
Menyadari Satria tidak memiliki cukup Qi yang tersisa. Arya kemudian menghampiri Satria yang terduduk lemas di tanah.
"Lain kali jangan terlalu memaksakan diri. Selain Qi milikmu akan cepat habis, Meridian milikmu bisa pecah karena belum dapat menerima tekanan petir yang kau serap secara tiba-tiba."
Arya memberi sedikit masukan kepada Satria sambil membantu pria itu berdiri. Dia kemudian mengembalikan Trisula Langit kepada Satria yang diterima oleh pria itu dengan senang hati.
"Terimakasih sudah mau menjadi lawan bertandingku. Seperti yang sudah kuduga, aku tak mungkin bisa mengalahkanmu. Aku benar-benar gagal kali ini." Balas Satria sambil tersenyum kecil dan mengakui kekalahannya.
Sontak kekalahan Satria membuat para penonton merasa kecewa. Sebagai seorang putra dari Panglima Besar, seharusnya Satria bisa memenangkan kompetisi itu.
Kalah dari seorang prajurit biasa jelas menjadi aib bagi Satria. Anggota Keluarga Mahesa yang menyaksikan pertarungan itu, bahkan mulai mempertahankan kelayakan Satria sebagai calon Tuan Besar untuk Keluarga Mahesa dimasa mendatang.
Satria tentu menyadari kesalahannya pasti akan membuat namanya menjadi buruk dimata masyarakat maupun keluarganya sendiri.
Tetapi mau bagaimana lagi, dia sudah berusaha semampunya namun tetap saja Arya berada di level yang jauh di atasnya.
Masih hidup setelah bertarung dengan Arya saja sudah membuat Satria bersyukur, karena pria itu masih membiarkannya tetap hidup.
Sejujurnya Satria sekarang merasa masih terlalu lemah, meski sudah berlatih serius setiap hari tanpa henti dari saat dirinya masih anak-anak.
Menyadari apa yang sedang dirasakan oleh Satria setelah mengakui kekalahan. Arya menepuk pundak Satria untuk menghiburnya.
"Aku kurang tau detail permasalahan yang sedang kau alami. Tapi, gagal sekarang bukan suatu hal yang buruk, kan?"
"Coba pikir, kau sudah berlatih keras dari usia yang masih tergolong muda, hanya untuk membuktikan kepada semua orang. Meski gagal, tapi aku yakin ada beberapa orang yang masih terkesan dengan tekadmu."
__ADS_1
Perkataan dari Arya sedikit menghibur Satria. Walau banyak yang setelah ini akan menghinanya, Satria tidak akan memperdulikan mereka. Setelah mendengarkan perkataan Arya, rasanya hinaan orang lain tak akan dia hiraukan pikir Satria.
Setelah berterimakasih kepada Arya, Satria kemudian turun dari atas arena sambil mengabaikan sorakan para penonton yang terdengar menghinanya.
Raka tidak banyak berkomentar tentang kekalahan Satria, malah dia memakluminya karena paham Arya bukan lawan sepadan untuk Satria.
Mata Raka dan Arya bertemu setelah sekian lama. Tetapi Raka langsung bisa menyadari sorot mata Arya kini berubah menjadi datar, seolah sudah kehilangan rasa ketertarikan untuk mengajarnya lagi.
Raka memaklumi sikap Arya yang sudah berubah kepadanya. Bagaimanapun ini semua murni karena kesalahannya sendiri, yang sudah melanggar aturan dari Arya.
Jujur Raka baru menyadari maksud Arya melarangnya untuk memperlihatkan Api Surgawi yang dia punya serta jenis tubuh Dewa Matahari yang dirinya miliki.
Sebelas tahun lalu setelah berita mengenai kemampuannya tersebar. Banyak perguruan ternama dan terkenal yang berbondong-bondong ingin merekrutnya.
Tetapi juga mulai banyak para pendekar yang memiliki niat jahat ingin merebut Api Surgawi yang dia punya. Beruntungnya masih ada pihak Asosiasi Perak dan Kerajaan Brawijaya yang melindunginya sampai saat ini.
