Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Obsesi


__ADS_3

Hari berikutnya Arya sampai di Ibukota. Seketika Arya bisa mendeteksi keberadaan Arista yang saat ini juga berada di Ibukota, setelah dia menyebar sedikit aura miliknya.


"Dunia ternyata benar-benar terasa sempit, kenapa wanita gila itu juga bisa berada di tempat ini?"


Arya cukup dibuat heran kenapa Arista bisa ada di Ibukota. Arya yang tak mau berurusan dengan Arista, kemudian menggunakan teknik ilusi yang dia pelajari dari Kitab milik Baduga Maharaja yang merupakan ahli ilusi.


Dengan teknik ilusi Arya sedikit mengubah aura dan wajahnya agar tak bisa dikenali oleh Arista saat mereka secara tidak sengaja bertemu.


Arya juga menggunakan teknik ilusi itu agar beberapa orang yang dia kenal di Ibukota tak bisa mengenalinya, sebagai contoh Dierja dan seluruh anggota keluarganya.


Dengan teknik ilusi yang dia pakai sekarang. Membuat Arya kini dapat berjalan santai tanpa harus takut akan dikejar para wanita, seperti ketika dia berada di Kota Bambu.


Melihat beberapa prajurit sedang berpatroli, Arya yang bingung dimana tempat turnamen diadakan kemudian berinisiatif untuk bertanya kepada rekan sesama prajuritnya.


"Hei, bisakah kalian memberitahuku tempat untuk mengikuti turnamen para petinggi militer?" Arya bertanya dengan sopan sambil mencoba mengakrabkan diri dengan ketiga prajurit tersebut.


Seorang prajurit kemudian melihat surat undangan dan rekomendasi milik Arya. Mengira Arya merupakan seorang Komandan dari Kota Bambu, prajurit itu langsung menanggapi Arya dengan sangat sopan.


"Tuan bisa mengikuti jalan utama ini, 400 meter dari sini nanti pos dikiri jalan. Nanti Tuan bisa bertanya lebih lanjut kepada mereka, karena saya juga kurang paham sebab masih menjadi prajurit baru."


"Oh begitu. Terimakasih..." Arya menundukkan kepala sambil tersenyum kecil, lalu melanjutkan perjalanan tanpa menyadari bahwa ketiga prajurit itu hormat kepadanya.


Arya mulai bernostalgia saat melihat Ibukota yang pembangunan infrastruktur sudah berkembang cukup signifikan dari terakhir kali dia lihat.


Saat melihat penjual camilan ekstrim, Arya memutuskan untuk membeli beberapa camilan ekstrim disana, karena tidak buru-buru menuju pos militer.


Ketika sudah membeli beberapa camilan ekstrim, Arya melanjutkan perjalanan, tetapi tiba-tiba ada seseorang berpakaian tertutup tak sengaja menabraknya dari belakang, hingga membuat satu tusuk kalajengking yang baru saja mau dia makan terjatuh.


"Maafkan aku... Aku tak sengaja menabrakmu karena sedang buru-buru." Orang berpakaian tertutup itu menundukkan kepala, namun dari suaranya yang indah mengartikan bahwa dia merupakan seorang wanita.

__ADS_1


"Ah iya... Lain kali hati-hati saat jalan. Kau bisa membuat orang lain atau dirimu sendiri terluka kalau tak berhati-hati." Arya tak mempermasalahkan kecerobohan orang itu, dan melanjutkan kembali perjalanannya.


Tanpa Arya sadari sosok wanita berpakaian tertutup yang dia tabrak merupakan Putri Amanda, yang sudah dia tolong sebelas tahun lalu.


Putri Amanda tampaknya mengenali suara Arya yang sangat khas seperti anak laki-laki dulu yang sudah menolongnya sampai dia bisa hidup lebih baik sampai saat ini.


Tetapi saat Putri Amanda ingin mencari keberadaan Arya ditengah keramaian, dia tak bisa menemukan pria itu, dan harus menerima kenyataan pahit. Wanita cantik itu kemudian memutuskan untuk kembali ke Istana setelah dirinya menyelinap keluar tanpa ijin. Putri Amanda sekarang hanya bisa berharap dapat bertemu dengan pria yang belum dia ketahui dalam waktu dekat.


Sementara itu Arya yang sudah sampai di pos militer mendapat sambutan baik dari beberapa prajurit yang sedang berjaga setelah menyerahkan surat undangan serta surat rekomendasi miliknya.


Para prajurit yang berjaga kemudian memberitahu Arya bahwa turnamen militer akan diadakan esok hari, dan untuk saat ini Arya diperbolehkan menginap di barak militer prajurit Ibukota.


Arya kemudian mendapatkan fasilitas sebuah kamar pribadi, dan setelah meletakkan barang-barangnya dikamar, Arya kemudian turun kelantai bawah yang merupakan kantin untuk para prajurit.


