Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Wujud Setengah Phoenix


__ADS_3

Pandangan mata semua orang sekarang dipenuhi keraguan. Bagi masyarakat Kota Madya yang berada di kubu manusia. Batin mereka sekarang cukup terguncang saat mendapati pemimpin mereka ternyata bagian dari bangsa Siluman.


Mereka tentu memusuhi Siluman dan bingung harus berbuat apa sekarang. Pikiran mereka menjadi dilema antara tetap menghabisi seluruh Siluman yang ada di Kota Madya, atau menjadi hina karena mengkhianati penyelamat hidup mereka sendiri.


Satu-persatu masyarakat mulai menurunkan senjata mereka yang terdiri dari berbagai alat pertanian. Keberanian mereka untuk menyingkirkan Siluman yang menyusup di Kota Madya selama beberapa dekade mulai goyah.


"Tidak apa-apa tunjukkan saja wujud kalian sekarang. Aku menjamin keselamatan kalian semua." Arya mengirim perintah kepada semua Siluman yang ada di alun-alun Kota melalui telepati.


Mendengar suara Arya di dalam pikiran mereka. Pada awalnya semua Siluman ragu, namun mengingat kejadian semalam akhirnya satu-persatu dari mereka mulai menampakan wujud asli.


Berbagai macam Siluman dari berbagai jenis yang menyerupai monster dan setengah manusia-hewan mulai bermunculan membaur dengan para manusia disana.


Ukuran mereka cukup beragam dimana ada yang setinggi 2 meter sampai 6 meter. Hal ini membuat manusia yang ada didekat mereka merasa sedikit terintimidasi, dan takut saat melihat wujud para Siluman yang terbilang cukup menyeramkan.


Semua manusia yang tidak menyangka selama ini keluarga, teman, dan kerabat mereka di Kota Madya ternyata merupakan bangsa Siluman, kaki mereka langsung terasa lemas.


Mereka tidak mengerti harus berbuat apa lagi. Kenyataan bahwa pemimpin mereka ternyata Siluman ditambah semua ini, sudah membuat bangsa manusia di Kota Madya mengalami tekanan batin.


Bahkan para pemuda tadi yang awalnya melakukan protes sekarang hanya bisa terdiam seribu bahasa. Mereka benar-benar sudah bingung harus berbuat apa lagi setelah melihat orang terdekat mereka sendiri merupakan bagian dari bangsa Siluman.


Disana Arya kemudian mulai memberi penjelasan dan masukan untuk setiap makhluk di Kota Madya. Entah mereka manusia, Siluman, atau Hewan Iblis. Arya meminta kepada mereka semua untuk menghilangkan rasa benci satu sama lain.


Meski sulit dan sempat terjadi gesekan antara ketiga makhluk yang berbeda disana. Arya sebisa mungkin membuat mereka untuk percaya dan menjaga satu sama lain.


Tak hanya sampai disana, Arya juga mengungkit kedekatan mereka terutama manusia dan Siluman, yang selama ini hidup berdampingan serta berbagi suka dan duka bersama di Kota Madya.

__ADS_1


Pidato yang disampaikan oleh Arya perlahan membuat tiga makhluk berbeda spesies tersebut mulai memandangi satu sama lain.


Satu-persatu dari mereka kemudian mulai mendekatkan diri. Tanpa menggunakan kata-kata, mereka mulai mengerti perasaan masing-masing dan perlahan mulai menjadi akrab.


Melihat pemandangan ini senyuman tipis seketika terukir diwajah Arya. Pria itu kemudian mengalihkan pandangan kearah para pemuda yang sebelumnya melakukan protes dengan kehadiran Siluman di Kota mereka.


"Maafkan kami karena tidak berpikir panjang sebelumnya dan hampir membuat kekacauan baru di Kota." Tiba-tiba para pemuda itu membungkuk dan meminta maaf kepada Arya.


Beberapa pemuda itu saat sedang meminta maaf, mereka terlihat menangis karena hampir membuat kerabat mereka sendiri saling membunuh.


Arya berjalan mendekat kearah pemuda yang mengintipnya semalam. Dia kemudian menepuk-nepuk pundak pemuda tersebut.


"Jangan minta maaf, justru aku sebenarnya berterimakasih kepada kalian. Sekarang temui kerabat kalian masing-masing dan minta maaf kepada mereka." Ucap Arya yang langsung di jawab anggukan oleh para pemuda itu.


