Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Mengungkapkan Fakta Dihadapan Masyarakat


__ADS_3

Setelah berhasil meyakinkan para Siluman untuk kembali menuju rumah masing-masing. Arya memutuskan untuk segera kembali mengingat waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam.


Diam-diam Arya menyelinap masuk kediaman Walikota dan masuk kedalam kamarnya yang letaknya ada dilantai tiga melalui jendela dari balkon.


"Baru pulang? Kau dari mana saja?" Suara seorang wanita langsung menyambut kedatangan Arya setelah pria itu menutup kembali jendela kamarnya.


Begitu membalik badan Arya langsung menemukan Putri Amanda menyilangkan kedua tangan didepan sambil menatapnya dengan tajam. Raut wajah wanita cantik itu juga terlihat sedang kesal.


"Ada hal yang baru saja perlu aku urus diluar. Kau sendiri apa mengapa ada di kamarku?" Arya tidak menunjukkan rasa panik sedikitpun dan menjawab seadanya saja kepada Putri Amanda.


Putri Amanda menyipitkan mata setelah mendengar jawaban dari Arya. Melihat tidak ada hal yang mencurigakan dari pria tersebut karena terlihat tenang, dia kemudian mengendurkan rasa curiganya.


"Sebagai sekertaris aku hanya menjalankan tugas untuk memastikan segala kegiatanmu dari bangun sampai tidur. Memangnya ada masalah?"


Dengan tenang Putri Amanda menjelaskan kepada Arya mengenai alasannya berada dikamar pria itu malam-malam, seolah tidak ada yang salah dengan tindakannya.


Berbeda dengan Arya yang merasa dibuat pusing oleh tingkah laku Putri Amanda belakangan ini. Apa lagi saat melihat wanita cantik dihadapannya yang hanya mengenakan sebuah piyama hitam.


"Bukankah semua ini mulai terasa agak aneh? Maksudku sebagai seorang pengawal bukankah seharusnya aku orang yang harus memperhatikan keamananmu? Satu hal lagi, apa kau tidak khawatir mengenakan pakaian seperti itu saat mengunjungi kamar seorang pria?"


Mendengar pertanyaan dari pria tersebut, Putri Amanda tiba-tiba tersenyum tipis. "Memangnya kenapa jika tugas kita seperti tertukar? Aku tak mempersalahkan hal ini, lagi pula semuanya sudah menjadi keputusanku sendiri."


Putri Amanda kemudian perlahan berjalan mendekat kearah Arya, membuat pria tersebut reflek langsung berjalan mundur karena merasa ada hal yang tidak beres.


Sampai pada akhirnya Arya terpojok di pintu kaca yang menghubungkan balkon dengan kamar. Jarak antara pria itu dengan Putri Amanda kini hanya selisih 3 langkah saja, membuat keduanya sangat dekat.


"Amanda, apa kau baik-baik saja? Sebaiknya kau segera kembali..." Ucap Arya sambil memalingkan wajah kesamping agar tidak melihat Putri Amanda yang mengenakan pakaian cukup terbuka.

__ADS_1


Melihat Arya yang terlihat gugup dan berusaha menahan diri. Putri Amanda menjadi lebih bersemangat untuk menggodanya. Dia kemudian mendekatkan jarak dengan pria tersebut sampai tubuh mereka saling bersentuhan.


"Tidak perlu menahanya, aku tau apa yang sedang kau coba pendam saat ini..." Putri Amanda menghembuskan nafas pelan disamping telinga Arya, dan membuat pria tersebut langsung bergidik.


Menyadari ada yang tidak beres dengan Putri Amanda malam ini, setelah melihatnya menjadi lebih berani dari biasanya. Arya langsung menduga jika semua ini di akibatkan oleh fenomena Bulan Purnama Darah.


Bughhh!!!


Dengan terpaksa Arya memukul tengkuk leher Putri Amanda untuk membuatnya pingsan, agar masalah tidak semakin runyam di antara mereka berdua.


Arya kemudian membaringkan tubuh Putri Amanda yang sudah tidak sadarkan diri keatas tempat tidur, dan memberikan selimut untuk menutupi tubuh wanita tersebut.


