
Hari-hari selanjutnya Arya Wijaya mulai dilatih oleh Baduga Maharaja. Pelatihan yang sedang Arya Wijaya lakukan saat ini membuat kaligrafi, dimana hal itu merupakan dasar untuk membuat sebuah formasi atau segel.
Meski Arya Wijaya merupakan seorang reinkarnasi yang harusnya mudah untuknya membuat kaligrafi, tetapi pada kenyataannya dia selalu gagal.
Menurut Baduga Maharaja tulisan kaligrafi yang Arya Wijaya buat sangatlah buruk. Terkadang Arya Wijaya membuat kanvas menjadi sobek, dan terlalu banyak menggunakan tinta hingga berceceran.
Takkkk
Baduga Maharaja memukul tangan tangan Arya Wijaya menggunakan tongkat kayu saat melihat kesalahan kecil yang dibuat oleh anak itu.
"Apa menulis kaligrafi sesulit itu bagimu Arya? Kamu bukan lagi anak kecil yang harus selalu diberi pengarahan. Ulangi dari awal." Baduga Maharaja berkata sambil menunjukkan ekspresi tak enak.
"Guru... Apa kau lupa aku hanya anak kecil yang baru menginjak usia 9 tahun? Tentu saja membuat kaligrafi tak semudah yang Guru buat."
Arya Wijaya menunjukkan rasa kesalnya sebab sudah 1 bulan dia mempelajari kaligrafi pagi sampai malam, tetapi hasilnya selalu gagal dan dia akan mendapat pukulan ditangannya.
Melihat Arya Wijaya membuang kuas dan kanvas, Baduga Maharaja menghela nafas kemudian mengeluarkan sebuah kuas emas dari dalam cincin dimensi.
"Arya, lihat kesini. Perhatikan dan pelajari." Baduga Maharaja duduk di dekat Arya Wijaya dan menunjukkan teknik untuk membuat kaligrafi dengan mudah.
Arya Wijaya memutar matanya dengan kesal dan menurut untuk melihat demonstrasi Baduga Maharaja yang seketika membuatnya membuka mulut.
Tanpa menggunakan tinta melainkan Qi Baduga Maharaja membuat satu garis lurus di kanvas yang kemudian menjadi sebuah kaligrafi indah.
"Apa-apaan itu, mana mungkin hanya membuat satu garis lurus bisa menjadi sebuah kaligrafi." Arya Wijaya masih tak bisa percaya dengan bagaimana Baduga Maharaja membuat kaligrafi dengan mudah.
Dengan raut wajah percaya diri Baduga Maharaja menjelaskan sebuah fakta menarik kepada Arya Wijaya, tentang bagaimana dia dapat membuat kaligrafi dengan mudah.
Baduga Maharaja kemudian menunjukkan kuas emas ditangannya kepada Arya Wijaya. "Kuas ini merupakan salah satu dari 7 senjata Kuno."
__ADS_1
Senjata Kuno merupakan senjata yang hanya dimiliki oleh 7 Makhluk Kuno seperti Baduga Maharaja. Senjata itu sendiri sudah menjadi bagian dari para Makhluk Kuno yang sudah mereka miliki sebelum turun ke bumi.
Mendengar penjelasan dari Baduga Maharaja tak membuat Arya Wijaya menjadi senang ataupun kagum, melainkan rasa kesal karena menganggap Baduga Maharaja curang.
Tetapi Baduga Maharaja tak mau disalahkan dan justru menyalahkan Arya Wijaya yang tak kompeten bahkan serius di setiap latihan mereka.
Kekesalan Arya Wijaya semakin bertambah setelah disalahkan oleh Baduga Maharaja. Dengan kesal Arya Wijaya melempar kuas ditangannya dan mengunci diri didalam kamar.
Baduga Maharaja tak mencegah Arya Wijaya membiarkan anak itu untuk melupakan rasa kesalnya didalam kamar. Memang hal semacam itu sudah sering terjadi diantara Baduga Maharaja dan Arya Wijaya.
Di hari berikutnya Arya Wijaya menemui kembali Baduga Maharaja di teras rumah dengan raut wajah yang masih kesal tentang perkataan pria itu kemarin.
Arya Wijaya kemudian duduk tanpa mengucapkan sepatah katapun dan mulai membuat kaligrafi seperti biasanya, dengan disaksikan oleh Baduga Maharaja yang dengan santai meminum teh.
Kegiatan Arya Wijaya dalam mempelajari teknik kaligrafi berlangsung sampai di bulan kedua. Untuk pertama kalinya Arya Wijaya berhasil membuat kaligrafi seperti yang diinginkan Baduga Maharaja.
Di bulan keempat Baduga Maharaja mengajarkan teknik membuat formasi di sebuah kertas, dan mengajarkan teknik segel seperti membuat sebuah rantai yang akan melilit dan menyerap Qi target.
