri Amanda. Pelayan itu kemudian melenggang pergi untuk menyiapkan pesanan mereka secepatnya.


"Sudahlah... Mungkin pelayan itu sedang kelelahan setelah bekerja seharian." Arya menggelengkan kepala sambil menghela nafas melihat sikap Putri Amanda yang sangat perhitungan.


Menyadari apa yang sedang dipikirkan Arya tentangnya. Putri Amanda tiba-tiba saja menginjak kaki Arya, dan membuat pria itu terkejut karena tidak menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat.


Putri Amanda menekan pijakannya dipunggung kaki milik Arya sambil menatap tajam pria itu dengan penuh keluhan dimatanya.


Sementara itu Arya tidak mengerti kenapa Putri Amanda yang duduk bersebrangan dengannya menginjak kakinya. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya membuat wanita itu hari ini sering marah kepadanya.

__ADS_1


Beberapa waktu berselang pesanan mereka sudah mulai di antarkan. Arya mulai menyantap makanannya sementara Putri Amanda menatap kesal kearah pelayan sebelumnya sambil menumbuk makanan dihadapannya.


Putri Amanda kemudian mengedarkan pandangan kearah setiap wanita yang terus memperhatikan dan membicarakan Arya. Meski suara mereka lirih tetapi Putri Amanda dengan jelas bisa mendengarnya sangat jelas.


Mendapat tatapan membunuh dari Putri Amanda, semua pengunjung wanita yang memperhatikan Arya kemudian mengalihkan pandangan mereka untuk menghindari masalah dengan wanita tersebut.


Dari pintu masuk rumah makan tiba-tiba empat orang pria muncul. Mereka tidak adalah Arjuna, Fajar, Wira, dan Bagaskara yang ingin menghabiskan waktu setelah bekerja cukup berat selama seharian ini.


"Pergi dari sini sekarang juga!" Tiba-tiba suara yang cukup familiar terdengar didalam kepala mereka berempat. Baik Arjuna, Fajar, Wira, dan Bagaskara merasa bingung siapa yang mengirim telepati kepada mereka.


Ilmu telepati sendiri merupakan sarana komunikasi yang hanya bisa dilakukan oleh para Pendekar tingkat tinggi. Oleh sebab itu ketika mendapat panggilan telepati dari seseorang, mereka berempat menjadi sangat waspada.


Setelah mencari kesana-kemari, mereka akhirnya menemukan keberadaan Arya dan Putri Amanda yang sedang makan malam berdua dirumah makan tersebut.


Tetapi yang membuat mereka terkejut adalah Putri Amanda. Wanita itu menatap lurus kearah mereka seolah mengatakan tidak mengizinkan kehadiran mereka disana.


Menyadari bahwa telepati sebelumnya dikirim oleh Putri Amanda. Arjuna, Fajar, Wira, dan Bagaskara langung bisa menangkap maksud wanita itu yang tidak ingin waktu bersama Arya diganggu.


Akhirnya dengan terpaksa mereka berempat memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah makan yang sangat terkenal di Kota Madya, dari pada berurusan dengan Putri Amanda.


Heran melihat Putri Amanda menatap kesal ke sisi lain. Arya kemudian menoleh kebelakang dan tidak melihat seseorang yang dia kenal dipintu masuk.


"Apa kau sedang mencari seseorang, Amanda?" Arya mengalihkan pandangannya kembali ke arah wanita dihadapannya sambil memiringkan kepala.

__ADS_1


Putri Amanda menggelengkan kepala. "Tidak, aku hanya merasa kesal saat melihat empat ekor lalat ingin masuk kedalam rumah makan.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Putri Amanda tentu saja membuat Arya merasa heran. Tetapi dia hanya bisa menduga-duga jika wanita itu memiliki presepsi yang sangat bagus, sampai bisa melihat lalat dari jarak yang terbilang cukup jauh.


__ADS_2