
Setelah Arya Wijaya masuk kedalam Kuali dia kemudian langsung mulai berkultivasi menyerap esensi darah Phoenix harta paling berharga milik Hyman Nirwasita.
Hyman Nirwasita berbohong kepada Arya Wijaya saat mengatakan kalau dia mencampurkan herbal kedalam kuali.
Hyman Nirwasita sendiri hanya menyaksikan tanpa mengganggu Arya Wijaya dalam menyerap esensi darah Phoenix miliknya. Hyman Nirwasita berpikir Arya Wijaya dapat melakukannya sendiri setelah menyerap esensi darah Naga milik Arga Mahesa 2 tahun lalu.
Arya Wijaya sudah mengaktifkan garis keturunan Naga setelah menyerap esensi darah milik Arga Mahesa, dan membuatnya dapat menggunakan teknik beladiri serta Kultivasi ras Naga.
Tidak hanya itu saja, Arya Wijaya sudah membuka Gerbang Pertama yang membuatnya dapat menggunakan Dantian Naga didalam tubuhnya meski hanya sebagian kecil.
Sekarang giliran Arya Wijaya membuka Gerbang Kedua dan mendapatkan garis keturunan Phoenix agar dapat menggunakan Dantian Phoenix. Setelah jalur Meridian dalam tubuhnya yang sempat tertutup telah terbuka, tak sulit bagi Arya Wijaya untuk menyalurkan energi Qi dari tiga Dantian keseluruh tubuhnya kelak.
Suara tetesan air menyadarkan Arya Wijaya. Dia kemudian membuka mata dan menyadari jiwanya telah berada di tempat berbeda.
Hanya ada kegelapan sepanjang mata memandang dan suara tetesan air yang terdengar samar-samar ditelinga Arya Wijaya.
Sesaat kemudian sebuah percikan api muncul secara misterius dan membentuk suatu lingkaran disekitar Arya Wijaya, menampilkan sebuah Altar dengan ukiran transkripsi kuno.
Mata Arya Wijaya membelalak saat melihat seekor burung Phoenix yang merupakan leluhur bangsa Phoenix, wujud lain dari Hyman Nirwasita berada tepat dihadapannya.
"Guru Hyman, apa itu kau?" Arya Wijaya dengan ragu bertanya untuk memastikan sosok burung Phoenix di hadapannya.
Phoenix dengan kobaran api hitam disekitar tubuhnya itu tidak menjawab pertanyaan dari Arya Wijaya. Dia justru mengeluarkan pekikan kerasa dan sedetik kemudian langsung menyerang Arya Wijaya.
Menyadari bahwa ini semua merupakan ujian apakah dia layak untuk mendapat garis keturunan Phoenix, Arya Wijaya tanpa ragu mengeluarkan semua kemampuannya.
Wajah Arya Wijaya mulai menumbuhkan beberapa sisik Naga emas. Kedua matanya seketika berubah menjadi seperti seekor reptil. Dua jenis api yang berbeda kemudian menyelimuti tangan Arya Wijaya.
Melihat sisik Naga dan api berwarna emas milik Arya Wijaya membuat Phoenix itu menjadi marah besar. Wajar saja hal itu terjadi karena memang ras Phoenix dan Naga saling bermusuhan.
Pertarungan sengit antara Arya Wijaya melawan leluhur dari bangsa Phoenix terjadi. Perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat Arya Wijaya cukup kesulitan dalam menghadapi leluhur Phoenix.
Kecepatan dan api abadi milik leluhur Phoenix tidak sebanding dengan kemampuan Arya Wijaya saat ini yang masih sangat kecil. Meski telah dilatih keras oleh Arga Mahesa selama 2 tahun dan membunuh ratusan Hewan Iblis, tetapi itu semua tidak sebanding dengan kemampuan dari generasi pertama bangsa Phoenix.
__ADS_1
Disisi lain Hyman Nirwasita yang tengah mengawasi tubuh Arya Wijaya cukup terkejut saat melihat anak itu memuntahkan seteguk darah.
"Apa ujian yang aku berikan terlalu berat? Bertahanlah, Nak... Kamu pasti bisa menemukan celah dan menaklukkannya."
Kembali kepada Arya Wijaya dia kini telah mendapatkan luka yang cukup parah setelah melakukan pertarungan dengan burung Phoenix itu. Disisi lain Phoenix hitam itu sama sekali tak mendapatkan luka sedikitpun.
Wujud Arya Wijaya telah kembali seperti normal. Nafasnya mulai terengah-engah setelah kehabisan sebagian besar Qi, tetapi tidak membuahkan hasil sedikitpun.
"Ayolah... Kamu sudah sejauh ini, jangan sampai gagal..." Arya Wijaya mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya tidak menghendaki.
Sebelum Arya Wijaya kehilangan kesadarannya sosok lain yang bersemayam di dalam tubuhnya langsung mengambil alih.
"Istirahatlah, Arya... Biar aku mengurus sisanya..." Ucap sosok yang telah mengambil alih tubuh Arya Wijaya yang tidak lain adalah Kakek tua misterius.
Rambut panjang Arya Wijaya berubah menjadi putih. Kedua matanya menghitam seluruhnya dengan bintik-bintik menyerupai bintang di langit.
