
Arya Wijaya merasa tubuhnya sangat panas terutama pada bagian dada yang membuatnya berkeringat cukup banyak. Saat Arya Wijaya membuka baju. Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa melihat ada sebuah permata merah yang mirip seperti Kristal Hewan Iblis pada bagian dada Arya Wijaya.
Pandangan mata Arya Wijaya mulai menjadi merah darah. Kedua tangan serta kakinya mengalami perubahan hampir sama seperti saat Arga Mahesa berubah menjadi seekor Naga.
Empat sayap dengan cepat tumbuh pada bagian punggung Arya Wijaya diikuti dua tanduk sepanjang 10 sentimeter tumbuh di dahinya.
Merasa ada yang tidak beres Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa segera menjauh dari Arya Wijaya. Benar saja seketika Arya Wijaya menyemburkan api putih dari dalam mulutnya dan menyambar apa saja yang ada di dekatnya.
Tetapi sepertinya itu bukanlah semburan api biasa ketika benda-benda yang terkena sambaran langsung berubah menjadi abu tanpa meninggalkan jejak terbakar.
Perlahan tubuh Arya Wijaya semakin membesar dan mengalami perubahan menjadi sosok seekor Naga Perak. Akibatnya kediaman Baduga Maharaja seketika langsung hancur terinjak salah satu kaki Arya Wijaya.
Arya Wijaya mengerang kesakitan merasakan pusing yang begitu hebat. Tubuhnya yang berubah menjadi seekor Naga Perak berukuran raksasa terhuyung menjadi tak stabil dan membuat hutan disekitarnya rusak.
Melihat Arya Wijaya berubah menjadi seekor Naga Perak tentu saja Baduga Maharaja, Hyman Nirwasita, dan Arga Mahesa tak bisa tinggal diam saja. Mereka kemudian segera membagi tugas untuk memenangkan Arya Wijaya yang kondisinya masih belum stabil.
Baduga Maharaja segera membuat sebuah formasi kubah sembilan lapisan yang mencakup sebagian besar wilayah bukit untuk mencegah jika Arya Wijaya pergi.
Kubah yang dibuat Baduga Maharaja membuat dirinya dan kedua saudaranya kini terkurung didalam bersama Arya Wijaya.
Hyman Nirwasita dan Arga Mahesa kemudian berubah menjadi seekor Naga Emas dan Phoenix Hitam untuk menghadapi Arya Wijaya yang menjadi seekor Naga Perak.
Dihadapan Arya Wijaya ukuran Arga Mahesa kalah besar yang membuat pria itu merasa tidak cocok lagi jika menyandang gelar sebagai Pendekar Naga.
Meski tubuhnya sekarang lebih kecil dari Arya Wijaya tidak membuat Arga Mahesa menjadi pesimis. Dengan percaya diri Arga Mahesa meraung dihadapan Arya Wijaya untuk mengintimidasinya.
Tetapi Arya Wijaya balik meraung kearah Arga Mahesa dan membuat pria itu harus mencengkram tanah dengan kuat jika tidak ingin terhempas.
__ADS_1
Hutan yang ada dibelakang Arga Mahesa sekita langsung bersih tak menyisakan pepohonan maupun hewan dalam jarak 2 kilometer.
'Sial... Apa anak itu ingin membunuhku dengan raungan nya?!' Arga Mahesa menggigit kuat giginya saat melihat tubuhnya bergetar ketakutan.
Saat melihat Arya Wijaya ingin menyemburkan api kearahnya membuat Arga Mahesa tidak dapat melakukan apapun karena tubuhnya sekarang tak mau mengikuti pikirannya.
Tepat saat Arya Wijaya mau melepaskan semburan api, Wu Bai terlebih dulu menyemburkan api kearah mulut Arya Wijaya yang terbuka hingga membuat ledakan didalam mulut anak itu.
Dengan kesal Arya Wijaya menatap kearah Hyman Nirwasita dan menandai pria itu. Dia kemudian terbang untuk mengejar Hyman Nirwasita yang terbang dengan sangat gesit.
Hyman Nirwasita kini mencoba mengalihkan perhatian Arya Wijaya saat menyadari Arga Mahesa terkena serangan mental dan belum bisa menggerakkan tubuhnya setelah menerima raungan.
Dari arah belakang Arya Wijaya mencoba menangkap Hyman Nirwasita dengan cakarnya tetapi sangat kesulitan menghadapi gerakan menghindar pria itu.
Arga Mahesa yang sudah bisa mengontrol tubuhnya segera mengejar Arya Wijaya dan membantu Arga Mahesa yang sudah mulai terdesak.
