Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Penjelasan Putri Amanda


__ADS_3

Arya mengangkat wajahnya memperhatikan semua orang memiliki ekspresi ketakutan dan berkeringat dingin. Saat melihat kearah langit-langit Arya mendapati puluhan jiwa melayang berteriak meminta pertolongan.


Sadar bahwa dialah yang sudah membuat semua orang ketakutan, Arya segera menarik kembali jiwa-jiwa liat kedalam tubuhnya dan menghilangkan aura membunuhnya.


"Maaf aku tak sengaja memperlihatkan sesuatu yang buruk kepada kalian. Tolong anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi." Arya berkata dengan ramah dan tersenyum kecil seperti biasanya.


Melihat senyuman dari Arya bukan membuat mereka merasa tenang, justru sebaliknya seperti mendapat ancaman jika menyebarluaskan kejadian yang baru saja terjadi.


Dengan gugup semua orang mengangguk paham. Melihat jiwa-jiwa keluar dari tubuh Arya dan meminta pertolongan, sudah membuat semua orang bergidik.


Apalagi saat melihat ada dari beberapa jiwa yang berasal dari bangsa Iblis. Membuat semua orang yang melihatnya bertanya-tanya siapa Arya sebenarnya sampai bisa memiliki puluhan jiwa berbagai makhluk hidup didalam tubuhnya.


Bangsa Iblis sudah lama tidak terlihat lagi di daratan Benua Nusantara. Hanya ada gambaran dari arcana pada stupa, dan catatan kuno yang menggambarkan makhluk bernama Iblis.


Melihat penampakan Iblis secara langsung meski hanya jiwa saja, tentu semua orang yang berada di ruangan merasa penasaran bagaimana Arya bisa memiliki jiwa Iblis, karena makhluk itu sendiri terkenal memiliki kekuatan lebih besar dari Manusia, Siluman, maupun Hewan Iblis.


"Oh, benar... Bagaimana sekarang kondisi beberapa kelompok Bandit Gunung yang menyerang Kota beberapa waktu lalu?" Suara Arya tiba-tiba memecahkan keheningan, membuat semua orang tersadar dari pikiran mereka tentang identitas pria itu.


Sekali lagi semua orang saling menatap satu sama lain untuk membuat sebuah keputusan singkat apa ingin memberitahu kejadian sebenarnya kepada Arya atau tidak.


"Mereka semua dijadikan patung es oleh Putri Amanda sebelum sempat memasuki gerbang utama. Tubuh mereka sekarang berada didasar sungai yang letaknya tak jauh dari ladang." Arjuna mengeluarkan pernyataan yang membuat Arya menatap heran kearah Putri Amanda.


Arya kemudian meminta mereka semua melanjutkan cerita. Dari pernyataan mereka Arya mendapati bahwa Putri Amanda membenarkan segala cara untuk mendapatkan hasil maksimal dari program yang sudah dia buat sebelumnya.


Putri Amanda tak segan menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya, asal cetak biru milik Arya bisa terwujud dan dia menginginkan kesempurnaan dalam setiap pembangunan.


Untuk menundukkan masyarakat yang selalu memberontak diawal pemerintahannya. Putri Amanda tak segan memberikan sedikit pelajaran yang membuat masyarakat patuh kepadanya, dengan alasan semua ini demi kebaikan mereka.

__ADS_1


Memang benar apa yang dilakukan Putri Amanda demi kebaikan semua masyarakat Kota Madya dan sesuai dengan catatan milik Arya. Tetapi karena caranya yang sedikit salah, membuat semua orang menjulukinya sebagai Diktator.


"Diktator? Apa itu yang kau pelajari dariku selama perjalanan kita, Tuan Putri?" Arya memandangi Putri Amanda yang sekarang memiliki ekspresi rumit diwajahnya.


Putri Amanda sekarang benar-benar gugup setelah Arya mengetahui cara kepimpinannya selama tiga bulan terakhir. Tentu dia tidak ingin disalahkan dan ingin memberikan pembelaan atas tindakannya.


"Tidak, aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu. Ini tidak seperti apa yang kau pikiran." Putri Amanda tidak memiliki ekspresi panik diwajahnya, dia terlihat tenang meski berada dibawah tekanan.


Putri Amanda kemudian menjelaskan mengapa dirinya bersikap seperti layaknya para pemimpin monarki lainnya kepada rakyatnya sendiri.


Pertama sejak kedatangan orang luar, masyarakat Kota Madya akan bersikap waspada dan memberikan tatapan mata yang tidak bersahabat.


Awal pembangunan ulang Kota tak jarang ada saja yang melakukan sabotase hingga membuat beberapa pembangunan tertunda.


Hal ini jelas membuat anggaran membengkak, belum lagi ditambah beberapa orang secara diam-diam menyimpan dana pembangunan untuk mereka sendiri.


