
"Ada yang membuatku penasaran. Bagaimana kau menyadari jika jantungku sudah tidak berfungsi lagi?" Arya bertanya sambil membelai rambut putih mengkilap milik Amanda.
Amanda sendiri sekarang jauh lebih berani dari sebelum mendapatkan kembali ingatannya di masa lalu. Wanita tersebut sekarang menyadarkan kepalanya didada Arya sambil menikmati belaian pria itu.
"Tentu saja aku menyadarinya karena kau pernah mengatakannya sendiri. Sepertinya setelah menjalani tiga kehidupan ingatanmu menjadi lemah. Apa kau tau? Sebenarnya jantungmu yang asli sekarang aku simpan."
Perkataan yang disampaikan oleh Amanda dengan santai, seketika membuat Arya terkejut pasalnya jantung miliknya seperti mengalami kelainan.
Hal ini bukan karena disebabkan oleh tusukan dari seorang bandit saat dia baru bereinkarnasi ke tubuh anak kecil yang sudah mati 15 tahun lalu. Dimana saat itu juga merupakan pertemuan pertamanya dengan Baduga Maharaja.
Jika diingat kembali setelah mendapatkan tubuh Naganya di Daratan Es Abadi. Jantung Arya seharusnya juga sudah digantikan dengan jantung Naga, tetapi hal ini tidak pernah terjadi.
Seolah tubuh Naganya tidak memiliki jantung. Hal inilah yang memicu kekuatan milik Arya tidak sepenuhnya kembali, dan dia tidak bisa menggunakan teknik beladiri dengan sempurna.
Arya kemudian berspekulasi jika saat membunuh Amanda di masa lalu, apakah wanita itu menanamkan kutukan kepada dirinya sebelum tewas.
Disaat Arya sedang membuat spekulatif tentang kutukan yang diberikan oleh Amanda. Tiba-tiba wanita tersebut tertawa kecil seakan mengetahui apa yang sedang dia pikirkan.
"Apa yang kau pikirkan tidak salah. Ya, aku memang menanamkan kutukan kepadamu sebelum tewas." Celetuk Amanda sambil mencubit pinggang milik Arya.
Mendengar perkataan dari Amanda, Arya hanya bisa tertawa canggung sambil menggaruk pipinya. Dia sekarang tidak tau harus merespon apa perkataan Amanda.
Tetapi ada hal yang membuat Arya sedikit kesal dengan sikap Amanda. Wanita tersebut menggunakan kemampuan membaca pikiran dan artinya tidak memberinya privasi.
"Bisakah kau berhenti membaca pikiranku dan mengembalikan jantung milikku seperti semula?" Tanya Arya sambil mencoba untuk mendominasi meski lawan bicaranya adalah salah satu makhluk tertinggi.
Untuk memperkuat dominasinya dihadapan Amanda. Arya mengeluarkan sedikit aura Naga supaya tidak terintimidasi oleh aura Dewi milik wanita tersebut.
__ADS_1
"Baik-baik aku akan berhenti membaca pikiranmu. Tetapi jika ada hal yang mencurigakan darimu, jangan salahkan aku untuk melakukannya lagi. Dan untuk jantungmu, aku tak bisa memberikannya sekarang."
Amanda menghela nafas dan menuruti permintaan Arya untuk tidak membaca pikirannya lagi. Tetapi dia tidak menuruti permintaan ke-dua pria tersebut karena khawatir jika akan menjadi makhluk berdarah dingin lagi seperti dulu.
Jawaban yang diberikan oleh Amanda tentu bisa dipahami Arya dengan mudah. Bagaimanapun kekhawatiran wanita tersebut memang sangat berdasar, dan untuk saat ini dia akan membiarkan jantungnya disimpan oleh Amanda.
Suasana hangat dipagi hari tiba-tiba menjadi tegang saat aura disekitar Amanda berubah. Wajah wanita tersebut menjadi sedikit gelap ketika teringat Arya yang tiba-tiba ingin pergi terlebih dulu ke Ibukota.
"Bisakah kau mengatakan alasan ingin pergi lebih dulu menuju Ibukota?" Tanya Amanda sambil menundukkan kepala dan setiap perkataannya seolah menyiratkan rasa curiga.
Mendengar pertanyaan dari Amanda tentu membuat Arya sedikit bingung. Bukankah wanita tersebut sudah membaca pikirannya tadi, lalu kenapa sekarang bertanya lagi.