Semburan api panas Arga Mahesa lepaskan dan mengenai punggung Arya Wijaya, tetapi tak menimbulkan efek apapun dan membuat anak itu berhenti mengejar Hyman Nirwasita.
Naga Perak dan Naga Emas saling menyemburkan api mereka serta berusaha untuk mencakar satu sama lain. Tetapi perbedaan kekuatan perlahan mulai menampakan ketidak seimbangan dalam pertarungan keduanya.
Arga Mahesa mulai terus menerus mendapat semburan api dari Arya Wijaya yang seolah tak ada habisnya, sementara dirinya sendiri perlu beberapa saat untuk mengumpulkan Qi dalam setiap semburan.
Tiba-tiba dari permukaan tanah muncul rantai-rantai yang kemudian melilit kaki Arya Wijaya serta lehernya dan menariknya jatuh dari ketinggian.
Rantai itu tidak lain adalah teknik milik Baduga Maharaja. Pria itu kemudian segera menguras Qi milik Arya Wijaya berharap anak tersebut dapat kembali menjadi bentuk manusia.
Arga Mahesa dan Hyman Nirwasita jelas sangat tertolong oleh bantuan Baduga Maharaja. Mereka berdua kemudian segera memulihkan Qi yang sudah berkurang sangat banyak hanya untuk melawan Arya Wijaya.
__ADS_1
Apa yang diharapkan oleh Baduga Maharaja tampaknya sudah akan berhasil. Tubuh Arya Wijaya perlahan kian melemah dan Kristal merah di dadanya mulai menjadi putih.
Pandangan Arya Wijaya kian memburam dan dia hanya menggeram sebab mulutnya telah dirantai juga oleh Baduga Maharaja.
Tetapi Baduga Maharaja melupakan sesuatu yaitu ekor Arya Wijaya. Anak itu kemudian mengibaskan ekornya kearah Baduga Maharaja, hingga membuat konsentrasinya pecah.
Baduga Maharaja mencoba menahan ekor Arya Wijaya menggunakan pelindung Qi tetapi langsung pecah hingga membuatnya terhempas.
Akibatnya rantai-rantai yang melilit tubuh Arya Wijaya tidak lagi memiliki kekuatan yang cukup untuk menahannya lagi.
Arya Wijaya kemudian meraung keras membuat langit ditutup awan hitam disertai oleh petir. Beberapa petir kemudian menyambar tubuh Arya Wijaya dan dimanfaatkan oleh anak itu untuk mengisi Inti Kristalnya lagi yang sudah dikuras Baduga Maharaja.
Tak hanya mengisi Inti Kristal menggunakan petir, Arya Wijaya juga mengisinya menggunakan Qi alam disekitarnya sampai Inti Kristal terisi penuh dalam waktu singkat.
Akibat penyerapan Qi alam dalam jumlah besar yang dilakukan oleh Arya Wijaya membuat pepohonan kehilangan kehidupan dan membuat kawasan hutan berubah menjadi hitam.
Melihat kecepatan Arya Wijaya dalam mengisi Inti Kristalnya membuat Baduga Maharaja, Arga Mahesa, dan Hyman Nirwasita merasa anak itu kini benar-benar sangat berbahaya.
Tanpa pikir panjang Arga Mahesa nekat menyerang Arya Wijaya secara langsung. Arga Mahesa menggigit bahu milik Arya Wijaya, sedangkan Arya Wijaya mengigit lengan milik Arga Mahesa.
Gigitan Arga Mahesa tidak bisa menembus kulit Arya Wijaya, dan sayangnya dia justru harus kehilangan salah satu lengannya.
Arya Wijaya kemudian mendorong Arga Mahesa hingga tersungkur di tanah dan menginjaknya hingga tidak bisa bergerak kemana-mana.
Hyman Nirwasita yang melihat Arga Mahesa kehilangan salah satu lengan dan ditahan mencoba untuk membantu. Dia kemudian melesat dengan cepat dan berusaha menggapai Inti Kristal milik Arya Wijaya.
Sayangnya Arya Wijaya yang telah berhasil mempelajari gerakan Hyman Nirwasita dengan mudah menangkap pria itu dan mencengkeramnya.
__ADS_1
Hyman Nirwasita berusaha memberontak didalam genggaman Arya Wijaya. Tetapi hal itu tampaknya percuma saja karena cengkeraman Arya Wijaya terlalu kuat.
Arya Wijaya membuka mulutnya dan menyemburkan api putih yang tepat mengenai wajah Hyman Nirwasita yang tak dapat mengelak lagi.