Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Penyergapan 2


__ADS_3

Kereta kuda berguncang hebat ketika salah satu roda mengalami kerusakan. Akibat salah satu roda mengalami kerusakan, badan kereta menyentuh tanah dan terseret beberapa meter sebelum akhirnya dapat berhenti total.


Para penumpang tersentak akibat kejadian tersebut dan mengalami sedikit luka, terutama untuk tiga pria yang kondisinya saat ini masih sangat lemah.


Arya mengerutkan alisnya setelah kepalanya terbentur. Meski tidak terasa sakit, tetapi Arya terkejut dan penasaran dengan apa yang sedang terjadi sampai-sampai Fajar membuat guncangan hebat di kereta kuda mereka.


Saat Arya mencoba bangun dia merasa ada sesuatu yang menimpanya. Benar saja ketika Arya membuka mata untuk mengecek, dia menemukan Putri Amanda berada di atasnya.


Disisi lain setelah guncangan hebat yang terjadi, wajah Putri Amanda mengernyit. Beruntung baginya karena tidak terbentur bagian kereta kuda dan hanya kehilangan keseimbangan.


Setelah kesadarannya kembali, Putri Amanda bisa merasakan kehangatan ditempat ia terjatuh. Tak hanya itu saja, Putri Amanda juga bisa merasakan hembusan nafas seseorang.


Ketika Putri Amanda bangun untuk mencari tau sumber kehangatan itu, dia terkejut menemukan bahwa dirinya saat ini berbaring di atas tubuh Arya.


Mata berwarna abu-abu milik Putri Amanda seketika langsung bertemu dengan mata coklat cerah Arya, yang sedang memperhatikannya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


"Apa Tuan Putri baik-baik saja?" Tanya Arya berharap Putri Amanda tidak mengalami cidera serius yang bisa membuatnya terlibat dalam masalah rumit nantinya.


Perkataan Arya langsung membuat Putri Amanda tersadar dari lamunannya. Wajah Putri Amanda sedikit merona ketika melihat jarak diantara mereka begitu dekat.


Dengan cepat Putri Amanda menyingkir dari tubuh Arya, kemudian berusaha menutupi rasa malunya. "Y... Ya aku baik-baik. Terimakasih."


Arya memandang heran Putri Amanda. Dia tidak bisa mengetahui ekspresi wanita itu saat ini karena pencahayaan yang terbatas. Tetapi mendengar Putri Amanda baik-baik saja, membuat kekhawatiran Arya sedikit menurun.


Setelah bangun dari posisinya tadi, Arya kemudian melihat kearah tiga pria di dekatnya. Arya menghela nafas lega menemukan ketiga pria itu hanya mengalami sedikit luka lecet paska benturan keras yang terjadi.


"Fajar, sebenarnya apa yang..." Belum sempat Arya menyelesaikan perkataannya. Ketika menengok kearah Fajar, dia tidak melihat kehadiran pria itu di kursi pengemudi.

__ADS_1


Merasa ada yang janggal Arya kemudian keluar dari kereta kuda dan meminta Putri Amanda tetap berada didalam bersama ketiga pria itu.


Putri Amanda tentu saja merasa enggan untuk tetap berada didalam kereta kuda, apalagi bersama ketiga pria itu yang mengeluarkan aroma tidak sedap.


"Biarkan aku ikut keluar denganmu. Tenang saja, aku bisa melindungi diriku sendiri jika ada bahaya." Pinta Putri Amanda menghentikan Arya yang ingin meninggalkan sendiri bersama ketiga pria itu.


Mendengar keseriusan dari nada bicara Putri Amanda. Awalnya Arya merasa ragu, tetapi mengingat rumor tentang kemampuan Putri Amanda di Ibukota membuatnya setuju.


"Baiklah, tetapi berhati-hatilah dan jangan bertindak gegabah. Tetap berada dibelakangku, karena kita belum tau apa yang sebenernya terjadi." Ucap Arya yang langsung di angguki oleh Putri Amanda dengan cepat.


Keduanya lalu turun dari kereta kuda meninggalkan ketiga pria itu yang saat ini untuk berjalan saja sulit didalam kereta kuda agar tidak menjadi beban.


Saat Arya dan Putri Amanda keluar dari kereta kuda, mereka melihat Fajar tengah berdiri sambil memegang golok miliknya dihadapan beberapa orang misterius yang menutupi sebagian wajah mereka.