Hanya dalam waktu singkat Arya dapat membaur dengan para prajurit lainnya. Sekarang Arya merasa bersyukur bergabung menjadi prajurit, dari pada masuk ke sebuah sekte yang isinya hanya orang-orang egois dan selalu menganggap serius masalah kecil.


"Arya, aku dengar kau merupakan perwakilan dari regu patroli di Kota Bambu untuk mengikuti turnamen militer yang diadakan oleh Panglima Tertinggi. Sepertinya kau sangat berbakat?" Celetuk seorang prajurit satu meja dengan Arya.


"Hanya kebetulan saja aku ditunjuk sebagai perwakilan. Komandan pasukanku tak bisa memenuhi undangan, jadi aku mendapatkan bagiannya." Balas Arya sambil tersenyum kecil.


Mendengar perkataan Arya membuat beberapa prajurit satu meja dengannya merasa iri, dan menganggap Arya sangat beruntung karena bisa mendapat kesempatan ikut serta kedalam turnamen yang hanya bisa diikuti oleh segelintir prajurit saja.


Tiba-tiba salah satu prajurit yang satu meja dengan Arya menunjuk kearah beberapa prajurit, yang memiliki wajah lumayan di atas rata-rata, sedang berbincang dengan beberapa wanita pelayan.


"Enak sekali menjadi mereka. Pasti sudah banyak wanita yang berhasil mereka bungkus. Dengan wajah mereka tentu saja mudah untuk mengajak kencan beberapa wanita."


"Ya kau benar. Mereka hanya perlu duduk diam dan sudah banyak wanita yang mendekati."


"Tak seperti kita yang memiliki wajah pas-pasan. Aku iri dengan mereka."

__ADS_1


Perkataan dari beberapa prajurit itu membuat Arya tanpa sadar juga menyindir para prajurit yang sedang berbicara dengan beberapa pelayan.


"Lelaki seperti mereka harusnya menghilang jauh-jauh ke lautan lepas." Celetuk Arya tanpa sadar membuat para prajurit yang satu meja dengannya langsung menatapnya dengan ekspresi datar.


Meski Arya sudah menggunakan ilusi untuk menyamarkan wajahnya, tetapi para prajurit itu masih bisa membandingkan wajah Arya dengan para prajurit buaya itu yang sama-sama memiliki wajah di atas rata-rata.


"Kalau begitu kenapa kau juga tak menghilang saja kelaut, dasar sialan." Seorang prajurit kemudian mengepalkan tinju dan menggosok kepala Arya.


Bukannya marah Arya justru terlihat berpura-pura kesakitan dan minta dibebaskan, membuat para prajurit lainnya tertawa. Momen itu seolah menjadi hal baru untuk Arya, dan dia cukup merasa senang.


****


Sementara itu disalah satu rumah yang terdapat didalam komplek kediaman Wijaya. Putri Amanda terlihat memandangi langit dari balik jendela, sambil mengingat wajah pria yang dulu menolongnya.


Dia kini benar-benar sudah tumbuh menjadi wanita cantik dengan rambut keperakan dan mata berwarna abu-abu. Sosoknya kini bagaikan perwujudan dari putri salju yang tidak bisa diraih oleh lelaki manapun. Bahkan kecantikannya berada diatas semua wanita yang ada di Kerajaan Brawijaya.


Tetapi tak sedikit orang yang menghina penampilannya, apalagi kekuatan miliknya yang dikira banyak orang merupakan sebuah kutukan.


Hal ini membuat Putri Amanda sering dijauhi oleh banyak orang meski dia memiliki wajah yang cantik. Bahkan tak jarang ada yang memanggilnya hantu atau bahkan monster.


Karena mendapat banyak hinaan sejak dari kecil. Dia sekarang lebih suka menyendiri didalam kamar. Tetapi belakang ini wanita cantik itu mulai suka melukis.


Seperti yang bisa ditebak semua lukisan yang dia buat hanya sosok penolongnya. Dia bahkan diam-diam mulai terobsesi kepada sosok itu setelah bertemu untuk kedua kalinya.


"Aku tak akan melepaskannya setelah bertemu lagi dengannya. Tak akan kubiarkan para wanita diluar sana mendapatkannya. Akan kuhabisi siapa saja yang berani mendekatinya..."


Putri Amanda tersenyum kecil penuh arti dan tanpa sadar aura dinginnya keluar hingga membuat jendela yang dia jadikan sandaran perlahan membeku.


Merasa hanya pria itu saja yang bisa menyentuhnya dan bisa menerima semua keadaannya, membuat Putri Amanda menjadikan Arya sebagai satu-satunya pria yang pantas bersama dengannya.

__ADS_1


Hal ini seolah membuat sosok Arista baru terlahir kembali. Sosok wanita yang nekat melakukan apa saja hanya demi bisa bersama dengan pria yang mereka sukai.


__ADS_2