Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Tantangan Pembuktian


__ADS_3

"Baik-baik aku mengerti, tidak perlu marah seperti itu. Jadi siapa saja yang kau bawa kemari, terutama hewan berbulu hitam disana." Arya mengibaskan tangannya kemudian menunjuk kearah serigala hitam yang berdiri disebelah Gardapati.


Mata Arya dalam beberapa saat berubah menjadi ke-emasan, ketika menggunakan teknik Pengelihatan Dewa untuk mengidentifikasi ranah spiritual semua Hewan Iblis yang ada, terutama untuk serigala hitam.


Senyuman tipis muncul diwajah Arya saat mengetahui rata-rata Hewan Iblis yang datang berada pada Ranah Kaisar. Tetapi ada tiga yang berada pada Ranah Jalan Surgawi. Sementara untuk serigala hitam sama seperti Gardapati, yaitu Ranah Legenda.


Darma memicingkan mata dan mengeram saat mendengar panggilan Arya terhadapnya. Apalagi saat melihat pria itu tersenyum tipis kearahnya, yang membuat dirinya merasa sangat kesal.


"Benar, aku memilih yang terbaik dan tidak terlalu liar untuk dibawa kemari. Untuk serigala di sebelahku ini dia adalah Darma. Dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri, Tuan."


Gardapati memberi sedikit penjelasan kepada Arya mengenai semua Hewan Iblis yang dia bawa. Untuk saat ini hanya ada kurang 100 ekor Hewan Iblis yang bisa Gardapati bawa. Hal ini sengaja dilakukan agar masyarakat Kota Madya tidak panik.


Bayangkan saja jika ada lebih dari 1 juta ekor Hewan Iblis yang datang. Masyarakat tentu akan merasa panik dan berpikir Kota mendapat serangan baru disaat sedang memulihkan kembali kekuatan tempurnya.


Cerita mengenai kemunculan seekor Naga Perak yang membantu para prajurit saat melawan serangan Hewan Iblis beberapa hari lalu, sebenarnya sudah menyebar luas ditelinga masyarakat Kota Madya.


Ada dari mereka yang percaya, namun tidak sedikit juga yang merasa skeptis dengan cerita tersebut. Sangat wajar ada sebagian orang yang tidak percaya jika seekor Naga membantu para prajurit saat itu.


Semua penduduk ketika penyerangan terjadi bersembunyi mencari tempat perlindungan. Hanya para prajurit saja yang mengetahui kejadian kemunculan seekor Naga.


Keraguan sebagian orang tentang kemunculan Naga diperkuat mengingat reptil raksasa itu sudah lebih dari 1000 tahun tidak menampakkan diri. Para Naga atau siluman Naga cenderung lebih suka menghabiskan waktu mereka di Lembah Terlarang, dan sama sekali tidak tertarik dengan Dunia luar meski mereka terkenal sangat kuat seperti para siluman Phoenix yang kini sudah memiliki Kerajaan sendiri yaitu Kerajaan Angasari.


Meski manusia membenci ada Kerajaan siluman yang berdiri diatas Benua Nusantara. Mereka tidak bisa gegabah menyerang, apa lagi saat mengingat Kerajaan Angasari di isi oleh para Phoenix yang sangat legendaris.

__ADS_1


Saat memperkenalkan Darma kepada Arya, sebenernya Gardapati bisa melihat tatapan penuh kebencian dimata saudaranya kepada pria itu. Dia tentu saja ingin menegurnya, tetapi itu sudah sangat terlambat.


Arya berjalan menghampiri Darma, kemudian menatap makhluk yang lebih tinggi beberapa meter darinya tersebut. "Sepertinya kau meragukanku, aku bisa melihatnya dari matamu."


Mendengar perkataan Arya tentu Darma tidak mengelaknya. Dia benar-benar meragukan kemampuan pria itu karena tidak bisa merasakan energi spiritual darinya.


Disisi lain Gardapati menggelengkan kepala memberi isyarat kepada Darma agar tidak membuat masalah dengan Arya. Dia tentu sudah mengetahui kekuatan pria itu di masa lalu, dan tidak ingin saudaranya menjadi bola bulu ditangan pria tersebut.


"Memang benar. Aku sebenarnya ragu bagaimana kau membuat saudaraku tunduk kepadamu. Jangan katakan kalau kau menggunakan teknik perbudakan kepadanya, manusia."


