
Suasana yang semula sempat canggung perlahan mulai berubah menjadi lebih santai, setelah Arya memberikan sedikit penjelasan mengenai dirinya yang merupakan Siluman kepada kelima pria tersebut.
Dalam penjelasan tersebut Arya menyampaikan kondisi dirinya yang sepenuhnya bukan terlahir sebagai sosok Siluman, melainkan dirinya dulu juga merupakan seorang manusia.
Ketika ditanya mengapa dirinya bisa menjadi Siluman Arya menolak untuk menjawabnya saat ini. Dia akan menjelaskan setelah Deswara dan Indera kembali dari Ibukota.
"Sepertinya kita harus membuat sedikit perubahan untuk peraturan Kota dan penambahan divisi baru pasukan." Ucap Arya yang langsung dimengerti oleh semua orang.
Penggabungan tiga makhluk berbeda kedalam satu pemerintahan bukan hal yang mudah. Tentu saja masih ada ketegangan atau gesekan antar ketiga makhluk tersebut.
Oleh sebab itu Arya menekankan pentingnya pembentukan divisi keamanan yang terdiri dari gabungan ketiga makhluk berbeda.
Selain menjaga keamanan Kota, tentu dengan pembentukan divisi baru ini bisa memberi contoh kepada masyarakat bahwa manusia, Siluman, dan Hewan Iblis bisa hidup berdampingan.
Adapun maksud lain dari pembentukan divisi yaitu agar masyarakat tidak terintimidasi dan merasa dibeda-bedakan. Contohnya seperti jika divisi keamanan Kota hanya terdiri dari manusia saja, pasti dua makhluk yang lain seolah akan merasa terasingkan karena tindakan divisi keamanan pasti berbeda jika menangani sesama manusia.
Setelah berunding mengenai perubahan aturan di Kota Madya dan mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Arya. Kelima pria itu kemudian melenggang pergi untuk mengerjakan tugas masing-masing.
Baik kelima pria itu sendiri tidak mempermasalahkan segala keputusan yang dibuat oleh Arya. Meski pria tersebut sekarang merupakan Siluman, tidak membuat kelima pria itu sama sekali benci dipimpin makhluk yang dianggap hina oleh semua manusia.
Hutang budi kepada Arya dan melihat berbagai tindakan pria tersebut, sudah cukup membuat kelima pria itu mengesampingkan ego mereka, dan mendukung rencana untuk mempersatukan tiga makhluk berbeda.
Begitu kelima pria tersebut pergi, Arya kemudian merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah harus duduk selama beberapa jam.
Arya sebenarnya ingin turun langsung untuk mengurus kebijakan baru di Kota Madya. Tetapi setelah melihat Putri Amanda yang harus mengerjakan semua tugas administrasi sendirian membuat Arya merasa tidak enak.
"Merindukan keluarga?" Tanya Arya saat melihat Putri Amanda yang duduk disampingnya melamun, sambil memegang bulu burung Phoenix miliknya sendiri yang sempat terjatuh sebelumnya.
__ADS_1
Hanya melihat gestur tubuh dan mimik wajah, Arya bisa menyadari apa yang sedang dipikirkan oleh Putri Amanda sekarang. Hal ini membuat dirinya merasa bersimpati mengingat wanita itu sudah harus berpisah dengan keluarga sejak masih sangat muda.
Putri Amanda menggelengkan kepala sambil menyimpan bulu Phoenix ditangannya kedalam cincin dimensi. "Untuk apa aku merindukan keluarga yang sudah membuangku?"
Senyuman masam terlukis diwajah Putri Amanda ketika menyampaikan jawaban sekaligus pertanyaan kepada Arya. Jelas saat ini dirinya mencoba untuk mengelak perasaannya yang sebenarnya tentang keluarganya.
Menyadari jika Putri Amanda menyembunyikan fakta sebenarnya, Arya memilih untuk tidak menanyakan masalah yang dihadapi oleh wanita itu lebih jauh lagi.
"Baik aku mengerti...Tetapi kalau kau ingin pulang aku akan mengantarkanmu kembali." Balas Arya sambil mengibaskan tangannya.
Putri Amanda sekali lagi menggelengkan kepala menolak rencana Arya untuk membawanya pulang menuju Kerajaan Angasari, yang sebenarnya hanya berjarak 1 Bulan perjalanan dari Kota Madya.
