Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Sebuah Keajaiban


__ADS_3

Di Ibukota Wirabhumi lebih tepatnya Istana Kahuripan. Seorang pria tua berambut putih dan memiliki janggut cukup panjang, tampak terkejut melihat Giok Kehidupan milik keturunannya retak.


"Tidak... Apa yang sebenarnya terjadi?!" Raden Wijaya Raja Kerajaan Brawijaya menjadi panik dan merasa khawatir Giok Kehidupan milik keturunan yang telah pilih menjadi pewaris tahta selanjutnya retak.


Raden Wijaya tiba-tiba batuk dan melihat ada bercak darah ditelapak tangannya. Kondisi Raden Wijaya saat ini menderita penyakit keras. Jika dia tidak memiliki basis Kultivasi yang kuat, mungkin sudah beberapa bulan lalu tewas sejak terkena penyakit.


Untuk menopang hidupnya Raden Wijaya terpaksa membakar ranah Kultivasi miliknya, yang membuat kondisi kesehatannya perlahan menjadi sangat lemah.


"Panggilkan penasihat pribadiku sekarang." Raden Wijaya berkata dengan nada pelan kepada seorang pelayan yang berada dikamarnya.


Tanpa menunda, pelayan langsung melaksanakan perintah Raden Wijaya, dan memanggilkan penasihat pribadi Raja. Tak berselang lama penasihat datang ke dalam kamar.


"Darya Palon datang menghadap Raja." Darya Palon menangkup tangannya dan membungkuk untuk memberi penghormatan kepada Raden Wijaya.


Raut wajah Darya Palon menjadi khawatir saat melihat Raden Wijaya mulai batuk ringan. Darya Palon juga mendapati kulit Raden Wijaya menjadi lebih pucat dari beberapa waktu yang lalu.


"Bagaimana kabar pencarian anak itu. Apa sudah ada kemajuan, Darya?" Raden Wijaya bertanya pelan sambil memperhatikan ekspresi penasihat pribadi.


Mendapat pertanyaan pencarian dari Raden Wijaya membuat Darya Palon bingung harus mengatakan apa saat ini. Pencarian keturunan sang Raja sampai saat ini belum ada kemajuan.


Darya Palon khawatir jika dirinya mengatakan kebenaran kepada Raden Wijaya, ditakutkan kondisi kesehatan sang Raja semakin memburuk karena sangat mengharapkan keturunannya agar segera ditemukan.


Kondisi kesehatan Raden Wijaya yang memburuk sendiri sudah dirahasiakan dari banyak orang termasuk keturunannya sendiri. Hanya ada segelintir saja yang mengetahui bahwa sang Raja sedang mengalami sakit keras.


Dikhawatirkan jika berita mengenai kondisi kesehatan Raden Wijaya menyebar, akan terjadi kerusuhan dimana-mana dan keturunannya yang lain bisa mulai berperang satu sama lain untuk memperebutkan takhta.


Tetapi Darya Palon tidak bisa berbohong mengenai informasi pencarian yang tidak mengalami kemajuan selama beberapa tahun terakhir kepada Raden Wijaya.


"Maafkan hamba Yang Mulia. Pencarian tidak mengalami kemajuan sama sekali. Tetapi saya yakin tidak lama lagi anak itu pasti akan datang ke Istana. Jadi tolong jangan terlalu memikirkan hal ini agar kesehatan anda tidak semakin memburuk, Yang Mulia."

__ADS_1


Darya Palon menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dimana pencarian terhadap keturunan sang Raja tidak mengalami kemajuan. Sambil berusaha meyakinkan Raden Wijaya agar tidak membebani pikirannya sendiri.


Mendengar perkataan dari Darya Palon membuat Raden Wijaya hanya bisa tersenyum kecut dan menunjukkan Giok Kehidupan keturunannya yang retak kepada penasihat pribadinya.


"Diluar sana kondisi anak itu sedang dalam bahaya. Katakan, bagaimana cara aku tidak khawatir seperti yang kau katakan. Darya..."


Raden Wijaya tersenyum kecut sambil mengusap Giok Kehidupan yang retak ditangannya. Harapan untuk bertemu dengan keturunannya yang sudah ditunjuk oleh langit agar membawa kejayaan Kerajaan Brawijaya 5000 tahun lalu sepertinya akan pupus.


Darya Palon hanya bisa menggigit jari melihat Giok Keturunan milik Raden Wijaya mengalami keretakan. Baik kondisi Raja dan keturunan yang sudah dipilih menjadi pewaris takhta kini sama-sama memburuk.


Kini Darya Palon hanya bisa berharap keturunan dari teman masa kecilnya baik-baik saja, dan segera mengunjungi Istana agar kondisi kesehatan Raden Wijaya membaik. Darya Palon tidak tega saat melihat teman baiknya sering melamun belakangan ini, dan membahas tentang kematian.


...****************...


