Legenda Dunia Kultivasi

Legenda Dunia Kultivasi
Sampai di Kota Madya


__ADS_3

Perjalanan Arya beserta rekan barunya kembali dilanjutkan setelah mendapat hadangan dari pasukan khusus Kerajaan Angasari yang ingin membawa Putri Amanda pulang.


Tetapi perjalanan mereka terpaksa dihentikan setelah menemukan sungai yang memisahkan daratan utama dengan daerah tempat dimana Kota Madya berdiri.


Memang ada jembatan penyeberangan, tetapi Fajar ragu untuk melewati jembatan itu sebab kondisinya sudah tidak layak lagi digunakan. Fajar khawatir saat menyebrang, jembatan itu akan rubuh tidak kuat menahan beban kereta kuda.


Semua orang juga terlihat bingung harus melakukan apa. Memperbaiki jembatan tentu akan memakan waktu cukup lama. Mereka sebenarnya bisa menyebrangi jembatan, tetapi mereka harus meninggalkan kereta kuda dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Putri Amanda tiba-tiba turun dari kereta kuda dan berjalan menuju tepian sungai. "Semua yang menghalangi jalanku akan aku bekukan." Ucap Putri Amanda yang kemudian menginjak air ditepian sungai.


Aliran sungai perlahan membeku dari tempat Putri Amanda menjalar sampai ujung lainnya. Ikan-ikan yang sedang melompat dipermukaan air juga tidak luput ikut membeku.


Putri Amanda kemudian kembali kedalam kereta kuda dan mendapati semua orang terperangah melihat bagaimana dirinya membekukan sebuah sungai.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu? Mau dibekukan juga?" Putri Amanda bertanya sambil menatap semua orang dengan tajam karena tidak suka mendapat perhatian dari mereka.


Mendengar perkataan Putri Amanda sontak saja semua orang reflek menggelengkan kepala dan mengalihkan pandangan dari wanita tersebut.


Fajar kemudian menjalankan kereta kuda dengan hati-hati diatas permukaan sungai es agar tidak membuat mereka semua tergelincir.


Setelah berhasil melewati sungai es, Arya kemudian turun dan menggunakan Api Putih miliknya untuk mencairkan kembali sungai yang membeku.


Hanya dalam sekejap mata aliran sungai kembali normal dan ikan-ikan yang membeku mulai berenang seperti sebelum sungai membeku.


Melihat kemampuan yang dimiliki oleh Arya dan Putri Amanda. Rasa kagum dan bangga karena bisa menjadi bagian dari kedua orang itu dirasakan oleh Arjuna, Fajar, Wira, dan Bagaskara.

__ADS_1


Keempat pria itu merasa beruntung menjadi bagian dari kelompok Arya dan Putri Amanda. Hanya orang bodoh saja yang akan menjadikan kedua sejoli itu sebagai musuh. Dalam waktu singkat mereka langsung bisa dikalahkan oleh kedua orang itu.


...****************...


Tujuh hari kemudian dari kejauhan rombongan Arya bisa melihat tembok Kota Madya. Dalam satu minggu terakhir tentunya perjalanan yang mereka tempuh tidak berjalan dengan baik, masih ada beberapa bandit yang selalu menghadang dan berusaha memeras harta mereka.


Para bandit itu jelas langsung ditindaj tegas oleh kelompok Arya. Bahkan sudah ada 5 pemukiman bandit yang mereka bumi hanguskan beserta penduduknya. Langkah itu terpaksa mereka ambil agar setidaknya tindakan penjarahan yang dilakukan oleh beberapa bandit bisa berkurang.


Karena sempat mengurus 5 pemukiman bandit gunung. Perjalanan yang semula hanya berlangsung selama 4 hari, terpaksa mundur sampai satu minggu.


Beberapa petani yang sedang mengurus tanaman mereka di ladang menghentikan sejenak aktivitas saat melihat sebuah kereta kuda melewati jalan utama menuju gerbang Kota Madya.


Para petani melihat kereta kuda dengan tatapan penuh kewaspadaan. Mereka tentu bisa membedakan kereta kuda yang mengangkut penghuni baru Kota Madya, dan kereta kuda yang hanya memiliki kepentingan pribadi di Kota tersebut.


