
Pada keesokan harinya setelah menyerahkan kunci kamar kepada petugas dan sarapan, Arya meninggalkan barak militer menuju sebuah arena tempat dimana para peserta berkumpul.
"Disini tertulis ada dua babak penyisihan sebelum pertarungan antara para peserta yang lolos dimulai." Arya membaca kembali surat berisi panduan untuk para peserta, sambil mengunyah sepotong roti.
Arya cukup dibuat heran dengan surat edaran tersebut. Tidak dijelaskan secara rinci apa saja yang harus disiapkan oleh para peserta, bahkan jalannya acara juga tak dijelaskan.
Firasat Arya mengatakan bahwa turnamen yang diadakan oleh Panglima Tertinggi di Kerajaan Brawijaya, pasti sangat berbahaya. Satu hal yang masih Arya yakini, bahwa turnamen yang diadakan oleh Panglima Tertinggi secara tidak tertulis untuk memilih siapa yang pantas memimpin sebuah pasukan baru Kerajaan.
"Yang aku tau, Panglima Tertinggi memiliki enam Jenderal dibawah kendalinya. Mereka masing-masing memimpin pasukan bendera enam warna."
Arya mencoba menerka maksud diadakannya turnamen militer yang sangat jarang diselenggarakan, bahkan setiap 10 tahun pun tak pernah diadakan.
Setibanya ditempat pemeriksaan. Arya menyerahkan surat undangan serta rekomendasi milik kepada para petugas, sebelum dipersilahkan masuk kedalam arena.
Arya berjalan melewati lorong gelap kemudian melihat arena pertarungan. Melihat kanan dan kiri, Arya tak menyangka tempat itu seperti sebuah stadium yang sudah banyak penonton.
Di atas arena juga terlihat sudah banyak peserta dari berbagai divisi militer yang ada diseluruh Kerajaan, berbaris rapih menunggu intruksi selanjutnya.
Arya kemudian ikut berbaris bersama mereka sambil memandangi penonton yang berisik membicarakan banyak hal bersama keluarga ataupun rekan mereka.
Tak sengaja Arya menemukan kehadiran Dierja di bangku VIP. Arya menelan salivanya ketika mendapati keberadaan Maharani dan wanita gila yang tempo hari mengejarnya.
Pandangan mata Arya tak sengaja bertemu dengan Anjani. Hanya dalam sekali lihat dia bisa tau sosok wanita cantik yang duduk bersama Maharani dan Arista juga merupakan siluman.
__ADS_1
Arya langsung mengalihkan pandangannya dari Anjani karena selain tak ingin terlibat masalah dengannya, Arya juga tak mau penyamarannya terbongkar yang membuatnya harus merubah rencana dari awal lagi.
Disisi lain Anjani menyadari seorang prajurit sebelumnya memandangi nya sebelum pria itu membuang muka karena ketahuan olehnya.
Anjani yang juga merupakan ahli ilusi bahkan lebih baik dari Baduga Maharaja, menyadari bahwa prajurit menggunakan sebuah teknik ilusi untuk menyamarkan wajah dan auranya.
"Prajurit disana cukup menarik juga." Ucap Anjani membuat Maharani dan Arista yang mendengarnya menjadi penasaran dengan prajurit yang dia maksud.
Saat Maharani dan Arista melihat kearah prajurit yang Anjani maksud, mereka sama sekali tak menemukan ada hal yang menarik, bahkan menurut keduanya prajurit itu biasa saja.
"Menarik apanya, dia hanya manusia biasa yang kemampuannya sama seperti rata-rata prajurit pada umumnya." Balas Arista yang merasa Anjani terlalu melebih-lebihkan sosok prajurit tersebut.
Maharani juga memiliki pendapat yang sama seperti Arista tentang prajurit itu. Dia belum menyadari bahwa prajurit yang sedang mereka bicarakan adalah Arya. Ilusi yang dipakai Arya tampaknya cukup berguna samai membuat satu makhluk Surgawi dan siluman tingkat tinggi, tak bisa menyadari ilusi miliknya.
Maharani dan Arista yang tak begitu memahami teknik ilusi atau semacamnya, masih saja bingung. Tetapi mencoba memahami perkataan Anjani tentang sosok prajurit tersebut.