Setelah merasa permasalahan antara tiga makhluk yang selama ini bersitegang selesai. Arya kemudian memutuskan kembali menuju kediaman Walikota untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Pidato yang bagus. Jujur aku terkesan melihat bagaimana kau meyakinkan mereka semua untuk akur kedepannya." Puji Putri Amanda sambil tersenyum.


Mendengar pujian dari Putri Amanda dan melihat senyuman indah yang tulus dari wanita tercantik di Dunia ini, Arya menjadi gugup dan langsung mengalihkan pandangannya kesamping.


"Biasa saja, aku pikir kau hanya terlalu memujiku..." Arya tidak merasa tindakan yang sudah dia lakukan merupakan hal besar, karena menurutnya mendamaikan setiap perselisihan adalah tugas semua orang.


Mendengar perkataan dari Arya, Putri Amanda hanya menggelengkan kepala dan memberikan sebuah dokumen baru kepada pria itu untuk dipelajari.


Arya menerima dokumen yang diberikan oleh Putri Amanda dan duduk di meja kerjanya untuk kemudian mempelajarinya. Sementara untuk wanita itu sendiri duduk di meja lain yang ada tepat disamping Arya.

__ADS_1


Beberapa menit berselang suara ketukan pintu terdengar. Menyadari siapa yang datang ke ruang kerjanya, Arya langsung meminta mereka untuk masuk kedalam menemuinya.


Lima orang pria dewasa masuk setelah mendapat izin. Mereka tidak lain merupakan Arjuna, Fajar, Wira, Bagaskara, dan Rajendra. Dari raut wajah kelima pria itu yang terlihat cemas, Arya langsung mengerti apa yang ingin dibicarakan oleh mereka kepadanya.


"Bicaralah, kalian datang kesini bukan hanya ingin berdiri mematung disana. Benar?" Tanya Arya tanpa memperhatikan kelima pria itu dan sibuk mempelajari dokumen diatas mejanya.


Mendengar perkataan dari Arya sontak membuat kelima pria itu langsung memandang satu sama lain. Mereka kemudian menyikut dan mendorong, agar salah satu diantara kelimanya menjadi perwakilan untuk bertanya.


Tetapi selang beberapa menit tidak ada satupun dari mereka yang mau menjadi perwakilan. Justru akibat mereka saling mendorong satu sama lain, mereka hanya menimbulkan suara gaduh diruangan tersebut.


Brakkk!!!


"Cukup! Bisakah kalian tak membuat suara gaduh? Dan jika kalian tak memiliki hal yang ingin dibahas, silahkan keluar dari pada hanya mengganggu pekerjaan kami!"


Putri Amanda yang kesal dengan sekumpulan pria itu langsung menggebrak meja dan bangkit. Tetapi kali ini dia tidak marah seperti biasanya.


Dua pasang sayap diselimuti api biru yang berkobar muncul dipunggung Putri Amanda saat ini, dan seketika membuat hawa diruangan tersebut menjadi cukup panas.


Penampilan yang ditunjukkan oleh Putri Amanda tidak lain merupakan sedikit perubahan Phoenix miliknya, karena sudah semakin kesal harus bekerja dengan sekumpulan pria disana. Jika bukan karena Arya mungkin dia sudah menghabisi semua pria itu yang membuatnya jengkel.


Arjuna, Fajar, Wira, Bagaskara, dan Rajendra seketika langsung terdiam seribu bahasa. Kelima pria itu sekarang khawatir jika tubuh mereka dibakar oleh Putri Amanda.


Kelima pria itu sendiri sudah mengetahui jika Putri Amanda merupakan Siluman Phoenix, mengingat wanita itu sendiri berasal dari Kerajaan Angasari.


Melihat Putri Amanda yang sedang dalam bentuk setengah Phoenix. Arya langsung meminta kepada wanita cantik itu untuk menghilangkan sayapnya, setelah merasakan hawa panas darinya.

__ADS_1


Putri Amanda berdecak kesal dan menghilangkan dua pasang sayap miliknya, seperti yang diinginkan oleh Arya. Dia kemudian kembali duduk tetapi kali ini memberi tatapan dengan niat membunuh kepada lima pria tersebut.


Disisi lain Arya mulai mengajak berbicara Arjuna, Fajar, Wira, Bagaskara, dan Rajendra yang memiliki banyak pertanyaan tentang sosok dirinya.


__ADS_2