Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Semua Orang Terpesona


__ADS_3

Langit biru perlahan digantikan oleh langit senja. Rombongan Arya memutuskan untuk beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan mereka dihari berikutnya.


Semua orang turun dari kereta kuda tak terkecuali tiga mantan Jenderal yang kondisinya masih buruk. Tentu Arya menyadari kondisi mereka dan memutuskan untuk membantu hari itu juga.


Fajar yang sudah selesai mengikat tali kuda ke pohon dan memberi makan dua kuda itu, kemudian mencari kayu bakar disekitaran hutan sementara Arya berburu untuk makan malam mereka.


Untuk Putri Amanda sendiri Arya meminta tolong kepadanya menjaga ketiga mantan Jenderal yang masih rentan terkena serangan hewan buas.


Awalnya Putri Amanda menolak untuk menjaga mereka dan memilih ikut berburu bersama Arya. Tak hanya Putri Amanda saja yang menolak, ketiga pria itu juga menolak untuk dijaga oleh wanita tersebut.


"Aku tak ingin mendengar penolakan. Lakukan saja apa yang aku minta, lagipula ini semua demi kebaikan kalian juga." Ucap Arya tegas dan membuat Putri Amanda serta ketiga pria itu mau tak mau menurut.


Arya kemudian berjalan memasuki hutan sambil membawa busur panah, meninggalkan Putri Amanda bersama Arjuna, Wira, dan Bagaskara dalam suasana canggung.


Merasa suasana terlalu canggung setelah kepergian Arya, Arjuna berpikir untuk mencairkan suasana ketika melihat Putri Amanda yang hanya diam saja.


"Putri Amanda, benar? Perkenalkan saya Arjuna." Arjuna berkata lembut dan tersenyum hangat sambil mengulurkan tangan kepada Putri Amanda.


Bukan respon baik seperti yang diharapkan oleh Arjuna saat mencoba untuk mengakrabkan diri dengan Putri Amanda, dia justru diabaikan oleh wanita itu.


Merasa terusik oleh salah satu pria yang harus dia jaga, Putri Amanda kemudian berpindah tempat duduk cukup jauh dan menikmati ketenangan dunia luar yang sudah lama tidak pernah dia rasakan.


Raut wajah Arjuna seketika menjadi kusut. Arjuna tidak menyangka akan diabaikan begitu saja, padahal disaat masa jayanya sebagai seorang Jenderal, dirinya tak pernah diacuhkan oleh siapapun.


"Mencoba mendekatkan diri itu boleh saja. Tetapi kau juga harus melihat siapa orang yang sedang kau ajak bicara, Arjuna." Wira menertawakan Arjuna yang memiliki kerutan diwajahnya, setelah diabaikan oleh seorang wanita.


Arjuna menghela nafas pasrah. Dia tidak punya maksud lain saat berkenalan dengan Putri Amanda. Arjuna hanya ingin sedikit akrab karena mulai sekarang mereka pasti akan bekerja dengan orang yang sama.

__ADS_1


Bagaskara yang melihat kelakuan dia temannya hanya bisa menggelengkan kepala. Pria itu kemudian memejamkan mata dan melafalkan doa kepada Dewa sebagai ucapan syukur karena telah diberi kebebasan dari penjara yang menyiksanya selama 15 tahun.


Sebagai mantan murid dari sekte Kuil Emas, Bagaskara sudah diajarkan oleh para biksu sejak kecil bahwa setiap hal yang terjadi kepada dirinya, dia harus tetap bersyukur kepada sang Dewa.


Ketika hari menjelang malam. Arya, Fajar, Putri Amanda, Arjuna, Wira, serta Bagaskara kini terlihat duduk mengelilingi perapian menunggu rusa tangkapan Arya matang.


Aroma rusa bakar yang sudah diberi bumbu sepesial oleh Arya seakan menjadi cobaan berat untuk semua orang yang menghirupnya.


Fajar meneteskan air dari mulut sambil memegangi perutnya yang bergemuruh karena pemberontakan cacing yang tidak diberi makan sejak siang hari.


Arjuna, Wira, dan Bagaskara juga sudah tidak sabar merasa makanan utuh setelah 15 tahun terakhir hanya memakan makanan sisa yang tidak layak untuk dimakan.


Berbeda dengan Putri Amanda yang masih terlihat tenang untuk menjaga citranya dihadapan Arya, meski sebenarnya dia sudah kelaparan sama seperti ke-empat pria itu.