Jembatan rusak yang tidak jadi dilewati oleh rombongan Arya, sebenarnya merupakan ulah penduduk Kota Madya sebagai bentuk protes kepada pihak Kerajaan yang menganaktirikan mereka.


Disisi lain rombongan Arya sedikit terkejut melihat adanya kegiatan pertanian di Kota Madya. Kabar buruk mengenai kondisi Kota Madya ternyata cukup di lebih-lebihkan, dan tidak terlalu parah seperti yang diberitakan.


Sesampainya didepan gerbang masuk Kota Madya. Beberapa penduduk yang bertindak seperti layaknya petugas keamanan tetapi bukan prajurit, menghentikan kereta kuda mereka untuk melakukan pemeriksaan.


"Tunjukkan identitas kalian dan katakan keperluan kalian kemari." Ucap seorang petugas yang terlihat tidak senang saat melihat pakaian prajurit yang dikenakan oleh Fajar.


Merasa terintimidasi oleh petugas itu, Fajar menjadi sedikit gugup dan meminta kepada Arya untuk menjelaskan kedatangan mereka ke sana, sebab Arya yang merupakan penanggung jawab perjalanan itu.


Arya turun dari kereta kuda menghampiri beberapa petugas yang berjaga didepan gerbang masuk. Postur tubuhnya yang tinggi dan mengenakan pakaian biasa untuk menutupi otot-ototnya, langsung membuat para petugas sedikit terintimidasi.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan penanggung jawab kota ini. Ada hal yang perlu aku bicarakan dengannya." Arya memandang rendah para petugas dihadapannya. Bukan karena Arya merendahkan mereka, tetapi tubuh milik Arya sedikit lebih tinggi dari kebanyakan pria pada umumnya.


Untuk mempertegas maksud kedatangannya, Arya kemudian mengeluarkan lencana Jenderal kepada para petugas yang langsung membuat mereka menjadi sedikit takut.


Ini kali pertama mereka mendapatkan kunjungan langsung dari seorang Jenderal. Apalagi yang datang bukan hanya sekedar Jenderal biasa melainkan dari divisi khusus Kerajaan.


Para petugas merasa takut, marah, sekaligus penasaran melihat seorang Jenderal muda dari divisi khusus Kerajaan sampai mau datang ke kota yang terkenal sebagai tempat pembuangan.


Tanpa menunggu lama para petugas itu kemudian membuka pintu gerbang dan memberitahu Arya tempat tinggal penanggung jawab Kota Madya.


Rombongan Arya kemudian masuk kedalam Kota Madya. Begitu masuk mereka langsung bisa melihat kondisi Kota Madya yang cukup memprihatinkan.


Bangunan-bangunan yang berada didalam Kota Madya mengalami kerusakan parah seolah baru saja terjadi pemberontakan peralihan kekuasan di kota tersebut.


Meski berita yang beredar tentang kondisi Kota Madya tidak sepenuhnya benar, tetapi berita itu juga tidak sepenuhnya salah ketika mereka menyaksikan sendiri kondisi di sana secara langsung.


Orang-orang terlihat kelaparan dan banyak yang tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan untuk berteduh, mereka hanya mengandalkan tenda yang terbuat dari bahan seadanya.


Penampakan ini tidak ada bedanya dengan permukiman kumuh. Tetap hebatnya meski berada dalam kondisi terpuruk seperti sekarang, penduduk Kota Madya tidak menyerang satu sama lain dan justru saling membantu.


Hal itu dibuktikan ketika rombongan Arya melihat ada seseorang yang membagi satu roti untuk beberapa orang lainnya dengan adil.


"Aku rasa mereka tidak terlalu anarkis seperti yang diberitakan." Ucap Arjuna yang kagum melihat interaksi antar penduduk Kota Madya.


Jika dibandingkan dengan masyarakat yang ada di Ibukota maupun kota-kota lain. Masyarakat Kota Madya justru lebih menghargai satu sama lain karena memiliki nasib yang sama.

__ADS_1


"Kadang berita yang banyak menyebar jangan langsung ditangkap mentah-mentah dan harus dicari tau kebenarannya." Celetuk Arya yang merasa puas melihat interaksi dari penduduk Kota Madya.


__ADS_2