Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Masalah Ego


__ADS_3

"Darma, apa kau yakin ingin menantang Tuanku? Kekuatannya berada jauh di atasmu. Aku sarankan kau meminta maaf saja kepadanya. Jika kau tak melakukannya, aku tidak bisa lagi membantumu."


Gardapati mengirim telepati kepada Darma untuk memberi peringatan terakhir. Meski dia mengetahui potensi milik saudara angkatnya yang tidak terbatas, menghadapi Arya sama saja dengan mempermalukan diri sendiri di depan umum.


Terdapat perbedaan kekuatan cukup signifikan di antara Arya dan Darma. Gardapati yang sudah menemani Arya di masa lalu tentu saja mengetahui betul kekuatan dari Siluman Naga tersebut.


Bahkan sebelum kemunculan Arga Mahesa yang di anggap sebagai leluhur Bangsa Siluman Naga dan merupakan generasi pertama. Kenyataannya Gardapati sudah mengetahui sosok Siluman Naga yang pertama kali muncul di Dunia ini puluhan ribu tahun lalu, sebelum mulai terbentuk Bangsa Siluman Naga.


Mendapat peringatan dari Gardapati bukan membuat Darma senang, dia justru kesal sebab merasa direndahkan olehnya. Yang ada dihadapannya hanya siluman rendahan mungkin saja ular atau kadal. Tentu Darma berpikir bisa mengalahkan pria itu dengan sangat mudah.


Darma berdecak kesal dan melepaskan aura membunuh yang sangat pekat sampai membuat udara terasa sangat berat untuk dihirup oleh semua orang.


Retakan muncul dipermukaan tanah membuat lapangan yang menjadi tempat latihan Pasukan Bendera Hitam mengalami kerusakan, setelah Darma mengembangkan ukuran tubuhnya menjadi dua kali lipat lebih besar.


Melihat pertarungan tidak bisa lagi dihindari, semua prajurit langsung menjauh dari lapangan untuk menyelamatkan diri agar tidak menjadi korban salah sasaran.


Sejak berita mengenai sosok asli Jenderal Pasukan Bendera Hitam tersebar. Para prajurit sekarang mengetahui bahwa Arya merupakan pemimpin mereka sekaligus Walikota Madya yang sebenarnya.


Selain mengetahui kebenaran jika pria muda itu merupakan Jenderal mereka. Kebanyakan dari prajurit sudah sedikit mengetahui kekuatan Arya setelah melihatnya melawan ribuan Hewan Iblis seorang diri saat gelombang serangan pertama dan kedua, beberapa hari yang lalu.


Disisi lain semua Hewan Iblis yang mendapati Darma sudah berniat mengeluarkan kemampuannya untuk memperlakukan sosok pemimpin Kota Madya. Mereka kemudian sedikit menjauh sama seperti yang dilakukan oleh para prajurit.


Arya yang melihat Darma sudah mempersiapkan diri, dia justru tampak masih biasa-biasa saja. Tetapi saat melihat tempat latihan Pasukan Bendera Hitam rusak, dia menjadi cukup terhadap gumpalan bulu di hadapannya.


"Bersiaplah, jangan sampai membuatku kecewa denganmu!" Darma menyeringai dan kemudian mengangkat salah satu kakinya seakan ingin menampar tubuh Arya.

__ADS_1


Darma mengeluarkan kuku miliknya yang sangat tajam, bahkan bisa membelah sebuah batu dengan berat ribuan ton hanya hembusan anginnya saja.


Boomm!!!


Ledakan terjadi ketika pukulan Darma menghantam telak tubuh Arya. Akibatnya kabut asap menyebar di sekitar area saat terkena hembusan angin dari efek kejut pukulan milik Darma.


Untuk beberapa saat semua orang tidak bisa melihat kondisi Arya setelah terkena serangan telak dari Darma. Tetapi beberapa saat kemudian ketika kabut asap mulai hilang, semua orang langsung membelalakkan mata akibat terkejut.


Tidak hanya para penonton saja yang terkejut. Darma juga sama terkejutnya dengan mereka saat mendapati serangannya tidak berhasil membuat Arya bergeming dari tempatnya.


Hanya ada retakan disekitar area pijakan kaki Arya. Tetapi terlihat bahwa pria itu sama sekali tidak mendapatkan luka. Bahkan pakaian yang dia kenakan tidak mengalami kerusakan parah.


