Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Sedikit Kehilangan Akal Sehat


__ADS_3

Kondisi Deswara dan Indera saat ini tidak terlalu begitu baik. Setelah menyantap hidangan yang sebelumnya sudah disajikan, keduanya sekarang kembali duduk menghadap pemimpin Asosiasi Perak.


Baik Deswara maupun Indera saat ini tidak berani mengangkat wajah mereka dan hanya bisa menatap kearah lantai. Tubuh kedua pria itu mulai mengeluarkan keringat dingin dan tampak sedang gugup.


Apa yang terjadi kepada Deswara dan Indera saat ini, tidak terlepas dari pemandangan yang sekarang ada di ruangan tersebut. Tirai pembatas sekarang sudah disingkirkan, membuat Deswara dan Indera saat ini bisa melihat penampakan sosok tiga wanita yang memiliki kecantikan surgawi.


Mereka pada awalnya terpesona melihat tiga kecantikan surgawi itu, tetapi Deswara dan Indera langsung mengalihkan pandangan, karena sadar apa yang mereka lakukan dengan menatap langsung kearah tiga wanita cantik itu tidak sopan.


Deswara dan Indera saat ini hanya bisa mengumpat atas keberuntungan yang dimiliki oleh Arya. Mereka berpikir pria itu sangat beruntung memiliki beberapa kecantikan surgawi lain yang hampir setara dengan Putri Amanda.


Sebagai pria lajang setengah abad, Deswara dan Indera tidak bisa menutupi rasa iri terhadap keberuntungan yang dimiliki oleh Arya.


Tetapi mereka juga langsung sadar bahwa pria itu memiliki segala yang diinginkan oleh para wanita. Wajah tampan seperti pangeran dari negeri dongeng, kekayaan, kemampuan intelektual, kekuatan, bakat, dan masih banyak lagi yang membuat Arya bisa memikat hati wanita hanya dengan berbicara dengan mereka beberapa menit saja.


"Nyonya, jadi apa sebenarnya yang membuat Anda memanggil kami untuk kembali lagi kesini?" Deswara bertanya untuk memecahkan suasana canggung yang terjadi disana setelah Nyonya Maharani dan Anjani bertengkar.


Mendengar pertanyaan dari Deswara seketika membuat Nyonya Maharani langsung kembali bersikap anggun. Dia kemudian memperhatikan Deswara dan Indera yang menundukkan kepala menghadap lantai.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu. Untuk permohonan yang kalian ajukan sebelumnya mengenai bantuan pangan Kota Madya, aku menyetujuinya."


Tiba-tiba Deswara dan Indera langsung bersujud mengucapkan rasa terimakasih setelah mendengar permohonan mereka sebelumnya disetujui oleh Nyonya Maharani.

__ADS_1


Nyonya Maharani kemudian meminta kepada Deswara dan Indera untuk mengikuti Dierja mengambil persediaan makanan yang dibutuhkan Kota Madya.


Deswara seketika teringat tentang cincin dimensi berisi dana untuk membayar bantuan dari Asosiasi Perak. Tetapi saat ingin menyerahkan cincin dimensi tersebut, dia langsung dihentikan oleh Dierja yang memintanya untuk tetap menyimpan semua uang tersebut.


"Bagaimana kabar pemimpin kalian?" Nyonya Maharani mulai mengeluarkan pertanyaan mengenai Arya yang sudah membuatnya kesulitan untuk tidur selama 10 tahun terakhir.


Disetiap malam Nyonya Maharani terus menerus teringat ketika dimana Arya pergi meninggalkannya disaat acara pelelangan. Kejadian itu sangat membekas di ingatannya dan membuat dirinya selalu menyalahkan diri sendiri.


"Terakhir kami melihat Tuan Arya, keadaannya cukup baik. Bahkan saat itu hubungan pemimpin dengan sekertarisnya mulai semakin dekat..." Indera tiba-tiba buka suara tetapi mulutnya langsung disumbat oleh Deswara yang terlihat panik.


Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Indera langsung membuat Nyonya Maharani menaruh rasa curiga. Instingnya sebagai seorang wanita langsung aktif merasa ada hal yang disembunyikan darinya.


"Sekertaris? Siapa itu?" Nyonya Maharani bertanya dengan nada dingin sambil menatap menyelidik kearah Deswara dan Indera secara bergantian.