Raka mengangguk pelan memahami perkataan Arya. Berbeda dengan saat melawan Angga, Raka sekarang akan benar-benar menunjukkan kemampuannya.
Tiba-tiba seluruh tubuh Raka diselimuti api membara. Sebuah pakaian khusus perang kemudian muncul dengan aksen berwarna emas melindungi seluruh tubuh Raka dari kaki sampai kepala.
Nyala api cakram perlahan mulai membesar. Intensitas Api Surgawi yang digunakan oleh Raka, seketika menjadikan arena terasa panah. Bahkan para penonton berpikir mereka sekarang berada ditengah padang gurun, saking panasnya Api Surgawi milik Raka.
Potensi Racun Api kali ini benar-benar Raka keluarkan untuk membuat Api Surgawi miliknya menjadi semakin berbahaya. Hal itu sengaja Raka lakukan menyadari dirinya tak akan bisa mengalahkan Arya dengan cara biasa.
Melihat Raka sudah membuat persiapan, Arya kemudian memberi kode kepada Raka menggunakan jari telunjuk agar menyerangnya terlebih dulu.
__ADS_1
Raka tanpa pikir panjang langsung menyerang Arya menggunakan cakram miliknya. Tetapi seperti yang bisa ditebak oleh Raka, Arya bisa menghindar bahkan menangkis cakram miliknya menggunakan pedang kayu.
Meski begitu Raka tak berkecil hati, dia justru meningkatkan intensitas serangan untuk merusak senjata milik Arya, supaya pria itu tidak dapat lagi menangkis serangannya.
Benar saja akibat sering menangkis cakram api milik Raka, pedang kayu milik Arya perlahan mulai menerima kerusakan, dan pada akhirnya pedang kayu itu hancur.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Raka kemudian menggunakan strategi yang sama seperti saat dia melawan Angga, untuk membuat Arya sibuk mengindari cakram miliknya.
Namun strategi yang direncanakan oleh Raka ternyata tak mempan untuk membuat Arya sibuk menghindar dari cakram yang mengejarnya.
Arya justru menangkap kedua cakram milik Raka yang sudah dilapisi Racun Api hanya menggunakan tangan kosong saja. Sontak hal itu membuat Raka bahkan semua orang menganga, apalagi Angga yang tidak berani jika hanya terkena api milik Raka meski sedikit saja.
Begitu cakram diambil alih oleh Arya, Api Surgawi yang melapisi cakram langsung tunduk patuh kepada Arya dan tak melukai pria itu sama sekali. Api Surgawi itu tampaknya memiliki pikiran sendiri dan mengetahui Arya memiliki jenis Api yang berada di atas Api Surgawi tingkat manapun.
Menurut Api Surgawi milik Raka, tunduk kepada Arya jauh lebih baik dari pada berakhir menjadi makanan empat Api yang dimiliki oleh Arya. Jika dibandingkan dengan keempat Api milik Arya, Api Surgawi milik Raka seperti bayi yang baru lahir.
Jelas Api Surgawi milik Raka tak ingin dibully oleh keempat Api milik Arya yang notabennya lebih senior, bahkan lebih tua darinya.
Melihat cakram miliknya berada ditangan Arya, Raka tak kehabisan ide dan mendapatkan strategi baru. Dia kemudian berencana menggunakan Api Surgawi miliknya yang melapisi cakram, untuk menyambar tubuh Arya.
Tetapi Api Surgawi tak menghiraukan kehendak dari pemiliknya. Bahkan lapisan api ditubuh Raka tiba-tiba menghilang, begitu dengan api yang melapisi kedua cakramnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Raka bingung dan panik karena tak bisa mengendalikan Api Surgawi miliknya, bahkan dia mulai tak bisa merasakan kehadiran Api Surgawi didalam tubuhnya.
Tiba-tiba setitik nyala api yang merupakan Api Surgawi milik Raka keluar dari dalam tubuhnya, dan terbang menghampiri Arya dengan sendirinya.
__ADS_1
Api Surgawi itu terlihat seperti memohon kepada Arya supaya diijinkan bergabung dengan empat api yang berada didalam tubuh pria itu.