Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Perselisihan


__ADS_3

Merasa urusannya sudah selesai Arya memutuskan untuk pergi. Kepergian Arya yang mendadak tanpa mengatakan sepatah katapun membuat keempat pria itu heran.


Arya yang datang membantu mereka dan langsung pergi begitu saja tanpa meminta imbalan, menimbulkan pertanyaan besar untuk Bayu, Angga, dan Satria.


Namun tidak dengan Raka yang tampak menyadari alasan Arya menolong mereka. Raka mengepalkan tangan. Dia berpikir kalau waktu itu bisa menahan egonya, mungkin saja Arya bisa melatih dan membuat dirinya jauh lebih kuat dari sekarang.


Tetapi Raka langsung sadar bahwa sekarang dirinya harus berusaha sendiri. Meskipun begitu, dia merasa cukup lega karena nyatanya sampai sekarang Arya masih memperdulikannya.


"Raka, kau pasti kenal dengannya bukan? Katakan, siapa pria itu kepadaku." Satria bertanya dengan antusias. Sikapnya yang biasa cuek dan jarang bicara, langsung hancur begitu saja.


Raka yang tak nyaman karena Satria terlalu dekat dengannya, kemudian sedikit menjaga jarak. Dia menolak untuk memberitahu siapa pria yang sudah menolong mereka, meski Satria terus membujuknya.


Angga tampaknya juga tertarik untuk mengetahui identitas prajurit yang menolongnya. Tetapi Angga cenderung lebih diam tidak seperti Satria yang menjadi sangat antusias.


Disisi lain Bayu justru merasa prajurit tadi hanya menumpang cari muka saja kepada mereka. Dia tampaknya memiliki pandangan lain tentang Arya dan merasa tak senang, meski pria itu sudah menolongnya.


Bayu menyadari bahwa diantara mereka semua dirinyalah yang paling lemah. Jadi bila Arya bergabung dengan mereka sudah pasti posisinya akan tersingkir.


Kalau sampai dirinya tersingkir maka pendekatannya kepada Angga, bisa membuat pengaruh keluarganya di Ibukota langsung memudar, dan menjadikan keluarganya seperti keluarga kelas menengah biasa.


Bayu tentu tak menginginkan hal tersebut. Sekarang dia berpikir untuk membuat teman-temannya melupakan prajurit sebelumnya. Tentu orang pertama yang coba dia hasut adalah Angga, karena pria itu lebih gampang dimanipulasi ketimbang Raka dan Satria yang memiliki pendirian teguh.


****


Empat hari kemudian para peserta yang tersisa mulai berdatangan memasuki gerbang Ibukota. Total hanya tersisa kurang dari 20 peserta saja.


Melihat jumlah peserta yang tersisa membuat semua orang menyadari betapa berbahayanya kompetisi yang diselenggarakan oleh para petinggi militer.

__ADS_1


Para peserta kemudian berkumpul kembali di arena. Para Jenderal yang melihat jumlah peserta berkurang sangat drastis, tampak tidak terlalu terkejut.


Kompetisi yang semula akan dibagi menjadi 3 babak tampaknya para Jenderal harus merubahnya menjadi 2 babak saja mengingat sudah banyak peserta yang sudah tereliminasi.


Sebelumnya para Jenderal sudah membuat babak selanjutnya. Setelah menghitung perolehan Kristal dari masing-masing peserta, mereka akan melakukan babak penyisihan selanjutnya.


Tapi melihat jumlah peserta yang berkurang cukup banyak membuat babak kedua terpaksa dihapus, kemudian langsung ke babak akhir dimana akan diadakan pertarungan satu lawan satu di arena.


Untuk para peserta yang tereliminasi, keluarga mereka mendapat kompensasi yang cukup setimpal.


Aura membunuh dari para peserta bisa dirasakan jelas oleh para penonton meski jarak bangku dari arena cukup jauh. Hal ini secara jelas menunjukkan seberapa tinggi tingkat pembunuhan dari masing-masing peserta.


Cara keji tentu diterapkan oleh para peserta yang tersisa agar mereka lolos dari babak pertama. Mulai dari menghasut, menjebak, bahkan menusuk teman mereka sendiri dari belakang diterapkan oleh para peserta.


Raut wajah para peserta yang kurang tidur menunjukkan kepada semua orang, bahwa para peserta jarang istirahat dan selalu waspada setiap saat untuk mengamankan nyawa mereka serta Kristal Iblis yang mereka telah kumpulkan.


