Legenda Giok Kembar

Legenda Giok Kembar
104


__ADS_3

"Itu ...." Nada tanya menyelimuti, disertai salah satu alis yang terangkat satu senti.


Hening datang lagi, sebenarnya tidak benar-benar hening. Suara yang tidak patut didengarkan masih dikeluarkan para hantu yang mengelilingi array. Gumaman ragu yang dilakukan teman-temannya membuat Lu wei menambah pose dungu. "Hmmm???"


Xing'er tidak menjawab, lin qili juga sama, hanya tinggal satu opsi, Lin Qingxuan. Namun, tidak ada yang berbeda. Mulut terkunci rapat tapi bibir dijajahi gemetar, semu merah menjalari leher, telinga hingga pipi. Semakin merah, merah, merah dan sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Array yang terpasang meyakinkan itu hancur! Lebur!


Seketika teriakan, jeritan, pekikan membombardir. Lu wei tanpa sadar memijat pelipis. "Si sialan itu, apa yang ada di otaknya sampai-sampai dia terlena dan hilang fokus? Astaga menyusahkanku saja."


Awalnya Lu wei ingin membuat array kembali, tetapi menyadari kondisi membuatnya menelan niatnya kembali.


Riuh datang lagi, pedang teracung kembali, kuda-kuda terpasang lagi. Yang tidak terpasang lagi hanya raut takut bercampur malu, muka para murid kini dipenuhi keyakinan---yang dipaksakan tentu saja.

__ADS_1


Li na hanya bisa berkomentar. Heh, iman mereka bertambah kuat. Baguslah, itu berarti mereka belajar dari pengalaman.


Ada baiknya jangan mengambil kesimpulan di awal. Li na ingin menelan kembali perkataannya yang tadi. Bah, apa-apaan???!


Kuda-kuda yang tadinya terpasang meyakinkan, luruh menghasilkan posisi berlutut hampir merangkak. Pedang-pedang tergeletak nelangsa, terbesit di otak Lu wei jika itu semua dijual berapa keuntungan yang didapat?


Lu wei mendelik saat meliihat apa yang terjadi. "Apa yang kalian lakukaaan???! Ambil kembali pedang kalian!" Sia-sia saja, Lu wei benar-benar patut diapresiasi atas kesabarannya.


Semu merah kembali menjajah. Lu wei benar-benar tak tahu harus apa. Gumaman beberapa nama membuatnya bertambah bingung.


"Chuchu ...."


"Jiji ...."

__ADS_1


"Chuchu, jiji? Siapa itu? .... " Loading beberapa detik, setelah otaknya memproses siapa itu dia terkesiap. "Heyyy, bagaimana bisa kalian mengenal para senior kelas giok emas???!"


Jangan heran kenapa dia bisa tahu. Itu karna dia terlalu sering rindu dengan kakaknya sehingga berakhir mengunjungi kelas kakaknya. Berawal dari saling sapa dia bisa kenal beberapa rupa.


Chuchu, jiji itu adalah panggilan dari para penggemar pada ketiga kakak kelas yang sering bermain beromong kosong dengannya.


Oke, biar tidak ada tanda tanya dipikiran para pemirsa, orang tua ini akan menjelaskan apa itu kelas 'Giok emas'.


Kelas Giok berisi para murid yang berprestasi dan berpotensi bermanfaat. Sedangkan kelas Giok Emas berisi para anak asli atau keturunan dari istri pertama para kepala klan. Singkatnya itu adalah kelas yang isinya anak emas. Mengerti?


Perubahan terjadi seiring detik, tangan terangkat terlihat seperti sedang mencoba meraih sesuatu, mulut tersenyum manis bahkan ada yang terkekeh. Pengecualian untuk orang-orangan sawah, mulutnya terkunci rapat tetapi matanya memerah.


Jangan berburuk sangka, Lu wei tahu itu karna dia ingin benar-benar memastikan keadaan. Jika Lin Qingxuan saja ikut terpengaruh berarti ini sudah gawat!

__ADS_1


Para hantu itu dengan senang hati memenuhi panggilan. Semakin dekat, semakin dekat. Sampai hampir tidak ada sekat, membuat semua wajah murid-murid tercekat.


Teriakan lolos dengan refleks begitu juga tubuh yang mundur sampai terjengkang. Mereka terkesan dipermainkan sekarang.  Awalnya, dalam mata mereka para hantu itu adalah seseorang yang sangat-sangat didambakan tapi tadi berubah seketika seperti semula.


__ADS_2