Diam-diam Anjani tersenyum kecil. Hal dikarenakan Anjani dapat melihat wajah asli milik Arya dan bisa merasakan aura dominan dari pria itu. Belum lagi saat dia tau bahwa Arya memiliki Dantian siluman yang sengaja disembunyikan.
Maharani yang menyadari senyuman Anjani. Instingnya seketika mengatakan bahwa dia memiliki saingan baru, tetapi entah saingan dalam hal apa Maharani belum mengetahuinya.
Sementara itu tak jauh di bangku penonton, Putri Amanda terlihat menyamar untuk menonton turnamen karena memiliki firasat pria kemarin akan mengikuti turnamen ini.
Benar saja Putri Amanda langsung bisa melihat pria yang sudah menolongnya saat masih kecil berada di barisan peserta. Awalnya Putri Amanda merasa senang saat berhasil menemukannya. Tetapi senyumannya menghilang menjadi rasa kesal saat dia mendapati tiga wanita di bangku VIP yang salah satunya dia kenali, juga memperhatikan pria tersebut.
__ADS_1
"Kau sudah membuat kehidupanku berantakan selama enam belas tahun, setelah kau menculik dan menjadikanku jaminan. Sekarang aku tak akan membiarkan apa yang harusnya menjadi milikku, kau rebut lagi."
Dengan tatapan penuh dendam Amanda memandangi Anjani, sosok wanita yang dulu merencanakan penculikan atas dirinya, dan membuatnya kini menjadi jaminan di Kerajaan Brawijaya.
Amanda sendiri merupakan Putri dari Raja dan permaisuri Kerajaan Angasari. Dia juga merupakan adik dari Putra Mahkota Kerajaan Angasari.
Kerajaan Angasari sendiri merupakan musuh Kerajaan Brawijaya dan bersekutu dengan Kerajaan Pasanggaran. Letak Kerajaan Angasari sendiri berdekatan dengan Kerajaan Ubud yang merupakan sekutu Kerajaan Brawijaya.
Luas wilayah Kerajaan Angasari sebenarnya tak sebesar Kerajaan Brawijaya. Bahkan Kerjaan Angasari hanya memiliki luas wilayah dua kali Kerajaan Ubud, yang merupakan Kerajaan terkecil di Benua Nusantara.
Jika luas wilayah Kerajaan Angasari dibandingkan dengan Kerajaan Brawijaya. Ukurannya hanya 1/10 Kerjaan Brawijaya yang memiliki wilayah terluas di Benua Nusantara.
Meski memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Kerajaan Angasari memiliki sesuatu yang membuatnya cukup disegani, pasalnya mereka merupakan keturunan dari Phoenix pertama yang tak lain mereka adalah keturunan dari Hyman Nirwasita.
Anjani sendiri merencanakan penculikan Amanda saat gadis itu masih berusia 5 tahun, untuk menekan Kerajaan Angasari yang selalu membuat konfrontasi dengan Kerajaan Ubud.
Sejak saat Amanda dijadikan jaminan. Kerajaan Angasari langsung menghentikan konfrontasi kepada Kerajaan Ubud yang merupakan sekutu Kerajaan Brawijaya.
Tetapi sekian bertambahnya waktu, dendam Raja Angasari atas penculikan Putrinya semakin besar. Pihak Kerajaan Angasari tentu mengirim beberapa mata-mata untuk mengawasi Putri Amanda. Jadi Amanda sampai terluka atau nyawanya terancam, sudah pasti pihak Kerajaan Angasari akan melakukan serangan besar-besaran kepada Kerajaan Ubud dan Kerajaan Brawijaya, dengan dibantu oleh Kerajaan Pasanggaran.
Putri Amanda mengepalkan tangannya dengan erat. Jika bukan karena menghormati sosok prajurit yang sudah menolongnya dulu, dia sekarang pasti sudah kabur dan meminta Ayahnya untuk segera melancarkan serangan.
Hutang budi Putri Amanda terlalu besar kepada Arya. Sebenarnya saat masih berada di Kerajaan Angasari dia juga sudah mengalami sakit parah, dan tak ada seorangpun tabib yang bisa menolongnya.
__ADS_1
Sampai akhirnya dia diculik oleh orang suruhan Anjani dan 5 tahun kemudian setelah berjuang menahan rasa sakit, dia akhirnya bertemu dengan Arya yang membuatnya dapat mengendalikan aura dingin miliknya.