Sorot mata Arya Wijaya seolah bisa menelan apa saja yang dia lihat tidak perduli sebesar apapun. Bahkan penampakan galaksi-galaksi yang ada diseluruh semesta berada di dalam kedua mata Arya Wijaya saat ini.
"Burung kecil, bukannya kamu berpikir ujian yang kau berikan kepada anak ini terlalu berlebihan?"
Pandangan leluhur Phoenix menyipit saat melihat perubahan dikedua mata milik Arya Wijaya.
Mata Hyman Nirwasita yang terhubung dengan pandangan leluhur Phoenix itu seketika membuatnya terkejut saat menyadari sosok yang merasuki tubuh Arya Wijaya.
"Sudah sangat lama sepertinya kita tidak bertemu sampai membuatmu lupa tentangku, Hyman Nirwasita..."
Kakek tua tersenyum tipis menyadari kebingungan diwajah Hyman Nirwasita. Sebuah cahaya putih muncul dari jari telunjuk Arya Wijaya dan melesat masuk kedalam kepala Hyman Nirwasita.
Ingatan yang telah lama hilang dari Hyman Nirwasita mulai kembali. Hyman Nirwasita kemudian melihat ingatan dimasa lalunya saat pertama kali dia menetas dari telur.
Sosok pria tua dengan pakaian putih yang memancarkan aura agung dan memiliki mata hitam pekat dengan corak bintik putih adalah sosok yang pertama kali dia lihat.
Kakek tua itu tidak lain adalah yang menciptakan Hyman Nirwasita, Arga Mahesa, Baduga Maharaja, dan beberapa makhluk mitos lainnya yang sengaja diciptakaan Jutaan tahun lalu sebagai persiapan untuk melindungi Dunia Kultivasi saat jaman Kekacauan yang terjadi ribuan tahun lalu.
__ADS_1
Sebagai sosok dengan derajat yang tinggi tentu saja Kakek tua tidak bisa mendatangi suatu tempat atau ikut campur secara langsung, sebab akan menghancurkan dunia yang dia datangi karena tekanan miliknya.
Jadi dia menciptakan Hyman Nirwasita dan saudara-saudaranya untuk melindungi Dunia Kultivasi dari sosok yang ingin mendapatkannya karena sebuah artefak.
Sebenarnya Kakek tua dapat mengalahkan sosok itu dengan mudah, tetapi karena tak bisa ikut campur dalam urusan duniawi dia mengirim beberapa makhluk mitos kesana.
Hyman Nirwasita yang telah mengingat kembali sosok Kakek tua kemudian membungkuk dihadapannya dengan rasa hormat.
Tanpa perlu bertanya tentang bagaimana Hyman Nirwasita dan saudara-suadaranya melupakan sosok pencipta mereka sendiri. Kakek tua sudah mengetahuinya karena dia sepanjang waktu telah mengawasi apa yang terjadi didunia itu.
"Sebenarnya ini sedikit merepotkan, tetapi apakah kamu bisa langsung saja memberikan garis keturunanmu kepada anak ini, Hyman?"
Hyman Nirwasita mengangguk patuh dan akan memberikan garis keturunan Phoenix kepada Arya Wijaya tanpa perlu mengujinya lagi.
Ketika Hyman Nirwasita ingin bertanya kepada Kakek tua mengapa sosok setinggi dirinya mau membantu bocah manusia biasa, Kakek tua langsung menghilang dan Arya Wijaya kembali kepada kesadarannya.
Hal ini membuat Hyman Nirwasita menjadi sedikit murung karena kesempatan dirinya untuk mengobrol sebentar dengan sosok penciptanya setelah ribuan tahun sirna sudah.
Hyman Nirwasita sangat mengerti sosok penciptanya sulit untuk ditemui dan selalu mengasingkan diri ditempat berbeda.
Arya Wijaya yang telah tersadar setelah dirasuki oleh Kakek tua menjadi bingung saat melihat Hyman Nirwasita bisa ada ditempat ujian tersebut.
Saat Arya Wijaya bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada Hyman Nirwasita, pria itu memilih untuk bungkam dan segera memberikan garis keturunan Phoenix kepada Arya Wijaya.
Suara dentuman teredam terdengar dari tubuh asli Arya Wijaya yang berada di dalam kuali. Ranah kultivasi Arya Wijaya mengalami peningkatan menjadi Penguasaan Qi lapisan ke-5.
Arya Wijaya sekarang hanya tinggal menyerap pusaran Qi yang ada diatas kepalanya untuk menguatkan pondasi kultivasinya.
Gerbang kedua kini telah terbuka dan sebuah energi Qi baru mulai mengalir ke seluruh tubuh Arya Wijaya melalui Meridian.
Air yang semula berwarna merah seketika berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma busuk menyengat.
Paras wajah Arya Wijaya mengalami perubahan cukup signifikan menjadi lebih tampan bahkan mengalahkan gurunya sendiri Hyman Nirwasita.
__ADS_1
Sebuah tanda muncul didahi Arya Wijaya membuat Hyman Nirwasita terhenyak beberapa saat. Begitu membuka matanya Arya Wijaya menemukan pandangannya jauh lebih jernih dari sebelumnya.