Pria itu lalu berjalan menuju balkon dan mengeluarkan sebuah bungkusan kertas kecil dari dalam cincin dimensi. Setelah bungkusan kertas seukuran jari telunjuk dibuka, terlihat serbuk putih yang tersimpan di dalamnya.


Arya memperhatikan sejenak serbuk putih tersebut sebelum menghirupnya dalam-dalam. Tubuhnya yang sempat tegang perlahan mulai menjadi rileks, dan fokusnya menjadi lebih tajam setelah menghirup serbuk putih tersebut.


Disisi lain Putri Amanda yang sebenarnya masih sadar, dia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku akibat perbuatan Arya.


Putri Amanda sekarang hanya bisa menatap Arya dengan kesal. Tetapi jauh di lubuk hatinya dia merasa senang dengan perlakuan pria itu yang masih menahan diri.


Jujur malam ini Putri Amanda sendiri merasa ada hal yang membuatnya bersikap menjadi agresif, dan tidak mengontrol keinginan terdalamnya.


...****************...


Keesokan harinya di alun-alun Kota terlihat sejumlah pemuda yang sedang berkobar mengeluarkan suara mereka untuk memberikan peringatan kepada ratusan orang disana.


Agenda yang mereka bawa sendiri tidak lain menyangkut perihal keberadaan Siluman di Kota Madya yang sudah lebih dari beberapa dekade diam-diam tinggal di sana.

__ADS_1


Masyarakat pada awalnya tidak percaya, tetapi ketika para pemuda itu menunjukkan sosok anak kecil yang berubah menjadi manusia setengah rusa. Pada akhirnya masyarakat mempercayai mereka.


Para pemuda itu kemudian mengajak masyarakat bersama-sama untuk menggeledah beberapa rumah yang dicurigai menjadi tempat tinggal para Siluman.


Disisi lain para Siluman yang sedang menyamar dan menyaksikan seruan pada pemuda itu menjadi takut. Mereka khawatir jika keberadaannya diketahui, dan membuat para Siluman mulai dibantai satu-persatu oleh sebagian masyarakat Kota Madya yang merupakan manusia.


"Cukup sampai disana!" Tiba-tiba Arya muncul di atas panggung yang menjadi mimbar aksi provokasi oleh sekelompok pemuda.


Melihat kemunculan Walikota mereka di atas panggung. Masyarakat langsung berhenti sebelum mereka mulai menyisir kediaman para Siluman.


Arya kemudian mengalihkan pandangannya kearah para pemuda yang sebenarnya memiliki usia tidak jauh berbeda dengannya. Dia mendapati para pemuda itu memiliki kebencian yang terpampang jelas diwajah mereka.


"Kau bagian dari mereka bukan? Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri tadi malam kau berkumpul bersama para makhluk hina itu!" Seorang pria menunjuk wajah Arya dengan kesal.


Beberapa teman pemuda itu lalu mulai menyudutkan Arya, yang membuat masyarakat penasaran dan bertanya-tanya apakah Walikota benar terlibat dengan para Siluman tersebut atau tidak.


Para Siluman sendiri yang sedang menyamar menjadi manusia mulai khawatir dengan kondisi mereka dan Arya, jika sampai identitas mereka semua terbongkar di tengah masyarakat yang sudah mulai menjadi anarkis.


Di lain sisi Arya bukannya panik atau khawatir saat disudutkan oleh sekelompok pemuda tersebut. Pria itu justru dengan santainya menunjukan perubahan pada matanya.


Sontak masyarakat terkejut saat mendapati pemimpin mereka ternyata selama ini merupakan seorang Siluman yang sangat di benci oleh para manusia.


Kehadiran sosok Siluman merupakan aib bagi para manusia. Manusia sendiri percaya jika para Siluman dulunya merupakan seorang manusia yang bersekutu dengan Iblis dan mendapatkan ilmu mereka. Dimana ilmu para Iblis sendiri terbilang sangat kuat.


"Jadi apa yang ingin kalian lakukan jika aku merupakan seorang Siluman?" Arya bertanya sambil memperhatikan semua orang yang hanya bisa terdiam ditempat.


Tidak ada satupun orang yang berbicara saat ini karena bingung harus mengatakan apa sekarang. Sosok yang membantu mereka dari keterpurukan ternyata merupakan Siluman yang sangat dibenci.

__ADS_1


__ADS_2