
Seorang wanita terlihat duduk di sebuah ruangan yang cukup luas sendirian. Dia memiliki paras wajah sangat cantik layaknya seorang Putri dari cerita dongeng. Kulitnya putih seperti porselen yang seolah sangat rapuh jika disentuh secara langsung.
Wanita itu juga memiliki tubuh langsing dan cukup tinggi membuat beberapa pria yang memiliki tinggi badan dibawahnya akan merasa pesimis.
"Hah... Pekerjaan ni sangat membosankan...Aku ingin segera bertemu dengannya lagi..." Putri Amanda menghela nafas melihat tumpukan dokumen yang harus ia pelajari.
Semenjak Arya tak sadarkan diri 3 bulan lalu setelah menyelamatkan Putri Amanda. Wanita cantik itu kini harus mengambil alih semua pekerjaan Arya untuk mengawasi berbagai aspek pembangunan, rantai pasok makanan, keamanan, sampai kesejahteraan masyarakat Kota Madya.
Berbagai macam infrastruktur juga sudah mulai dikerjakan dengan baik. Lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kota Madya juga dibuka secara besar-besaran agar pembangunan bisa terealisasikan dengan cepat, serta membantu perekonomian masyarakat Kota Madya sendiri.
Ditengah kebosanan yang menimpa Putri Amanda akibat padatnya pekerjaan. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu masuk, membuat Putri Amanda sedikit kesal.
Seorang pria jakung kemudian masuk kedalam ruang kerja Putri Amanda. Raut wajah pria itu tampak pucat dan berkeringat dingin sambil membawa sebuah dokumen ditangannya.
"Apa yang membuatmu datang pagi-pagi sekali?" Putri Amanda bertanya dengan nada datar tanpa ekspresi dan tidak melihat kearah pria dihadapannya.
Suasana hati Putri Amanda menjadi lebih buruk ketika melihat dokumen ditangan pria itu, membuat Putri Amanda sangat malas untuk meladeni pria yang datang untuk menemuinya.
Arjuna meletakkan dokumen diatas meja kerja Putri Amanda dan mundur kebelakang beberapa langkah. Ekspresinya menunjukkan sebuah ketakutan dan penghormatan saat menghadap Putri Amanda.
"Beberapa hewan Iblis belakangan ini mulai menunjukkan pergerakan dari dalam Hutan Darah. Kami butuh anggaran untuk penyediaan senjata yang persediaannya sangat terbatas."
Arjuna dengan gugup menjelaskan proposal pengadaan persenjataan untuk para prajurit agar ditingkatkan kembali. Arjuna khawatir dengan pergerakan hewan Iblis belakangan ini, ditakutkan Kota Madya akan mengalami kerusakan parah sebab kekurangan persenjataan.
Ekspresi Putri Amanda langsung menjadi gelap ketika Arjuna meminta dana untuk pengadaan senjata. Setelah membaca proposal nya, Putri Amanda menatap tajam kearah Arjuna dan mengeluarkan niat membunuh.
__ADS_1
"Anggaran pertahanan lagi? Bukannya beberapa waktu lalu kau sudah meminta anggaran untuk kebutuhan militer kepadaku? Apa semua itu belum cukup?"
Berbagai macam pertanyaan dilontarkan oleh Putri Amanda, yang merasa curiga jika Arjuna mengajukan anggaran pertahanan. Wajar saja Putri Amanda merasa curiga karena Arjuna beberapa kali meminta anggaran pertahanan yang tidak sedikit kepadanya beberapa waktu terakhir.
Mendapat beberapa pertanyaan dan niat membunuh dari Putri Amanda membuat kedua kaki Arjuna bergetar hebat karena menjadi lebih gugup dari sebelumnya.
"Anggaran tempo lalu saya gunakan untuk penyediaan sumber daya Kultivasi dan membayar gaji untuk para prajurit, Tuan Putri. Kali ini kita benar-benar membutuhkan anggaran untuk menggantikan senjata yang sudah sangat usang, saya mohon agar anda bisa mengerti."
Arjuna berusaha untuk sebisa mungkin menjelaskan dan membuat Putri Amanda mengerti tentang anggaran kebutuhan militer yang jumlahnya sangat tidak sedikit.
Tiga bulan lalu saat mengadakan rapat dan sebelum Arya berhibernasi untuk memulihkan diri. Arya memberikan sebuah botol kaca berisi campuran darah mereka kepada Arjuna.
Seperti yang semua petinggi ketahui, campuran darah itu mengandung obat untuk membentuk basis Kultivasi bagi orang-orang yang cacat karena tidak memiliki Dantian.
