
Deswara, Rajendra, serta Indera. Ketiga anggota Organisasi Pembebasan yang tersisa itu, awalnya merasa kecewa terhadap Arya saat melihat rekan mereka semua tewas dengan cara tragis.
Ketika melihat rekan seperjuangan mereka tewas terbakar Api Putih setelah meminum air campuran darah. Baik Deswara, Rajendra, serta Indera berpikir Arya sudah menjebak mereka. Bahkan ketiganya juga mengira Arya ingin membunuh mereka.
Tetapi kini prasangka buruk mereka terhadap Arya menghilang, setelah tiga orang rekan pemuda itu membantu untuk membuka fondasi Kultivasi mereka yang sebenarnya sangat tidak mungkin dilakukan oleh Alkemis manapun.
"Ini... Bagaimana mungkin?" Deswara mulai gugup saat merasakan sensasi hangat dan tubuhnya terasa lebih kuat seperti saat ketika dirinya masih muda.
Tidak hanya Deswara saja yang terkejut saat dapat merasakan aliran Qi Spiritual di dalam tubuhnya. Rajendra dan Indera merasakan hal yang sama dengan ketua mereka.
Ketiga pria itu masih tidak percaya bahwa mereka kini bisa merasakan sensasi Qi Spiritual layaknya para pendekar dan orang-orang di luar Kota Madya pada umumnya.
Deswara, Rajendra, dan Indera sekarang sudah tidak cacat lagi. Mereka bertiga bersukacita karena tidak pernah mendengar kasus orang cacat bisa diperbaiki.
Ketiga pria itu kemudian mengalihkan pandangan kearah Arya yang sedang memperhatikan mereka sambil tersenyum kecil. Mereka penasaran bagaimana Arya melakukan semua ini, tetapi mereka tidak bertanya sedikitpun berpikir teknik pengobatan Arya sangat dirahasiakan.
Deswara, Rajendra, dan Indera tanpa ragu membungkuk kearah Arya mengucapkan sumpah setia mereka sama seperti ketika Arjuna, Wira, dan Bagaskara disembuhkan oleh pemuda tersebut.
Mendapat sumpah setia dari pemimpin Organisasi Pembebasan serta dua anggota yang tersisa. Senyum tipis terukir diwajah Arya. Pemuda itu tidak menyangka rencana untuk mengambil hati orang-orang ternyata cukup lancar.
"Dari pada menebar ketakutan dan menunjukkan superioritas. Langkah kemanusiaan ternyata sangat mudah untuk mengambil hati seseorang." Arya diam-diam tertawa didalam hati. Bukan tawa jahat melainkan tawa penuh puji syukur karena dirinya tidak mengambil langkah yang salah.
Disisi lain Arjuna, Wira, dan Bagaskara tersenyum ketika melihat kesembuhan tiga anggota Organisasi Pembebasan yang tersisa. Mereka tersenyum memahami perasaan ketiga pria itu, sebab mereka pernah disembuhkan juga oleh Arya.
__ADS_1
Sementara itu Putri Amanda dan Fajar merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Sebelumnya Deswara dan dua anggota Organisasi Pembebasan yang tersisa masih terlihat biasa-biasa saja, tetapi setelah meminum air yang sudah di teteskan darah oleh Arya, tiba-tiba energi Spiritual meledak dari ketiga pria itu.
Dari yang awalnya tidak memiliki basis Kultivasi, sekarang Deswara dan dua anggotanya memiliki fondasi Kultivasi bahkan langsung menyamai Kultivasi milik Fajar.
"Bagaimana cara kau melakukannya?" Putri Amanda merasa sangat penasaran dan bertanya kepada Arya yang berada di sampingnya.
Namun Arya bukannya menjawab pertanyaannya. Pria itu hanya memberikan senyuman kecil yang membuatnya sedikit kesal, tetapi disisi lain juga merasa gugup ketika Arya tersenyum kearahnya.
Arya kemudian melihat perkembangan Deswara serta dua anggota Organisasi Pembebasan yang tersisa. Dia cukup puas setelah mendapati ranah Kultivasi dari ketiga pria itu berada di ranah Jalan Surgawi lapisan pertama.
Kualitas tulang mereka juga meningkat drastis dari tulang manusia menjadi kualitas Serigala Emas, dua tingkat dibawah kualitas tulang yang dimiliki oleh Arjuna, Wira, dan Bagaskara.
