Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Permaisuri Masa Depan


__ADS_3

Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Arya berusaha menenangkan pikiran dan godaan dari bisikan jahat Gardapati. Setelah beberapa saat Arya bisa mengendalikan dirinya dan kembali ke tampilan seorang pria maskulin.


Putri Amanda yang melihat tatapan mata Arya kembali tenang merasa kesal dan tidak menyangka pria itu bisa menahan sejauh itu. Tetapi hal ini juga yang membuat Putri Amanda semakin menyukainya.


"Bisa dibilang aku berhutang budi kepada leluhurmu..." Arya membuka suara yang seketika membuat Putri Amanda merasa bingung sekaligus terkejut.


Mendengar kata-kata leluhur dari mulut Arya jelas membuat pertanyaan besar dibenak Putri Amanda. Dalam pikirannya tidak mungkin Arya akan benar-benar mengenali sosok leluhur bangsa Phoenix, yaitu Hyman Nirwasita.


"Jangan katakan kepadaku kalau kau mengenal sosok yang bernama Hyman Nirwasita. Dia sudah lama menghilang ribuan tahun lalu, Arya..." Putri Amanda tertawa merasa Arya akan mengatakan lelucon kepadanya.


"Tentu saja aku mengenalnya. Dia merupakan salah satu guruku sebelum aku datang ke Ibukota." Balas Arya dengan ekspresi seolah tidak ada yang salah atas tebakan Putri Amanda.


Mendengar pernyataan mengejutkan dari Arya, pikiran Putri Amanda langsung berhenti bekerja untuk beberapa saat. Dia tidak percaya Arya akan benar-benar mengenali sosok leluhurnya, dan memanggilnya dengan sebutan guru.


Putri Amanda yang sudah kembali dari rasa keterkejutannya kemudian menatap lurus kearah mata Arya dan berkata dengan gugup. "Jelaskan semuanya yang terjadi kepadaku."


"Tentu saja aku akan menceritakannya..." Arya tersenyum kecil dan tertawa pelan ketika Putri Amanda memiliki ekspresi penasaran yang sangat tinggi diwajahnya.


Merasa bahwa Putri Amanda benar-benar dapat dipercaya setelah melihat pekerjaan wanita cantik itu selama tiga bulan terakhir. Arya akhirnya memutuskan untuk menceritakan pertemuannya dengan ketiga gurunya.


Kepada Putri Amanda, Arya menceritakan tentang awal pertemuannya dengan Hyman Nirwasita. Tentu Arya tidak mengungkapkan dua sosok gurunya yang lain kepada Putri Amanda. Setidaknya untuk saat ini.


Masih ada keraguan dimata Arya terhadap Putri Amanda mengingat pikiran wanita cantik itu sangat sulit ditebak. Arya sebenarnya cukup kesulitan saat Putri Amanda membuat ekspresi yang tidak sesuai dengan apa yang sedang dia katakan.

__ADS_1


Karena itulah Arya memilih menyamarkan dua sosok gurunya yang lain. Dia juga sedikit mengubah cerita dari yang sebenarnya terjadi kepada Putri Amanda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, meski wanita cantik itu sendiri merupakan keturunan Hyman Nirwasita.


Setelah menyelesaikan cerita yang sedikit dibumbui oleh kebohongan. Arya kemudian menunjukkan sosoknya dalam wujud manusia Phoenix kepada Putri Amanda untuk pembuktian.


Penampilan Arya seketika berubah. Rambut hitam yang semula pendek mulai memanjang sampai kebahu. Fitur wajah juga mengalami perubahan membuat Arya beberapa kali lebih tampan dari semula.


Tatapan mata Arya sedikit meredup menunjukkan pandangannya yang serius seolah bisa membelah lawan bicaranya.


Melihat perubahan penampilan fisik dan aura milik Arya. Nafas Putri Amanda menjadi sedikit berat dan memanas. Wajahnya sudah memerah padam dan akan terekspos jika seandainya dia tidak mengenakan cadar.


Tangan Putri Amanda tiba-tiba mencengkram erat pakaian milik Arya, saat dirinya mencoba menahan diri dan berusaha menutupi keinginan hatinya yang sudah terbakar.


Melihat keanehan pada Putri Amanda, Arya langsung kembali ke penampilan semula. Dia berpikir Putri Amanda tidak tahan saat terkena Api Hitam yang sempat menyelimuti tubuhnya.


Putri Amanda menggelengkan kepala dengan cepat sambil menundukkan kepala. Merasa tidak dapat menahan gejolak keinginan batinnya terhadap Arya, Putri Amanda kemudian turun dari pangkuan dan merapihkan gaun miliknya.