Arjuna kemudian melaksanakan tugas yang diberikan oleh Arya untuk memperbaiki kondisi masyarakat Kota Madya agar bisa berkultivasi, dan setidaknya mereka bisa melindungi diri sendiri setelah melakukan pelatihan.
Sementara untuk para prajurit, Arjuna menggunakan dua tetes darah agar mereka memiliki kemampuan lebih karena akan menghadapi bahaya lebih besar.
Beberapa hal ini membuat Arjuna membutuhkan sumber daya untuk membentuk pondasi Kultivasi baik pihak militer maupun masyarakat yang anggarannya tidak sedikit.
"Kau tau? Aku tak sepenuhnya percaya dengan proposal yang kau berikan." Putri Amanda tersenyum sinis sambil mengangkat proposal ditangannya.
Melihat Putri Amanda tidak percaya kepadanya untuk pengadaan senjata membuat Arjuna cukup panik, dan memeras otaknya mencari solusi agar wanita cantik itu mau menyetujui proposalnya.
Selama tiga bulan bekerja dibawah kemimpinan Putri Amanda. Arjuna tidak menyangka wanita cantik itu ternyata sangat pelit dan teliti jika membahas tentang anggaran.
__ADS_1
Tidak hanya Arjuna saja yang merasa Putri Amanda terlalu pelit dan kikir. Para petinggi lainnya juga merasakan hal sama, dan merasa putus asa saat harus meminta anggaran kepada wanita cantik tersebut.
Semua petinggi sebenarnya ingin menyalahkan Arya yang menyerahkan tugas bendahara kepada Putri Amanda tanpa melakukan rapat terlebih dahulu.
Jika saja bukan Putri Amanda yang memegang anggaran dari Arya. Mungkin para petinggi akan merasa sedikit lebih mudah untuk mendapatkan anggaran.
Mereka tentu ingin bertemu dengan Arya mengeluhkan kebijakan yang diterapkan oleh Putri Amanda. Tetapi Putri Amanda selalu menghalangi mereka untuk bertemu Arya dan menyembunyikan kondisi pria itu yang sebenarnya.
Hal itu jelas membuat sebuah pertanyaan besar untuk para petinggi karena kepimpinan Kota Madya seluruhnya berada ditangan Putri Amanda selama tiga bulan terakhir.
Wajar mereka semua merasa curiga dan seolah ada yang ditutupi oleh Putri Amanda mengenai keberadaan Arya. Para petinggi sendiri tidak pernah lagi bertemu dengan Arya setelah rapat tiga bulan lalu dan membuat pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada pria tersebut.
Putri Amanda seakan menutupi semuanya dan hanya mengatakan Arya tidak ada waktu, karena sedang fokus berkultivasi untuk menerobos ranah selanjutnya dikamar.
Tidak ada seorangpun dari para petinggi yang berani untuk mempertanyakan kondisi Arya secara langsung kepada Putri Amanda, sebab wanita cantik itu kini berada pada Ranah Bumi sama seperti Arya.
Setelah kejadian dimalam itu Putri Amanda mengalami trobosan kultivasi sangat besar, dan dihari berikutnya membuat semua orang terkejut dengan peningkatan Putri Amanda yang seperti seorang monster.
Untuk membuat Putri Amanda percaya dan mau menyetujui proposal pengadaan senjata. Arjuna kemudian mengajak Putri Amanda untuk melihat langsung persenjataan di markas militer yang baru selesai dikerjakan.
Putri Amanda mengangguk pelan kemudian mengikuti Arjuna menuju markas militer untuk melihat persediaan persenjataan di gudang.
Alasan Putri Amanda setuju dan ikut bersama Arjuna, sejujurnya dia hanya ingin menghilangkan rasa bosan karena setiap hari menatap tumpukan dokumen yang harus dikerjakan.
Arjuna tampak gugup ketika harus membimbing jalan Putri Amanda, karena harus menahan godaan kecantikan Surgawi dari wanita tersebut.
__ADS_1
Putri Amanda sendiri menggunakan gaun berwarna biru muda dan tertutup. Meski mengenakan pakaian cukup tertutup, kecantikan ditambah cetakan tubuhnya membuat semua pria tidak bisa menahan godaan itu.
Tetapi untuk masyarakat Kota Madya mereka sudah tidak berani menatap Putri Amanda dengan tatapan liar, setelah beberapa waktu lalu Putri Amanda membunuh langsung beberapa orang pria yang berani menatap dan menggodanya dengan liar.