Sebagai pendekar yang ranahnya belum cukup tinggi, Fajar dan Putri Amanda masih memerlukan makanan. Berbeda dengan Arya yang sudah bisa menyerap saripati alam dan tidak perlu makan, meski begitu Arya tetap makan seperti manusia pada umumnya.


Ketika rusa sudah matang, Arya memotongnya menjadi beberapa bagian kemudian meletakkannya diatas alas daun pisang.


Mereka tidak perduli dengan perkataan Arya tentang rasa rusa bakar itu, yang mereka inginkan hanya ingin mengisi perut yang kosong dan mengganjal rasa lapar.


"Arya, dari mana kau belajar membuat masakan seenak ini?" Fajar membelalakkan mata terkejut saat merasakan gigitan pertama masakan Arya.


Semua orang juga tampak terkejut saat mencicipi rusa bakar yang dibuat oleh Arya. Untuk kali ini Putri Amanda juga setuju dengan Fajar meski dirinya tak suka harus mengakuinya.


Arya hanya membalas pertanyaan Fajar dengan anggukan pelan dan meminta mereka semua untuk melanjutkan makan malam alih-alih membahas hal yang tidak perlu.


"Apa kau masih ingin menggunakan tudung kepala?" Arya bertanya kepada Putri Amanda yang tampak sedikit kesulitan saat makan karena menggunakan tudung kepala yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Arya, Putri Amanda kemudian menyingkap tudung kepalanya untuk mempermudah dirinya saat sedang makan.


Rambut putih panjang, mata berwarna abu-abu, dan paras cantik seketika terekspos ketika Putri Amanda menyingkap tudung kepala yang seharian ini dia gunakan.


Ada rona merah diwajah Arjuna, Wira, dan Bagaskara saat menyaksikan kecantikan alami milik Putri Amanda. Tetapi rona merah diwajah mereka langsung menghilang, mengingat identitas dari wanita yang memiliki kecantikan melebihi seorang Dewi itu.


Fajar yang isi kepalanya hanya ada otot dan latihan juga terpana saat melihat para wanita yang selalu berdebat dengannya sepanjang hari.


"Aku pikir kau memiliki wajah yang biasa-biasa saja. Aku tidak menyangka kau memiliki paras cantik, meski memiliki rambut putih seperti nenek-nenek dan mata abu-abu seperti orang yang memiliki kelainan pada pengelihatan mereka."


Fajar mencoba untuk sedikit menggoda Putri Amanda. Setelah melihat paras cantik wanita itu, Fajar ingin mengakrabkan diri dan memperbaiki hubungan di antara mereka yang selalu berdebat satu sama lain.


Tetapi Fajar tidak sadar bahwa pujiannya terhadap Putri Amanda justru terdengar seperti dia sedang menghina kelainan yang dialami oleh wanita itu.


Putri Amanda tiba-tiba muncul dihadapan Fajar dan menendang tubuh pria itu sampai membuatnya terhempas jauh meninggalkan perapian.


Kesal dengan perkataan Fajar, Putri Amanda kemudian membuat sebilah pedang karena sudah benar-benar muak dengan kehadiran pria itu.


Dengan membawa pedang es ditangannya, Putri Amanda kemudian melesat kearah Fajar untuk memberi pelajaran dan meluapkan kekesalannya selama ini kepada pria itu.


Arjuna yang melihat Putri Amanda dan Fajar mulai bertarung mulai merasa cemas dengan keselamatan adiknya. Setelah kehilangan istri dan putrinya, Arjuna tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarganya yang tersisa.


"Tenanglah, Tuan Arjuna. Fajar tidak akan kenapa-kenapa, dan hanya menderita sedikit luka." Arya tersenyum kecil dan mencoba menenangkan Arjuna yang terlihat cemas.


Mendengar perkataan dari Arya pada awalnya Arjuna meragukannya, tetapi merasa Arya memiliki hubungan yang baik dengan Putri Amanda, Arjuna hanya bisa pasrah melihat adiknya mulai disiksa oleh Putri Amanda.


"Dari pada membuang waktu melihat pertarungan mereka berdua. Bagaimana kalau kita mulai membahas bisnis?" Celetuk Arya yang membuat suasana seketika menjadi serius.

__ADS_1


"Tentu..." Balas Arjuna sambil menatap serius pria muda dihadapannya yang memiliki identitas tak biasa.


Wira dan Bagaskara mengangguk pelan kemudian bergabung membahas bisnis yang disampaikan oleh Arya kepada mereka bertiga.


__ADS_2