Arya menguap bosan saat seorang jenderal mengucapkan beberapa kata sambutan kepada para peserta yang berhasil lolos ke babak selanjutnya.


Jenderal dari Bendera Merah juga memuji para peserta yang berhasil mengumpulkan banyak Kristal Iblis. Tetapi pujian banyak ditujukan kepada Raka dan teman-temannya yang berhasil mendapatkan Kristal dari Hewan Iblis Ranah Kaisar.


Angga dan Bayu terlihat sangat senang ketika dipuji langsung oleh Jenderal. Beda halnya dengan Raka dan Satria yang justru terlihat malu karena mereka berpikir sama sekali tak pantas untuk mendapat pujian tersebut.


Arya sendiri hanya memberikan sepuluh Kristal Iblis Ranah Raja saat diminta untuk mengumpulkannya kepada para petugas sebelumnya.


Para peserta kemudian diminta untuk mengambil undian dari kotak yang sudah disediakan. Setiap stik kayu akan berisi nomor acak yang menentukan siapa lawan mereka.


Ketika Arya maju kedepan untuk mengambil undian. Tampak para Jenderal melihat dirinya sebelah mata, karena dia merupakan seorang prajurit biasa. Para Jenderal bahkan yakin kalau Arya bisa lolos hanya karena tingkat keberuntungan yang tinggi.

__ADS_1


Arya mengabaikan tatapan sinis dari para Jenderal dan setelah mendapatkan nomor undian 7, dia kemudian duduk di bangku yang sudah disediakan untuk menunggu giliran bertarung di pinggir arena.


Sementara itu Raka mendapat nomor undian 3, Satria 6, Angga 5. Sedangkan Bayu mendapat nomor undian 1 setelah bersekongkol dengan salah satu penjaga, agar dirinya mendapat lawan yang lemah.


Melihat Arya duduk sendirian, Raka dan Satria diikuti oleh Angga kemudian mengambil tempat duduk yang berdekatan dengan pria itu. Setelah beberapa hari tidak bertemu, ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengakrabkan diri dengan Arya.


"Bolehkah kami bertiga duduk disini?" Tanya Raka ragu jika Arya menolak. Bagaimana pun hubungan diantara mereka masih buruk, dan Raka masih mencoba untuk meminta maaf.


Arya menoleh kemudian mendapati Raka, Angga, dan Satria yang ingin duduk berdekatan dengannya. "Silahkan... Lagipula tak ada orang yang akan melarang..."


Melihat Arya tak melarang mereka, ketiga pria itu kemudian duduk berdekatan dengannya, tetapi masih sedikit menjaga jarak, mengingat sekarang mereka tak begitu mengenalnya.


Raka, Angga, dan Satria saling menyikut satu sama lain agar salah satu dari mereka memulai percakapan dengan Arya, untuk memecah suasana.


Tetapi akibat keributan yang mereka ciptakan membuat Arya justru tak nyaman saat tengah menonton pertandingan.


Arya kemudian berpindah tempat duduk yang membuat Raka, Angga, dan Satria saling menyalahkan satu sama lain karena telah mengacaukan semuanya.


Ketiga pria itu memiliki maksud masing-masing untuk mendekati Arya. Mulai dari Raka yang ingin minta maaf, Satria yang ingin masih ingin berterimakasih karena sudah diselamatkan.


Sementara Angga yang tertarik dengan Pill Penyembuhan milik Arya. Ingin bekerjasama mengingat dirinya berasal dari salah satu Keluarga yang memegang sebagian besar pasar dagang di Kerajaan Brawijaya.


Menurut Angga jika dia bisa membuat Arya bekerjasama dengan Keluarganya, maka bisnis Keluarganya akan meningkat pesat, dan bisa mengalahkan saingan Keluarganya, yaitu Keluarga Mahendra.


"Ini semua salah kalian!" Raka melupakan kekesalannya kepada Angga dan Satria. Hal itu tentu membuat Angga dan Satria balik menyalahkan Raka.


Disisi lain Arya yang menonton pertandingan Bayu melawan peserta lain hanya bisa menggelengkan kepala, melihat lawan Bayu justru mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

__ADS_1


"Sepertinya dia sudah membayar seseorang untuk mengancam peserta lain agar mereka mengundurkan diri." Arya mengelus dagunya sambil melihat Bayu yang turun dari atar arena.


__ADS_2