"Jangan mengatakan hal tabu seperti sumpah setia. Kalian mengerti konsekuensi yang diberikan oleh langit setelah mengucapkan hal itu, bukan?" Arya menyangga dagu menggunakan kedua tangannya diatas meja, sambil tersenyum penuh arti kearah tiga pria dihadapannya.
"Ya, kami paham konsekuensinya." Deswara sebagai perwakilan dua anggotanya menyampaikan jawaban kepada Arya tanpa keraguan sedikitpun.
Kini sumpah setia Deswara dan dua anggotanya tidak bisa ditarik kembali. Langit secara langsung menjadi saksi dan memberi mereka kutukan. Jika sampai Deswara, Rajendra, dan Indera mengkhianati Arya maka kutukan akan aktif kemudian membunuh mereka bertiga.
Arya mengangguk pasrah melihat keteguhan dimata tiga pria itu. Arya hanya bisa menerima sumpah setia mereka dan melanjutkan kembali rapat.
Rapat berakhir ketika langit sudah berubah menjadi senja. Dalam rapat diputuskan bahwa kepemimpinan Kota Madya sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab Arya.
Organisasi Pembebasan juga resmi dibubarkan. Arya kemudian membentuk rancangan kabinetnya sendiri berisikan Arjuna, Wira, Bagaskara, Deswara, Rajendra, dan Indera.
__ADS_1
Tentunya Arya memberikan tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka. Arya bukan tipe orang pemaksa meski disana dirinya merupakan orang terkuat dan memiliki jabatan tinggi.
Jadi Arya menanyakan terlebih dahulu kepada mereka apa mau menerima tugas yang dia berikan atau tidak. Dan tanpa mengeluh sedikitpun keenam pria itu langsung setuju.
Arjuna mendapat tugas untuk merekrut dan melatih prajurit baru. Tentu Arjuna akan dibantu oleh Wira dan Bagaskara yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini.
Deswara mendapat tugas sebagai perwakilan masyarakat Kota Madya untuk menerima setiap keluhan mereka. Deswara juga memiliki tugas meyakinkan masyarakat untuk mempercayai pemerintah Arya.
Rajendra bertugas untuk merekrut tenaga kerja dan mengawasi pembangunan ulang Kota Madya yang akan dilaksanakan secara besar-besaran.
Untuk Indera akan memimpin regu khusus yang mencari segala informasi. Dalam artian, Indera memimpin regu mata-mata dan menempatkan anggota diberbagai tempat tanpa batasan.
Fajar dan Putri Amanda masih menantikan tugas yang akan diberikan kepada mereka. Tetapi sampai rapat berakhir keduanya tidak diajak dalam diskusi dan tidak mendapat tugas seperti yang lainnya dari Arya.
"Hei! Bagaimana denganku. Kenapa aku tidak diberikan tugas apapun?!" Fajar terlihat sedikit kesal merasa dianaktirikan.
Melihat adiknya terlihat kesal dan frustasi, Arjuna kemudian menepuk kepala adik laki-lakinya itu. "Kau masih terlalu muda. Pengalamanmu juga masih sedikit. Lebih baik fokus untuk melatih dirimu terlebih dulu."
Fajar berdecak kesal mendengar perkataan dari kakaknya. Tetapi dia tidak melawan dan menuruti apa yang diminta oleh Arjuna.
Disisi lain Putri Amanda menarik ujung pakaian Arya. "Kenapa hanya para pria tua itu saja yang diberikan tugas. Apa kau tidak mempercayaiku?"
Mendapat pertanyaan serta tatapan penuh rasa iri dari Putri Amanda membuat Arya sedikit gugup. Apalagi ketika Putri Amanda mengeluarkan hawa dingin yang membuat area disekitarnya mulai membeku.
__ADS_1
Arya mengalihkan pandangan kearah rekan-rekannya untuk meminta bantuan. Tetapi para pria itu yang tidak mau terlibat masalah dengan Putri Amanda langsung pamit undur diri, dengan alasan ingin mengerjakan pekerjaan mereka.
Kini hanya ada Arya dan Putri Amanda yang tersisa di aula utama. Sementara para pelayan dan penjaga yang juga tidak ingin terlibat dalam masalah, meninggalkan mereka berdua.