"Tentu saja untuk memastikan kesehatan Raja dan masalah kudeta. Bukannya kau sudah mengetahuinya?" Arya memiringkan sedikit kepala sambil memperhatikan Amanda yang menjadi suram.
Jawaban yang diberikan Arya tentu saja membuat Amanda tidak puas. Memang dia sudah mengetahui alasan pria itu ingin terlebih dulu ke Ibukota. Tetapi ada satu alasan yang ingin dia dengar langsung dari pria tersebut.
Pertanyaan tiba-tiba dari Amanda seketika membuat Arya terdiam untuk sejenak. Memang benar dia ingin bertemu dengan pemilik Asosiasi Perak, tetapi ada alasan khsusu dibaliknya.
"Ya memang benar aku ingin bertemu dengannya untuk membahas pembelian perlengkapan perang. Oh, apakah Dewi ini cemburu?" Arya tertawa kecil sambil mencubit pipi Amanda.
Amanda berdecak kesal dan masih tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Arya kepada dirinya, dan tentu saja dia cemburu tetapi berusaha untuk tidak menunjukkannya.
"Bah! Siapa yang cemburu dengan laba-laba itu. Asal kau tau saja, sebagai seorang Dewi aku memiliki banyak penggemar di sepenjuru alam semesta!" Amanda mencoba menyangkal tuduhan Arya dan membanggakan dirinya yang memiliki banyak penggemar.
Mendengar perkataan dari Amanda, Arya menghela nafas dan bersandar dibawah pohon sambil menatap kearah langit biru dari sela dedaunan.
"Meski berada beberapa tingkat di bawahmu, tetapi Nyonya Maharina cukup cantik dan memiliki tubuh yang indah. Ini bukan salahnya..." Arya tersenyum tipis sambil mengingat sosok Nyonya Maharina.
__ADS_1
Arya sama sekali tidak terpancing saat Amanda mengatakan memiliki banyak penggemar, dan ingin membaikkan keadaan agar wanita tersebut mengaku jika sedang cemburu dengan cara memuji sosok Nyonya Maharina.
Benar saja perkataan Arya langsung membuat Amanda naik darah hingga wajahnya menjadi merah padam. Wanita tersebut sontak menarik kerah baju Arya sambil mengeratkan giginya.
"Apa yang kau katakan! Beraninya kau memuji wanita lain dihadapan kekasihmu sendiri!" Seru Amanda sambil menatap Arya dengan sangat kesal.
Senyuman penuh kemenangan terlukis diwajah Arya saat berhasil membuat Amanda menampilkan sisi cemburunya yang terlihat sangat menggemaskan.
"Apa ini? Bukannya Dewi ini sangat membanggakan penggemarnya dan tidak cemburu jika aku mengunjungi wanita lain?"
Tidak cukup sekali, Arya ingin lebih memanaskan darah Amanda yang saat sudah mendidih dan mengetahui seberapa marahnya jika wanita tersebut cemburu.
Hal ini memang sangat beresiko mengingat Amanda merupakan seorang Dewi. Tetapi Arya hanya ingin bereksperimen untuk memuaskan rasa penasarannya.
Ledakan energi spiritual seketika menyebar dari tubuh Amanda, menciptakan gelombang kejut yang langsung menyapu pepohonan.
Mata Amanda dan tanda bulan sabit di keningnya mengeluarkan sinar putih, menandakan jika wanita tersebut saat ini benar-benar sangat marah.
Fluktuasi energi spiritual yang terus bersinergi dari Amanda langsung membuat bulu kuduk Arya berdiri, dan instingnya mengatakan situasi ini benar-benar sangat buruk.
Tidak ingin dijadikan bubur daging oleh Amanda, Arya langsung memutar otak untuk mencari solusi agar bisa menenangkan wanita yang sedang marah dihadapannya.
Arya tiba-tiba meraih bagian belakang kepala Amanda dan melahap bibir ceri milik wanita tersebut, karena tidak memiliki opsi lain meski tindakan ini juga sama berisikonya.
Benar saja fluktuasi energi spiritual dari Amanda langsung menghilang seketika. Wanita tersebut membelakan mata tidak menyangka jika Arya akan mengambil ciuman pertama mereka.
Amanda melingkarkan tangan dileher Arya dan duduk dipangkuan pria tersebut lalu memejamkan mata sambil menikmati ciuman pertama mereka.
__ADS_1
Disisi lain Gardapati hanya bisa mengumpat karena terus diabaikan dan kali ini benar-benar dijadikan hewan penjaga untuk pasangan gila tersebut.