"Tidak perlu mengkhawatirkanku. Lagi pula jika aku benar-benar kembali, bagaimana kau menjelaskan kepada pihak Istana? Ada konsekuensi yang cukup beresiko, kau tau itu bukan?"
Mendengar perkataan dari Putri Amanda tentu Arya sudah mengetahui konsekuensi jika membawa wanita itu kembali menuju Kerajaan Angasari tanpa sepengetahuan pihak Istana.
"Bukan masalah jika nantinya aku akan dihukum. Bagaimanapun aku sudah berencana mengunjungi Kerajaan Angasari. Ada hal yang perlu aku berikan kepada keluargamu."
Setelah mengatakan hal tersebut Arya lalu mengeluarkan sebuah batu Giok dari cincin dimensi. Batu Giok itu sendiri menyimpan sisa kesadaran spiritual Hyman Nirwasita, leluhur Siluman Phoenix.
Menyadari Giok apa yang ada ditangan Arya seketika membuat Putri Amanda menjadi antusias, dan ingin mengetahui pesan yang berasal dari leluhurnya.
Tetapi Arya menolak untuk menunjukkan pesan dari Hyman Nirwasita kepada Putri Amanda, yang membuat wanita cantik itu berdecak kesal karena dilarang melihat.
Putri Amanda tidak kehabisan akal begitu saja. Dia secara tiba-tiba langsung menerjang Arya dan ingin merebut Giok yang berada ditangan pria tersebut.
Arya terkejut melihat Putri Amanda secara tidak terduga ingin menyerangnya. Karena tidak siap, pada akhirnya Arya tersungkur kebelakang setelah diterjang oleh wanita tersebut.
__ADS_1
Perebutan batu Giok tidak berhenti sampai disitu saja. Putri Amanda terus berusaha merebut Giok yang digenggam erat oleh pria tersebut.
"Aku hanya ingin melihatnya sekali saja, kenapa kau begitu pelit? Berikan kepadaku!" Ucap Putri Amanda sambil berusaha membuka genggaman tangan Arya.
Merasa jika Putri Amanda tidak akan menyerah merebut Giok spiritual milik Hyman Nirwasita. Arya kemudian langsung memutuskan untuk segera menyimpannya kembali ke dalam cincin dimensi.
Putri Amanda tentu merasa kecewa setelah Giok itu disimpan kembali oleh Arya. Tetapi seketika wajahnya sedikit memerah melihat dirinya sekarang berada di atas tubuh Arya.
Jarak mereka sekarang sangat dekat. Bahkan Putri Amanda bisa merasakan hembusan nafas dan kehangatan tubuh Arya. Melihat wajah pria tersebut yang sangat dekat, dia tanpa sadar memejamkan mata dan mencondongkan wajahnya.
Tetapi aksi Putri Amanda yang ingin mencium Arya langsung terhenti setelah pria itu menjentikkan jari di keningnya hingga menjadi sedikit merah dan terasa cukup sakit.
"Jangan bertindak terlalu jauh, Amanda. Ingat, kau seorang Putri Kerajaan." Ucap Arya yang langsung membuat wanita tersebut cemberut.
"Kau selalu mengungkit seolah perbedaan status menjadi halangan. Bukankah kau sendiri merupakan Pangeran Kerajaan ini?" Putri Amanda berdecak kesal dan menyingkir dari atas tubuh Arya.
Mendengar perkataan Putri Amanda sontak membuat Arya terdiam. Dia belum pernah memberitahu identitasnya sebagai Pangeran Kerajaan Brawijaya kepada wanita itu sebelumnya.
"Dari mana kau mengetahuinya?" Arya bertanya sambil memandang kearah Putri Amanda dengan ekspresi keheranan.
Putri Amanda tidak menjawab pertanyaan dari Arya dan hanya membalas dengan senyuman tipis yang penuh makna didalamnya.
Melihat senyuman tipis diwajah Putri Amanda sontak membuat Arya mengingat siapa wanita itu yang sebenarnya, dimana wanita tersebut sendiri beberapa tahun terakhir menjadi mata-mata untuk Kerajaan Angasari.
Akibat tindakan spionase yang dilakukan oleh Putri Amanda. Kerajaan Brawijaya selalu dipukul mundur jika berhadapan dengan Kerajaan Angasari dan sekutunya di medan perang.
Tetapi entah mengapa tiba-tiba sikap Putri Amanda berubah dan tidak lagi menjadi mata-mata untuk Kerajaan Angasari, yang membuat Arya sendiri merasa keheranan.
__ADS_1