
Aliran Qi murni secara signifikan membentuk sebuah pusaran diatas kepala Arjuna, Wira, dan Bagaskara. Fenomena itu bahkan bisa dilihat oleh mata secara langsung, dimana aliran Qi berwarna emas berdatangan dari berbagai arah seperti ratusan benang yang membentuk pusaran disatu titik.
Pusaran Qi kemudian masuk kedalam tubuh Arjuna, Wira, dan Bagaskara. Ledakan energi spiritual pecah dari tubuh ketiga pria itu, menciptakan gelombang kejut disekitarnya.
"Perasaan ini, aku sudah lama tidak merasakannya sejak 15 tahun terakhir." Arjuna tersenyum puas dan mengepalkan tangannya.
Rasa hangat dari energi Qi yang sudah lama hilang, sekarang bisa mereka bertiga rasakan kembali. Tak hanya bisa merasakan energi Qi lagi, ketiga pria itu juga mendapati setiap luka di tubuh mereka sudah pulih sepenuhnya.
Pandangan yang semula terlihat kabur kini sudah pulih kembali dan warna mata mereka juga tidak lagi berwarna abu-abu seperti milik Putri Amanda.
"Walaupun hanya setengah Kultivasi yang kembali. Tetapi ini sudah sangat luar biasa!" Wira tak bisa menahan rasa senang setelah Dantian miliknya kembali berfungsi seolah tidak pernah mengalami kerusakan.
Mendengar perkataan dari teman mereka. Arjuna dan Bagaskara mengangguk setuju. Dulu waktu masih menjabat sebagai Jenderal, mereka sudah berhasil menembus Ranah Bumi lapisan ke-5.
Arjuna, Wira, dan Bagaskara mendapati bahwa Ranah Kultivasi mereka berada di Penyempurnaan Roh lapisan ke-7. Meski terbilang rendah dan biasa dicapai oleh para prajurit biasa, mereka sudah cukup bersyukur karena sudah diberi kesempatan ke-2 untuk menjadi pembudidaya Qi.
Tinggal menunggu waktu saja untuk mereka mencapai Ranah Kultivasi, yang sudah dihancurkan oleh Pengadilan Istana setelah mendapat tuduhan palsu, dan menjadi kambing hitam oleh para tikus yang ada didalam pemerintahan.
"Bagaimana sekarang, apa kalian sudah percaya aku bisa menyembuhkan kalian? Maaf saja kalau aku tak bisa mengembalikan Kultivasi kalian." Celetuk Arya yang langsung membuat ketiga pria itu tersadar dari rasa senang mereka.
Arjuna, Wira, dan Bagaskara tiba-tiba bertekuk lutut dihadapan Arya layaknya seorang kesatria yang menghadap Raja mereka.
"Maaf sudah meragukan perkataanmu, dan terimakasih sudah menolong kami, Tuan. Untuk kedepannya, tolong ijinkan kami mengabdi kepadamu. Kami berjanji tak akan pernah berkhianat dan akan selalu setia kepada, Anda."
Sebagai yang tertua diantara mereka, Arjuna mewakili sumpah setia mereka bertiga kepada Arya. Tidak ada keraguan dalam ucapannya, semua murni dari lubuk hatinya yang terdalam.
__ADS_1
Mendengar sumpah setia dari ketiga mantan Jenderal yang sangat disegani pada masanya, Arya tak bisa menyembunyikan senyumannya. Hanya dengan melempar satu batu, dia sudah mendapat tiga burung ditambah satu lagi yang akan segera masuk kedalam divisinya.
"Maaf, tapi aku tidak bisa mempercayai janji kalian. Terakhir kali seseorang berjanji kepadaku, dia justru mengingkarinya bahkan mengusirku seperti kotoran."
Arya menyembunyikan senyumannya dan mencoba memancing kesetiaan dari tiga mantan Jenderal itu kepadanya. Bagaimanapun setelah dikhianati lebih dari dua kali. Arya tidak ingin mengulangi kesalahannya lagi, dan mulai bertindak lebih hati-hati.
"Kalau janji tidak bisa Anda terima, lalu bagaimana cara agar kami bisa menunjukkan kesetiaan kepadamu?" Arjuna bertanya dan sangat ingin Arya mempercayai kesetiaan mereka.
Mendengar pertanyaan dari Arjuna, sebuah cawan berisi air kemudian Arya keluarkan dari cincin dimensi. Melihat cawan yang dikeluarkan Arya, ketiga pria itu tampak memiliki raut wajah kebingungan.
"Lakukan perjanjian darah bersamaku. Dengan begitu kita tidak akan pernah mengkhianati satu sama lain, bagaimana?" Arya berkata sambil menunjukkan cawan emas berisi setengah air, kepada tiga pria dihadapannya.