Sementara itu dilangit Kota Madya awan tebal yang sempat menghalangi cahaya bulan mulai menghilang, membuat cahaya itu masuk kedalam kamar Putri Amanda melalui pintu kaca.


Kristal Naga bereaksi saat terkana paparan cahaya bulan. Perlahan Kristal Naga melayang dan mengeluarkan ratusan cahaya yang membentuk beberapa benang emas.


Perlahan tubuh Putri Amanda melayang ke udara. Beberapa saat kemudian ledakan energi spiritual muncul dari dalam tubuh Putri Amanda.


Tanda bulan sabit muncul di kening Putri Amanda ketika proses penyembuhan jiwa sudah berhasil dilakukan. Tidak hanya menyembuhkan saja, tetapi benang emas sebelumnya juga memperkuat jiwa milik Putri Amanda dan memurnikan tubuh Dewi Bulan serta darah Phoenix miliknya.


Tubuh Putri Amanda perlahan kembali turun dan berbaring diranjang. Benang emas yang terhubung dengan Kristal Phoenix menghilang ketika semua proses sudah sepenuhnya selesai.


Kristal Naga yang semula memancarkan sinar emas terang, sekarang Kristal Naga tersebut menjadi bening transparan dan menyisakan setitik kecil cahaya emas saja.


Perubahan ini menunjukkan bahwa energi spiritual yang terkandung didalam Kristal Naga sudah benar-benar terkuras dan hanya menyisakan sedikit setelah digunakan untuk menyelamatkan Putri Amanda.


Kristal Naga yang sudah kehilangan hampir seluruh energi spiritual kemudian jatuh dan tergeletak diatas kasur, bahkan kini terlihat layaknya sebuah kristal biasa pada umumnya.

__ADS_1


Putri Amanda perlahan membuka matanya.Dia kemudian bangkit dan duduk diatas atas kasur. "Perasaan ini... Aku merasa tubuhku sekarang sangat bertenaga." Gumam Putri Amanda sambil mengepalkan tangannya.


Ketika sedang memikirkan gejolak energi spiritual didalam tubuhnya. Putri Amanda seketika sadar dan mengingat sosok Arya yang sebelumnya menolongnya.


Putri Amanda beranjak dari kasur dan mendapati seorang pria bertelanjang dada tergeletak dilangit, yang tidak lain merupakan Arya.


Dengan cepat Putri Amanda memangku tubuh Arya dan mengecek kondisi pria tersebut. Mendapati tubuh Arya terasa dingin dan sudah tidak bernafas lagi membuat Putri Amanda menjadi sangat panik.


"Tidak...Tidak... Arya jangan tinggalkan aku... Kenapa kau melakukan semua ini... Kumohon bangunlah..." Putri Amanda mendekap tubuh Arya yang sudah tidak bernyawa lagi, sambil menangis.


Putri Amanda merasa sesak dibagian dada mendapati pria yang sudah lama dia rindukan, kini justru kehilangan nyawa karena berkorban untuk menyelamatkan dirinya.


"Arya seharusnya kau biarkan saja aku yang mati. Kenapa kau menolongku..." Putri Amanda bergetar meratapi tubuh Arya yang sudah tidak bergerak lagi.


Putri Amanda sekarang menyalahkan dirinya sendiri yang menjadi penyebab kematian Arya. Tidak ada lagi yang bisa Putri Amanda perbuat, dan hanya bisa menangis.


Hidupnya kini benar-benar hancur setelah satu-satunya orang yang selama ini mendukung dan membantunya telah tewas untuk menyelamatkan dirinya yang lemah.


Saat melonggarkan pelukannya ke tubuh Arya, tak sengaja Putri Amanda melihat lubang dan beberapa retakan yang ada di dada tubuh pria itu.


Putri Amanda melebarkan mata saat mengingat Kristal yang seharusnya terpasang di dada Arya. Dengan hati-hati Putri Amanda membaringkan tubuh Arya, dan mencari Kristal milik pria itu.


Sampai akhirnya Putri Amanda menemukan sebuah Kristal bening diatas kasurnya, kemudian Putri Amanda segera membawanya.


"Aku mohon semoga ini berhasil..." Putri Amanda kemudian meletakkan kristal bening di bagian lubang yang ada pada bagian tengah-tengah dada milik Arya.


Ketika Kristal Naga kembali kedalam tubuh Arya. Dentuman energi spiritual muncul dan beberapa saat kemudian. Warna rambut Arya kembali menghitam dan menyisakan sedikit waran putih. Aray kembali bernafas dan tubuhnya yang sempat dingin menjadi hangat.


Melihat Arya sudah kembali bernafas kembali membuat Putri Amanda merasa sangat bahagia. Dia tidak menyangka ditengah keputusannya, sebuah keajaiban tiba-tiba muncul menyelamatkan Arya.

__ADS_1


Putri Amanda kemudian membaringkan tubuh Arya diatas kasur. Meski pria itu belum sadar, Putri Amanda sedikit bisa bernafas lega dan menunggu sambil berharap Arya supaya cepat siuman.


__ADS_2