Indera sendiri hanya bisa tertawa gugup saat mendapat tatapan tajam yang diberikan oleh Deswara kepadanya. Sebenarnya dia tidak sengaja dan spontan saja saat mengatakannya.


"Itu... Seorang wanita cantik yang dibawa oleh Tuan Arya saat pertama kali mengunjungi Kota Madya. Beberapa petinggi lain memanggilnya Putri Amanda."


Deswara yang tidak ingin menjalani interogasi lebih dalam lagi, pada akhirnya dia terpaksa memberitahukan informasi mengenai Putri Amanda yang saat ini bekerja untuk Arya sebagai sekertaris.


Mendengar nama sekertaris yang disebutkan oleh Deswara sontak membuat membuat mata Nyonya Maharani dan Anjani membelalak lebar.

__ADS_1


Putri Amanda tentu saja sudah tidak asing untuk mereka terutama bagi Anjani. Sebagai orang yang sudah menculik wanita itu saat masih berusia 5 tahun untuk dijadikan alat ancaman bagi Kerajaan Angasari, Anjani tentu saja sudah sangat mengenal sosok Putri Amanda karena dia jugalah yang merawatnya.


Mendengar jika Putri Amanda menjadi sekertaris yang bekerja untuk seorang Jenderal Bendera Hitam. Anjani merasa tidak percaya mengingat kebencian yang dimiliki oleh Putri Amanda kepada orang-orang di Kerajaan Brawijaya.


"Oh, pantas saja gadis itu terus meminta kepadaku agar berada dibawah pengawasan pria itu..." Anjani tersenyum tipis saat menebak apa yang direncanakan oleh Putri Amanda sejak lama.


Nyonya Maharani dan Anjani kemudian mengingat saat pertama kali Arya mengunjungi Istana Kahuripan. Mereka berdua lalu menduga jika pada saat itu merupakan pertemuan pertama pria tersebut dengan Putri Amanda. Kemudian saat itu juga Arya sudah membuat wanita tersebut terkesan.


Mendapat jawaban mengapa Putri Amanda meminta agar dibawah pengawasan Arya dengan alasan sakit. Nyonya Maharani dan Anjani kemudian tertawa tidak menyangka jika gadis kecil itu sudah merencanakan semua ini sejak lama untuk mendekati pria tersebut.


Arista, Dierja, Deswara, Indera, dan beberapa pelayan yang ada diruangan tersebut mulai merasa ada yang tidak beres dengan kedua wanita cantik itu.


Nyonya Maharani dan Anjani sekarang tertawa seperti orang yang sedang kerasukan. Tak sampai disana, mereka juga mulai mengeluarkan aura membunuh yang cukup pekat sampai membuat bangunan Asosiasi Perak bergetar ringan.


"Aku ingat, bukankah kalian juga meminta bantuan untuk peralatan pasukan? Kalau begitu, Dierja jangan berikan bantuan senjata kepada mereka saat ini. Aku ingin kau pergi bersama mereka menuju Kota Madya, dan minta kepada pria itu untuk datang kemari jika ingin bantuan peralatan militer."


Nyonya Maharani memberi perintah kepada Dierja yang langsung disanggupi oleh anak angkatnya tersebut. Wanita cantik itu kali ini sudah tidak bisa menahan diri lagi, dan ingin meminta penjelasan secara langsung kepada Arya tentang semua yang sudah terjadi.


Dierja, Deswara, dan Indera kemudian pamit undur diri. Mereka lalu keluar dan menuju sebuah tempat penyimpanan yang hanya bisa di akses oleh petinggi Asosiasi Perak.


Sementara itu Arista yang berada satu ruangan dengan dua wanita aneh mulai merasa tidak nyaman. Bagaimana dia bisa merasa nyaman ketika melihat dua temannya mulai tertawa sendiri sambil menusukkan jarum kearah boneka mirip seorang pria.

__ADS_1


"Siapa pria itu sebenarnya, sebaiknya dia benar-benar segera datang sebelum mereka menjadi gila." Arista mencibir sambil sedikit menjauh dari Nyonya Maharani dan Anjani.


Melihat kesehatan mental kedua temannya sudah benar-benar terganggu, Arista berdecak kesal karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya pria bernama Arya itu lakukan, sampai membuat dua temannya sedikit kehilangan akal sehat.


__ADS_2