
Tindakan berani yang dilakukan oleh Putri Amanda dengan duduk di atas pangkuan Arya sontak membuat seisi ruangan menjadi terkejut. Semua orang tidak bisa percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, dimana wanita dingin dan kejam itu kini terlihat manja.
Pikiran semua orang seolah terkena sirkuit listrik yang membuat otak mereka berhenti bekerja selama beberapa saat. Mereka mendapati Putri Amanda seolah mengabaikan harga diri dan kebanggaannya selama ini hanya untuk mendekatkan diri dengan seorang pria.
Disisi lain Arya juga sama halnya dengan semua orang yang terkejut. Tindakan yang dilakukan oleh Putri Amanda tentu saja membuatnya khawatir, bagaimana jika nantinya tersebar rumor buruk mengenai wanita itu sendiri.
"Hei apa yang kau lakukan. Bukankah aku memintamu duduk bersama mereka? Bagaimana jika semua orang salah paham? Nama baikmu sebagai Putri Kerajaan Angasari bisa-bisa menjadi buruk."
Arya berbisik tepat ditelinga Putri Amanda supaya tidak terdengar oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut. Dia benar-benar tidak percaya jika wanita itu akan melakukan tindakan yang cukup berisiko.
"Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku bisa duduk dimana saja? Lagipula tidak masalah jika mereka salah paham, dan aku tidak perduli nama baik ku sebagai Putri Kerajaan Angasari menjadi buruk."
Dengan santai Putri Amanda mengabaikan kekhawatiran Arya terhadap sesuatu yang sebenarnya dia juga tidak begitu memperdulikan nya.
Putri Amanda sekarang sudah bisa menangkap perasaan asing yang dialami oleh Arya. Dengan begitu dia tidak perlu lagi menahan diri lagi untuk lebih dekat dengannya, lagipula mereka memiliki perasaan yang sama. Hanya saja belum ada diantara mereka yang ingin mengaku terhadap satu sama lain.
Sebenarnya Putri Amanda juga bisa menangkap maksud dari kekhawatiran Arya yang ingin menjaga nama baiknya sebagai seorang Putri. Tetapi dia sekarang sudah tidak perduli lagi, bahkan jika bisa dirinya ingin melepaskan kedudukannya tersebut.
Hidup selama 15 tahun sebagai tawanan perang tanpa mendapatkan perhatian dari keluarganya. Putri Amanda sudah bisa mengerti bahwa selama ini dirinya bukan diculik, melainkan sengaja di asingkan oleh keluarganya.
Putri Amanda juga sudah menyadari lasan mengapa dirinya di asingkan oleh keluarganya sendiri. Hal ini tidak lain menyangkut kelainan yang dia alami, dimana dirinya sebagai keturunan Phoenix bukannya menggunakan Api spiritual dan justru memiliki elemen sebaliknya yaitu es.
Disisi lain Arya merasa bingung harus berbuat apa kepada Putri Amanda. Jarak mereka yang sangat dekat membuat, Arya bisa mencium aroma harum dari tubuh wanita itu.
__ADS_1
Sebagai pria lurus dan masih normal, pikiran jahat mulai muncul dibenak Arya saat merasakan sensasi ketika Putri Amanda duduk diatas pangkuannya.
Tidak ingin menjadi seperti seekor serigala liar yang menancapkan taring mereka kepada setiap wanita. Arya berusaha mengalihkan pikirannya untuk menjauhkan diri dari pikiran sesat.
Putri Amanda menyadarkan tubuh didada Arya kemudian memperhatikan wajah pria itu yang sedang berusaha menahan diri dan mengalihkan pandangan darinya.
Melihat keteguhan Arya dalam menghadapi keinginan terliarnya. Putri Amanda merasa tindakan pria itu membuatnya tertawa lirih. Dia kemudian sedikit menggoda dengan menyentuh leher milik Arya.
Arya merasakan sengatan ketika Putri Amanda menjelajahi lehernya menggunakan jari telunjuk. Dia hanya bisa mengumpat di dalam hati ketika wanita itu justru menggodanya, dan bukan membantunya mengatasi situasi canggung saat ini.