"Berisik..." Gumam Arya sambil memperhatikan Darma dengan tatapan datar seakan serangan yang dilancarkan oleh Serigala itu hanya terasa seperti pijatan bayi.


Takkk!!!


Empat kaki milik Darma kini terbelenggu rantai Spiritual dan badannya terlilit dengan sangat kuat hingga membuat Serigala itu mati langkah.


Rantai Spiritual mulai menyerap energi Qi milik Darma kemudian disalurkan kedalam tubuh Arya. Entah mengapa hal ini membuat pria itu seakan menjadi parasit yang menyerap sari makanan dari inangnya.


"Lepaskan aku!" Darma mengeram kesal sambil menatap sengit kearah Arya saat merasakan energi Qi miliknya mulai diserap oleh rantai aneh milik pria itu.


Bukannya mengendurkan lilitan rantai Spiritual dan melepaskan Darma. Arya justru menguatkan lilitan rantai Spiritual kemudian menarik jatuh tubuh Serigala yang memiliki ukuran dua kali lipat dari gajah dewasa ketanah dengan sangat keras.


Boomm!!!

__ADS_1


Tubuh Darma membentur tanah dengan sangat kuat hingga membuat setengah badannya seakan tenggelam. Tidak sampai disitu saja, tubuh Serigala itu terus ditarik masuk kedalam tanah secara perlahan.


Darma memberontak mencoba melepaskan rantai yang menarik tubuhnya kedalam tanah, dan menyerap energi Qi miliknya sampai hampir kering dalam beberapa saat saja.


Seiring berjalannya waktu Darma merasakan tubuhnya menjadi sangat lemas. Bahkan dia merasa kontrol atas tubuhnya mulai hilang ,yang membuatnya tidak bisa lagi menggerakan tubuh.


Pasukan Bendera Hitam dan Hewan Iblis tercengang melihat teknik aneh milik Arya bisa melumpuhkan Darma, yang merupakan Hewan Iblis terkuat nomor dua di Hutan Darah dengan sangat mudah.


Sementara itu Gardapati menelan saliva ketika melihat rantai Spiritual milik Arya. Dia tentu sudah tidak asing lagi dengan rantai itu. Setelah membuat pria itu tersinggung kemarin, Gardapati sudah merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Darma saat ini.


Gardapati sudah tidak berani lagi menolong Darma saat ini. Meski tak terga melihat saudara angkatnya tersiksa, dia tidak ingin ikut menjadi objek lilitan rantai Spiritual milik Arya.


Arya berjalan mendekati Darma kemudian berhenti tepat beberapa meter dari ujung hidung milik Serigala itu. Dia lalu menatap Darma seolah-olah ingin mencabut nyawa saudara angkat Gardapati tersebut.


"Jadi apa kau sudah cukup belajar setelah merasakannya sendiri?" Arya bertanya sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


Darma belum memberikan jawaban dan terus berusaha melepaskan diri menggunakan sisa-sisa tenaganya dengan putus asa. Sebagai penguasa ke-dua di Hutan Darah. Dia memiliki ego yang cukup besar dan enggan untuk mengalah meski sudah jelas dikalahkan dengan telak.


Melihat keteguhan Darma yang tidak menurunkan ego. Arya kemudian menyentuh hidung makhluk tersebut dan menyalurkan aura kematian miliknya.


Bola mata Darma yang semua berwarna merah dan menyemburkan api, dalam sekejap langsung berubah menjadi putih. Serigala itu kemudian tidak sadarkan diri setelah menerima aura kematian milik Arya secara langsung.


Darma sekarang sudah tidak memberontak lagi. Tubuhnya tergeletak begitu saja dan terlihat busa putih muncul keluar dari dalam mulutnya.


Merasa cukup memberi Serigala itu sedikit pelajaran. Arya kemudian menarik kembali rantai Spiritual miliknya dan meminta kepada Gardapati untuk mengurus tubuh Darma.

__ADS_1


Gardapati tentu saja langsung setuju untuk membawa tubuh Darma nanti, karena sekarang dia harus ikut bersama Arya untuk membuat sebuah Divisi baru di dalam Pasukan Bendera Hitam.


__ADS_2