
Disaat Arya Wijaya terpuruk dalam rasa penyesalan, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang. Ketika Arya Wijaya berbalik dia menyadari kehadiran Baduga Maharaja di sana.
"Apa kau baik-baik saja, Arya?" Dengan ekspresi khawatir Baduga Maharaja menatap Arya Wijaya yang psikologinya terguncang saat ini.
"Maaf... Maafkan aku... Aku tak bermaksud menyerang kalian. Maafkan aku karena sudah membuat kekacauan dan menghancurkan kediaman Guru."
Penyesalan yang teramat dalam Arya Wijaya rasakan saat mengingat bagaimana dia menggigit lengan Arga Mahesa sampai putus, membakar Hyman Nirwasita, dan membanting Baduga Maharaja hingga menyebabkan tempurung pria itu retak hampir pecah.
Baduga Maharaja membawa Arya Wijaya kedalam dekapan mencoba menenangkannya. Seketika Arya Wijaya menangis sejadi-jadinya membasahi pakaian Baduga Maharaja.
Perlu waktu setengah jam bagi Baduga Maharaja bisa menenangkan Arya Wijaya meski anak itu masih terisak didalam dekapannya.
"Guru... Dimana Guru Arga dan Hyman? Aku ingin meminta maaf kepada mereka." Arya Wijaya bertanya sambil tetap berada didalam dekapan Baduga Maharaja.
"Guru akan memberitahumu yang sebenarnya terjadi, tetapi sebelum itu aku ingin kamu tak menyalahkan dirimu sendiri dan menerima semuanya." Sambil berkata, Baduga Maharaja menyeka air mata di wajah Arya Wijaya.
Mendengar perkataan dari Baduga Maharaja seketika membuat firasat Arya Wijaya tak enak. Tetapi karena ingin secepatnya bertemu dengan Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita akhirnya Arya Wijaya mengangguk setuju.
Baduga Maharaja kemudian menceritakan ketika Arya Wijaya lepas kendali dalam wujud Naga Perak, seseorang datang membantu mereka untuk menenangkannya.
Dalam keadaan genting sebuah keputusan besar diambil oleh Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita. Untuk menenangkan wujud Naga Perak Arya Wijaya yang tidak stabil, kedua pria itu mengorbankan diri mereka dan menggabungkan Dantian keduanya dengan Danitan milik Arya Wijaya.
Arya Wijaya mendapat Dantian barunya dari sosok Naga Perak berupa Inti Kristal di dadanya. Menggabungkan Dantian milik Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita dengan milik Arya Wijaya, diharapkan dapat menahan energi jahat yang terdapat didalam Dantian milik Arya Wijaya.
Tentunya hal itu tak akan bertahan lama dan Arya Wijaya harus berusaha mengendalikan dirinya agar tak dikendalikan oleh energi jahat tersebut untuk kedepannya.
Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita juga menggunakan jiwa serta raga mereka untuk membuat sebuah segel di tubuh Arya Wijaya, yang akan bertahan sampai anak itu dinyatakan siap menerima semua kekuatan yang diberikan oleh Naga Perak.
Jika Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita tak mengorbankan diri mereka untuk membuat segel kuno, sudah bisa dipastikan tubuh Arya Wijaya akan meledak dalam waktu singkat karena tak dapat menahan gejolak energi yang ada didalam tubuhnya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Baduga Maharaja, tangan Arya Wijaya kemudian menyentuh Dantian atau Inti Kristal yang menyatu dengan dadanya.
__ADS_1
Arya Wijaya kemudian membuka perban disalah satu lengannya dan melihat simbol-simbol kuno. Tak hanya lengan saja yang terdapat simbol-simbol kuno, melainkan seluruh tubuh Arya Wijaya kecuali bagian wajah.
Perban sendiri digunakan untuk menutupi simbol-simbol aksara kuno di seluruh tubuh Arya Wijaya agar tak menarik perhatian banyak orang.
Melihat kebenaran itu Arya Wijaya langsung termenung dan pandangannya menjadi kosong, bahkan gairah hidupnya seolah menghilang.
Baduga Maharaja tentu tak membiarkan Arya Wijayalarut dalam kesedihan, dia kemudian memberikan beberapa kata motivasi dan sedikit menghibur Arya Wijaya. Baduga Maharaja juga memberitahu Arya Wijaya jika Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita mengorbankan diri mereka dengan suka rela.
Pandangan Arya Wijaya yang sempat kosong perlahan kembali seperti semula setelah Baduga Maharaja menghiburnya. Baduga Maharaja kemudian menyuruh Arya Wijaya masuk kedalam karena dia sudah membuat makan malam.
Beberapa waktu kemudian setelah makan malam, Baduga Maharaja masuk kedalam kamar pribadinya sedangkan Arya Wijaya mengatakan ingin duduk di teras untuk melihat bintang-bintang.
Saat berada didalam kamar, Baduga Maharaja kemudian menelan sebuah pil yang harus di konsumsinya setiap hari untuk memperpanjang kehidupannya.
"1 tahun kah..." Baduga Maharaja tersenyum kecil sambil melihat bulan dari jendela kamarnya.