"Terimakasih tapi aku baik-baik saja. Aku permisi dulu, ada hal yang harus aku lakukan..." Putri Amanda menunduk sedikit memberi Arya hormat sebelum berjalan kearah pintu keluar.


Sebelum keluar dari pintu masuk, Putri Amanda berhenti sejenak dan tersenyum tipis. "Kau tau Arya? Sebenarnya kau bisa jujur kepadaku. Tapi untuk sekarang tak masalah. Aku mengerti kau belum bisa sepenuhnya percaya kepadaku..."


Begitu Putri Amanda menutup pintu, Arya memiliki kerutan di keningnya. Kata-kata wanita cantik itu seolah mengatakan jika sebenarnya dia mengetahui sebuah rahasia tentangnya.


"Apa yang dia maksud?" Arya menyandarkan tubuhnya dikursi sambil memikirkan kata-kata yang baru saja Putri Amanda katakan tentangnya.

__ADS_1


Sebenarnya cukup wajar Putri Amanda menyinggung cerita yang diberikan oleh Arya. Bukan karena dia tidak percaya, tetapi Putri Amanda langsung dapat mengetahui bahwa Arya menutupi sesuatu yang sebenarnya sudah dia ketahui tanpa perlu diberitahu.


Putri Amanda menyinggung soal kebenaran bahwa Arya merupakan siluman Naga. Dalam ceritanya yang sebelumnya Arya katakan. Pria itu sama sekali tidak mengungkapkan bahwa dirinya merupakan siluman Naga.


Semuanya terkesan ditutupi oleh Arya dan hanya perihal mengenai Hyman Nirwasita saja yang diceritakan sejujur-jujurnya. Hal ini tentu membuat Putri Amanda merasa sedikit kesal karena Arya masih belum bisa mempercayainya.


Tetapi Putri Amanda saat ini hanya bisa menerimanya, mengingat Arya pasti memiliki keraguan setelah beberapa orang yang ingin dia percaya justru bersikap semena-mena kepadanya.


Benar hanya untuk saat ini saja Putri Amanda memaklumi sikap Arya yang sangat tertutup kepadanya. Namun ketika kelak mereka memiliki hubungan yang lebih dekat, dia tidak akan membiarkan pria itu menutupi kebenaran lagi kepadanya.


Setelah meninggalkan Arya sendirian dengan penuh pertanyaan. Putri Amanda membasuh wajahnya yang memanas menggunakan air dingin dikamar mandi, yang terletak didalam kamar tidurnya.


Putri Amanda melihat penampilannya yang sudah memanas dari pantulan cermin. Saat mengingat kembali perubahan Phoenix milik Arya, Putri Amanda langsung memukul cermin itu sampai membuat tangannya berdarah.


"Ini semua salahmu, Arya. Kau yang sudah membuatku jadi seperti ini. Tunggu sampai kita menjalin hubungan yang lebih serius. Aku tak akan melepaskanmu kepada wanita liar diluar sana. Kau adalah milikku..."


Putri Amanda menyeringai dan tertawa. Nadanya dipenuhi ambisi untuk menaklukkan sosok pria yang sudah mengisi penuh hatinya. Dia menyalahkan Arya atas kondisinya saat ini, dan jika bukan karena ingin membuat kesan baik kepada pria itu. Sudah sejak awal Putri Amanda akan mengklaim pria itu dengan berbagai cara untuk memilikinya seorang diri.


Tidak ada hal lain yang dipikirkan oleh Putri Amanda saat ini, bahkan mengabaikan luka berdarah ditangannya. Obsesinya terhadap pria itu sudah membuatnya buta akan segala hal. Keinginannya hanya satu saat ini, yaitu bisa hidup bersama pria tersebut.


Tanpa semua orang sadari Putri Amanda sebenarnya telah mengetahui identitas Arya selain merupakan siluman Naga Perak yang kemarin sempat membuat heboh banyak orang.


"Aku tidak perduli meski kau merupakan pewaris tahta dari Kerajaan busuk ini. Tenanglah... Perlahan aku akan membantumu untuk memperbaiki Kerajaan ini. Tentu saja, saat itu tiba aku akan menjadi Permaisurimu, Arya..."

__ADS_1


Putri Amanda menghentikan tawa penuh obsesinya terhadap Arya, dan tersenyum tipis saat memikirkan rencana untuk menaklukkan hati pria kaku yang selama ini membayangi pikirannya setiap saat.


__ADS_2