Arya Wijaya memerlukan waktu selama 4 bulan untuk menguasai teknik formasi dan segel. Kecepatan Arya Wijaya dalam mempelajari teknik formasi dan segel tentu membuat Baduga Maharaja cukup kagum, tetapi tak pernah dia tunjukkan kepada Arya Wijaya.
5 bulan tersisa sebelum Baduga Maharaja melepaskan Arya Wijaya terjun langsung ke dunia kultivasi yang sangat kejam bahkan kematian dianggap merupakan hal yang wajar terjadi.
Setelah menganggap Arya Wijaya sudah menguasai teknik formasi dan segel, Baduga Maharaja kemudian mengajarkan hal-hal umum mengenai pemerintahan monarki di dunia.
Ada 7 negara yang berkuasa di Benua Nusantara seperti Brawijaya, Pasanggaran, Angasari, Ubud, Brakas, Jayaloka, dan Mahesa. Dari ketujuh negara tersebut ada tiga negara yang memiliki wilayah lebih luas dan memiliki militer yang kuat yaitu negara Brawijaya, Pasanggaran, dan Angasari.
Awalnya Benua Nusantara dikuasai oleh Kerajaan Brawijaya. Tetapi sejak perang melawan bangsa Iblis dan keterlibatan para Makhluk Kuno, membuat Kerajaan Brawijaya berakhir dan terbagi menjadi beberapa Kerajaan.
Untuk menjadi penguasa tunggal di Benua Nusantara, seorang Raja harus mengumpulkan 10 Perunggu atau lebih tepatnya 10 Kuali Perunggu yang merupakan simbol kekuatan.
__ADS_1
Kerjaan Brawijaya, Pasanggaran, dan Angasari memiliki masing-masing 2 buah Perunggu yang membuat Kerajaan mereka cukup disegani oleh Kerjaan lain yang hanya memiliki 1 Perunggu saja.
Saat Baduga Maharaja menjelaskan mengenai 10 Perunggu Arya Wijaya mengangkat tangannya untuk bertanya. "Guru, apa 10 Perunggu itu memiliki roh didalamnya karena dianggap benda mistis?"
"Kamu benar, perunggu-perunggu itu merupakan benda mistis dan memiliki roh yang akan melindungi Kerajaan pemiliknya."
"Roh yang ada didalam perunggu-perunggu itu memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Jadi akan sulit untuk menaklukkan mereka meski telah menjadi pemiliknya."
Baduga Maharaja kemudian memberi gambaran mengenai para Roh yang mendiami setiap Perunggu kepada Arya Wijaya agar lebih paham.
Baduga Maharaja juga memberi tau kalau Arya Wijaya nantinya harus mengumpulkan semua perunggu untuk menjadi pemimpin sah kalau ingin membangkitkan kejayaan Kerajaan Brawijaya kembali.
Arya Wijaya merupakan keturunan dari Raja pertama Brawijaya dan memiliki garis keturunan yang lebih kental dari keluarga Wijaya lainnya. Oleh sebab itu Arya Wijaya nantinya akan lebih mudah untuk menaklukkan para Roh didalam Perunggu.
"Apa guru akan membantuku menyatukan kembali 7 negara?" Arya Wijaya bertanya dengan penuh harap karena sebenarnya dia sendiri ragu kalau harus melakukan pekerjaan berat itu seorang diri.
Untuk beberapa saat Baduga Maharaja terdiam dan bimbang akan memberitahu hal sebenarnya kepada Arya Wijaya atau tidak.
Sampai keputusan terakhir dibuat. Dengan ragu Baduga Maharaja memberitahu kepada Arya Wijaya mengenai kondisinya yang sebenarnya.
Tetapi Arya Wijaya menunjukkan ekspresi tersenyum seolah mengatakan kalau dia sudah mengetahui hal yang Baduga Maharaja sembunyikan kepadanya.
Saat Baduga Maharaja bertanya Arya Wijaya memberitahu kalau dia sudah curiga dari awal kenapa hanya Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita saja yang mengorbankan diri mereka untuknya.
Arya Wijaya berpikir mana mungkin Baduga Maharaja tak mengikuti tindakan yang dilakukan oleh Arga Mahesa dan Baduga Maharaja. Dia sudah mengenal mereka selama beberapa tahun dan ketiganya memiliki prinsip hidup yang sama.
Dari situ Arya Wijaya mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi, sampai suatu hari dia menemukan kantung kecil berisi pill yang selalu Baduga Maharaja konsumsi secara rutin setiap hari.
Arya Wijaya kemudian mencuri satu pill dan mempelajarinya, sampai akhirnya dia menemukan bahwa pill itu memiliki manfaat untuk memperpanjang usia seseorang dengan mengkonsumsinya secara rutin.
__ADS_1