Sama seperti Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita kenyataannya Baduga Maharaja juga mengorbankan dirinya seperti kedua saudaranya.
Untuk menebus kesalahan mereka di masa lalu kepada pencipta mereka sendiri. Baduga Maharaja, Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita dengan suka rela mengorbankan diri mereka sendiri untuk melindungi Arya Wijaya.
Apa yang Baduga Maharaja katakan sebelumnya kepada Arya Wijaya memang tak sepenuhnya benar, agar anak itu tak terpuruk dan menyalahkan dirinya sendiri.
Baduga Maharaja kemudian mengingat saat Kakek tua memberikan sedikit kebenaran tentang Arya Wijaya yang sebenarnya adalah Naga Perak itu sendiri.
Jauh sebelum Kakek tua menciptakan Baduga Maharaja dan saudara-saudaranya yang lain, dia telah menciptakan sebuah mahakarya terbesarnya yaitu Naga Perak.
Saat itu Kakek tua memberi perintah untuk membantu pekerjaannya dengan mengirimkan Naga Perak, untuk memusnahkan bangsa Iblis yang saat itu membangkang dan membuat kehancuran di dunia tersebut.
Pekerjaan Naga Perak sangatlah baik dan di anggap sebagai sosok penolong oleh semua makhluk hidup yang selalu tertindas oleh bangsa Iblis selama ribuan tahun.
Tetapi setelah banyak pertarungan dan nyawa yang dia cabut, membuat Naga Perak memiliki ambisi pribadi dan kekuasaan atas dunia tersebut.
__ADS_1
Kelamaan pribadi Naga Perak berubah dari yang awalnya menjadi sosok penolong menjadi sosok yang haus darah.
Pada akhirnya Kakek tua harus turun tangan untuk mengatasi kekacauan yang dibuat oleh Naga Perak. Dia kemudian menyegel tubuh Naga Perak di sebuah tempat terpencil ditengah samudera yang kini dikenal dengan Daratan Es Abadi.
Gelombang laut dan cuaca disekitar Daratan Es Abadi sengaja Kakek tua buat menjadi ganas agar tak ada orang yang mendatangi tempat tersebut. Sebagai tambahan, Kakek tua memasang sebuah formasi untuk menyembunyikan tempat itu dari mata semua makhluk hidup di dunia tersebut.
Jiwa Naga Perak kemudian Kakek tua kirim di sebuah dunia lain dengan harapan dapat membuat jiwa makhluk karya terbesarnya dapat kembali bersih.
Bahkan Kakek tua sudah membuat skenario yang sedemikian rupa agar bisa membuat jiwa Naga Perak menjadi lebih baik lagi.
Tetapi skenario yang telah Kakek tua buat tidak selalu lancar. Bahkan jiwa dari Naga Perak yang tak lain adalah Arya Wijaya malah berakhir menjadi seorang pembunuh bayaran.
Namun setelah mengawasi jiwa Naga Perak atau Arya Wijaya selama beberapa tahun, Kakek tua dibuat puas sebelum memutuskan untuk mengirim Arya Wijaya kembali nantinya.
Disisi lain tepat saat mendengar sosok Naga Perak telah di anggap hilang, pemimpin bangsa Iblis kemudian mengutus dua bawahan kepercayaannya untuk menguasai Dunia Kultivasi.
Selama ada sosok Naga Perak dimasa itu yang telah membunuh semua prajurit serta bangsa Iblis dan menyisakan 10% dari mereka, membuat pemimpin bangsa Iblis dibuat cukup putus asa.
Tetapi usai mendengar sosok Naga Perak membuat kehancuran baru di Dunia Kultivasi dan akhirnya dikabarkan hilang, jelas membuat pemimpin bangsa Iblis menjadi senang.
Kakek tua yang mengetahui hal itu lantas menciptakan sosok Baduga Maharaja dan saudara-saudaranya untuk menghalangi ambisi bangsa Iblis.
Kemenangan kembali diraih dan semua makhluk hidup di Dunia Kultivasi dapat kembali tenang selama ribuan tahun, meski para manusia akhirnya menumpahkan darah satu sama lain hanya demi kekuasaan.
Para makhluk Kuno seperti Baduga Maharaja, Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita kelamaan melakukan hal sama seperti para manusia dan menggunakan keturunan mereka sebagai prajurit perang.
Bahkan Baduga Maharaja, Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita sampai bertarung satu sama lain dan melupakan tujuan mereka dikirim ke sana.
Sampai akhirnya membuat Kakek tua kecewa dan menyegel wujud makhluk Kuno serta sebagain besar kekuatan mereka di Daratan Es Abadi, menyisakan sedikit kekuatan mereka saja untuk bertahan hidup.
Mengetahui kekacauan yang terjadi segera pemimpin bangsa Iblis memulai rencana untuk penyerangan dalam waktu dekat.
__ADS_1
Lagi-lagi Kakek tua tak bisa tinggal diam dan akhirnya mengirim jiwa Naga Perak ke Dunia Kultivasi dengan cara membuat skenario pembunuhan terhadap Arya Wijaya.
Tentunya ada perbedaan waktu yang cukup jauh antara kedua dunia.