
Seorang pria berjalan melewati jalan setapak menembus keramaian orang-orang yang berlalu lalang di Ibukota Kerajaan Brawijaya.
Arya sekarang tengah menuju penjara kota, tetapi kali ini dia tidak sendirian. Disamping Arya terlihat seseorang yang berjubah dan mengenakan tudung hitam untuk menyembunyikan wajahnya.
"Mengapa aku bisa terjebak dalam situasi rumit seperti ini." Arya cukup dibuat pusing karena diberi tugas berat setelah beberapa saat lalu dilantik menjadi Jenderal Bendera Hitam.
Arya melirik kearah orang berjubah yang kini berjalan beriringan dengannya. Dia tidak lain merupakan Putri Amanda tawanan perang dari Kerajaan Angasari.
Setelah diskusi singkat di markas utama, kini Arya diberi tugas berat untuk menjaga Putri Amanda yang merupakan tawanan perang.
Alasan mengapa Putri Amanda sekarang berada dibawah pengawasan Arya, karena kesehatannya akhir-akhir ini menurun setelah cukup lama berada di Ibukota.
Entah mengapa Arya merasa bahwa ada yang salah tentang semua ini. Setelah melihat Putri Amanda dia berpikir wanita itu baik-baik saja dan dalam keadaan yang sehat.
Putri Amanda yang menyadari Arya sedang memperhatikannya langsung menarik ujung tudung kepala untuk menutupi wajahnya.
Apa yang sedang dipikirkan oleh Arya memanglah tidak salah. Putri Amanda sebenarnya baik-baik saja dan semua ini hanya kebohongan sang Putri agar bisa mengikutinya.
Beberapa hari terakhir Putri Amanda sudah melakukan sandiwara dengan berpura-pura sakit keras. Hal itu langsung membuat Anjani yang bertanggung jawab atas dirinya merasa khawatir.
Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Putri Amanda maka sudah dipastikan peperangan akan berkecamuk diantara Kerajaan Brawijaya dan Kerajaan Angasari.
Saat itu Putri Amanda mengungkapkan kepada Anjani bahwa iklim di Ibukota yang panas tidak cocok untuk tubuhnya, dan dia sudah menahan cukup lama.
Oleh sebab itu Anjani kemudian meminta kepada Arya untuk menjaga Putri Amanda, mengingat Kota Madya memiliki iklim yang sedikit lebih dingin dari Ibukota.
Meski Kota Madya terkenal sangat berbahaya mengingat berdekatan langsung dengan Hutan Iblis, tetapi Anjani tidak mempermasalahkan hal itu karena mengetahui memiliki kemampuan unik untuk melindungi diri sendiri. Ditambah dengan kehadiran Arya, maka tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
__ADS_1
"Apa kau tidak kepanasan menggunakan jubah tebal itu. Bukannya suhu panas memengaruhi kondisimu. Kenapa tidak di lepas saja?"
Arya mengungkapkan rasa penasarannya terhadap Putri Amanda yang sejak awal selalu memakai jubah tebal, apalagi juga itu berwarna hitam yang secara langsung menyerap hawa panas dibawah terik matahari.
"Aku baik-baik saja untuk saat ini." Suara lembut yang bisa menenangkan setiap jiwa yang mendengarnya, terdengar saat Putri Amanda menjawab pertanyaan Arya.
Putri Amanda memiliki alasan tersendiri menggunakan jubah yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Namanya sudah cukup terkenal oleh masyarakat di Ibukota. Bukan tentang kebaikan melainkan dia terkenal dengan julukan Iblis Es.
Julukan bukan serta merta diberikan kepadanya. Sudah banyak orang yang tau kalau Putri Amanda sering membunuh para pelayan dan penjaga Istana dengan membekukan mereka semua karena tidak suka.
Perbuatan membekukan para pelayan dan penjaga Istana sudah dilakukan oleh Putri Amanda sejak dirinya bisa mengendalikan kekuatannya setelah pertemuannya dengan Arya dulu.
Sejak saat itu banyak orang yang akan langsung menjauh dari Putri Amanda dan memanggilnya Iblis saat bertemu dengannya.
Oleh sebab itu Putri Amanda sekarang memilih untuk menyembunyikan identitas agar tidak membuat orang-orang ketakutan saat dia berjalan melewati jalanan Ibukota bersama Arya.