Disisi lain Arjuna dan para petinggi lain hanya bisa terperangah melihat pemandangan yang belum pernah sekalipun ada dipikiran mereka.
Melihat kedekatan Arya dan Putri Amanda semua orang langsung membuat hipotesis mereka masing-masing. Tetapi insting terliar mereka mengatakan bahwa dua orang itu sudah melakukan sesuatu dibelakang saat semua orang sibuk menguras sekelompok pemberontak.
"Apa kita masih dianggap ada disini?" Fajar mengeluh saat melihat Arya dan Putri Amanda mengabaikan semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Arjuna, Wira, Bagaskara, Deswara, Rajendra, dan Indera hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka sekarang merasa seperti setitik kecil noda yang keberadaannya tidak begitu diperhatikan oleh dua orang itu.
Sementara itu Arya sekarang memejamkan mata mencoba memfokuskan diri untuk mencapai titik pencerahan supaya tidak terpengaruh oleh godaan dari wanita jahil yang ada di pangkuannya.
Begitu mencapai titik pencerahan yang hanya bisa dimiliki oleh para biksu. Arya membuka matanya dan sebuah gelombang kejut muncul bertepatan saat dia membuka mata.
Raut wajah Arya seketika kembali menjadi tegas dan tatapan lurus kedepan mengabaikan setan kecil yang terlihat terkejut melihat perubahannya.
__ADS_1
"Maaf sudah membuat kalian semua terganggu sebelumnya. Baiklah, jadi bagaimana laporan mengenai sekelompok pemberontak itu?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Arya secara tiba-tiba membuat semua orang kembali tersadar dari lamunan mereka masing-masing. Saat melihat ekspresi tegas dan profesional diwajah pemuda itu, semua orang merasa kagum melihat keteguhan imannya.
Rapat singkat untuk membahas tentang kejadian paska penggeledahan dan eksekusi kelompok organisasi pemberontak mulai dilakukan.
Semua orang yang berada di dalam ruangan mengikuti rapat kecuali seorang wanita yaitu Putri Amanda. Wanita itu masih saja berusaha menggelitik leher Arya tetapi setiap usahanya sama sekali tidak membuat pria tersebut bergeming.
"Aku tidak percaya dia benar-benar mengabaikan ku." Putri Amanda berdecak kesal dan menggembungkan pipinya sambil menyilangkan kedua tangan didada.
Putri Amanda kemudian mengalihkan pandangan ke arah Arjuna dan yang lainnya. Tatapan membunuh lalu dia berikan kepada mereka saat melihat beberapa pria itu menatap kearahnya.
Semua orang seketika menjadi gugup setelah mendapat tatapan membunuh dari Putri Amanda untuk kesekian kalinya. Tetapi berbeda dari biasanya, tatapan kali ini menyiratkan bahwa wanita itu benar-benar akan memenggal leher mereka jika terus memperhatikannya.
Melihat semua orang yang semula antusias mengikuti diskusi menjadi diam membisu dan terlihat takut. Arya sebagai pemimpin diskusi langsung menyadari siapa yang membuat situasinya menjadi canggung seperti tadi pagi.
Arya kemudian menutup mata Putri Amanda menggunakan salah satu tangannya dan membuat semua orang tidak lagi mendapat tatapan membunuh dari wanita itu.
Merasa kesal pandangan ditutup. Putri Amanda kemudian memberontak. Tetapi seberapa besar usahanya untuk melepaskan diri, dia tidak menyingkirkan telapak tangan Arya yang menutup pandangannya.
Perlahan Putri Amanda mulai merasa lelah dan berhenti memberontak. Dia kemudian akhirnya tertidur di dalam dekapan Arya seperti anak kecil.
Melihat Putri Amanda yang memberontak ditengah rapat kini tertidur. Semua orang menghela nafas dan tidak menyangka jika Arya benar-benar bisa menangani wanita sadis itu.
__ADS_1
"Baik mari lanjutkan diskusinya." Ucap Arya sambil menjaga Putri Amanda yang tidur siang.