Darma mendekatkan wajahnya kearah Arya kemudian mendengus kasar. Dia memicingkan mata untuk melihat apakah pria itu akan berbohong atau tidak saat menjawab rasa penasarannya sejak semalam, ketika Gardapati memintanya untuk ikut ke Kota Madya.


Arya mengerutkan keningnya mendengar bagaimana Darma memanggilnya. Dia sekarang sudah bukan lagi seorang manusia. Ada 3 darah Hewan Surgawi yang mengalir di vena miliknya, dan dia mempunyai Kristal Naga yang sekarang menopang kehidupannya.


"Kecurigaanmu tentang bagaimana caraku menundukkan Gardapati sepertinya tidak berdasar. Sebagai saudara yang sudah tinggal bersama dengannya cukup lama, seharusnya kau tidak meragukan kemampuan saudaramu sendiri."


"Meski aku menggunakan teknik terlarang seperti perbudakan. Kau seharusnya paham jika teknik itu tidak mungkin digunakan kepada makhluk yang memiliki usia lebih dari 100.000 tahun."


"Yang terakhir, sepertinya kau salah mengartikan sesuatu tentangku." Arya menyelesaikan perkataan dan menunjukkan mata merah dengan pola milik seekor reptil kepada Darma.


Melihat sepasang mata reptil berwarna merah milik Arya. Darma langsung menyadari jika pria itu bukan seorang manusia. Tetapi dia bingung tentang bagaimana cara pria tersebut menyembunyikan identitasnya sebagai siluman sampai tidak disadari oleh banyak orang.


Tentang bagaimana cara Arya menaklukkan Gardapati sebenarnya Darma tidak benar-benar mencurigai pria itu sudah menggunakan teknik perbudakan kepada saudaranya.

__ADS_1


Darma hanya ingin mendengar jawaban sesungguhnya dari mulut Arya. Tetapi baik pria itu maupun Gardapati, mereka tampaknya tidak ingin membicarakannya untuk saat ini.


"Aku sangat penasaran bagaimana kau menaklukkan saudaraku yang bodoh itu. Bagaimana jika kau menunjukkan caramu melakukannya, agar membuat semua Hewan Iblis tidak meragukan kemampuanmu sebagai atasan Raja kami?"


Darma menyeringai sambil menatap sinis kearah Arya. Sebagai kerabat jauh Hewan Iblis, para siluman tentu memiliki sensitifitas kepada mereka. Dia ingin melihat seberapa besar potensi kerabat jauh di hadapannya.


Arya mengangguk pelan menyetujui tantangan yang diberikan oleh Darma untuk bertanding sebagai pembuktian. Dia tentu setuju bukan tanpa alasan. Arya hanya ingin mendapat kepercayaan penuh dari semua Hewan Iblis yang ada disana, supaya bisa membentuk sebuah pasukan yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah.


Tidak pernah sekalipun Arya mendengar tentang pasukan yang teridiri dari manusia, siluman, dan Hewan Iblis sebelumnya dari catatan sejarah.


Meski hidup diatas Benua yang sama. Ketiga makhluk ini tidak pernah aku satu sama lain. Selalu saja ada konflik diantara mereka selama ribuan tahun.


Oleh sebab itu Arya berencana untuk membuat perubahan. Dia ingin menjadikan Kota Madya sebagai contoh awal, dimana tiga makhluk yang selalu berseteru ini bisa hidup berdampingan.


Untuk mewujudkan rencana ini, Arya tentu sudah memikirkannya matang-matang dan pasti tidak mudah untuk mengaplikasikan begitu saja.


Sekarang ini Arya ingin membuat masyarakat Kota Madya menerima keberadaan Hewan Iblis begitupun sebaliknya.


Kemudian Arya akan melanjutkannya dengan para siluman. Dia memiliki keyakinan jika semua manusia yang tinggal di Kota Madya kebanyakan tidak menyadari bahwa sebagian penduduk Kota ini dihuni juga oleh para siluman.


Arya sendiri cukup terkesan bagaimana para siluman itu bisa mengesampingkan ego mereka agar bisa tinggal di Kota yang merupakan wilayah kekuasaan dari Kerajaan manusia.


Sebenarnya cukup berisiko ketika siluman tinggal di wilayah manusia, apalagi wilayah seperti Kerajaan Brawijaya yang belum bisa menerima keberadaan para siluman.

__ADS_1


Ada kesalahan pemahaman tentang asal-usul siluman. Dari pandangan manusia, para siluman dianggap sebagai aib karena memiliki darah dua makhluk yang berbeda yaitu manusia dan Hewan.


__ADS_2