Arya mengaktifkan Pengelihatan Dewa miliknya, lalu menemukan bahwa sekelompok orang misterius itu rata-rata berada pada Ranah Penyempurnaan Roh Tingkat 6.


Dibandingkan dengan Fajar yang berada pada Ranah Jalan Surgawi tingkat 3, sekelompok orang misterius itu masih bisa mengalahkan Fajar mengingat jumlah mereka lebih dari 15 orang.


Arya kemudian berjalan menghampiri Fajar dan menepuk pundak pria itu. Fajar yang sedang fokus menghadang sekelompok orang misterius itu terkejut, saat merasakan seseorang menepuk pundaknya.


Tetapi keterkejutan Fajar hilang begitu saja dan menurunkan kewaspadaan, melihat orang yang tiba-tiba menepuk pundaknya ternyata adalah Arya.


"Kalian ini siapa? Mengapa kalian menyerang dan menghentikan perjalanan kami?" Arya melihat kearah sekelompok orang itu dan mencoba mencari alasan dibalik penyerangan yang dilakukan oleh mereka.


Melihat sosok orang yang mereka menampakan diri. Salah satu orang misterius kemudian mengacungkan pedang kearah Arya sambil menatap dengan penuh kebencian.


"Kau ikut denganku. Jika tidak jangan salahkan aku menghabisi semua orang yang ada bersamamu!" Ancam pria itu yang tidak lain merupakan pemimpinnya.

__ADS_1


Mendengar perkataan orang didepannya seketika membuat sudut bibir Arya berkedut, di ancam oleh orang yang memiliki ranah jauh di bawahnya.


"Ikut denganmu? Aku bahkan tidak mengenalimu dan kau berani menyerang bahkan mengancamku?" Arya sedikit tersenyum sambil membunyikan jari-jarinya.


Kepala pengawal dari Keluarga Buana mulai merasa kesal setelah melihat sikap Arya yang menurutnya sanga arogan. Sekarang tidak ada pilihan selain membawa Arya secara paksa dengan kekerasan.


"Cih! Jangan salahkan aku karena kau tidak bersikap koperatif, nak!" Kepala pengawal berdecak kesal melihat senyuman Arya yang seolah menantangnya. "Serang mereka dan tangkap pria itu!"


Pasukan keluarga Buana yang mendapatkan perintah dari pemimpin mereka langsung melancarkan serangan kearah Arya dan rekannya.


Melihat gelombang musuh mulai berdatangan. Arya, Fajar, dan Putri Amanda mulai bersiap dengan senjata mereka masing-masing.


Fajar mempersiapkan goloknya dan Putri Amanda membuat sebilah pedang es. Sementara Arya hanya menggunakan tangan kosong bersiap menyambut gelombang musuh.


****


Sementara itu tiga orang pria yang sudah menginjak usia 20 tahunan memacu kuda mereka keluar dari gerbang Ibukota dengan tergesa-gesa.


Mereka tidak lain merupakan Raka, Angga, dan Satria yang saat ini berusaha menyusul rombongan kereta kuda milik Arya.


Sebelumnya saat mereka sedang berkeliling di jalanan utama. Ketiga pria itu melihat beberapa orang pasukan dari keluarga Buana menunggangi kuda keluar dari Ibukota.


"Ada apa dengan mereka. Tidak biasanya pasukan dari Keluarga Buana keluar dari Ibukota tanpa melakukan pengawalan?" Satria merasa heran melihat belasan pasukan Keluarga Buana yang terlihat tergesa-gesa.


Raka dan Angga mengangguk pelan setuju dengan Satria. Ketiganya lalu mulai menebak-nebak alasan pasukan Keluarga Buana dari Ibukota tanpa melakukan pengawalan.


Hingga mereka akhirnya ingat dengan kejadian saat di Kompetisi Militer, dimana Tuan Muda Keluarga Buana yang tidak lain merupakan Bayu mulai bersikap aneh paska pertarungan melawan Arya.

__ADS_1


"Sial, mereka pasti sedang mengincar kakak. Cepat, kita harus menghentikan mereka!" Raka yang panik lalu mencari kuda bersama Angga dan Satria untuk menghentikan niat Pasukan Keluarga Buana.


Angga sendiri terlihat panik bukan karena mengkhawatirkan keselamatan Arya, melainkan ikatan bisnis yang ingin dia usulkan kepada pria itu bisa hancur karena ulah bawahan keluarganya.


__ADS_2