Banyak tikus yang melakukan korupsi meski pembangunan ulang Kota Madya berguna untuk mereka sendiri. Tetapi sekali lagi, makhluk hidup mana yang tidak akan tamak saat melihat keuntungan besar tepat dihadapan mata mereka.


Putri Amanda melakukan semua ini secara diam-diam dan tidak ada seorangpun dari para petinggi lain yang mengetahui tindakannya.


Langkah diam-diam yang dilakukan oleh Putri Amanda secara langsung membuat beberapa petinggi salah paham tentangnya. Mereka sendiri tidak menyangka wanita cantik itu sudah mengerjakan tugas yang harusnya mereka kerjakan sendirian.


Mendengar penjelasan dari Putri Amanda kecurigaan Arya tentangnya langsung menghilang. Dia kemudian membebaskan wanita itu dari hukuman, meski sudah membunuh puluhan bahkan ratusan orang yang dicurigai melakukan korupsi.


"Aku pikir semuanya sudah jelas sekarang. Menurutku tidak ada yang salah dengan cara Putri Amanda menggantikan posisiku selama tiga bulan terakhir."


Arya menyudahi kekhawatirannya akan Putri Amanda yang bertindak layaknya Diktator. Setelah ini Arya berpikir harus berterimakasih secara langsung kepada wanita itu karena sudah meringankan bebannya di awal.

__ADS_1


Semua orang mengangguk paham dan meminta maaf kepada Putri Amanda karena sudah salah mengartikan kebijakan yang diterapkan oleh wanita itu.


Rajendra disini merasa paling bersalah kepada Putri Amanda. Bagaimanapun dia merupakan orang yang ditunjuk langsung untuk mengawasi pembangunan ulang Kota Madya. Tetapi dia justru tidak mengetahui tentang penyelewengan dana.


"Saya benar-benar minta maaf karena sudah tidak becus mengawasi para pekerja dan berprasangka buruk tentang Nona Amanda. Bagaimana saya bisa menebus kesalahan ini?"


Rajendra menyalahkan dirinya sendiri atas ketidak-becusannya dalam mengawasi proyek pembangunan. Sekarang dia siap menanggung hukuman terberat untuk menebus kesalahannya, mengingat jumlah dana yang hilang pasti tidak akan sedikit nilainya.


"Baguslah kalau kau paham apa kesalahanmu. Untuk menebus semuanya, mengapa kau tidak bunuh diri saja?" Putri Amanda tersenyum sinis melihat Rajendra bertekuk lutut menghadap Arya.


Tanpa pikir panjang Rajendra mengangguk paham. Bagaimanapun semua keterlambatan pembangunan adalah kesalahannya. Tidak ada yang salah dengan perkataan Putri Amanda, memintanya untuk bunuh diri sebagai penebusan.


Rajendra menarik pedang miliknya dan langsung mengarahkan tusukan kearah perutnya. Tetapi sebelum ujung pedang menembus kulitnya, tiba-tiba sebuah tekanan membuat tangannya lemas dan menjatuhkan pedangnya.


"Bunuh diri bukan jawaban yang tepat untuk membalas kesalahanmu. Aku pikir lebih baik kau menebusnya dengan bekerja lebih baik, Tuan Rajendra." Arya tersenyum kecil seolah tidak mempermasalahkan jika sebagian besar uangnya sudah disalahgunakan.


Rajendra menatap kosong kearah Arya, dia tidak mengerti apa yang membuat pria yang 20 tahun lebih muda darinya itu bisa memaafkannya begitu saja.


Di jaman sekarang yang dipimpin oleh kekuasaan monarki. Setiap orang yang melakukan kesalahan besar, pasti akan menerima pembalasan yang setimpal. Contohnya hukuman bagi para Koruptor, mereka akan dikuliti hidup-hidup dan beberapa daging akan diambil layaknya kurban.


Bunuh diri yang diusulkan oleh Putri Amanda merupakan hukuman teringan mengingat Rajendra melakukan kesalahan cukup fatal dengan membuat dana pembangunan hilang begitu saja.


Rajendra yang masih bertekuk lutut menghadap Arya tiba-tiba bersujud. "Pria tua ini sangat berterimakasih atas kemurahan hati, Jenderal. Kedepannya saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama."


Setelah berterimakasih sambil menangis sudah dibebaskan dari hukuman. Rajendra kemudian kembali duduk dan segera ditenangkan oleh para petinggi lain.


"Bukannya perkataanmu terlalu berlebihan, Tuan Putri?" Arya melirik kearah Putri Amanda yang terlihat santai setelah hampir membuat seseorang mengakhiri hidupnya sendiri.

__ADS_1


Putri Amanda mengangkat kedua bahunya tidak menunjukkan bahwa dia merasa bersalah. "Memangnya kenapa, aku hanya bercanda. Jangan terlalu menganggapnya serius."


Mendengar perkataan Putri Amanda semua orang langsung mengumpat didalam hati mereka. Semua orang tidak habis pikir wanita cantik itu akan menganggap nyawa seseorang hanya seperti mainannya saja.


__ADS_2