Meski tidak bisa melihat wajah Putri Amanda saat ini, tetapi Arya yakin wanita itu pasti memiliki paras yang sangat cantik.
Arya hanya mengangguk pelan dan tidak menanyai lebih jauh mengapa Putri Amanda berusaha menyembunyikan diri. Mungkin karena dia tidak mau paras cantiknya dilihat oleh banyak pria yang membuatnya merasa tidak nyaman, pikir Arya.
Tiba-tiba Arya teringat kalau dia sudah melupakan sesuatu. Arya kemudian memutar haluan menuju tempat perawatan para peserta yang mengikuti Turnamen Militer.
Putri Amanda merasa heran saat Arya tiba-tiba memutar haluan. Belum sempat dia bertanya, Arya langsung memintanya untuk mengikutinya tanpa menjelaskan apapun.
Mereka berdua kemudian bergegas menuju tempat perawatan dan sesampainya disana keduanya langsung mencari keberadaan seseorang.
Setelah menemukan orang yang dia cari. Arya kemudian menghampiri orang itu yang tak lain merupakan Fajar.
__ADS_1
"Bisa kita bicara sebentar?"
Disisi lain Fajar yang saat ini sedang berbaring di atas ranjang, kondisinya terlihat begitu memprihatinkan dengan banyak luka bakar setelah melawan Bayu dalam pertandingan sebelumnya.
Ketika mendengar suara seseorang yang mengajaknya berbicara, Fajar menemukan seorang pria yang sebelumnya telah memberinya Pill untuk memulihkan energi Qi miliknya.
"Oh, kau bukannya peserta yang sebelumnya memberikan Pill Pemulihan Qi kepadaku, bukan?!" Tanya Fajar dengan antusias mengabaikan rasa sakit yang saat ini dia derita.
Melihat Fajar yang mencoba bangun dari tempat tidur, Arya langsung menghentikan pria itu dan memintanya untuk tidak memaksakan diri untuk saat ini.
Fajar tersenyum canggung sambil mengangguk kemudian berbaring kembali. Jujur dia merasa penasaran kenapa pria itu datang menjenguknya. Apa mungkin pria itu ingin menagih uang untuk Pill sebelumnya, pikir Fajar.
"Ah! Benar... Sebelumnya, perkenalkan aku Arya." Arya memperkenalkan diri tanpa berniat menjabat tangan Fajar, karena menyadari tangan pria itu terluka setelah melihatnya diperban.
"Namaku Fajar, senang bertemu denganmu Arya. Kalau boleh tau untuk apa kau datang menemuiku, apa ini mengenai tagihan Pill tadi? Maaf aku tidak memiliki uang membayarnya."
Fajar tersenyum kecut mengira Arya datang kepadanya untuk menagih biaya Pill sebelumnya. Mengingat khasiat Pill yang diberikan oleh Arya, Fajar mengetahui Pill itu pasti sangat mahal dan sulit orang miskin sepertinya untuk membayarnya.
"Hahaha... Tidak. Aku datang kemari bukan untuk menagih uang kepadamu. Ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu, Fajar." Arya menggelengkan kepala melihat Fajar salah paham kepadanya.
Mendengar perkataan Arya seketika membuat Fajar merasa malu sendiri, dan penasaran dengan apa yang ingin Arya bicarakan kepadanya, sampai repot-repot mendatanginya.
Disisi lain Putri Amanda yang melihat senyuman Arya setelah sekian lama tidak bertemu merasa nostalgia. Putri Amanda merasa detak jantungnya meningkat dan diam-diam tersenyum sambil menutupi rona merah yang muncul saat ini diwajahnya.
Arya kemudian membahas pertandingan sebelumnya bersama Fajar. Senyuman pahit muncul diwajah Fajar mengingat kekalahannya. Jika saat itu Fajar bisa menang, dia ingin mengajukan pembebasan bersyarat untuk kakaknya.
Tapi sayangnya Fajar harus tereliminasi setelah dikalahkan telak oleh Bayu tanpa ada perlawanan sedikitpun, dan pada akhirnya Arya menjadi pemenang utama dalam Kompetisi Militer.
__ADS_1
Melihat Fajar menjadi murung, senyuman tipis muncul diwajah Arya. Dia kemudian mengungkapkan alasannya datang kepada Fajar.