Tanpa pikir panjang Arjuna, Wira, dan Bagaskara langsung menyetujui usulan yang diberikan oleh Arya. Setelah menerima kebaikan Arya seketika rasa hormat tercipta dibenak mereka kepada pemuda itu.
Apalagi saat Arya meminta melakukan perjanjian darah, mereka merasa terhormat karena dengan begitu Arya sangat mempercayai dan bergantung kepada mereka.
Jika sampai salah satu diantara mereka berkhianat, maka orang itu akan menerima sebuah kutukan, yang membuatnya terbunuh karena darahnya berubah menjadi kristal dan menyakiti secara perlahan.
Arjuna, Wira, Bagaskara, dan Arya meneteskan darah masing-masing kedalam cawan. Mereka kemudian secara bergantian meminum air campuran darah itu.
Tiba-tiba Arjuna, Wira, dan Bagaskara merasakan sakit di sekujur tubuh. Suara tulang patah terdengar nyaring saat tulang milik mereka mulai direkonstruksi ulang.
Selama satu jam Arjuna, Wira, dan Bagaskara hanya bisa menahan rasa sakit saat proses rekonstruksi tulang. Bahkan saking sakit proses itu, ketiga pria dewasa itu sampai menitikan air mata.
Nafas Arjuna, Wira, dan Bagaskara memburu. Raut wajah mereka terlihat pucat dan keringat membasahi sekujur tubuh mereka, setelah proses rekonstruksi selesai.
__ADS_1
"Baru kali ini aku melihat pria dewasa menangis di hadapanku seperti anak kecil. Apa rasanya sesakit itu?" Arya berjongkok dan memperhatikan ketiga pria itu sambil tersenyum tanpa menunjukkan rasa bersalah.
Mendengar perkataan Arya jelas membuat Arjuna, Wira, dan Bagaskara merasa kesal. Mereka hanya bisa mengumpat didalam hati.
Tetapi rasa kesal Arjuna, Wira, maupun Bagaskara sedikit kemudian langsung hilang setelah mereka menemukan kualitas tulang mereka sudah ditingkatkan.
Setelah merasakan siksaan yang bisa membuat siapa saja yang merasakannya lebih memilih mengakhiri hidup, ketiga pria itu mengabaikan rasa sakit sebelumnya.
Arjuna, Wira, dan Bagaskara terkejut karena kualitas tulang mereka mengalami peningkatan menjadi Kualitas Harimau Besi.
Tentu mereka sangat senang karena hanya sedikit orang yang mampu memiliki Kualitas Tulang Harimau Besi. Rata-rata prajurit memiliki Kualitas Tulang Serigala Emas, tak terkecuali mereka bertiga.
Dengan meningkatnya kualitas tulang mereka, ketiga pria itu kini memiliki fondasi yang lebih kuat dan membuat mereka memiliki kemampuan fisik luar biasa. Bahkan tak menutup kemungkinan besar, mereka bisa melampaui Ranah Bumi suatu hari nanti.
"Ini... Bagaimana kami harus membayar semuanya?" Arjuna menatap Arya seolah tidak percaya bahwa pemuda itu akan memberinya sebuah kejutan besar, padahal mereka baru saja bertemu.
Baik Arjuna, Wira, dan Bagaskara tidak habis pikir kepada Arya yang bisa-bisanya membantu mereka sejauh ini tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun.
"Cukup bergabung dengan divisi ku dan tidak mengkhianati kepercayaan ku, sudah cukup untuk membayarnya." Balas Arya santai seolah itu semua bukan sesuatu yang dianggap besar.
Berbeda dengan Arya yang menganggap semua ini biasa saja. Arjuna, Wira, dan Bagaskara justru berpikir sebaliknya. Ketiga pria itu kemudian mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Arya.
"Sudah jangan terlalu dipikirkan. Mulai detik ini aku minta jangan bersikap formal kepadaku. Dan jika dimasa depan aku membuat kesalahan, kalian bisa menegurku." Ucap Arya yang langsung disanggupi oleh ketiga pria itu.
Setelah melakukan sumpah darah, Arya kemudian memberi ketiga pria itu baju baru dan meminta mereka untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Arjuna, Wira, dan Bagaskara terlihat malu saat Arya mengingatkan kondisi tubuh mereka yang sangat bau setelah tidak mandi selama beberapa tahun, ditambah kotoran saat proses pembersihan tubuh mereka sebelumnya.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, ketiga pria itu kemudian menuju aliran sungai yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat persinggahan mereka, untuk membersihkan diri.